Malam Nuzulul Quran Kapan? Catat Tanggal, Sejarah, dan Amalan Penuh Berkah

Cari tahu malam Nuzulul Quran kapan, lengkap dengan sejarah turunnya Al-Qur'an, makna, serta amalan yang dianjurkan untuk meraih keberkahan Ramadan.

Diterbitkan 06 Maret 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Malam nuzulul quran kapan? Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat berbagai keberkahan dan momen-momen penting yang dinanti-nantikan, salah satunya adalah Malam Nuzulul Quran. Peristiwa bersejarah ini menandai turunnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia, membawa pencerahan dari kegelapan jahiliyah.

Malam Nuzulul Quran menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam Islam, mengingatkan umat Muslim akan pentingnya wahyu ilahi sebagai sumber petunjuk dan kebenaran. Peringatan ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan juga kesempatan untuk merefleksikan kembali ajaran Al-Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan utama yang sering muncul menjelang bulan suci ini adalah, "Malam Nuzulul Quran 2026 kapan?" Mengetahui tanggal pasti peringatan ini sangat penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri, merencanakan ibadah, dan memaksimalkan amalan di malam yang penuh berkah tersebut. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (6/3/2026).

Apa Itu Malam Nuzulul Quran?

Malam Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Qur'an untuk pertama kalinya ke dunia. Secara bahasa, "Nuzulul" berarti turun atau menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, dan "Quran" merujuk pada Kitab Suci Al-Qur'an. Oleh karena itu, Nuzulul Quran dapat disimpulkan sebagai peristiwa turunnya Al-Qur'an dari Lauhul Mahfuz ke bumi melalui perantara Malaikat Jibril. Peristiwa ini menjadi awal dari penyampaian risalah Islam kepada umat manusia dan menandai dimulainya kenabian Rasulullah SAW.

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah lima ayat pertama dari Surah Al-'Alaq. Peristiwa ini terjadi saat Nabi Muhammad SAW sedang menyendiri di Gua Hira.

Berikut adalah kutipan ayat dan artinya:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! (2) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, (4) yang mengajar (manusia) dengan pena. (5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 1-5)

Sejarah Turunnya Al-Qur'an

Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab berada dalam kondisi jahiliyah, di mana praktik penyembahan berhala, kebodohan, dan berbagai bentuk kemaksiatan merajalela. Nabi Muhammad SAW, yang saat itu berusia sekitar 40 tahun, sering merasa gundah melihat kondisi masyarakatnya. Beliau kemudian memiliki kebiasaan untuk mengasingkan diri (berkhalwat atau bertahanus) di Gua Hira, sebuah gua di Jabal Nur, sekitar 4-7 kilometer dari Makkah, untuk merenung dan beribadah.

Hingga suatu malam, pada tanggal 17 Ramadhan tahun 610 Masehi, Malaikat Jibril datang menjumpai Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Jibril memerintahkan beliau dengan lantang, "Iqra'" (Bacalah). Nabi Muhammad SAW, yang tidak bisa membaca, menjawab, "Aku tidak bisa membaca". Jibril mengulangi perintah itu hingga tiga kali, setiap kali memeluk Rasulullah SAW dengan erat, yang membuat beliau gemetar ketakutan. Setelah itu, Jibril membacakan lima ayat pertama Surah Al-'Alaq.

Peristiwa ini membuat Rasulullah SAW pulang dalam keadaan gemetar dan meminta istrinya, Khadijah binti Khuwailid, untuk menyelimutinya. Khadijah menenangkan dan menguatkan beliau, kemudian menceritakan pengalaman tersebut kepada Waraqah bin Naufal, seorang ahli kitab yang membenarkan bahwa wahyu tersebut berasal dari Allah SWT. Sejak saat itu, Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai Rasul terakhir. Al-Qur'an tidak diturunkan sekaligus, melainkan secara bertahap selama kurang lebih 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari, menyesuaikan kondisi umat dan kebutuhan dakwah.

Kapan Malam Nuzulul Quran 2026?

Malam Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan dalam kalender Hijriah. Namun, karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Ramadhan di Indonesia, terdapat sedikit perbedaan penetapan tanggal Masehi antara Pemerintah/NU dan Muhammadiyah.

Untuk tahun 2026 (1447 H), tanggal peringatan Nuzulul Quran diperkirakan jatuh pada:

  • Versi Pemerintah & NU: Sabtu, 7 Maret 2026.
  • Versi Muhammadiyah: Jumat, 6 Maret 2026.

Karena pergantian hari Hijriah dimulai saat Maghrib (matahari terbenam), peringatan Malam Nuzulul Quran sudah dimulai sejak: Jumat malam, 6 Maret 2026 (setelah Maghrib) untuk versi Pemerintah & NU, dan Kamis malam, 5 Maret 2026 (setelah Maghrib) untuk versi Muhammadiyah. Tanggal resmi penetapan awal Ramadhan, yang kemudian akan menentukan tanggal Nuzulul Quran, akan ditetapkan melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Perbedaan Penetapan Awal Ramadan dan Dampaknya

Perbedaan penetapan awal bulan Hijriah, termasuk awal Ramadan, di Indonesia seringkali terjadi karena perbedaan metode yang digunakan oleh berbagai organisasi Islam. Dua metode utama yang dikenal adalah hisab dan rukyat.

Metode Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan. Metode ini memungkinkan penentuan awal bulan untuk tahun-tahun berikutnya secara akurat, sehingga dapat menyusun kalender jangka panjang. Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, secara konsisten menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan kalender Islam.

Sementara itu, Metode Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal (penampakan bulan sabit pertama setelah ijtimak atau konjungsi) secara langsung, baik dengan mata telanjang maupun alat bantu optik seperti teleskop. Jika hilal terlihat, maka hari berikutnya ditetapkan sebagai awal bulan baru. Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) umumnya menggunakan kombinasi metode rukyat dan hisab melalui mekanisme sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Perbedaan ini telah menjadi bagian dari sejarah penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia. Meskipun demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengakui bahwa baik hisab maupun rukyat adalah hasil ijtihad ulama dan tidak ada yang salah dengan keduanya. Sikap yang bijak dalam menyikapi perbedaan ini adalah saling menghormati, fokus pada esensi ibadah, dan menunggu penetapan resmi dari Pemerintah melalui sidang isbat.

Keutamaan dan Hikmah Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, membawa banyak keutamaan dan hikmah bagi umat Islam.

Keutamaan:

  • Malam Turunnya Petunjuk: Malam ini adalah saat diturunkannya Al-Qur'an, kitab suci yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia, membedakan antara yang hak dan yang batil.
  • Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban: Al-Qur'an bukan hanya pedoman agama, tetapi juga sumber ilmu pengetahuan dan peradaban yang mampu mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik.
  • Malam Penuh Berkah dan Cahaya: Malam Nuzulul Quran dikenal sebagai malam yang diberkahi, di mana malaikat turun ke bumi untuk mendoakan hamba-hamba yang beribadah. Langit pada malam itu bersih, suasana terasa damai dan penuh ketenangan.

Hikmah:

  • Pentingnya Literasi dan Pendidikan: Perintah pertama "Iqra'" (Bacalah) dalam Surah Al-'Alaq ayat 1-5 mengandung makna yang sangat luas, tidak hanya sekadar membaca teks, tetapi juga meneliti, memahami, dan mengkaji alam semesta serta diri sendiri. Ini menunjukkan betapa pentingnya literasi dan pendidikan dalam Islam.
  • Al-Qur'an sebagai Solusi: Al-Qur'an diturunkan sebagai solusi untuk mengentaskan kebodohan dan kegelapan, membimbing manusia dari kejahilan menuju cahaya ilmu.
  • Pendidikan Kunci Kemajuan: Ayat "Iqra'" mengisyaratkan bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan umat, dan dengan pendidikan, masyarakat dapat terhindar dari kondisi jahiliyah.
  • Mentadaburi Makna Al-Qur'an: Umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mentadaburi (merenungkan) makna setiap ayat Al-Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Amalan yang Dianjurkan di Malam Nuzulul Quran

Meskipun tidak ada ritual khusus yang diajarkan secara spesifik untuk Malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan di malam yang mulia ini. Malam ini adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih pahala berlipat ganda.

Berikut adalah amalan-amalan yang sangat dianjurkan di Malam Nuzulul Quran:

  • Tadarus Al-Qur'an: Membaca Al-Qur'an adalah amalan utama di malam ini. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan memahami ayat-ayat suci, serta memperbaiki bacaan Al-Qur'an dengan mempelajari tajwid dan makhraj yang benar.
  • Kajian dan Pengajian: Mengikuti majelis ilmu, pengajian, atau ceramah agama yang bertema Al-Qur'an dapat meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap kitab suci ini.
  • Mentadaburi Al-Qur'an: Selain membaca, merenungkan makna dan pesan yang terkandung di balik setiap ayat Al-Qur'an sangat dianjurkan. Ini membantu umat Islam untuk menghayati dan mengamalkan ajarannya.
  • Memperbaiki Bacaan: Mengambil kesempatan di malam ini untuk belajar atau mengulang kembali tajwid dan makhraj huruf agar bacaan Al-Qur'an menjadi lebih baik dan benar.
  • Mengamalkan Nilai-nilai Al-Qur'an: Yang terpenting adalah merefleksikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya pedoman dalam setiap tindakan dan keputusan.

Selain itu, beberapa amalan lain yang juga sangat dianjurkan meliputi:

  • Bersedekah: Memperbanyak amal kebaikan, termasuk bersedekah kepada sesama, akan mendatangkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda di malam yang mulia ini.
  • I'tikaf di Masjid: Berdiam diri di masjid (i'tikaf) untuk memperbanyak ibadah seperti shalat malam, berzikir, dan berdoa, adalah amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan.
  • Shalat Malam (Qiyamul Lail): Melaksanakan shalat malam seperti shalat tahajud atau shalat hajat, serta memperbanyak doa sesuai hajat, merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Berzikir dan Berdoa: Memperbanyak zikir dan doa, memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT, karena setiap malam di bulan Ramadan adalah malam yang mulia untuk berdoa.

Dengan melakukan amalan-amalan ini, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan dan pengampunan dari Allah SWT, serta meningkatkan kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

FAQ

Q: Malam Nuzulul Quran 2026 kapan?

A: Menurut versi Pemerintah/NU, Nuzulul Quran jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026 (peringatan dimulai Jumat malam, 6 Maret 2026). Menurut Muhammadiyah, Nuzulul Quran jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026 (peringatan dimulai Kamis malam, 5 Maret 2026).

Q: Apa itu Malam Nuzulul Quran?

A: Malam Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Qur'an untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, menandai awal risalah Islam.

Q: Amalan apa yang dianjurkan di Malam Nuzulul Quran?

A: Amalan yang dianjurkan meliputi membaca dan mentadaburi Al-Qur'an, mengikuti kajian keislaman, memperbanyak zikir dan doa, bersedekah, i'tikaf di masjid, dan shalat malam.

Q: Mengapa terjadi perbedaan tanggal Nuzulul Quran di Indonesia?

A: Perbedaan terjadi karena perbedaan metode penetapan awal Ramadan antara Pemerintah/NU (menggunakan kombinasi rukyat dan hisab melalui sidang isbat) dengan Muhammadiyah (menggunakan metode hisab murni).