Fakta di Balik Viral Jemaah Haji Indonesia Setenda dengan Pekerja Asing di Mina

Para pekerja asing yang menempati tenda jemaah haji di Indonesia diketahui merupakan karyawan dapur.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 09:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Video yang menarasikan jemaah haji Indonesia telantar dan harus berbagi tenda dengan pekerja asing di Mina viral di media sosial. Namun, kejadian yang sebenarnya berlangsung singkat dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15–20 menit.

Ketua Kloter JKB 12, Anwar Munawar, menjelaskan kloternya menempati tiga ruangan tenda di Mina. Ruangan pertama diisi 180 jemaah, ruangan kedua 130 jemaah, dan ruangan ketiga 83 jemaah. Persoalan hanya terjadi di ruangan ketiga saat jemaah hendak memasuki tenda yang telah dialokasikan untuk mereka.

Saat tiba di lokasi, jemaah mendapati sejumlah orang asing berada di dalam tenda tersebut. “Pas jemaah kita mau masuk, di sana sudah ada orang-orang asing. Dicari tahu sama kita, ternyata mereka adalah karyawan dapur,” kata Anwar pada tim Media Center Haji di Makkah, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kehadiran pekerja dapur di tenda yang menjadi hak jemaah sempat memicu protes. Petugas kloter kemudian meminta penjelasan pada pihak maktab karena seluruh jemaah telah mengantongi kartu akses sesuai penempatan yang ditetapkan.

 

Koordinasi

Anwar mengatakan, pihak kloter segera berkoordinasi dengan maktab, syarikat penyedia layanan, dan PPIH Arab Saudi. Komunikasi tersebut menghasilkan solusi cepat berupa pemindahan para pekerja dapur ke lokasi lain sehingga jemaah dapat menempati tenda sesuai alokasi.

Ia menegaskan proses penyelesaian berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan narasi yang berkembang di media sosial.

“Dibantu sama syarikat, semua pihak kumpul di situ. PPIH Arab Saudi juga semua ikut. Lima belas sampai dua puluh menit selesai. Selesai pagi itu, selesai,” tegasnya.

Menurut Anwar, video yang kemudian viral kemungkinan muncul karena kondisi fisik dan mental jemaah yang sedang kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah di Arafah dan Muzdalifah.

“Capek yang kita wajarlah, tidak sabaran,” katanya.

Setelah pekerja dapur dipindahkan, seluruh jemaah JKB 12 dapat menempati tenda di Mina dengan aman dan nyaman hingga berakhirnya fase puncak haji. Anwar bahkan mengaku rombongannya baru mengetahui insiden tersebut menjadi viral ketika malam hari.