Lansia dan Disabilitas jadi Prioritas saat Jemaah Haji Bergerak ke Madinah

Jemaah haji lansia dan disabilitas mendapat prioritas layanan sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Madinah.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Jemaah haji Indonesia gelombang II mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah pada Minggu 7 Juni 2026. Dalam proses pergeseran tersebut, jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas mendapat prioritas layanan sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Kota Nabi.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal mengatakan kloter pertama yang bergerak ke Madinah adalah JKG 18 dengan jumlah 439 jemaah yang diangkut menggunakan 11 bus.

"Hari pertama ini akan kita berangkatkan sebanyak 14 kloter yang ada di Kota Makkah," ujar Ihsan pada tim Media Center Haji di Makkah, Minggu 7 Juni 2026.

Dia menjelaskan, pemberangkatan jemaah berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Petugas tidak menjadwalkan perjalanan pada malam hari untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah selama perjalanan antarkota.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan skema khusus saat proses naik bus. Petugas mengatur jemaah secara berurutan dengan mendahulukan lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan sebelum jemaah laki-laki sehat, ketua rombongan, serta ketua kloter.

 

Petugas Akan Dampingi Kelompok Rentan

Selain itu, jemaah membawa koper bagasi besar bersama mereka dalam bus yang sama menuju Madinah. Petugas juga memastikan koper kabin dan barang bawaan lainnya tertata dengan baik sebelum keberangkatan.

"Perhatian khusus terhadap lansia dan penyandang disabilitas tidak hanya diberikan saat keberangkatan. Petugas juga menyiapkan layanan prioritas di sektor akomodasi, transportasi, serta pelaksanaan ibadah selama berada di Madinah," kata Ihsan.

Petugas akan mendampingi kelompok rentan tersebut ketika mengakses layanan hotel maupun saat menjalani agenda ibadah di Masjid Nabawi. Bahkan, pengaturan khusus juga disiapkan untuk pelaksanaan ziarah ke Raudhah.

"Nanti akan dilayani khusus. Yang memakai kursi roda ke Raudhah itu waktunya khusus, diberikan tempat juga yang khusus untuk antre dan sebagainya," papar Ihsan.

Ia menambahkan layanan prioritas tersebut merupakan hasil koordinasi antara PPIH Arab Saudi, syarikah, markaz, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Ihsan berharap seluruh jemaah gelombang II dapat menjalankan rangkaian ibadah dan ziarah di Madinah dengan lancar sebelum kembali ke Tanah Air.