Liputan6.com, Jakarta Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, baik berupa kebutuhan materi maupun doa untuk anak yang tulus dan penuh kasih. Jika harta benda hanya mampu menolong anak di dunia, maka doa orang tua adalah penuntun yang akan menyertai sang buah hati sampai ke kehidupan selanjutnya. Tidak jarang, orang tua juga menambahkan amalan sederhana seperti doa keluar rumah, doa memakai pakaian, hingga doa penenang hati agar anak tumbuh dengan kebiasaan baik sejak kecil. Doa orang tua ibarat cahaya yang menerangi kehidupan sang anak sejak kehadirannya di dunia hingga tumbuh menjadi pribadi dewasa.
Doa untuk anak dipanjatkan orang tua dengan harapan sang buah hati tumbuh dilingkupi keberkahan dan ketaatan. Harapan-harapan baik dipancangkan ke langit bahkan sejak anak masih dalam kandungan, bersamaan dengan ikhtiar lain seperti membacakan doa keberuntungan, doa pembuka rezeki, atau bahkan doa setelah adzan ketika anak baru lahir. Selain itu, sebagian orang tua juga mempelajari doa-doa harian seperti doa sebelum bekerja, doa masuk pasar, sampai doa keberkahan rumah tangga agar seluruh aktivitas dalam keluarga selalu mendapat penjagaan. Artikel ini menjabarkan doa untuk anak baru lahir hingga dewasa, termasuk doa khusus seperti doa sholat jenazah, doa husnul khatimah, doa mimpi buruk, doa terhindar dari fitnah dajjal, dan doa minta kesembuhan, sebagai bekal spiritual saat anak siap menjalani kehidupan secara mandiri.
Doa untuk Anak Baru Lahir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574774/original/090389700_1694659222-father-holds-hand-newly-born-babe-diapers.jpg)
Kelahiran buah hati merupakan momen penuh syukur dan doa. Para ulama menganjurkan agar sanak saudara dan tetangga langsung memanjatkan doa untuk anak yang baru lahir, agar Allah memberkahinya sejak awal kehidupan. Doa ini cocok ditujukan kepada orang tua yang baru saja dikarunia seorang anak.
Arab:
بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي المَوهُوبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ
Latin:
Barakallahu laka fil mauhubi laka, wa syakartal wahiba, wa balagha asyuddahu, wa ruziqta birrahu.
Artinya:
“Semoga Allah memberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga kamu mensyukuri Sang Pemberi, semoga ia tumbuh dewasa, dan engkau mendapatkan baktinya.”
Selain itu, Nabi Muhammad ﷺ juga mencontohkan doa tahnik untuk bayi:
Arab:
بَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِ، وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا
Latin:
Barakallahu laki fihi, wa ja‘alahu barran taqiyya.
Artinya:
“Semoga Allah memberkahinya untukmu dan menjadikannya anak yang baik serta bertakwa.”
Advertisement
Doa untuk Anak Balita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364609/original/031541900_1759120770-tirachardz.jpg)
Ketika sang buah hati mulai belajar berjalan, berbicara, dan mengenal dunia, ini waktu terbaik untuk menanamkan nilai spiritual melalui doa. Orang tua dapat membacakan doa ini setiap hari agar anak tumbuh cerdas dan memiliki akhlak mulia, termasuk melatih anak untuk membaca doa ini sendiri.
Arab:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Latin:
Rabbi zidni ‘ilma.
Artinya:
“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha: 114)
Selain berdoa agar sang anak ditambah ilmu pengetahuannya, orang tua juga dapat memanjakan doa untuk anak agar yang bersangkutan menjadi sosok yang sholeh dan sholehah.
Arab:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Latin:
Rabbi hab li minas shalihin.
Artinya:
“Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang-orang saleh.” (QS. As-Shaffat: 100)
Doa untuk Anak Sekolah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2763588/original/067552500_1553765349-9.jpg)
Orang tua tentu berharap setelah anak memasuki dunia sekolah, ia akan memiliki semangat belajar tinggi dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Berikut ini adalah doa untuk anak sekolah yang bisa dipanjatkan orang tua.
Arab:
اللّٰهُمَّ اَنْفِعْهُ بِعِلْمِهِ، وَاجْعَلْهُ مِنْ عِبَادِكَ الصّٰالِحِين
Latin:
Allahumma anfa‘hu bi ‘ilmihi, waj‘alhu min ‘ibadikas shalihin.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah ilmunya bermanfaat dan termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Doa ini dianjurkan dibacakan setiap pagi sebelum buah hati berangkat ke sekolah. Bisa dilakukan sembari mengusap kepala sang anak. Kebiasaan kecil ini dapat memberi ketenangan batin dan rasa percaya diri pada anak. Doa yang dilengkapi dengan sentuhan fisik penuh kasih sayang akan membuat sang anak merasa sangat disayangi.
Advertisement
Doa untuk Anak Saat Ujian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2784495/original/098613900_1555908349-20190422-Siswa-SD-Jalani-USBN-Hari-Ini--IQBAL-5.jpg)
Orang tua dianjurkan membacakan doa untuk anak secara khusus saat ia tengah menjalani ujian. Tujuannya agar hatinya tenang dan pikirannya jernih.
Arab:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
Latin:
Rabbi isyrah li shadri, wa yassir li amri.
Artinya:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku.” (QS. Thaha: 25–26)
Doa ini dapat dibaca bersama-sama antara orang tud dan anak sebelum pelaksanaan ujian, agar anak merasa didukung dan yakin bahwa Allah memudahkan segala urusannya dengan catatan ia telah berupaya belajar semaksimal mungkin.
Doa untuk Anak Remaja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4722902/original/067893400_1705904807-Ilustrasi_keluarga_dengan_anak_remaja.jpg)
Masa remaja merupakan fase penuh tantangan dan pencarian jati diri. Orang tua dianjurkan membaca doa untuk anak remaja agar selalu dalam perlindungan Allah dan terhindar dari pergaulan buruk dan maksiat.
Arab:
اللّٰهُمَّ جَنِّبْنِي الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
Latin:
Allahumma jannibni al-fawahis ma zahara minha wa ma bathan.
Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”
Doa ini membantu orang tua memohon agar anak remaja tetap kuat menghadapi lingkungan yang penuh godaan dan perubahan. Maknanya sangat dalam karena mencakup perlindungan dari perilaku buruk yang terlihat maupun yang tersembunyi, mirip dengan harapan dalam doa terhindar dari fitnah dajjal yang juga memohon penjagaan dari fitnah besar maupun kecil. Saat dibacakan pada malam hari, terutama setelah salat tahajud, doa ini memberi ketenangan batin bagi orang tua layaknya membaca doa penenang hati. Dengan menyebut nama anak satu per satu, orang tua berharap setiap langkah mereka selalu diarahkan kepada kebaikan dan dijauhkan dari hal-hal yang bisa merusak masa depan.
Advertisement
Doa untuk Anak Dewasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4914610/original/001524400_1723310400-pexels-elly-fairytale-3893528.jpg)
Saat anak mulai dewasa, bekerja, atau bahkan menikah, orang tua memanjatkan doa untuk anak yang fokus pada keberkahan hidup dan ketenangan rumah tangga. Salah satu doa terbaik berasal dari Nabi Zakariya a.s.:
Arab:
رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً
Latin:
Rabbi hab li min ladunka dzurriyyatan thayyibah.
Artinya:
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu.” (QS. Ali Imran: 38).
Doa yang dibaca Nabi Zakariya a.s. ini mengajarkan bahwa keturunan yang baik adalah anugerah yang hanya bisa datang dari Allah, bukan semata hasil usaha manusia. Orang tua yang membacakan doa ini biasanya berharap anaknya tumbuh dalam lingkungan penuh kebaikan, rezeki yang halal, dan ketentraman seperti harapan dalam doa pembuka rezeki. Ketika anak mulai bekerja atau berumah tangga, doa ini juga sering disandingkan dengan doa sebelum bekerja agar setiap langkahnya dipenuhi keberkahan. Doa ini menjadi pengingat bahwa memiliki anak yang berakhlak baik adalah karunia terbesar yang dapat membawa ketenangan di dunia dan akhirat, sebagaimana seseorang memohon ketenangan melalui doa penenang hati.
Doa untuk Anak agar Mendapatkan Jodoh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
Berikut ini doa yang dapat dipanjatkan orang tua agar agar anak mendapatkan pasangan yang menentramkan hati:
Arab:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
Latin:
Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yunin.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami.” (QS. Al-Furqan: 74).
Doa ini sering dipanjatkan orang tua ketika berharap anaknya dipertemukan dengan pasangan yang baik, penyayang, dan bisa menjadi penyejuk hati. Maknanya juga sejalan dengan harapan dalam doa keberkahan rumah tangga, karena ketenangan dalam pernikahan sangat mempengaruhi kebahagiaan anak di masa depan. Orang tua biasanya membacanya ketika anak sedang mencari jodoh atau memulai hubungan serius, sambil memohon agar hati anak tetap tenang seperti saat membaca doa penenang hati. Doa ini menjadi bentuk cinta tulus orang tua yang ingin melihat anaknya hidup dalam keluarga yang damai, penuh kasih, dan jauh dari hal-hal yang meresahkan sebagaimana dipanjatkan dalam doa mimpi buruk untuk perlindungan batin.
Advertisement
Doa untuk Anak yang Hendak Menikah
![Penampilan Siti Nurhaliza saat anak sambungnya menikah. [@_azizulazman]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/7H0rHxRkfrdKXWmdGjYixLr5mv4=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5336545/original/004569000_1756873313-IMG_7007_1_.jpeg)
Berikut salah satu doa yang dapat dibacakan oleh orang tua untuk putra atau putrinya yang hendak melangsungkan pernikahan
Arab:
اللَّهُ لَا جَعَلَكَ عَلَيَّ فِتْنَةً فِي الدُّنْيَا وَلَا فِي الْآخِرَةِ
Latin:
La ja‘alakallāhu ‘alayya fitnatan fid-dunyā wa lā fil-ākhirah
Artinya: “Semoga Allah tidak menjadikanmu sebagai ujian atau cobaan bagiku, baik di dunia maupun di akhirat.”
Doa ini menjadi bentuk harapan orang tua agar anak yang akan menikah selalu berada dalam jalan yang penuh kebaikan dan dijauhkan dari hal-hal yang memberatkan. Maknanya juga mengajarkan bahwa hubungan dalam rumah tangga membutuhkan keberkahan dan ketenangan, sehingga orang tua sering menyertakannya bersama doa keberkahan rumah tangga. Dengan memanjatkan doa ini, orang tua berharap ikatan pernikahan yang dibangun bukan hanya membawa kebahagiaan lahir, tetapi juga ketentraman batin layaknya membaca doa penenang hati. Doa ini pun menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju kehidupan baru sebaiknya dimulai dengan permohonan perlindungan agar anak tetap kuat menghadapi ujian dunia maupun akhirat.
Doa untuk Anak yang Sudah Berkeluarga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5273196/original/040353800_1751614465-Memperkuat_ikatan_keluarga.jpg)
Saat anak sudah berumah tangga, doa orang tua untuk anak tetap tetap menjadi sesuatu yang sangat bernilai bagi kehidupannya bersama pasangan. Rasulullah Muhammad SAW mencontohkan doa yang bisa dipanjatkan orang tua untuk anaknya yang sudah menikah:
Arab:
بَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِ، وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا
Latin:
Barakallahu laki fihi, wa ja‘alahu barran taqiyya.
Artinya:
“Semoga Allah memberkahinya dan menjadikannya anak yang baik serta bertakwa.”
Doa ini menjadi wujud kasih sayang orang tua agar anak yang sudah menikah tetap berada dalam lindungan Allah dan mampu membangun rumah tangga yang harmonis. Maknanya juga sejalan dengan harapan dalam doa keberkahan rumah tangga, karena keluarga yang penuh berkah akan memudahkan pasangan melewati setiap ujian. Saat doa ini dibacakan, orang tua berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang lembut, berbakti, dan memiliki akhlak yang terjaga layaknya permohonan dalam doa penenang hati. Doa ini juga mengingatkan bahwa meski anak telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri, kekuatan doa orang tua tetap menjadi bekal yang tidak pernah habis.
Advertisement
Amalan dan Sikap Baik yang Bisa Diamalkan untuk Kebaikan Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270443/original/011745000_1671769780-pexels-ketut-subiyanto-4474036__1_.jpg)
1. Menjaga Ucapan di Depan Anak
Anak belajar dari apa yang ia dengar setiap hari. Ketika orang tua menjaga cara berbicara seperti lebih pelan, lebih sopan. Anak akan meniru pola itu tanpa perlu diajarkan berulang-ulang.
Selain itu, ucapan yang baik membantu anak memahami bahwa perbedaan pendapat tidak harus diikuti kemarahan. Anak jadi lebih terbiasa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Sekalipun sedang lelah atau terburu-buru, usaha untuk tetap menjaga ucapan akan memberi contoh yang sangat kuat bagi anak.
2. Membiasakan Sedekah dengan Cara Sederhana
Sedekah tidak selalu harus berupa uang dalam jumlah besar. Mengajak anak berbagi makanan, menolong teman, atau menyisihkan sedikit uang jajan untuk kotak amal bisa menjadi awal yang baik.
Anak belajar bahwa memberi itu menyenangkan. Kegiatan berbagi seperti ini juga melatih empati sejak mereka masih kecil. Anak lebih peka melihat orang lain yang membutuhkan dan tidak tumbuh menjadi pribadi yang acuh. Lakukan secara rutin tanpa memaksa. Jika sudah menjadi kebiasaan sejak dini, sedekah akan melekat sebagai bagian dari gaya hidup anak ketika ia beranjak dewasa.
3. Menghadirkan Rumah yang Nyaman
Rumah yang nyaman bukan hanya soal bersih dan rapi. Anak juga butuh tempat yang membuatnya merasa aman untuk bercerita tanpa takut dimarahi atau diremehkan. Saat orang tua benar-benar mendengarkan, anak merasa dihargai.
Kenyamanan seperti ini membuat anak lebih percaya diri. Mereka belajar bahwa perasaan mereka itu penting dan boleh dibicarakan, bukan sesuatu yang harus disimpan sendiri.
Tidak perlu menunggu momen khusus. Cukup luangkan waktu sebentar setiap hari untuk bertanya, “Bagaimana harimu?” Kebiasaan sederhana ini sudah cukup untuk membuat hubungan orang tua dan anak semakin dekat.
4. Menjadi Teladan dalam Mengelola Emosi
Anak tidak hanya melihat apa yang orang tua lakukan, tetapi juga bagaimana orang tua merespons situasi sulit. Ketika orang tua mampu menahan diri saat marah dan memilih menyampaikan keluhan dengan jelas, anak akan menirunya.
Mengelola emosi bukan berarti tidak boleh marah. Justru, mengakui perasaan dengan cara yang wajar mengajarkan anak bahwa emosi itu normal dan bisa diatur. Berikan contoh sederhana, seperti menarik napas dalam-dalam atau meminta waktu sejenak saat emosi memuncak. Sikap kecil ini sangat berdampak pada cara anak menghadapi tekanan nanti.
5. Meluangkan Waktu Berkualitas Tanpa Gangguan Gadget
Anak sangat peka terhadap perhatian orang tuanya. Waktu lima belas menit tanpa gadget seperti bermain, membaca buku, atau ngobrol ringan sering kali jauh lebih berarti daripada satu jam bersama tetapi sibuk sendiri.
Kegiatan kecil seperti ini membuat anak merasa ditemani secara utuh. Mereka menangkap bahwa kehadiran orang tua bukan hanya fisik, tetapi juga hati dan pikiran. Jika dilakukan secara konsisten, waktu berkualitas akan menjadi amalan sederhana yang menguatkan hubungan orang tua dan anak. Anak pun tumbuh dengan rasa aman dan dekat pada keluarganya
Pertanyaan seputar Doa untuk Anak
1. Kapan waktu terbaik membaca doa untuk anak?
Waktu terbaik adalah setelah shalat fardhu, di sepertiga malam terakhir, dan setelah Subuh. Waktu-waktu ini disebut membuat doa yang dipanjatkan lebih mustajab.
2. Apakah doa harus dibacakan di depan anak?
Tidak harus. Namun, sesekali membacakan langsung akan membuat anak merasakan kasih sayang dan energi positif dari doa tersebut.
3. Bagaimana agar doa orang tua cepat dikabulkan?
Perbanyak istighfar, bersedekah, dan berdoalah dengan hati yang tulus ikhlas
4. Apakah doa untuk anak tetap bermanfaat meski orang tua sudah meninggal?
Ya. Doa orang tua untuk anak, maupun sebaliknya, termasuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir dari dunia hingga akhirat.
Sumber:
https://muslimah.or.id/7189-macam-macam-doa-untuk-yang-baru-dikaruniai-anak.html
https://arrohmahbogor.sch.id/orang-tua-muslim-wajib-tahu-5-doa-untuk-anak-ini/
https://www.bmm.or.id/artikel/10-doa-mustajab-orang-tua-untuk-anak-sholeh-cerdas-lengkap-dari-al-quran-hadits-qDc
https://www.rumahzakat.org/doa-hari-pertama-sekolah/
https://www.nu.or.id/jatim/doa-agar-anak-terhindar-dari-perbuatan-zina-7OoZK
https://nu.or.id/nasional/amalan-dan-tirakat-untuk-kesuksesan-anak-lE6rB
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864020/original/002661400_1735004657-FOTO_RIZKA_NUR_LAILY_MUALLIFA.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4476505/original/028696200_1687402340-portrait-interpreter-teaching-sign-language.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)