Doa Dalail Khairat Teks Arab, Latin, dan Arti: Pahami Sejarahnya

Jelajahi doa Dalail Khairat, kumpulan shalawat agung yang disusun Imam al-Jazuli. Pahami sejarah, teks, keutamaan, dan pengamalannya untuk meraih keberkahan spiritual.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa Dalail Khairat merupakan salah satu karya monumental dalam khazanah keilmuan Islam. Kitab ini berisi kumpulan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi pegangan spiritual bagi jutaan Muslim di seluruh dunia.

Menurut Syekh Abdul Majid as-Syarnubi dalam Syarah Dalail al-Khairat, kitab ini menjadi salah satu karya yang paling banyak disalin dan disyarahkan oleh para ulama sepanjang masa. Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian terhadap mushaf Dalail Khairat di dunia Islam.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (7/10/2025).

Teks Doa Dalail Khairat: Arab, Latin, dan Terjemahan

Berikut adalah sebagian dari teks doa Dalail Khairat yang berisi istighfar dan shalawat, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya. Bagian ini penting untuk memahami esensi dari amalan mulia ini.

Mengutip dari Teks Dalail Khairat dan Sholawat oleh Imam melansir dari Scribd, ini bacaannya:

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ، مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْمٍ

Astaghfirullaahal ‘adzhiim, ming kulli dzanbin ‘adzhiim

Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Esa atas setiap dosa besar.

أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ وَظَاهِرِهِ وَبَاطِنِهِ

Awwaluhu wa aakhiruhu wadzhohirohu wa baathinahu

Baik yang pertama maupun yang terakhir, yang lahir maupun yang batin.

يَا اَللّٰهُ يَا رَحْمٰنُ يَا غَفُوْرُ يَا رَحِيْمُ

Yaa Allaahu yaa Rahmaanu yaa Ghofuuru yaa Rohiim

Ya Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Penyayang.

نَسْتَغْفِرُ اللهَ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَشَايِخِنَا

Nastaghfirullaaha lanaa, wali waalidinaa wali masyaakhinaa

Kami mohon ampun kepada Allah untuk kami, orang tua kami, dan guru kami.

وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَلِجَمِيعِ الأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ

Wali jamii’il muslimiina wali jamii’il auliyaa-i wasyuhadaa-i washoolihiina

Untuk seluruh umat Islam, wali Allah, syuhada, dan orang-orang shalih.

يَا اَللّٰهُ يَا رَحْمٰنُ يَا غَفُوْرُ يَا رَحِيْمُ

Yaa Allaahu yaa Rahmaanu yaa Ghofuuru yaa Rohiim

Ya Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Penyayang.

صَلَّى اللهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْوَرَى

Shollallaahu ‘ala an-nabiyyi Muhammadin khoiril waro

Shalawat Allah semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, manusia terbaik.

خَاتِمِ الرُّسُلِ شَافِعِ الأَنَامِ بَدْرِ التَّمَامِ نُوْرِ التَّجَلَّى

Khaatimir rusuli syaafi’il anaam badrit tamaami nuurit tajallaa

Penutup para Rasul, pemberi syafaat di hari akhir, cahaya yang menyinari.

صَلَّى اللهُ رَبُّنَا عَلَى نُوْرِ الْعَالَمِيْنَ مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفٰى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ

Shollallaahu robbuna ‘alaa nuuril ‘aalamiina Muhammadinil mushthofaa sayyidil mursaliin

Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat kepada sang penerang alam semesta, Nabi Muhammad SAW, pemimpin para utusan.

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’iin

Dan juga kepada seluruh keluarga dan para sahabatnya.

بِبَرَكَةِ صَلَوَاتِنَا عَلَى الْعَدُوِّ فَانْصُرْنَا

Bibarakati sholawaatinaa ‘alal ‘aduwwi fanshurnaa

Berkat doa dan shalawat kami, ya Allah, menangkanlah kami atas musuh-musuh kami.

اللَّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ

Allahumma sholli afdholash sholaat ‘alaa as’adi makhluuqootika

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada makhluk-Mu yang paling berbahagia.

سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ

Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim ‘adada ma’luumaatika

Junjungan kami Muhammad SAW, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya sebanyak ilmu-Mu.

وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ

Wa midaada kalimaatika kullamaa dzakaro kadzaa kiruuna wa ghafala ‘an dzikrika al-ghaafiluun

Sebanyak tinta kalimat-Mu, sebanyak orang yang mengingat-Mu, dan sebagai ganti dari mereka yang lalai mengingat-Mu.

اللَّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوقَاتِكَ

Allahumma sholli afdholash sholaat ‘ala as’ad makhluuqootika.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat-Mu kepada makhluk-Mu yang paling berbahagia.

سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ عَدَدَ مَعْلُومَاتِكَ

Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa sallim ‘adada ma’luumaatika.

Junjungan kami Muhammad SAW, dan kepada keluarga serta sahabat-sahabatnya, serta limpahkanlah kesejahteraan sebanyak bilangan pengetahuan-Mu.

وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُونَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُونَ

Wa midaada kalimaatika kullamaa dzakkaroka dzzaakiruun wa ghafala ‘an dzikrika al-ghaafiluun.

Sebanyak tinta kalimat-Mu, sebanyak orang yang mengingat-Mu, dan sebanyak orang yang lalai dari mengingat-Mu.

صَلَّى اللهُ رَبُّنَا عَلَى نُوْرِ الْعَالَمِيْنَ مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ

Shallallahu robbuna a’laa nuuril a’lamina Muhammadinil mushtofaa sayyidil mursaliin

Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat kepada sang penerang alam semesta, Nabi Muhammad SAW, yang terpilih, pemimpin para Nabi dan Rasul.

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin

Dan juga kepada seluruh keluarga dan para sahabatnya.

بِبَرَكَةِ صَلَوَاتِنَا عَلَى الْعَدُوِّ فَانْصُرْنَا

Bibarkati sholawaatinaa ‘ala al-‘aduwwi fangshurnaa

Berkat doa dan sholawat kami, musuh kami pun Engkau kalahkan, ya Allah.

Sejarah Doa Dalail Khairat

Doa Dalail Khairat adalah kitab yang menghimpun berbagai shalawat dan doa kepada Nabi Muhammad SAW, dikenal sebagai "Petunjuk Kebaikan".

Karya agung ini disusun oleh sufi terkemuka dari Maroko, Abu 'Abdullah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli al-Simlali Rahimullah, pada abad ke-15. Sejak penyusunannya, kitab ini tersebar luas dan menjadi amalan penting di berbagai negeri Islam.

Kitab ini tidak hanya memuat shalawat, tetapi juga Asma'ul Husna, 200 Asma'unna, dan doa besar Hizbul al-Bahr karya Imam Abu al-Hassan al-Syadhili.

Keberadaannya sangat signifikan dalam tradisi keilmuan Islam, bahkan dianggap sebagai kitab Sunni penting setelah Al-Qur'an dan Hadis pada abad ke-18 dan ke-19. Syekh al-Jazuli menyusun Dalailul Khairat selama 14 tahun dalam pengasingan ibadah, lalu mengajarkannya kepada murid-muridnya melalui ijazah.

Di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren, Dalail Khairat memiliki tempat istimewa.

Dalam buku Memahami Islam Jawa oleh M. Bambang Pranowo, dijelaskan bahwa riyadhah Dalail, yang doanya diambil dari kitab ini, merupakan amalan penting. Pengamalannya seringkali melibatkan puasa dan pembacaan doa Dalail al-Khairat secara rutin, dengan anjuran meminta izin (ijazah) dari kyai yang memiliki silsilah spiritual.

Kitab ini juga memiliki nilai historis mendalam, seperti dicatat dalam buku PERANG RIAU DALAM TUHFAT AL-NAFIS. Dalail Khairat menjadi pegangan utama Raja Haji selama Perang Riau, di mana beliau banyak memanjatkan doa dan istighfar sambil membawa kitab ini.

Bahkan, saat Raja Haji gugur, kitab ini masih dalam genggamannya, menunjukkan peran sentral Dalail Khairat dalam kehidupan spiritual tokoh Muslim.

Keutamaan Mengamalkan Doa Dalail Khairat

Mengamalkan doa Dalail Khairat diyakini membawa berbagai keutamaan dan manfaat spiritual bagi para pembacanya. Keutamaan ini mencakup aspek duniawi dan ukhrawi, sebagaimana dijelaskan oleh banyak ulama dan pengamal.

  1. Terkabulnya Hajat dan Kemudahan Rezeki

    Pembacaan Dalail Khairat dipercaya menjadi wasilah terkabulnya hajat besar dan mempermudah rezeki. Keikhlasan dalam mengamalkannya menjadi kunci utama agar manfaat spiritual ini dapat dirasakan.

  2. Meningkatkan Derajat dan Menghapus Dosa

    Amalan shalawat dalam Dalail Khairat dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah dan membersihkan dosa-dosa. Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya al-Dur al-Manzhud fi al-Shalat wa al-Salam ala Shahib al-Maqam al-Mahmud menyebutkan bahwa bershalawat dapat menghapuskan kejahatan dan sebanding dengan memerdekakan sepuluh hamba sahaya.

  3. Mendapatkan Syafaat Nabi Muhammad SAW

    Salah satu keutamaan terbesar adalah memperoleh syafaat dan kesaksian dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Shalawat juga dapat mendekatkan pengamalnya dengan Rasulullah SAW di pintu surga.

  4. Perlindungan dari Api Neraka dan Penyakit

    Membaca Dalail Khairat diyakini dapat menghindarkan dari penyakit nifaq, api neraka, dan mengangkat derajat menjadi syuhada. Bahkan, jika dibaca dengan cara tertentu, shalawat ini dapat digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit, baik psikis maupun fisik.

  5. Ketenangan Hati dan Peningkatan Cinta

    Shalawat dalam kitab Dalail Khairat tersusun rapi dan lembut, sehingga saat seseorang membacanya, ia akan merasakan hatinya berbunga-bunga dan rasa cintanya kepada Nabi Muhammad SAW semakin bertambah. Ini juga dapat menenangkan hati dan pikiran.

  6. Keberkahan dalam Kehidupan dan Keturunan

    Para ulama pesantren, seperti Mbah Kiai Mahrus Aly Lirboyo dan Mbah Kiai Idris Marzuqi, menyatakan bahwa orang yang istiqamah mengamalkan Dalail Khairat akan mendapatkan keberkahan dalam hidup dan keturunan yang shalih.

  7. Munculnya Ide Cemerlang dan Solusi Masalah

    Kitab Dalailul Khairat juga dipercaya dapat memunculkan ide-ide cemerlang dan membantu penyelesaian masalah secara tiba-tiba, berkat keberkahan dari amalan tersebut.

Tata Cara Pengamalan Dalail Khairat

Pengamalan doa Dalail Khairat memiliki tata cara khusus yang diwariskan secara turun-temurun, terutama di lingkungan pesantren dan tarekat. Proses ini seringkali melibatkan bimbingan dari seorang guru atau kyai yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.

  1. Memperoleh Ijazah

    Sebelum mengamalkan Dalail Khairat, santri atau pengamal dianjurkan untuk meminta izin (ijazah) kepada kyai yang merupakan muji'z (orang yang memiliki silsilah spiritual untuk memberikan ijazah) Dalail. Ijazah ini merupakan tradisi pemberian amalan secara turun-temurun dengan rantai sanad yang jelas, bertujuan agar santri dapat mengamalkan kitab Dalailul Khairat secara sempurna.

  2. Riyadhah dan Puasa

    Pengamalan Dalail Khairat seringkali disertai dengan riyadhah, yaitu latihan spiritual yang bisa berupa puasa. Puasa ini dapat dilakukan selama tiga atau tujuh hari, bahkan ada yang mengamalkan puasa selama tiga tahun (Dalail Poso) atau membaca Al-Qur'an hingga khatam dalam waktu tertentu (Dalail Qur'an) sebagai amalan pengiring.

  3. Pembacaan Rutin

    Santri diwajibkan membaca doa Dalail al-Khairat secara rutin, bisa sekali dalam sehari atau paling sedikit satu kali dalam seminggu. Cara membaca wirid ini bervariasi, namun umumnya mengikuti pembagian harian yang disebut hizb, dari hari Senin hingga Senin berikutnya, dan diakhiri dengan doa saat khatam. Beberapa pengamal bahkan mengkhatamkan Dalailul Khairat setiap hari atau setiap selesai shalat.

  4. Niat dan Keikhlasan

    Penting untuk mengamalkan wirid ini dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, tanpa mengharapkan pamrih duniawi. Keikhlasan adalah kunci utama agar manfaat spiritual dari wirid ini dapat dirasakan secara maksimal.

  5. Amalan Pembuka

    Beberapa tata cara pengamalan Dalail Khairat diawali dengan membaca syahadat tiga kali, istighfar tiga kali, dan membaca Al-Fatihah sebagai hadiah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, guru pemberi ijazah Dalail, serta orang-orang yang sakit jika ada niat pengobatan.

Peran Dalail Khairat dalam Sejarah dan Kehidupan Tokoh

Dalail Khairat bukan hanya sekadar kitab doa, melainkan juga memiliki peran signifikan dalam sejarah dan kehidupan tokoh-tokoh besar Islam. Keberadaannya seringkali menjadi penanda spiritualitas dan kekuatan batin para pemimpin dan pejuang di masa lalu.

Salah satu contoh nyata adalah Raja Haji, seorang tokoh penting dalam sejarah Perang Riau. Dalam buku PERANG RIAU DALAM TUHFAT AL-NAFIS, disebutkan bahwa Raja Haji menjadikan kitab Dalail Khairat sebagai pegangan utama dan amalan yang tidak terpisahkan.

Beliau banyak mengeluarkan doa dan istighfar dengan membawa kitab ini selama pertempuran, menunjukkan keyakinan mendalamnya.

Kisah heroik Raja Haji semakin menguatkan posisi Dalail Khairat sebagai sumber kekuatan spiritual. Bahkan, saat beliau gugur di Teluk Ketapang, kitab ini masih dalam genggamannya, menunjukkan betapa sentralnya Dalail Khairat dalam memperkuat semangat juang dan keimanan beliau. 

 

FAQ

Apa itu Dalail Khairat?

Dalail Khairat adalah kumpulan doa dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang disusun oleh Imam al-Jazuli, digunakan umat Islam untuk memperkuat spiritual dan mendekatkan diri kepada sang Nabi.

Berapa bagian atau hizb dalam Dalail Khairat?

Kitab ini umumnya dibagi menjadi tujuh bagian (hizb), satu bagian untuk setiap hari dalam seminggu agar pembacaan dapat terselesaikan dalam satu minggu.

Apakah Dalail Khairat wajib dibaca?

Tidak wajib seperti shalat atau puasa, tetapi dianggap sebagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam tradisi tasawuf dan keagamaan.

Apakah ada syarat khusus sebelum membaca?

Dianjurkan untuk membaca dengan wudhu, hati bersih, dan niat ikhlas agar bacaan lebih khusyuk dan bermakna.

Bolehkah membacanya sendiri atau harus berjamaah?

Dalail Khairat bisa dibaca sendiri maupun berjamaah. Banyak majelis tasawuf membaca secara berjamaah agar saling menguatkan.