Liputan6.com, Jakarta - Niat qadha puasa di bulan Rajab menjadi hal penting bagi umat Islam yang ingin memanfaatkan kemuliaan bulan ini untuk melunasi kewajiban puasa Ramadan. Rajab termasuk bulan yang dimuliakan, sehingga menjadi momen tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus meraih keberkahan.
Pemahaman tentang niat qadha puasa di bulan Rajab sangat diperlukan agar pelaksanaan puasa tetap sah sesuai syariat. Niat dapat dilakukan secara khusus untuk qadha atau digabungkan dengan puasa sunnah, selama memenuhi ketentuan yang benar.
Dengan memahami niat qadha puasa di bulan Rajab, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih terarah. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menyempurnakan kewajiban dengan penuh keikhlasan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang niat qadha puasa di bulan Rajab, Selasa (22/3/2026).
Hukum Niat Qadha Puasa di Bulan Rajab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779768/original/056174500_1711004488-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background.jpg)
Niat puasa qadha Ramadan di bulan Rajab merupakan syarat penting agar ibadah sah. Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa qadha wajib dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Hal ini harus diperhatikan agar puasa yang dijalankan sesuai dengan ketentuan syariat.
Dalam pelaksanaannya, puasa qadha bisa dilakukan sendiri atau digabung dengan puasa sunnah Rajab. Mayoritas ulama memperbolehkan penggabungan niat tersebut, sehingga seseorang tetap bisa mendapatkan pahala keduanya. Namun, sebagian ulama menyarankan untuk memisahkannya agar ibadah wajib lebih sempurna.
Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadan
1. Niat qadha saja
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Aku berniat mengqadha puasa wajib Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."
2. Niat qadha + puasa sunnah Rajab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ مَعَ سُنَّةِ رَجَبٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna ma‘a sunnati Rajaba lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk mengqadha puasa Ramadan sekaligus puasa sunnah Rajab karena Allah Ta'ala."
Advertisement
Tata Cara Niat Qadha Puasa di Bulan Rajab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779722/original/080291100_1711003602-alarm-glass-water-near-fruits.jpg)
Berikut tata cara pelaksanaan niat qadha puasa di bulan Rajab yang dapat diikuti:
1. Menentukan jenis puasa yang akan dilakukan
Tentukan terlebih dahulu apakah puasa yang dilakukan khusus untuk qadha Ramadan atau ingin digabungkan dengan puasa sunnah Rajab. Penentuan ini penting karena akan memengaruhi lafaz niat yang dibaca.
2. Melafalkan niat pada malam hari
Niat puasa qadha wajib dilakukan pada malam hari, yaitu setelah terbenamnya matahari hingga sebelum terbit fajar. Waktu ini menjadi syarat sah bagi puasa wajib, sehingga tidak boleh ditunda hingga siang hari seperti pada puasa sunnah.
3. Membaca niat puasa qadha (jika dilakukan sendiri)
Lafal niat:"Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ."Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."Niat ini dikhususkan untuk mengganti puasa wajib yang tertinggal.
4. Membaca niat gabungan (qadha dan sunnah Rajab)
Lafal niat:"Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi Ramadhāna ma'a sunnati Rajabi lillâhi ta'âlâ."Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk mengqadha puasa Ramadan sekaligus puasa sunnah Rajab karena Allah Ta'ala."Niat ini digunakan bagi yang ingin menggabungkan dua ibadah dalam satu pelaksanaan puasa.
5. Menjalankan puasa seperti biasa
Setelah berniat, puasa dilaksanakan sebagaimana puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Disunnahkan juga untuk makan sahur dan menyegerakan berbuka.
Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Pada bulan-bulan ini, amal kebaikan memiliki nilai lebih dan pahala yang dilipatgandakan, sehingga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa.
Keutamaan dan Penjelasannya
1. Termasuk bulan yang dimuliakan
Rajab merupakan bulan haram yang memiliki keistimewaan dibandingkan bulan lainnya. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal saleh karena pahala kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
2. Puasa di bulan haram tetap dianjurkan
Meskipun tidak ada dalil kuat yang secara khusus menyebut keutamaan puasa Rajab dengan angka tertentu, berpuasa di bulan haram secara umum tetap dianjurkan dan bernilai pahala besar.
3. Hadis tentang keutamaan khusus perlu disikapi hati-hati
Beberapa riwayat menyebut pahala besar seperti puasa satu hari setara sebulan. Namun, banyak ulama menilai hadis tersebut lemah atau tidak sahih, sehingga tidak bisa dijadikan dasar utama dalam beribadah.
4. Menjadi sarana meningkatkan keimanan
Puasa di bulan Rajab dapat membantu melatih diri dalam meningkatkan iman dan ketakwaan. Ibadah ini juga menjadi persiapan spiritual untuk menyambut bulan Ramadan dengan hati yang lebih bersih.
5. Melatih pengendalian diri dan kedisiplinan
Berpuasa mengajarkan kesabaran, mengontrol hawa nafsu, serta membentuk kebiasaan disiplin dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
6. Memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh
Selain bernilai ibadah, puasa juga memiliki manfaat fisik seperti membantu proses detoksifikasi, menjaga keseimbangan berat badan, serta mendukung kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
7. Menenangkan pikiran dan hati
Puasa dapat membantu meningkatkan ketenangan batin dan kesehatan mental, sehingga seseorang lebih fokus dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Q & A Seputar Topik
Bagaimana bacaan niat qadha puasa Ramadhan saja di bulan Rajab?
Bacaan niatnya adalah "Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ" yang berarti "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT." Niat ini harus dibaca pada malam hari sebelum fajar.
Apakah boleh menggabungkan niat qadha puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Rajab?
Mayoritas ulama memperbolehkan penggabungan niat ini, sehingga pelakunya dapat memperoleh pahala dari kedua ibadah tersebut. Namun, sebagian ulama lain berpendapat bahwa niat puasa wajib harus spesifik dan tidak boleh digabungkan dengan niat puasa sunnah, menyarankan pemisahan untuk meraih pahala maksimal.
Apa saja keutamaan berpuasa di bulan Rajab?
Berpuasa di bulan Rajab, sebagai salah satu bulan haram, memiliki keutamaan pahala yang dilipatgandakan. Meskipun hadis spesifik tentang pahala fantastis banyak yang dinilai dhaif oleh ulama, puasa di bulan ini tetap dianjurkan untuk meningkatkan iman, mempersiapkan Ramadhan, dan mendapatkan manfaat spiritual serta kesehatan.
Kapan waktu yang tepat untuk membaca niat qadha puasa di bulan Rajab?
Waktu membaca niat puasa qadha Ramadhan, baik secara tunggal maupun digabungkan dengan puasa sunnah Rajab, adalah pada malam hari sebelum fajar menyingsing.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985606/original/007135300_1649144512-000_9YF9E8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264311/original/009112200_1782106678-AP26173041080733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489091/original/015887800_1769822758-Niat_Puasa_Nisfu_Syaban_dan_Ayyamul_Bidh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1599347/original/097753800_1495184116-berpuasa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3639110/original/044468000_1637473322-mengaji.jpg)