Berapa Hari Puasa Syawal setelah Idulfitri? Ini Jadwal Mulai dan Batas Akhirnya di 2026

Berapa hari puasa Syawa setelah Idulfitri? Puasa Syawal 6 hari dan berlangsung hingga akhir Syawal. Berikut jadwal lengkapnya di 2026.

Diterbitkan 22 Maret 2026, 03:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berapa hari puasa Syawal setelah Idulfitri seringkali menjadi pertanyaan umat muslim. Puasa Syawal menjadi amalan sunnah yang banyak dicari umat Islam setelah merayakan Idulfitri. Ibadah ini bukan sekadar pelengkap, tetapi memiliki keutamaan besar yang berkaitan langsung dengan pahala sepanjang tahun. Tak heran, pertanyaan tentang berapa hari puasa Syawal setelah Idulfitri sering muncul setiap tahunnya.

Selain jumlah hari, tata cara pelaksanaan puasa Syawal juga kerap menimbulkan kebingungan. Banyak yang bertanya apakah puasa ini harus dilakukan berturut-turut atau boleh terpisah. Jawaban atas pertanyaan ini penting karena berkaitan dengan kemudahan dalam menjalankan ibadah sekaligus meraih keutamaannya. Berikut selengkapnya Berapa hari puasa Syawal setelah Idulfitri. 

Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal Dimulai Setelah Idulfitri

Puasa Syawal hanya dapat dilaksanakan setelah umat Islam menunaikan puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri. Secara umum, puasa ini dimulai pada tanggal 2 Syawal karena tanggal 1 Syawal diharamkan untuk berpuasa. Hal ini menjadi batas awal yang harus dipahami agar ibadah tetap sah.

Rentang waktu puasa Syawal berlangsung sepanjang bulan Syawal hingga tanggal 30. Artinya, umat Islam memiliki waktu cukup panjang untuk menyelesaikan puasa ini. Fleksibilitas ini menjadi salah satu kemudahan yang diberikan dalam ibadah sunnah.

Meski demikian, sebagian ulama menganjurkan untuk melaksanakannya di awal bulan. Hal ini karena semangat ibadah setelah Ramadan masih kuat dan konsisten. Selain itu, mengerjakan di awal juga membantu agar tidak terlewat hingga akhir bulan. Berikut rinciannya: 

Waktu Puasa Syawal

  • Mulai: 2 Syawal (sehari setelah Idulfitri, karena 1 Syawal haram puasa)
  • Batas akhir: 30 Syawal (akhir bulan Syawal)

Perkiraan tanggal di tahun 2026(berdasarkan perkiraan kalender hijriah)

  • 1 Syawal 1447 H (Idulfitri): sekitar 20 Maret 2026
  • Mulai puasa Syawal: 21 Maret 2026
  • Batas akhir: sekitar 18 April 2026

6 Hari Puasa Syawal dan Keutamaan Pahala Setahun

Jumlah puasa Syawal yang dianjurkan adalah enam hari. Ketentuan ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan keutamaan luar biasa dari ibadah ini. Bahkan, pahala yang dijanjikan setara dengan puasa selama satu tahun penuh.

Berikut hadisnya:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Man shāma Ramadhāna tsumma atba‘ahu sittan min Syawwāl kāna kaṣiyāmid dahr

“Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim)

Keutamaan ini membuat puasa Syawal menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Banyak umat Islam berlomba-lomba menunaikannya demi meraih pahala berlipat. Hal ini juga menjadi bentuk kesinambungan ibadah setelah Ramadan.

Haruskah Berturut-turut atau Boleh Terpisah

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berurutan. Dalam praktiknya, banyak orang tidak mampu menjalankannya secara langsung enam hari berturut-turut. Hal ini biasanya karena aktivitas atau agenda setelah Lebaran.

Menurut ulama, puasa Syawal boleh dilakukan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal. Pendapat ini memberikan kemudahan bagi umat Islam yang memiliki keterbatasan waktu. Dengan demikian, ibadah tetap bisa dilakukan tanpa memberatkan.

Pendapat ini juga ditegaskan dalam literatur ulama:

يُسْتَحَبُّ لِمَنْ صَامَ رَمَضَانَ أَنْ يَتَّبِعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ وَالْمُسْتَحَبُّ أَنْ يَصُومَهَا مُتَتَابِعَةً فَإِنْ صَامَهَا مُتَفَرِّقَةً جَازَ

Yustahabbu liman shāma Ramadhāna an yattabi‘ahu bisittin min Syawwāl wal mustahabbu an yashūmahā mutatābi‘ah fa in shāmahā mutafarriqah jāza

“Disunnahkan bagi orang yang puasa di bulan Ramadhan untuk meneruskan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal. Dan yang dianjurkan adalah dilakukan berturut-turut, namun jika dilakukan terpisah maka diperbolehkan.”

Dengan demikian, dua cara ini sama-sama sah. Namun, yang lebih utama tetap dilakukan secara berurutan setelah Idulfitri. Meski begitu, fleksibilitas ini menjadi rahmat bagi umat Islam.

Niat Puasa Syawal dan Waktu Membacanya

Niat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan puasa Syawal. Meskipun hukumnya sunnah, niat tetap menentukan sah atau tidaknya ibadah. Oleh karena itu, penting untuk memahami waktu dan lafaz niatnya.

Berikut niat puasa Syawal yang dibaca pada malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnatis Syawwāli lillāhi ta‘ālā

“Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.”

Jika lupa berniat di malam hari, seseorang masih diperbolehkan berniat di siang hari sebelum Zuhur. Hal ini menjadi keistimewaan puasa sunnah dibandingkan puasa wajib. Berikut lafaz niat siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnatis Syawwāli lillāhi ta‘ālā

“Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah.”

Kemudahan dalam niat ini memberikan peluang bagi siapa saja untuk tetap mendapatkan pahala. Bahkan bagi yang baru berniat di pagi hari, selama belum makan atau minum, puasanya tetap sah. Hal ini menunjukkan betapa luasnya kesempatan beribadah dalam Islam.

Hikmah dan Keutamaan Puasa Syawal bagi Umat Islam

Puasa Syawal bukan hanya soal jumlah hari, tetapi juga memiliki hikmah mendalam. Ibadah ini menjadi penyempurna dari puasa Ramadan yang telah dijalankan selama sebulan penuh. Dengan melanjutkan puasa, seorang Muslim menunjukkan konsistensi dalam beribadah.

Selain itu, puasa Syawal juga melatih keistiqamahan. Setelah Ramadan berakhir, banyak orang kembali ke rutinitas dan melupakan ibadah tambahan. Puasa Syawal menjadi momentum untuk menjaga semangat spiritual tetap hidup.

Dari sisi sosial dan spiritual, puasa ini juga mengajarkan keseimbangan. Umat Islam tetap bisa menjalani aktivitas seperti halal bihalal, namun tetap menyempatkan ibadah. Hal ini sebagaimana dijelaskan bahwa puasa boleh diselingi selama tetap memenuhi enam hari di bulan Syawal.

Pertanyaan seputar Berapa Hari Puasa Syawal setelah Idulfitri

1. Puasa Syawal berapa hari setelah Idulfitri?

Puasa Syawal dilakukan selama 6 hari dan dimulai sejak 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal.

2. Apakah puasa Syawal harus berturut-turut?

Tidak wajib. Boleh berturut-turut atau terpisah selama masih dalam bulan Syawal.

3. Bolehkah puasa Syawal digabung dengan Senin-Kamis?

Boleh dilakukan bersamaan, tetapi niatnya tetap khusus untuk puasa Syawal.

4. Apa keutamaan puasa Syawal?

Pahalanya setara dengan puasa selama satu tahun penuh.

5. Bolehkah niat puasa Syawal di pagi hari?

Boleh, selama belum makan, minum, dan belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

 

Sumber:

https://baznas.go.id/artikel-show/Puasa-Syawal-Berapa-Hari,-Panduan-Praktis-Setelah-Ramadhan/360

https://banten.nu.or.id/keislaman/berikut-niat-puasa-syawal-dan-apa-6-hari-harus-berurutan-mRU8N

https://news.ums.ac.id/id/04/2025/puasa-syawal-dan-tuntunan-melaksanakannya/