7 Hadits Tentang Idul Fitri, Amalan Sunnah Rasulullah di Hari Kemenangan

Persiapkan diri menyambut hari raya dengan mempelajari hadits tentang idul fitri serta aturan zakat dan tata cara salat malam yang benar.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 05:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Momen kemenangan setelah sebulan penuh menahan lapar, haus, dan hawa nafsu selalu menjadi peristiwa yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, "Hari raya bukanlah bagi orang yang mengenakan pakaian baru, namun hari raya adalah bagi orang yang ketaatannya bertambah." Suasana hangat penuh maaf dan syukur ini semakin bermakna ketika setiap amalan yang dikerjakan bersandar pada tuntunan hadits tentang idul fitri yang shahih agar ibadah terasa lebih afdal dan bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Kegembiraan di hari raya bukan sekadar perayaan budaya atau ajang silaturahmi semata, melainkan manifestasi dari ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Memahami literatur hadis secara mendalam akan membuka wawasan mengenai bagaimana Rasulullah ﷺ menghidupkan hari kemenangan ini, mulai dari adab berpakaian hingga anjuran untuk menebar kebahagiaan bagi sesama melalui zakat dan sedekah.

1. Anjuran Makan Sebelum Salat Id

Lafal Arab:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَلَا يَأْكُلُ حَتَّى يَضْحَى

Latin: Kaana Rasuulullaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama laa yaghduu yaumal fithri hattaa ya’kula, wa laa ya’kulu hattaa yadh-haa.

Terjemah: "Rasulullah ﷺ tidak berangkat pada pagi hari Idulfitri sebelum makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan pada pagi hari Iduladha sampai beliau menyembelih kurban." (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah).

Penjelasan: Hadis ini menekankan perbedaan mendasar antara dua hari raya umat Islam. Pada Idulfitri, makan sebelum salat menjadi simbol pembatalan puasa Ramadan secara total, sehingga tidak ada lagi keraguan apakah hari tersebut masih wajib berpuasa atau tidak.

Secara teknis, Rasulullah ﷺ biasa memakan kurma dalam jumlah ganjil. Hal ini mengandung hikmah untuk segera melaksanakan perintah Allah dalam berbuka, sebagaimana kita diperintah untuk segera berbuka saat waktu magrib tiba di bulan Ramadan.

2. Memakai Pakaian Terbaik

Lafal Arab:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبَسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ

Latin: Amaranaa Rasuulullaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama fil ‘iidaini an nalbasa ajwada maa najidu.

Terjemah: "Rasulullah ﷺ memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki." (HR. Al-Hakim).

Penjelasan: Menggunakan pakaian terbaik di hari Idulfitri adalah bentuk ekspresi syukur (tahadduts bin ni'mah) atas selesainya ibadah puasa. Ini menunjukkan bahwa Islam mencintai keindahan dan kebersihan, terutama di hari besar umat.

Perlu digarisbawahi bahwa "terbaik" tidak berarti harus mahal atau baru. Makna utamanya adalah pakaian yang paling bersih, rapi, dan sopan di antara koleksi yang dimiliki, dengan tetap menjaga agar tidak terjerumus dalam sifat sombong atau berlebih-lebihan.

 

3. Mengajak Wanita dan Keluarga ke Lapangan

Lafal Arab:

أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ فِي الْعِيدَيْنِ لِيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ وَيَعْتَزِلَ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى

Latin: Umirnaa an nukhrijal 'awaatiqa wal huyyadha fil 'iidaini liyasyhadnal khaira wa da'watal muslimiina wa ya'tazilal huyyadhal mushallaa.

Terjemah: "Kami diperintahkan untuk mengeluarkan para gadis dan wanita yang sedang haid pada dua hari raya agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doa umat Muslim, namun wanita haid menjauh dari tempat salat." (HR. Bukhari & Muslim).

Penjelasan: Hadis ini menunjukkan bahwa Idulfitri adalah pesta seluruh umat Islam tanpa kecuali. Kehadiran para wanita, termasuk yang tidak bisa melaksanakan salat karena udzur syar'i, sangat penting untuk memperkuat syiar Islam dan mempererat ukhuwah.

Keberadaan mereka di tempat pelaksanaan salat bukan untuk ikut rukuk dan sujud, melainkan untuk mendengarkan khutbah yang berisi nasihat agama. Hal ini menciptakan suasana inklusif di mana setiap jiwa merasakan kegembiraan yang sama.

4. Berbeda Rute Pergi dan Pulang

Lafal Arab:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّMَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Latin: Kaanan Nabiyyu shallallaahu ‘alaihi wa sallama idzaa kaana yaumu 'iidin khaalafat thariiq.

Terjemah: "Nabi ﷺ ketika berada di hari Id (pergi ke tempat salat), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang." (HR. Bukhari).

Penjelasan: Praktik ini mengandung banyak hikmah sosial, salah satunya adalah agar Rasulullah ﷺ bisa bertemu dengan kelompok masyarakat yang berbeda di setiap jalan untuk menebar salam dan kebahagiaan.

Selain itu, secara spiritual, para ulama menjelaskan bahwa perbedaan rute ini dilakukan agar semakin banyak tanah yang menjadi saksi atas langkah kaki hamba-Nya menuju tempat ibadah pada hari kiamat kelak.

 

5. Idulfitri Sebagai Pengganti Hari Raya Jahiliyah

Lafal Arab:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ

Latin: Innallaaha qad abdalakum bihimaa khairan minhumaa yaumal adh-haa wa yaumal fithri.

Terjemah: "Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik dari itu (hari raya jahiliyah), yaitu Iduladha dan Idulfitri." (HR. Abu Dawud).

Penjelasan: Hadis ini menegaskan identitas umat Islam. Sebelum Islam datang, penduduk Madinah memiliki hari raya yang diisi dengan permainan yang tidak bermanfaat. Allah kemudian mensyariatkan Idulfitri sebagai hari raya yang diisi dengan zikir dan syukur.

Hal ini menjadi pengingat bahwa kegembiraan umat Muslim haruslah berbasis pada nilai-nilai ketuhanan. Idulfitri bukan sekadar euforia, melainkan perayaan atas kesuksesan spiritual setelah menempa diri di bulan suci.

6. Larangan Berpuasa di Hari Raya

Lafal Arab:

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ الْأَضْحَى

Latin: Nahan Nabiyyu shallallaahu ‘alaihi wa sallama 'an shaumi yaumaini: yaumil fithri wa yaumil adh-haa.

Terjemah: "Nabi ﷺ melarang berpuasa pada dua hari: Idulfitri dan Iduladha." (HR. Bukhari & Muslim).

Penjelasan: Idulfitri secara harfiah berarti "kembali berbuka". Maka, berpuasa pada hari ini hukumnya haram karena dianggap menolak jamuan Allah SWT setelah sebulan penuh Dia memerintahkan kita untuk menahan diri.

Umat Islam diperintahkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk penghormatan terhadap hari kemenangan tersebut. Kesadaran untuk tidak berpuasa di hari ini sama nilainya dengan ketaatan saat berpuasa di bulan Ramadan.

 

7. Zakat Fitrah Sebagai Penyuci

Lafal Arab:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

Latin: Faradha Rasuulullaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama zakatal fithri thuh-ratan lish-shaa-imi minal laghwi war rafatsi wa thuh-matan lil masaakiin.

Terjemah: "Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, serta sebagai pemberian makan bagi orang-orang miskin." (HR. Abu Dawud).

Penjelasan: Zakat fitrah berfungsi sebagai pelengkap ibadah puasa. Ia membersihkan noda-noda kecil yang mungkin terjadi selama Ramadan agar puasa kita kembali fitrah atau suci saat Idulfitri tiba.

Selain dimensi vertikal kepada Allah, zakat ini memiliki dimensi horizontal yang kuat. Tujuannya agar pada hari raya tidak ada fakir miskin yang kelaparan, sehingga semua lapisan masyarakat bisa merasakan nikmatnya merayakan hari kemenangan.

 

FAQ Singkat Idulfitri

Apakah wajib makan sebelum salat Idulfitri?

Hukumnya sunnah muakkad, sangat dianjurkan sebagai pembeda dengan Iduladha.

Bolehkah memakai baju lama saat Id?

Boleh, yang utama adalah kebersihan dan kerapian pakaian tersebut.

Kapan waktu paling telat bayar zakat fitrah?

Sebelum salat Idulfitri dimulai.

Apa hukum salat Id bagi wanita haid?

Tidak boleh salat, namun dianjurkan hadir di lapangan untuk mendengar khutbah.

Berapa jumlah takbir salat Id?

Rakaat pertama 7 kali takbir dan rakaat kedua 5 kali takbir (di luar takbiratul ihram/berdiri).