Turki Rayakan Nevruz dan Idul Fitri dalam Waktu Bersamaan

Turki Rayakan Nevruz dan Idul Fitri Dalam Satu Waktu, Hadirkan Perpaduan Budaya dan Tradisi Keagamaan

Diterbitkan 22 Maret 2026, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ankara - Tahun ini, Turki merayakan momen langka karena Festival Nevruz dan Indul Fitri, Nevruz yang diperingati setiap 21 Maret menjadi simbol datangnya musim semi serta awal tahun baru bagi sejumlah komunitas di kawasan Asia Tengah dan Timur Tengah. Perayaan ini identik dengan tradisi menyalakan api unggun, pertunjukan seni, hingga kegiatan berkumpul bersama keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Idul Fitri atau Ramadan Bayram merupakan hari besar umat Islam yang dirayakan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Momen ini biasanya diisi dengan pelaksanaan salat Id, saling bermaafan, serta mempererat silaturahmi antar keluarga dan kerabat.

Tumpang tindihnya dua peristiwa penting ini, dari tanggal 20-22 Maret, menciptakan periode unik perayaan ganda, menyatukan kegembiraan musiman dengan pengabdian keagamaan.

Dengan sejarah yang membentang ribuan tahun, Nevruz dirayakan di wilayah yang luas dari Laut Adriatik hingga Tembok Besar China. Secara tradisional disebut sebagai "Mart dokuzu," "Yıl sırtı" atau "Gün dönümü" dalam lingkup budaya Turki, Nevruz menekankan solidaritas sosial, perdamaian, dan komunitas, mirip dengan semangat Ramadan Bayram. Dikutip dari Dailysabah pada Minggu (22/3/2026).

Kedua festival tersebut mendorong tradisi seperti mengunjungi kerabat dan tetangga, mendamaikan perselisihan, menyenangkan anak-anak, dan membantu mereka yang membutuhkan, memperkuat kekuatan pemersatu budaya Turki-Islam.

Rumah dan jalanan disiapkan dengan pembersihan umum, sementara meja-meja perayaan menampilkan hidangan tradisional seperti "Nevruz köje," "sumalyak," dan "semeni," yang mencerminkan keramahan dan kebiasaan kuliner Ramadhan.

Ritual budaya seperti melompati api, pandai besi, dan kompetisi olahraga tradisional menyertai perayaan tersebut, menyoroti identitas nasional dan warisan bersama.

Profesor Alimcan Inayet, wakil direktur Institut Studi Dunia Turki Universitas Ege, menekankan signifikansi budaya dari kesamaan ini.

"Nevruz menghubungkan suku-suku Turki, mempertahankan budaya nasional, dan memperkuat ikatan regional. Keselarasan dengan Ramadhan tahun ini memberikan kesempatan langka dan bermakna untuk merayakan nilai-nilai nasional dan agama secara bersamaan," katanya.