Liputan6.com, Jakarta - Kisah tentang hari kiamat dalam Al-Qur’an dan tafsirnya adalah peristiwa kehancuran menyeluruh pada bumi dan alam semesta beserta semua isinya. Keyakinan akan datangnya hari kiamat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim.
Peristiwa puncak ini berupa kehancuran alam semesta dengan segala isinya, termasuk keberadaan manusia, dan tidak ada makhluk yang dapat selamat dari kiamat. Mengutip dari Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam oleh Fatihatun Nadliroh (2024), fenomena hari kiamat dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (2/10/2025).
Advertisement
Hari Kiamat dalam Al-Qur'an dan Nama-Namanya
Hari kiamat, atau yang dalam bahasa Arab disebut al-qiyāmah, berasal dari kata qama-yaqumu-qiyaman yang berarti kebangkitan atau berdiri.
Dalam buku Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti oleh Marlina Hidayanti Ansanoor, hari akhir diartikan sebagai hancurnya semua alam semesta dan seluruh kehidupan yang ada di dalamnya.
Secara istilah, kiamat adalah peristiwa dahsyat yang mengguncangkan, yang pasti akan terjadi dan tidak ada keraguan lagi baginya. Peristiwa ini menjadi pemisah antara kehidupan dunia yang fana dan kehidupan akhirat yang kekal.
"Saat akan tiba kiamat, zaman saling mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam, dan satu jam seperti menyalakan kayu dengan api," (HR At Tirmidzi dikutip dari Majalah Ar-risalah Edisi 221 (2019))
Umat Islam wajib meyakini adanya hari kiamat sebagai tanda keimanannya kepada Allah SWT. Keyakinan ini mendorong setiap individu untuk mempersiapkan diri menghadapi pertanggungjawaban amal perbuatan di hadapan Tuhan.
Al-Qur'an menyebut hari kiamat dengan berbagai nama untuk menggambarkan kedahsyatan dan berbagai aspeknya. Setiap nama memiliki makna spesifik yang menekankan karakteristik peristiwa akhir zaman.
- As-Sa’ah (Hari Kiamat)
- Yaumul Ba’ats (Hari Kebangkitan).
- Yaumud-Din (Hari Pembalasan).
- Yaumul-Hasroh (Hari Penyesalan).
- Ad-Darul-Akhirah (Negeri Akhirat).
- Yaumul-Tanad (Hari Panggil Memanggil).
- Darul-Qoror (Negeri yang Kekal).
- Yaumul Fashl (Hari Keputusan).
- Yaumul Jami’ (Hari Berkumpul).
- Yaumul Hisab (Hari Perhitungan).
- Yaumul-Waid (Hari Ancaman).
- Yaumul-Khuld (Hari Kekekalan).
- Yaumul-Khuruj (Hari Keluar dari Kubur).
- Al-Waqi’ah (Peristiwa yang Dahsyat).
- Al-Haqqah (Hari yang Pasti Terjadi).
- Ath-Thommatul-Kubra (Malapetaka Besar).
- Ash-Shakhkah (Suara yang Memekakkan).
- Al-Azifah (Kiamat).
- Al-Qariah (Kiamat yang Menggetarkan).
Advertisement
Gambaran Peristiwa Hari Kiamat dalam Al-Qur'an
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5162346/original/079576000_1741881900-darkly-atmospheric-retail-environment-rendering.jpg)
Al-Qur'an menggambarkan peristiwa hari kiamat dengan sangat detail dan mengerikan, menunjukkan kehancuran alam semesta secara total. Gambaran ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan ketakwaan dalam diri manusia.
Berbagai ayat kunci memberikan kisah tentang hari kiamat dalam Al-Qur’an dan tafsirnya yang jelas.
Surah Al-Haqqah ayat 13–15
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
Artinya: "Dan ditiuplah sangkakala sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur, maka pada hari itu terjadilah hari kiamat."
Surah Al-Haqqah ayat 13-15 menguraikan tiupan sangkakala pertama yang diikuti benturan dahsyat bumi dan gunung-gunung, menandai awal kiamat. Ayat ini menegaskan kedahsyatan awal peristiwa yang tak terhindarkan. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat.
Surah Al-Qari‘ah ayat 1–5
الْقَارِعَةُ مَا الْقَارِعَةُ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ
Artinya: "Kiamat. Apakah kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan."
Surah Al-Qari'ah ayat 1-5 melukiskan kondisi manusia yang panik seperti laron beterbangan dan gunung-gunung yang hancur lebur seperti bulu dihamburkan. Ayat ini menekankan kepanikan dan kehancuran fisik yang akan terjadi.
Surah Al-Anbiya ayat 104
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ
Artinya: "(Ingatlah) pada hari ketika Kami gulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti atas Kami; sesungguhnya Kamilah yang akan melakukannya."
Surah Al-Anbiya ayat 104 menjelaskan bahwa langit akan digulung seperti lembaran kertas, menegaskan kekuasaan Allah untuk mengulang penciptaan. Ini adalah janji pasti yang akan dilaksanakan oleh-Nya.
Tanda-Tanda Hari Kiamat dalam Al-Qur'an dan Hadis
Meskipun waktu pasti kiamat dirahasiakan, Allah SWT telah memberikan tanda-tanda yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis. Tanda-tanda ini dibagi menjadi kiamat sughra (kecil) dan kiamat kubra (besar), memberikan petunjuk bagi umat manusia.
Surah Al-Qamar ayat 1
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ
Artinya: "Telah dekat datangnya saat itu (hari kiamat) dan telah terbelah bulan."
Salah satu tanda besar adalah terpecahnya bulan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qamar ayat 1. Peristiwa ini merupakan indikasi kuat dekatnya hari akhir.
Surah An-Naml ayat 82
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِّنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
Artinya: "Dan apabila perkataan (ketentuan) telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."
Kemunculan binatang yang berbicara dengan manusia juga menjadi tanda, seperti dijelaskan dalam Surah An-Naml ayat 82. Binatang tersebut akan mengabarkan bahwa manusia dahulu tidak yakin pada firman Allah.
Peningkatan kekacauan dan kejahatan, termasuk pembunuhan, adalah tanda lain yang disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW. Hadits Riwayat Muslim menegaskan bahwa kiamat tidak akan terjadi kecuali terjadi banyak "bunuh-membunuh."
Terbitnya matahari dari barat adalah tanda kiamat kubra yang paling jelas, di mana iman seseorang setelah itu tidak lagi bermanfaat. Kemunculan Dajjal dengan fitnahnya yang besar juga menjadi penanda penting.
Terakhir, kemunculan Ya'juj dan Ma'juj, kaum yang suka berbuat kerusakan, juga merupakan tanda besar. Mereka adalah keturunan Nabi Adam AS yang akan muncul dari gunung-gunung seperti air bah.
“Sebaik-baik matahari terbit adalah hari jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim No. 854 dikutip dari Majalah Ar-risalah Edisi 221 (2019)).
Advertisement
Surah At-Takwir: Gambaran Dahsyat Hari Kiamat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4260457/original/053804300_1670989554-destroyed-city.jpg)
Surah At-Takwir (Menggulung) adalah surah ke-81 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 29 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini secara khusus menggambarkan peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari kiamat dengan sangat detail.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca surah ini jika ingin melihat hari kiamat seolah-olah dengan mata kepala sendiri. Bagi yang ingin melihat hari Kiamat bagaikan melihatnya dengan pandangan mata kepala, maka hendaklah dia membaca Idza Asy-Syamsu Kuwwirat, dan Idzaas-Sama'Infatharat dan Idza as-Sama' Insyaqqat.
Berikut adalah bacaan Surah At-Takwir ayat 1-14 beserta transliterasi Latin dan artinya, memberikan gambaran kisah tentang hari kiamat dalam Al-Qur’an dan tafsirnya secara visual.
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
Iżasy-syamsu kuwwirat.
Artinya: "Apabila matahari digulung,"
وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ
Wa iżan-nujụmungkadarat.
Artinya: "dan apabila bintang-bintang berjatuhan,"
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
Wa iżal-jibālu suyyirat.
Artinya: "dan apabila gunung-gunung dihancurkan,"
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ
Wa iżal-'isyāru 'uṭṭilat.
Artinya: "dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),"
وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ
Wa iżal-wuḥụsyu ḥusyirat.
Artinya: "dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,"
وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ
Wa iżal-biḥāru sujjirat.
Artinya: "dan apabila lautan dijadikan meluap,"
وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ
Wa iżan-nufụsu zuwwijat.
Artinya: "dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),"
وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ
Wa iżal-mau`ụdatu su`ilat.
Artinya: "dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,"
بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ
Bi`ayyi żambing qutilat.
Artinya: "karena dosa apakah dia dibunuh?"
وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ
Wa iżas-ṣuḥufu nusyirat.
Artinya: "dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,"
وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ
Wa iżas-samā`u kusyiṭat.
Artinya: "dan apabila langit dilenyapkan,"
وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ
Wa iżal-jaḥīmu su''irat.
Artinya: "dan apabila neraka Jahim dinyalakan,"
وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ
Wa iżal-jannatu uzlifat.
Artinya: "dan apabila surga didekatkan,"
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ
’Alimat nafsum mā aḥḍarat.
Artinya: "maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya."
Tafsir Mendalam Surah At-Takwir oleh Buya Hamka
Penafsiran Surah At-Takwir ayat 1-14 oleh ulama seperti Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar memberikan gambaran yang rinci dan mendalam tentang kisah tentang hari kiamat dalam Al-Qur’an dan tafsirnya. Hamka, dengan latar belakangnya sebagai sastrawan, seringkali menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menghubungkan ayat dengan realitas sosial.
Hamka menafsirkan kuwwirat sebagai tergulung, menandakan habisnya tugas matahari dan kegelapan total. Tafsir lain menambahkan bahwa matahari digulung, cahayanya sirna, lalu dilemparkan. Bintang-bintang akan gugur dari tempatnya karena terlepasnya rantai cahaya pengikatnya saat tiupan sangkakala pertama, seperti dijelaskan oleh adh-Dhahak dari Ibnu Abbas.
Hamka juga menjelaskan bahwa ilmu alam modern mendukung gagasan ini sebagai goyahnya keseimbangan daya tarik-menarik antar benda langit. Gunung-gunung di bumi akan rata dengan tanah, berkeadaan laksana fatamorgana, menunjukkan kehancuran total bumi.
Ayat 4 menggambarkan unta bunting yang diabaikan karena kepanikan luar biasa saat kiamat, mengibaratkan situasi perang besar di mana orang mengungsi meninggalkan harta. Binatang buas akan berkumpul bersama karena ketakutan menghadapi bahaya besar, melupakan permusuhan mereka, bahkan dengan manusia menurut Ubaib bin Ka’ab.
Lautan akan mendidih dan meluap keluar karena panas dahsyat, seperti yang digambarkan Ubaid bin Ka’ab tentang jin yang menemukan api di dasar laut. Gambaran ini menunjukkan kehancuran elemen alam yang tak terbayangkan.
Kata nufus (diri manusia) akan dipasangkan kembali, yaitu jasmani dengan rohani, setelah tiupan sangkakala kedua untuk menghadapi kehidupan akhirat. Ayat 8-9 merujuk pada praktik jahiliyah mengubur bayi perempuan hidup-hidup, yang akan ditanyai pada hari kiamat untuk menunjukkan kekejaman perbuatan tersebut.
Catatan amal (shuhuf) yang berisi semua perbuatan manusia akan dibentangkan tanpa terlewat, karena dicatat cermat oleh malaikat Raqib dan Atid. Langit akan dicabut atau dikupas dari tempatnya, menunjukkan kehancuran total, dan neraka Jahim akan dinyalakan dengan kobaran api besar.
Surga akan didekatkan kepada penghuninya yang bertakwa dan beriman sebagai balasan amal baik mereka. Pada hari itu, setiap jiwa akan mengetahui dengan pasti amal perbuatan yang telah disediakannya, baik atau buruk, dan akan menerima balasan yang setimpal.
Advertisement
FAQ
1. Apa pengertian hari kiamat dalam Islam?
Hari kiamat adalah peristiwa kehancuran alam semesta secara total, menjadi akhir kehidupan dunia dan awal kehidupan akhirat.
2. Mengapa hari kiamat wajib diyakini?
Karena keyakinan akan hari kiamat termasuk salah satu rukun iman yang harus diyakini setiap Muslim.
3. Apa saja nama lain hari kiamat dalam Al-Qur’an?
Beberapa di antaranya: As-Sa’ah, Yaumul Ba’ats, Yaumud-Din, Al-Haqqah, Al-Qari’ah, dan Al-Waqi’ah.
4. Bagaimana gambaran hari kiamat dalam Al-Qur’an?
Digambarkan dengan kehancuran bumi, gunung rata dengan tanah, bintang jatuh, lautan meluap, dan manusia panik ketakutan.
5. Apa tanda-tanda hari kiamat menurut Al-Qur’an dan hadis?
Terbelahnya bulan, munculnya Dajjal, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, hingga banyaknya pembunuhan.
6. Mengapa waktu kiamat dirahasiakan?
Agar manusia selalu waspada, beriman, dan mempersiapkan amal sebelum datangnya peristiwa tersebut.
7. Apa pelajaran utama dari peristiwa hari kiamat?
Bahwa kehidupan dunia fana, dan manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya di hadapan Allah SWT.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297483/original/080775700_1784095158-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587257/original/098060900_1695612327-world-collapse-doomsday-scene-digital-painting.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1415634/original/042972300_1479970325-Buya_Hamka.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296658/original/081223500_1784019662-000_B9YV49G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3082774/original/037721700_1584860118-Pelatih_Jebolan_Serie_A_05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297029/original/052747100_1784066633-Spain_s_Pedro_Porro_celebrates_scoring_their_second_goal_with_Pau_Cubarsi__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297082/original/028669700_1784076848-000_C27U6KD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297076/original/040450300_1784075378-barton_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297070/original/029757400_1784071679-Players_of_France_and_Spain.jpg)