Kumpulan Doa Memohon Kebaikan untuk Keluarga dan Keturunan, Simak Hikmahnya

Doa memohon kebaikan untuk keluarga dan keturunan merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa memohon kebaikan untuk keluarga dan keturunan merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sebab, keluarga adalah lokus terkecil sekaligus terbaik untuk membangun masyarakat yang saleh dan berakhlak mulia.

Tentu saja setiap orang tua mendambakan anak dan keturunan yang menjadi penyejuk hati, penolong di dunia, serta penyelamat di akhirat. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa doa seorang hamba untuk keluarganya adalah doa yang mustajab, terlebih lagi doa orang tua untuk anaknya.

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada doa yang tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa seorang musafir" (HR. Al-Baihaqi). Hadis ini menunjukkan betapa besar peluang dikabulkannya doa orang tua untuk kebaikan anak dan keturunannya.

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim merinci doa-doa yang diajarkan Nabi SAW untuk keluarga, termasuk doa memohon keturunan yang saleh, keluarga yang sakinah, serta perlindungan dari segala keburukan.

Sementara, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa doa untuk keluarga dan keturunan merupakan bagian dari sunnah harian yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.

Kumpulan Doa Memohon Kebaikan untuk Keluarga dan Keturunan: Arab, Latin, dan Terjemahan

1. Doa Memohon Kebaikan Harta dan Anak

Arab: اللَّهُمَّ اجْعَلْ سَرِيرَتِي خَيْرًا مِنْ عَلَانِيَتِي ، وَاجْعَلْ عَلَانِيَتِي صَالِحَةً ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ صَالِحِ مَا تُؤْتِي النَّاسَ مِنَ الْمَالِ وَالْأَهْلِ وَالْوَلَدِ غَيْرِ الضَّالِّ وَلَا الْمُضِلِّ

Latin: Allaahummaj'al sariirati khairan min 'alaaniyati waj'al 'alaaniyati shaalihah. Allaahumma inni as-aluka min shaalihi maa tu'tin naasa minal maali wal ahli wal waladi ghairidz-dzalli wa lal mudhill

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah diam-diamku lebih baik daripada terang-teranganku, dan jadikanlah terang-teranganku itu baik. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan apa yang telah Engkau berikan kepada manusia, baik harta, keluarga, dan anak, yang tidak sesat dan tidak menyesatkan."

Doa ini diriwayatkan dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI dan disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan kebaikan menyeluruh bagi diri, keluarga, dan keturunan. Doa ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kualitas batin agar lebih baik dari penampilan lahiriah.

2. Doa Nabi Ibrahim AS Memohon Keturunan Saleh

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Latin: Rabbi hab lii minash-shaalihiin

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Ash-Shaffat: 100)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau mendambakan keturunan yang saleh. Dalam kitab Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah az-Zuhaili, dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim terus memanjatkan doa ini bahkan sejak sebelum menikah, menunjukkan betapa besar perhatian beliau terhadap kualitas spiritual keturunannya.

Doa ini juga dikutip dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr sebagai salah satu doa yang paling komprehensif untuk memohon keturunan.

3. Doa Nabi Ibrahim AS Memohon Keluarga yang Mendirikan Shalat

Arab: رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Latin: Rabbij'alni muqimash-sholati wa min dzurriyati rabbana wa taqabbal du'aa'

Artinya: "Wahai Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)

Doa ini merupakan permohonan Nabi Ibrahim agar dirinya dan keturunannya senantiasa menjaga shalat.

Dalam kitab Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah az-Zuhaili, dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim mendoakan kebaikan bagi dirinya dan keturunannya dengan memohon agar mereka menjadi orang-orang yang mendirikan shalat, serta memohon ampunan bagi kedua orang tuanya dan seluruh orang mukmin pada hari kiamat.

4. Doa Memohon Keluarga sebagai Penyejuk Hati

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil muttaqīna imāmā

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini merupakan salah satu doa yang paling sering dibaca oleh para ulama dan orang saleh. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan keluarga yang harmonis, keturunan yang saleh, serta kepemimpinan dalam ketakwaan.

5. Doa Memohon Berkah dan Perlindungan untuk Anak

Arab: اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Latin: Allāhumma bārik lanā fī aulādinā wa dzurriyyātinā wahfadhhum wa lā tadlurrahum warzuqnā birrahum

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka."

Doa ini dikutip dalam kitab Hisnul Muslim dan juga disebutkan dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani. Doa ini mencakup permohonan keberkahan, perlindungan, dan kebaikan dari anak-anak serta keturunan.

6. Doa Nabi Zakariya AS Memohon Keturunan yang Baik

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Latin: Rabbi hab lii mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samii'ud du'aa'

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali Imran: 38)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakariya AS ketika beliau mendambakan keturunan di usia senja. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan keturunan yang baik (dzurriyyatan thayyibah), yang mencakup kebaikan dalam agama, akhlak, dan keturunan.

7. Doa Memohon Keturunan yang Menegakkan Shalat

Arab: رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Latin: Rabbij'alni muqimash-sholati wa min dzurriyati rabbana wa taqabbal du'aa', rabbanaghfirli wa liwaalidayya wa lil mu'miniina yauma yaqumul hisaab

Artinya: "Wahai Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat. Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doaku. Wahai Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (amalan)." (QS. Ibrahim: 40-41)

Doa ini merupakan gabungan dari permohonan untuk diri sendiri, keturunan, orang tua, dan seluruh orang mukmin. Dalam kitab Tafsir Al-Wajiz, Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim memohon agar keturunannya menjadi orang-orang yang mendirikan shalat, serta memohon ampunan bagi kedua orang tuanya dan seluruh orang mukmin pada hari kiamat.

8. Doa Memohon Keturunan yang Menjadi Imam bagi Orang Bertakwa

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil muttaqīna imāmā

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini mencakup permohonan keluarga yang harmonis dan keturunan yang menjadi penyejuk hati. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh setiap muslim yang mendambakan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

9. Doa Memohon Keturunan yang Tunduk Patuh kepada Allah

Arab: رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Latin: Rabbanā waj'alnā muslimaini laka wa min dzurriyyatinā ummatan muslimatan laka

Artinya: "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu." (QS. Al-Baqarah: 128)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS ketika mereka membangun Ka'bah. Dalam kitab Tafsir Al-Mishbah karya Prof. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan agar keturunan mereka menjadi umat yang tunduk dan patuh kepada Allah, serta menjadi generasi yang meneruskan risalah tauhid.

10. Doa Memohon Ampunan untuk Diri, Orang Tua, dan Seluruh Mukmin

Arab: رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Latin: Rabbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil mu'miniina yauma yaqumul hisaab

Artinya: "Wahai Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (amalan)." (QS. Ibrahim: 41)

Doa ini merupakan bagian dari rangkaian doa Nabi Ibrahim yang mencakup permohonan ampunan untuk diri sendiri, orang tua, dan seluruh orang mukmin. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan ampunan yang menyeluruh.

Waktu Terbaik Doa Memohon Kebaikan untuk Keluarga dan Keturunan

1. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk bermunajat kepada Allah. Pada waktu ini, Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya'" (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah adalah momen yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa tidak akan tertolak antara adzan dan iqamah" (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan shalat. Doa untuk keluarga dan keturunan dapat dipanjatkan pada momen yang penuh keberkahan ini.

3. Setelah Shalat Fardhu Setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu, doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda: "(Doa yang paling didengar) adalah pada sepertiga malam terakhir dan setelah shalat-shalat wajib" (HR. Tirmidzi, dinilai hasan).

Waktu setelah shalat Subuh dan Isya sangat dianjurkan untuk mendoakan keluarga dan keturunan karena suasananya lebih tenang dan khusyuk.

4. Ketika Sujud dalam Shalat

Sujud adalah waktu di mana seorang hamba berada paling dekat dengan Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ketika bersujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu doa lebih cepat dikabulkan" (HR. Muslim). Maka, manfaatkanlah momen sujud untuk memohon kebaikan bagi keluarga dan keturunan.

5. Sepanjang Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat waktu mustajab doa, salah satunya menjelang Maghrib. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya penghulu hari adalah hari Jumat, dan ia merupakan hari terbesar di sisi Allah. Bahkan bagi-Nya ia lebih agung daripada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha". Pada hari ini, doa untuk keluarga dan keturunan sangat dianjurkan untuk dipanjatkan.

6. Ketika Turun Hujan

Waktu turun hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Dua doa yang tidak akan tertolak: doa ketika adzan dan doa ketika turun hujan" (HR. Al-Hakim). Maka, jangan lewatkan momen ini untuk memohon kebaikan bagi keluarga dan keturunan.

7. Setelah Shalat Subuh dan Sebelum Matahari Terbit

Waktu setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit adalah waktu yang penuh keberkahan. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa waktu pagi adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa. Doa untuk keluarga dan keturunan yang dibaca pada waktu ini akan menjadi penerang bagi langkah keluarga sepanjang hari.

Hikmah Doa Memohon Kebaikan untuk Keluarga dan Keturunan

1. Mendapatkan Keturunan yang Saleh dan Salehah

Doa adalah ikhtiar spiritual yang paling utama dalam mendidik anak dan keturunan. Anak yang saleh adalah investasi akhirat yang tidak akan terputus pahalanya. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang telah meninggal, maka semua amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" (HR. Muslim).

2. Mendapatkan Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

Doa Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yun mencakup permohonan agar keluarga menjadi penyejuk hati dan sumber ketenangan. Allah berfirman: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran-Nya) adalah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu dapat ketenangan hati dan menjadikan kasih sayang di antara kamu" (QS. Ar-Rum: 21). Dengan doa ini, seorang hamba memohon agar keluarganya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

3. Melindungi Keluarga dari Segala Keburukan

Doa Allāhumma bārik lanā fī aulādinā wa dzurriyyātinā wahfadhhum wa lā tadlurrahum mencakup permohonan perlindungan bagi anak dan keturunan dari segala kejelekan.

Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, doa ini dianjurkan untuk dibaca secara rutin, karena mengandung permohonan agar keluarga dijaga dari bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

4. Meneladani Doa Para Nabi dan Orang Saleh

Doa-doa untuk keluarga dan keturunan yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits merupakan doa yang dipanjatkan oleh para nabi dan orang-orang saleh. Nabi Ibrahim, Nabi Zakariya, dan Nabi Ismail 'alaihimus-salam telah mencontohkan doa-doa ini.

Dengan mengamalkannya, seorang muslim meneladani jejak para kekasih Allah dan mendapatkan keberkahan dari doa-doa yang mustajab.

5. Mendapatkan Ampunan dan Rahmat Allah Doa Rabbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil mu'miniina yauma yaqumul hisaab mencakup permohonan ampunan untuk diri sendiri, orang tua, dan seluruh orang mukmin.

Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan ampunan yang menyeluruh, sehingga seorang hamba tidak hanya mendoakan keluarganya, tetapi juga seluruh umat Islam.

6. Membangun Generasi yang Menegakkan Shalat

Doa Nabi Ibrahim Rabbij'alni muqimash-sholati wa min dzurriyati adalah doa yang sangat penting untuk membangun generasi yang menjaga shalat.

Dalam kitab Tafsir Al-Wajiz, Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan agar keturunan menjadi orang-orang yang mendirikan shalat, yang merupakan tiang agama. Dengan doa ini, seorang hamba berusaha memastikan bahwa keturunannya menjadi generasi yang taat beribadah.

7. Menjaga Ketenangan Jiwa dan Stabilitas Emosi

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

Ketika seorang hamba mendoakan keluarganya, ia menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Allah, sehingga hatinya menjadi tenang dan pikirannya menjadi jernih.

 

Pertanyaan Seputar Doa Memohon Kebaikan Keluarga

1. Apa doa yang paling utama untuk memohon kebaikan keluarga dan keturunan?

Doa yang paling utama adalah doa Nabi Ibrahim dalam QS. Al-Furqan ayat 74: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil muttaqīna imāmā, dan doa Nabi Ibrahim dalam QS. Ash-Shaffat ayat 100: Rabbi hab lii minash-shaalihiin.

2. Kapan waktu terbaik untuk mendoakan keluarga dan keturunan?

Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, setelah shalat fardhu, ketika sujud dalam shalat, sepanjang hari Jumat, dan ketika turun hujan.

3. Apakah doa orang tua untuk anaknya mustajab?

Ya, doa orang tua untuk anaknya adalah salah satu doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda: "Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa seorang musafir" (HR. Al-Baihaqi).

4. Apa hikmah membaca doa untuk keluarga dan keturunan secara rutin?

Hikmahnya antara lain mendapatkan keturunan yang saleh, keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, perlindungan dari segala keburukan, serta meneladani doa para nabi dan orang saleh.

5. Apakah boleh mendoakan keluarga dan keturunan orang lain?

Ya, boleh. Bahkan mendoakan saudara sesama muslim tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda: "Doa seorang muslim untuk kebaikan saudaranya tanpa sepengetahuan orang itu adalah doa yang mustajab" (HR. Muslim).

 

.