Rajiv DPR Minta Pemerintah Perbanyak Pasar Murah untuk Tekan Harga Jelang Lebaran

Ia meminta Pemerintah mewaspadai kenaikan harga bahan pangan menjelang lebaran, seperti daging sapi yang melampaui harga acuan penjualan pemerintah (HAP).

Diterbitkan 15 Maret 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv, menilai ketersediaan pangan terutama 9 komoditas strategis menjelang Idul Fitri hingga sepekan setelah lebaran dalam kondisi aman dan tercukupi.

Meski demikian ia meminta Pemerintah mewaspadai kenaikan harga bahan pangan menjelang lebaran, seperti daging sapi yang melampaui harga acuan penjualan pemerintah (HAP) akibat tingginya permintaan.

“Berdasarkan Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional sampai Minggu (15/3) pagi, harga daging sapi kualitas I di tingkat pedagang eceran nasional melebihi HAP dan mencapai Rp 146.600 per kilogram (kg)” tegas Rajiv dalam siaran persnya Minggu (15/3).

Rajiv mengatakan berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, HAP daging sapi segar/chilled di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp 130.000 per kilogram untuk paha depan dan Rp 140.000 per kilogram untuk paha belakang.

“Lonjakan harga daging yang melewati acuan Rp 130.000-140.000/kg tersebut harus dibaca sebagai sinyal adanya kenaikan demand, persoalan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang berlebihan,” ujar Anggota DPR RI asal dapil Jabar II.

Menurut Politisi Fraksi partai NasDem, apabila harga komoditas tertentu seperti daging sapi telah melampaui HAP, maka kondisi tersebut tidak boleh dianggap wajar dan harus segera direspons untuk menekan lonjakan harga.

“Saya mendorong gerakan pasar murah diperbanyak, karena ini menjadi salah satu solusi cepat untuk mengendalikan harga-harga yang beranjak naik menjelang lebaran,” tegas Rajiv.

 

Tak Boleh Lengah Usai Lebaran

Lebih lanjut ia meminta masyarakat tidak khawatir karena kondisi pangan nasional sekarang tetap aman, tidak hanya menjelang Idulfitri tetapi juga setelah Lebaran.

“Masyarakat jangan khawatir, sejauh ini cadangan pangan kita cukup berlimpah. Bahkan saat ini neraca pangan 9 komoditas strategis kita hingga April 2026 dalam kondisi surplus” ungkap Rajiv .

Namun Rajiv menegaskan bahwa pemerintah juga tidak boleh lengah setelah Lebaran. Pasokan nasional memang diproyeksikan aman, tetapi stabilitas harga dan kelancaran distribusi harus terus dijaga agar masyarakat tidak menghadapi beban yang lebih berat sesudah hari raya.

Politisi muda ini memastikan Komisi IV DPR RI akan terus mengawal kebijakan pangan agar keberhasilan pemerintah tidak hanya terlihat pada angka neraca nasional, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat di pasar-pasar tradisional dan pusat distribusi pangan di daerah.