Kaesang Pangarep Safari Ramadan ke Ponpes Minggir Sleman, Cicipi Sate Klatak

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep melanjutkan Safari Ramadan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Minggir di Sleman dan bersilaturahmi dengan Gus Muwafiq.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 21:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Minggir di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kaesang didampingi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali untuk bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

Setibanya di lokasi menjelang waktu berbuka puasa, Kaesang dan Ahmad Ali langsung melaksanakan shalat maghrib berjamaah bersama para santri dan pengurus pondok pesantren.

Setelah itu, Gus Muwafiq menawarkan makanan khas Yogyakarta kepada para tamu, yakni sate klatak.

“Itu sate klatak yang tidak pakai bumbu, enak itu sate klatak,” ujar Gus Muwafiq.

Kaesang pun mengaku menyukai kuliner khas tersebut. Ia menyebut sate klatak yang menggunakan jeruji roda sepeda motor sebagai tusuk sate memiliki cita rasa yang khas.

“Sate klatak yang pakai jeruji itu enak. Makanan Jogja enggak ada yang enggak enak,” kata Kaesang.

 

 

 

 

Bagian Safari Ramadan

Hal senada disampaikan Ahmad Ali. Ia mengatakan kunjungan ke Yogyakarta terasa kurang lengkap jika belum mencicipi sate klatak.

“Ya itu tradisi itu. Kalau tidak makan sate datang ke sini, itu berarti kan belum nyampe itu,” ujar Ahmad Ali.

Menurut Ahmad Ali, kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Safari Ramadan PSI untuk bersilaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama.

“Kunjungan kita hari ini ke Jogja ini merupakan rangkaian silaturahmi ke pondok dalam rangka Safari Ramadan, bertemu dan meminta nasehat para kyai,” ujarnya.

Pondok Pesantren Minggir merupakan lembaga pendidikan Islam yang berada di wilayah Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pesantren ini dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang menekankan pembinaan akhlak, pendalaman ilmu agama, serta pembiasaan hidup sederhana dalam tradisi pesantren salaf.