KH Zulfa Buka Peluang Maju Ketum PBNU, Asalkan Diminta PWNU dan PCNU

Wakil Ketua Umum PBNU itu mengaku tidak memiliki ambisi pribadi, namun siap menerima amanah apabila didukung pengurus wilayah dan cabang.

Diterbitkan 11 Juli 2026, 13:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026, nama Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa mulai disebut sebagai salah satu figur yang berpeluang maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Merespons hal itu, KH Zulfa menyatakan siap apabila mendapat amanah dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Namun, ia menegaskan tidak memiliki ambisi pribadi untuk mencalonkan diri.

"Kalau aspirasi dari cabang dan wilayah meminta, itu sangat kuat. Saya tidak bisa menolak," ujar KH Zulfa usai peluncuran kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut KH Zulfa, keputusan terkait pencalonan Ketua Umum PBNU sepenuhnya merupakan kewenangan para pemilik hak suara dalam Muktamar, yakni pengurus wilayah dan pengurus cabang.

 

Klaim Dukungan Mengalir

 

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab mengatakan dalam beberapa bulan terakhir aspirasi agar KH Zulfa maju dalam Muktamar terus bermunculan dari berbagai daerah.

"Beberapa bulan terakhir banyak pengurus wilayah dan pengurus cabang yang datang langsung kepada Kiai Zulfa dan meminta beliau ikut mengambil bagian dalam proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama," ujar Gus Aab.

Menurut dia, dorongan tersebut muncul karena sebagian pengurus menginginkan adanya pembaruan dalam tubuh organisasi.

"Mereka menyampaikan harapan akan adanya perbaikan pada tubuh Nahdlatul Ulama. Kiai Zulfa dipandang sebagai ikon perubahan yang dibutuhkan NU saat ini," katanya.

Senada, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Taufik Damas menyebut dorongan kepada KH Zulfa datang dari berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari PCNU, PWNU hingga kalangan PBNU.

Namun, ia menegaskan KH Zulfa tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU.

"Beliau tidak pernah menyatakan mencalonkan diri. Justru aspirasi itu datang dari banyak pengurus cabang, pengurus wilayah, sampai dari PBNU sendiri yang mendorong beliau untuk maju," ujar KH Taufik.

Meski demikian, Taufik mengingatkan bahwa seluruh proses pencalonan tetap bergantung pada dinamika Muktamar dan keputusan para pemilik hak suara.

"Kita lihat nanti siapa yang akan maju dalam Muktamar. Semuanya tentu bergantung pada aspirasi pengurus wilayah dan pengurus cabang sebagai pemilik mandat," pungkasnya.

Â