Petugas Minta Jemaah Haji Hafal Nama Hotel dan Sektor di Madinah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi imbau jemaah haji Indonesia yang akan bergeser dari Makkah ke Madinah untuk menghafal nama hotel dan sektor.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia yang akan bergeser dari Makkah ke Madinah untuk menghafal nama hotel dan sektor tempat mereka menginap.

Langkah itu dinilai penting untuk memudahkan jemaah menemukan kembali akomodasi mereka saat beraktivitas di sekitar Masjid Nabawi.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal mengatakan sistem akomodasi di Madinah berbeda dengan yang diterapkan di Makkah. Karena itu, jemaah perlu mengenali identitas hotel tempat mereka tinggal sejak awal kedatangan.

"Khusus di Madinah tidak ada nomor hotel. Para jemaah harus mengingat-ingat nama hotel dan sektornya," ujar Ihsan pada tim Media Center Haji di Makkah, Minggu 7 Juni 2026.

Menurut dia, seluruh hotel jemaah Indonesia di Madinah berada dalam jarak yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi sehingga dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi tersebut membuat mobilitas jemaah cukup tinggi, terutama saat pergi dan pulang menunaikan salat berjamaah.

 

Petugas Siap Membantu

Ihsan menjelaskan petugas sektor yang bertugas di kawasan Masjid Nabawi siap membantu juka ada jemaah yang lupa lokasi penginapannya.

"Kalau lupa lokasi hotelnya, bisa ditanyakan kepada para petugas yang ada di sektor khusus Masjid Nabawi dengan menyebutkan nama hotel dan sektornya," terang dia.

Selain mengingat hotel, PPIH meminta jemaah tidak bepergian seorang diri ketika berada di luar penginapan. Petugas menyarankan jemaah tetap bersama teman sekamar, rombongan, atau kelompoknya untuk mengurangi risiko tersesat.

Petugas juga mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan selama berada di Madinah dan selalu berkoordinasi dengan ketua rombongan maupun petugas sektor jika ingin mengikuti kegiatan di luar agenda resmi.

"Aktivitas jemaah di Madinah memang tidak sepadat saat berada di Makkah. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat jumlah jemaah yang sangat banyak dan mobilitas di sekitar Masjid Nabawi berlangsung hampir sepanjang hari," jelas Ihsan.