Hindari Risiko Rem Blong Saat Mudik, Begini Cara Cek Sistem Pengereman Mobil

Memastikan sistem rem dalam kondisi optimal bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga kebutuhan penting untuk menghadapi situasi darurat di jalan raya

Diterbitkan 10 Maret 2026, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling vital pada kendaraan, terutama saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran. Kondisi rem yang prima sangat menentukan keselamatan pengemudi dan keluarga selama perjalanan.

Ketika mudik, mobil biasanya membawa muatan lebih banyak dari biasanya, baik penumpang maupun barang bawaan. Beban tambahan ini secara otomatis meningkatkan gaya inersia kendaraan, yang pada akhirnya dapat memperpanjang jarak pengereman.

Karena itu, memastikan sistem rem dalam kondisi optimal bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga kebutuhan penting untuk menghadapi situasi darurat di jalan raya.

Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan bahwa kondisi kendaraan yang prima menjadi faktor utama keselamatan saat mudik.

“Keselamatan keluarga saat mudik sangat bergantung pada kondisi kendaraan, salah satunya adalah performa rem yang optimal, terutama ketika mobil membawa beban penuh. Oleh karena itu, kami mengimbau pengendara untuk melakukan pengecekan menyeluruh agar pengereman tetap responsif di berbagai kondisi jalan,” ujar Hariadi dalam keterangan resminya.

Berikut beberapa langkah penting yang perlu dilakukan untuk memastikan sistem rem mobil tetap bekerja optimal sebelum perjalanan mudik.

1. Periksa Kampas Rem dan Komponen Gesekan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa ketebalan kampas rem atau brake pad. Komponen ini berfungsi menciptakan gaya gesek untuk memperlambat laju kendaraan.

Jika ketebalan kampas rem sudah berada di bawah batas minimal, sebaiknya segera diganti. Kampas rem yang terlalu tipis tidak hanya mengurangi daya pengereman, tetapi juga dapat merusak komponen lain seperti piringan cakram.

Selain itu, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan kondisi permukaan piringan cakram (disc brake). Pastikan permukaannya rata dan tidak mengalami deformasi atau warped yang dapat menimbulkan getaran pada setir saat melakukan pengereman.

Pemeriksaan juga harus dilakukan pada rem tromol di roda belakang. Penyetelan celah sepatu rem perlu dilakukan agar kinerja rem tangan tetap optimal, terutama ketika kendaraan berhenti di tanjakan.

Tak kalah penting, pastikan piston pada kaliper rem dapat bergerak dengan lancar. Pelumasan khusus pada pin kaliper dapat membantu menjaga pergerakan komponen ini tetap optimal.

2. Pastikan Kondisi Minyak Rem dan Sistem Hidraulis

 

Sistem pengereman mobil modern bekerja menggunakan tekanan hidraulis yang disalurkan melalui minyak rem. Karena itu, kualitas cairan ini sangat mempengaruhi performa pengereman.

Minyak rem memiliki sifat higroskopis, yang berarti dapat menyerap uap air dari udara. Jika kadar air terlalu tinggi, titik didih minyak rem akan menurun sehingga berpotensi menimbulkan masalah saat rem bekerja dalam suhu tinggi.

“Pastikan mobil Suzuki Anda menggunakan cairan Ecstar dengan standar DOT 3 atau DOT 4 sesuai spesifikasi pabrikan guna menghindari kerusakan seal karet,” jelas Hariadi.

Selain itu, pengemudi juga perlu memastikan tidak ada udara yang terjebak di dalam sistem hidraulis. Udara dalam sistem dapat membuat pedal rem terasa lembek dan mengurangi efektivitas pengereman.

Untuk mengatasinya, proses bleeding rem perlu dilakukan dengan benar agar tekanan pada booster rem dan master rem tetap optimal. Periksa pula kondisi selang rem fleksibel untuk memastikan tidak ada retakan atau pembengkakan yang dapat menyebabkan kebocoran.

 

3. Antisipasi Brake Fade di Jalur Pegunungan

 

Perjalanan mudik di Indonesia sering kali melewati jalur pegunungan dengan turunan panjang dan tajam. Kondisi ini dapat memicu brake fade, yaitu penurunan kemampuan pengereman akibat panas berlebih.

Selain itu, terdapat juga risiko vapor lock, yaitu kondisi ketika minyak rem menguap akibat suhu ekstrem sehingga sistem rem kehilangan daya tekan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, pengemudi disarankan mengombinasikan penggunaan rem dengan teknik engine brake. Cara ini dapat membantu mengurangi beban kerja pada kampas dan piringan rem.

Pada mobil modern yang sudah dilengkapi fitur keselamatan seperti ABS (Anti-lock Braking System), sensor kecepatan roda juga perlu dipastikan dalam kondisi bersih.

Fitur lain seperti Electronic Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist juga membantu mendistribusikan gaya pengereman secara optimal, terutama ketika mobil membawa muatan penuh.

“Apabila lampu peringatan rem atau simbol ABS pada dashboard menyala, segera lakukan diagnosa di Bengkel Resmi Suzuki untuk memastikan komputerisasi sistem tetap bekerja dengan baik,” tambah Hariadi.

Lakukan Servis Berkala Sebelum Mudik

Melakukan servis kendaraan sebelum mudik merupakan bentuk tanggung jawab pengemudi terhadap keselamatan seluruh pengguna jalan.

Pengecekan seperti membersihkan debu sisa gesekan pada rem serta memeriksa potensi kebocoran pada silinder roda dapat membantu memastikan sistem pengereman bekerja maksimal selama perjalanan.

Pengemudi juga disarankan untuk tidak mengabaikan tanda-tanda abnormal pada sistem rem, seperti suara berdecit, bau terbakar, atau tarikan rem yang terasa tidak seimbang.

“Respon cepat terhadap gejala awal kerusakan dapat menyelamatkan Anda dari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari,” tutup Hariadi.

Dengan memastikan kondisi rem dalam keadaan prima, perjalanan mudik bersama keluarga dapat berlangsung lebih aman dan nyaman hingga tiba di kampung halaman.