Doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah untuk Hadapi Cobaan Hidup Teks Arab

Pahami makna mendalam doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah, keutamaannya dalam menghadapi cobaan, serta kisah misterius Nabi Khidir yang penuh hikmah untuk ketenangan jiwa.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah merupakan salah satu untaian kalimat mulia yang diyakini memiliki kekuatan besar dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Keutamaan doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah dapat memberikan ketenangan jiwa bagi setiap Muslim. 

Musibah yang menimpa seorang hamba tidak selalu berarti azab, melainkan bisa jadi ujian untuk mengangkat derajat kebaikan dan menghapus dosa. Dalam buku Kitab Bersuci, Shalat, Puasa, Surat-surat Pendek (2017) dijelaskan bahwa kalimat Bahasa Arab tersebut merupakan penggalan dari doa yang diucapkan oleh Nabi Khidir.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (1/10/2025).

Bacaan Doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah (Arab, Latin, dan Artinya)

Doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah adalah rangkaian kalimat yang penuh dengan penyerahan diri dan pengakuan akan kekuasaan Allah SWT atas segala sesuatu. Doa ini menjadi pegangan bagi umat Muslim untuk menghadapi berbagai cobaan hidup, meyakini bahwa tidak ada kebaikan atau keburukan yang terjadi melainkan atas izin-Nya.

Membaca doa ini secara rutin dapat menumbuhkan rasa tawakal dan kebergantungan penuh kepada Sang Pencipta. Berikut adalah bacaan doa Nabi Khidir yang dikutip dari buku Ampuhnya Mukjizat Doa dan Dzikir Para Nabi oleh Ali Amrin al-Qurawy (2016: 152):

بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ يَسُوْقُ الْخَيْرَ إِلاَّ الله بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلاَّ الله بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله مَاكَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ الله بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله

Latinnya: "Bismillahi masya Allah laa yasuqulkhaira illallah, bismillahi masya Allah laa yashrifu as-su-a illallah bismillahi masya Allah maa kana min ni’matihi faminallahi masya Allah la haula wa la quwwata illa billahil-aliyyil-azhim."

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang segala sesuatu terjadi atas kehendak dan kuasa-Nya. Tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah. Dengan menyebut nama Allah yang segala sesuatu terjadi atas kehendak dan kuasa-Nya, tidak ada yang menyingkirkan kebatilan kecuali Allah. Dengan menyebut nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak dan kuasa-Nya, tidak ada kenikmatan selain dari Allah. Dengan menyebut nama Allah yang segala sesuatu terjadi atas kehendak dan kuasa-Nya, tidak ada daya untuk berbuat kebaikan kecuali atas pertolongan Allah dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari maksiat kecuali dengan perlindungan Allah Yang Maha Agung."

Makna dan Keutamaan Doa Bismillahi Masya Allah

Doa Bismillahi Masya Allah memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu pengakuan total terhadap keesaan dan kekuasaan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Kalimat "Masya Allah" sendiri berarti "apa yang dikehendaki Allah, maka itulah yang terjadi," menegaskan bahwa segala sesuatu, baik kebaikan maupun keburukan, berada dalam genggaman-Nya.

Doa ini mengajarkan umat Muslim untuk selalu berserah diri dan meyakini bahwa setiap peristiwa adalah bagian dari takdir ilahi yang memiliki hikmah. Nabi Khidir membaca doa Bismillahi Masya Allah untuk menghilangkan kesulitan dan penderitaan hidup, bahkan beliau yang merupakan manusia pilihan Allah juga mendapatkan cobaan dari-Nya.

Keutamaan doa ini terletak pada kemampuannya untuk menenangkan hati dan pikiran saat menghadapi musibah. Dengan mengucapkan doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah, seorang hamba diingatkan bahwa cobaan bukanlah selalu azab, melainkan bisa jadi ujian untuk meningkatkan derajat atau menghapus dosa-dosa, sebagaimana dilansir dari Elbalad (2021).

Doa ini juga mengandung pengakuan bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kalimat "la haula wa la quwwata illa billahil-aliyyil-azhim" adalah inti dari tawakal, yang berarti tidak ada kemampuan untuk berbuat kebaikan atau menghindari keburukan tanpa izin dan bantuan dari Allah Yang Maha Agung.

Kisah Nabi Khidir dalam Al-Qur'an dan Hadis

Kisah Nabi Khidir adalah salah satu narasi paling misterius dan penuh hikmah dalam tradisi Islam, terutama yang diceritakan dalam Al-Qur'an. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki ilmu laduni, yaitu ilmu yang diberikan langsung oleh Allah SWT.

Kisah pertemuannya dengan Nabi Musa AS dalam Surah Al-Kahfi menjadi bukti nyata akan kedalaman ilmu dan kebijaksanaan yang dimilikinya. Dalam Surah Al-Kahfi ayat 60-82, Allah mengisahkan perjalanan Nabi Musa yang ingin menuntut ilmu dari seorang hamba yang lebih berilmu, yang kemudian diidentifikasi sebagai Nabi Khidir.

Nabi Khidir memberikan syarat kepada Nabi Musa untuk bersabar dan tidak bertanya tentang setiap tindakan yang dilakukannya sebelum ia sendiri menjelaskannya. Kisah ini mengajarkan tentang pentingnya kesabaran, kerendahan hati dalam menuntut ilmu, dan bahwa ada hikmah di balik setiap kejadian yang mungkin tidak dapat dipahami secara langsung oleh akal manusia.

Meskipun Al-Qur'an tidak secara eksplisit menyebut namanya, para ulama tafsir sepakat bahwa hamba yang dimaksud adalah Nabi Khidir. Keberadaan dan status kenabiannya menjadi topik diskusi di kalangan ulama, namun yang jelas, beliau adalah sosok yang istimewa di sisi Allah. 

Kontroversi Kehidupan Nabi Khidir: Masih Hidup atau Sudah Wafat?

Keberadaan Nabi Khidir hingga saat ini menjadi salah satu misteri terbesar dalam Islam yang memicu perdebatan panjang di kalangan ulama. Sebagian besar umat Muslim meyakini bahwa Nabi Khidir masih hidup, bahkan hingga akhir zaman, dan memiliki peran khusus dalam membimbing para wali Allah.

Keyakinan ini seringkali didasarkan pada riwayat-riwayat dan pengalaman spiritual yang diklaim oleh beberapa tokoh sufi. Pendapat yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup didukung oleh beberapa ulama besar, seperti Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitabnya Fathul-Bari, yang menyanggah pandangan bahwa Nabi Khidir telah wafat.

Namun, ada pula ulama yang berpendapat sebaliknya, bahwa Nabi Khidir telah wafat. Pendapat ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya ayat 34 yang berbunyi:

"Kami tidak menjadikan seorang pun sebelum engkau (hai nabi), hidup kekal abadi."

Selain itu, hadis Rasulullah SAW yang menyatakan, "Setelah lewat seratus tahun, tidak seorang pun yang sekarang masih hidup di muka bumi," juga sering dijadikan argumen, seperti yang dikutip dari buku Tanya Jawab Islam oleh Tim Dakwah Pesantren (2015).

Meskipun terdapat perbedaan pendapat, misteri seputar kehidupan Nabi Khidir tetap menjadi bagian dari kekayaan khazanah keilmuan Islam. Umat Muslim diajak untuk meyakini bahwa Nabi Khidir adalah utusan Allah SWT yang memiliki tugas khusus, terlepas dari apakah beliau masih hidup atau telah wafat, dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah hikmah yang menyertainya.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Nabi Khidir

Nabi Khidir digambarkan sebagai sosok yang sangat misterius dan tidak mudah dikenali oleh sembarang orang. Ciri-ciri dan karakteristiknya seringkali dijelaskan dalam berbagai riwayat dan kitab-kitab klasik, menunjukkan keunikan beliau sebagai hamba pilihan Allah.

Beliau dikenal sebagai pribadi yang tertutup, senang menyendiri, dan jarang menampakkan diri kecuali kepada orang-orang tertentu yang dikehendaki Allah. Dalam Kitab al-’Araais, Ats-Tsa’labi pernah berkata: “Khidir menurut kumpulan pendapat-pendapat adalah Nabi yang dipanjangkan umurnya dan tertutup dari pandangan-pandangan.”

Selain sifat-sifat tersebut, beberapa riwayat juga menyebutkan ciri fisik Nabi Khidir yang tidak biasa. Misalnya, jempol tangannya dikatakan tidak bertulang, beliau sering membawa tongkat, dan perawakannya jauh lebih tinggi dari manusia biasa. Ciri-ciri ini semakin menambah kesan misterius pada sosok Nabi Khidir, menjadikannya figur yang unik dalam sejarah kenabian, seperti yang disebutkan dalam buku Khidir AS: Nabi Misterius Penguasa Samudra yang Berjalan Secepat Kilat susunan Ustadz Mahmud (2013).

Kemampuannya untuk datang dan pergi sesuka hati, serta menyamar dalam berbagai rupa, juga menjadi karakteristik penting. Imam Ghazali bahkan menyebutkan bahwa Nabi Khidir dapat berubah rupa di tempat yang berbeda-beda, terkadang menyamar sebagai orang miskin, orang jalanan, atau saudagar kaya. 

Keistimewaan Nabi Khidir

Nabi Khidir dianugerahi berbagai keistimewaan oleh Allah SWT yang tidak dimiliki oleh manusia biasa, menjadikannya sosok yang luar biasa dalam sejarah Islam. Keistimewaan-keistimewaan ini menunjukkan kedudukan istimewa beliau di sisi Allah dan peran uniknya dalam menyampaikan hikmah.

Salah satu keistimewaan paling menonjol adalah ilmu laduni yang dimilikinya, yaitu ilmu yang diberikan langsung oleh Allah SWT tanpa melalui proses belajar formal, seperti dirangkum dari buku Khidir: Sang Nabi Super Misterius karya Khalifi Elyas Bahar (2015).

Dengan ilmu laduni ini, Nabi Khidir mampu memahami rahasia di balik setiap kejadian dan mengajarkan makrifat kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti yang ditunjukkannya kepada Nabi Musa. Selain itu, Nabi Khidir juga memiliki kemampuan berjalan secepat kilat, memungkinkannya mengelilingi dunia dalam waktu singkat.

Beberapa ulama bahkan mengungkapkan bahwa beliau menguasai seluruh samudra. Keistimewaan lainnya adalah kemampuannya untuk berubah rupa dan wujud fisiknya yang tidak dapat dilihat oleh semua orang, kecuali mereka yang dipilih oleh Allah SWT.

Rekomendasi Ulama Terkait Doa Nabi Khidir

Doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah telah lama dikenal dan direkomendasikan oleh banyak ulama sebagai amalan yang bermanfaat, terutama dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup. Rekomendasi ini menunjukkan bahwa doa tersebut memiliki landasan yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam dan diyakini membawa keberkahan bagi yang mengamalkannya.

Para ulama melihat doa ini sebagai sarana untuk memperkuat iman dan tawakal kepada Allah SWT. Salah satu ulama besar yang merekomendasikan doa ini adalah Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Dalam kitabnya Syawariq Al-Anwar, beliau menganjurkan umat Muslim untuk membaca doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai kesulitan. Rekomendasi dari ulama sekelas beliau menegaskan pentingnya doa ini dalam praktik keagamaan.

Mengamalkan doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah, seorang Muslim diharapkan dapat menumbuhkan sikap sabar, syukur, dan tawakal dalam menghadapi segala takdir. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya penentu segala sesuatu, dan hanya kepada-Nya lah kita memohon pertolongan dan perlindungan.

FAQ

1. Apa isi doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah?

Doa ini berisi kalimat penuh tawakal, pengakuan bahwa segala kebaikan dan keburukan hanya terjadi atas kehendak Allah SWT.

2. Apa arti kalimat “Bismillahi Masya Allah”?

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi.”

3. Mengapa doa ini istimewa?

Karena mengajarkan sikap tawakal, sabar, serta keyakinan bahwa tidak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah.

4. Kapan doa ini sebaiknya dibaca?

Dapat dibaca kapan saja, terutama saat menghadapi cobaan, kesulitan, atau untuk memperkuat rasa syukur.

5. Apa hubungannya dengan kisah Nabi Khidir?

Doa ini disebut sebagai doa yang dibaca Nabi Khidir ‘alaihissalam ketika menghadapi penderitaan, menunjukkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.

6. Apakah doa ini ada dasar dari ulama?

Ya, banyak ulama seperti Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki merekomendasikan doa ini sebagai amalan penuh keberkahan.

7. Apa manfaat mengamalkan doa Nabi Khidir Bismillahi Masya Allah?

Memberikan ketenangan hati, memperkuat iman, menumbuhkan rasa tawakal, serta keyakinan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah.