Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab 2026, Rezeki Berkah Sepanjang Tahun

Manfaatkan amalan Jumat terakhir bulan Rajab 2026 untuk meraih keberkahan. Pahami ibadah yang dianjurkan sesuai sunnah dan hindari praktik tanpa dalil yang kuat

Diterbitkan 15 Januari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab, sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Hijriah, senantiasa membawa nuansa spiritual yang mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Di antara hari-hari istimewa dalam bulan ini, amalan Jumat terakhir bulan Rajab seringkali menjadi sorotan, memicu diskusi dan pencarian akan praktik-praktik yang diyakini dapat mendatangkan keberkahan berlimpah.

Banyak umat Muslim berupaya memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, berharap mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Antusiasme terhadap amalan Jumat terakhir bulan Rajab ini tidak terlepas dari keyakinan akan keutamaan bulan Rajab itu sendiri, yang dianggap sebagai gerbang menuju bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami secara cermat amalan-amalan yang dianjurkan, serta membedakannya dari praktik yang mungkin tidak memiliki dasar kuat dalam syariat Islam.

Artikel Liputan6.com ini akan mengupas tuntas mengenai keutamaan bulan Rajab dan hari Jumat, meninjau amalan-amalan yang populer dikaitkan dengan Jumat terakhir bulan Rajab, serta memberikan panduan amalan yang sesuai dengan sunnah dan pandangan ulama. Khusus untuk tahun 2026, Jumat terakhir bulan Rajab jatuh pada tanggal 16 Januari 2026, yang bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H, sebuah tanggal yang juga diperingati sebagai Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Bulan Rajab dan Hari Jumat dalam Islam

Bulan Rajab memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena termasuk dalam Asyhurul Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36:

 

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."

Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan, dan amal saleh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak. Hari Jumat juga merupakan hari yang sangat istimewa dalam Islam, bahkan disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulu hari.

Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik hari di mana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Adam diciptakan, pada hari Jumat Adam dimasukkan surga, pada hari Jumat Adam dikeluarkan dari surga dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat."

Selain itu, hari Jumat dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Imam Syafi'i dalam kitab al-Umm menyebutkan bahwa doa dikabulkan pada lima malam, salah satunya adalah malam Jumat.

Amalan Populer Jumat Terakhir Bulan Rajab dan Tinjauan Syariat

Mengingat keutamaan bulan Rajab dan hari Jumat, tidak heran jika banyak umat Islam mencari amalan khusus pada Jumat terakhir bulan Rajab. Namun, penting untuk meninjau amalan-amalan ini berdasarkan dalil yang sahih dan pandangan ulama.

Salah satu amalan yang populer dikaitkan dengan Jumat terakhir bulan Rajab adalah membaca dzikir

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Latin: Ahmadu Rasulullahi Muhammadur Rasulullahi  

sebanyak 35 kali saat khatib berada di mimbar menyampaikan khutbah kedua shalat Jumat. Keutamaan yang disebutkan bagi yang mengamalkannya adalah tidak akan kekurangan uang sepanjang tahun.

Syaikh Hamid bin Muhammad Ali Quds dalam kitab Kanzun Najah was Surur menjelaskan bahwa Syaikh Ali al-Ajhuri mengijazahkan amalan ini. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa sumber menyatakan tidak menemukan hadits kuat yang bisa dijadikan dalil pengamalan dzikir ini.

Jumat terakhir bulan Rajab 2026 bertepatan dengan 27 Rajab, tanggal yang diyakini sebagai peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Imam al-Ghazali, mengacu pada sebuah riwayat, menganjurkan:

  • shalat 12 rakaat pada malam Isra Mi'raj
  • sholawat 100 kali
  • istighfar 100 kali
  • berdoa.

Meskipun demikian, tidak ditemukan hadits kuat yang bisa dijadikan dalil pengamalan shalat khusus malam Isra Mi'raj ini, dan sebagian ulama menganggapnya sebagai bid'ah (inovasi dalam agama).

Banyak ulama, baik dari kalangan salaf maupun kontemporer, telah meneliti hadits-hadits mengenai keutamaan bulan Rajab dan amalan-amalan khusus padanya. Mayoritas ulama, termasuk Ibnu Hajar Al-Asqalani, Ibnu Rajab Al-Hanbali, dan Imam An-Nawawi, menyimpulkan bahwa tidak ada hadits sahih yang dapat dijadikan dalil untuk mengkhususkan amalan tertentu di bulan Rajab.

Amalan yang Dianjurkan Sesuai Sunnah di Bulan Rajab dan Hari Jumat

Meskipun banyak amalan khusus di bulan Rajab yang tidak memiliki dasar kuat, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh secara umum di bulan mulia ini, terutama pada hari Jumat. Amalan-amalan ini adalah praktik ibadah yang memang dianjurkan dalam Islam kapan saja, dan pahalanya akan dilipatgandakan di bulan-bulan haram seperti Rajab.

Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Istighfar adalah amalan utama yang dianjurkan untuk membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memperbanyak istighfar di bulan Rajab sangat dianjurkan. Salah satu bacaan istighfar yang bisa diamalkan adalah: "Astaghfirullahal 'adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih."

Puasa Sunnah

Meskipun tidak ada dalil khusus yang mensyariatkan puasa Rajab secara spesifik, berpuasa di bulan-bulan haram secara umum tetap disunnahkan. Umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah yang memang dianjurkan, seperti puasa Senin dan Kamis, atau puasa Ayyamul Bidh. Untuk Rajab 1447 H, Ayyamul Bidh jatuh pada 2-4 Januari 2026. Penting untuk berniat puasa sunnah mutlak atau puasa sunnah Senin-Kamis/Ayyamul Bidh, bukan dengan keyakinan adanya keutamaan khusus yang tidak didasari dalil sahih.

Membaca Doa Bulan Rajab

Salah satu doa yang populer dibaca di bulan Rajab adalah:

 

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Latin: Allaahumma baariklanaa fii rajabawa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana.

Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."

Memperbanyak Dzikir dan Sholawat

Memperbanyak dzikir adalah cara sederhana untuk mengingat Allah dan menenangkan hati. Dzikir umum seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sangat dianjurkan. Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW juga sangat dianjurkan, terutama pada hari Jumat.

Rasulullah SAW bersabda: "Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat. Sebab, siapa yang paling banyak membaca shalawat maka ia yang paling dekat kedudukannya denganku."

Bersedekah dan Berbuat Kebaikan

Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan sepanjang waktu, dan pahalanya diyakini berlipat ganda jika dilakukan di bulan Rajab. Sedekah dapat berupa harta, tenaga, waktu, atau kebaikan sederhana lainnya.

Membaca Al-Qur'an dan Memperbaiki Kualitas Shalat

Meningkatkan porsi membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya di bulan Rajab adalah amalan yang baik. Pada hari Jumat, membaca Surah Al-Kahfi juga dianjurkan untuk mendapatkan cahaya petunjuk dari Allah SWT.

Selain itu, bulan Rajab, yang juga merupakan bulan terjadinya Isra Mi'raj (peristiwa perintah shalat lima waktu), adalah momen yang relevan untuk memperbaiki kualitas shalat fardhu dan memperbanyak shalat sunnah seperti shalat Dhuha, Tahajud, dan shalat sunnah lainnya.

Jumat Terakhir Bulan Rajab 2026: Menyongsong Sya'ban dan Ramadhan

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, Jumat terakhir bulan Rajab 1447 H jatuh pada tanggal 16 Januari 2026. Tanggal ini juga bertepatan dengan 27 Rajab, yang secara luas diyakini sebagai tanggal peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Dengan melaksanakan amalan jumat terakhir bulan rajab, kita secara tidak langsung sedang mempersiapkan mental dan spiritual untuk menghadapi bulan Sya'ban dan puncaknya di bulan Ramadhan. Konsistensi dalam beribadah, sekecil apa pun itu, jauh lebih dicintai Allah daripada amal besar yang dilakukan hanya sesekali.

Semoga dengan berkah zikir dan doa yang kita panjatkan, Allah SWT memberikan kelapangan rezeki, ketenangan hati, dan umur yang berkah hingga kita semua dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan. Jangan lupa untuk meniatkan segala aktivitas kita semata-mata karena mengharap rida-Nya.

FAQ Seputar Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab

1. Kapan tepatnya Jumat terakhir bulan Rajab tahun 2026?

Berdasarkan kalender hijriah, Jumat terakhir bulan Rajab 1447 H jatuh pada tanggal 16 Januari 2026.

2. Apakah perempuan boleh mengamalkan zikir ini?

Boleh. Perempuan dapat membacanya di rumah saat waktu salat Jumat berlangsung (saat perkiraan khatib duduk di antara dua khotbah).

3. Berapa kali zikir "Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah" harus dibaca?

Dianjurkan dibaca sebanyak 35 kali secara fokus dan khusyuk.

4. Apa manfaat utama dari amalan ini menurut para ulama?

Manfaatnya adalah sebagai wasilah permohonan agar rezeki selalu lancar dan uang tidak pernah habis di tangan sepanjang tahun.

5. Apakah ada dalil hadis langsung tentang angka 35 kali tersebut?

Tidak ada hadis marfu' (langsung dari Nabi), namun amalan ini merupakan ijazah dari para ulama berdasarkan pengalaman spiritual dan keberkahan yang mereka rasakan.