Ingin Berkarir Sebagai Pencicip Cokelat? Ini Tipsnya!

Pencinta cokelat? Ingin menjadi profesional pencicip cokelat? Simak dulu artikel berikut.

Diterbitkan 24 Februari 2015, 08:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Chocolate Tasters atau pencicip cokelat mungkin amat menyenangkan bagi para pecinta cokelat. Memakan cokelat untuk hidup mungkin menjadi hal yang paling manis, terlebih jika mendapat imbalan besar dan untuk menghidupi diri dan keluarga .

Mungkin imajinasi Anda mengenai hal-hal yang manis tersebut akan tersingkirkan jika mendengar pendapat para pekerja profesional dibanding cicip-mencicipi cokelat seperti yang dilansir dari laman Reader's Digest, Selasa (24/2/2015).

 

1. Tidak Makan, Tetapi Mencicipi

Para pekerja mengecap hampir 30 cokelat tiap harinya. Saat jeda waktu di antara sampel satu dan lainnya selama 30 detik, sang pekerja akan mengistirahatkan indera pengecap mereka, kemudian memakan biskuit cracker tanpa rasa dan juga memilih air putih hangat.

Rahasia Profesional Pencicip Cokelat

2. Tidak Semanis yang Diperkirakan

Memang cokelat identik dengan rasa manis, namun cokelat tidak selalu memiliki rasa yang lezat. Pencicip cokelat harus tahan dengan berbagai rasa asli atau olahan cokelat, seperti rasa pahit atau terbakar.

Untuk meresapi rasa yang sebenarnya, terkadang mereka akan ditempatkan di ruangan sempit, tidak diijinkan berbicara, atau di ruangan yang penuh dengan pencahayaan merah agar mereka bisa mengevaluasi rasa, bukan penampilan.

3. Kemampuan Meningkat

Berbagai pengalaman dari mulai aroma, tekstur, dan rasa cokelat akan berangsur-angsur dipahami dengan sendirinya, apakah terdapat tambahan rasa lain dan sebagainya.

Rahasia Profesional Pencicip Cokelat

4. Masih Menikmati Cokelat Dengan Suka Cita

Memang umumnya para pekerja yang melamar merupakan pencinta cokelat. Tak sangsi apabila kulkas mereka terpenuhi dengan tumpukan batangan cokelat dari berbagai dunia.

5. Bagaimana Merasakan Seperti Para Profesional

Kunci utama dari kualitas cokelat terletak pada kandungan kakao. Namun, apabila kandungan kakao dalam cokelat mencapai angkat 100 persen, dipastikan pelanggan menolak cokelat tersebut.

Banyak mengkonsumsi makanan manis atau asin membuat indera pengecap tidak bisa mencicip dengan takaran yang benar. Untuk melatih agar bisa menikmati cokelat dengan benar, cobalah untuk mengecap makanan yang tidak mengandung kacang, vanila, dan juga karamel.