Liputan6.com, Jakarta - Doa buka puasa sunnah Senin Kamis Puasa perlu diketahui oleh umat Islam untuk agar amalan sunnah yang dilakukannya lebih sempurna. Puasa Senin dan Kamis merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW biasa berpuasa pada kedua hari tersebut, sebagaimana diriwayatkan Tirmidzi: “Amalan manusia diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amalanku diperlihatkan sedang aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747, sahih menurut Al-Albani).
Advertisement
Dalam Buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan puasa sunnah ini termasuk amalan yang mendorong kesabaran, ketakwaan, dan penghapus dosa kecil jika rutin dilakukan. Oleh karena itu, umat Islam perlu mengetahui tata cara puasa Senin Kamis yang meliputi bacaan niat, tata cara dan doa saat berbuka puasa.
1. Doa Buka Puasa Riwayat Abdullah bin Umar RA
Merujuk Kitab Fathul Mu'in karya Ahmad Zainuddin Alfannani dan Hasyiyah Iqna karya Sulaiman Bujairimi berikut ini adalah bacaan doa buka puasa, termasuk puasa Senin Kamis yang dibaca Rasulullah SAW.
Doa Buka Puasa Riwayat Abdullah bin Umar RA
Berikut ini adalah bacaan doa buka puasa seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dhahaba zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru in syaa Allah
Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.
Doa buka puasa Rasulullah ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Kāna Rasūlullāhi Shallallāhu 'alaihi wa sallam, idhā afṭara qāla: Dhahaba zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru in syaa Allah,"
Artinya: Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau berdoa: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” Hadits Hasan, [HR. Abu Daud no. 2357].
Advertisement
2. Doa Buka Puasa Riwayat Muadz bin Zuhrah RA
Ada pula doa buka puasa yang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Zuhrah. Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu
Artinya: Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.
3. Doa Buka Puasa Populer di Indonesia (Gabungan)
Doa berbuka puasa paling banyak diamalkan di Indonesia adalah gabungan dari dua doa di atas. Maka lafal doanya adalah:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى
Latin: Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ
Artinya: Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.
Dalam Kitab Fathul Muin dijelaskan, "Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka “Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu” dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: “Dzahabadh dhamâ’u wabtalatl-‘urûqu wa tsabata-l-ajru insyâ-a-Llâh,” (Fath al-Mu’in, juz 2, hal. 279),".
Bahwa ketentuan doa berbuka puasa yang baik adalah membaca doa sesuai dengan lafal doa dalam hadis riwayat sahabat Mu’adz bin Zuhrah di atas. Sedangkan lafal doa dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air.
Namun demikian, nyaris tak ada orang berbuka puasa hanya berupa makanan tanpa minuman, kecuali sangat terdesak. Sehingga, bacaan yang sering kita dapati adalah penggabungan doa dari hadis tersebut.
Advertisement
4. Doa Buka Puasa Syekh Bujairimi
Dalam Hasyiyah Iqna, Syekh Sulaiman Bujairimi memaparkan doa berbuka puasa. Berikut ini bacaanya:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu.
Artinya: Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.
Waktu Tepat Membaca Doa Buka Puasa
Umumnya, masyarakat membaca doa berbuka puasa tersebut saat akan berbuka puasa, persis setelah masuk maghrib, sebelum minum atau menyantap makanan. Padahal, melihat redaksi, maka doa tersebut lebih tepat saat dan setelah berbuka puasa.
Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin menjelaskan, pijakan dalil penempatan membaca doa berbuka dilakukan setelah selesai berbuka puasa adalah dengan memandang makna yang terkandung dalam doa berbuka tersebut, khususnya pada doa berbuka yang tercantum dalam hadis riwayat Abdullah bin Umar di atas yang hanya pantas (al-munasib) diucapkan sesudah selesai berbuka puasa.
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa meskipun dengan membaca doa di atas sebelum berbuka puasa, telah mendapatkan kesunnahan (husul ashli as-sunnah), tapi tetap yang paling utama adalah membacanya tatkala selesai berbuka.
Pendapat ini juga senada dengan Syekh Said bin Muhammad Ba’ali, yang dituliskannya di Kitab Busyra al-Karim:
“Disunnahkan bagi orang ketika hendak berbuka—tapi yang lebih utama setelah berbuka—membaca doa “Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu,”.
Begitu pula dalam Kitab Nihayatuzzain, Imam Nawawi Al Bantani menjelaskan, kesunnahan puasa yang ketiga: Doa dari Nabi SAW yang diucapkan setelah berbuka puasa.
Berdasar pandangan dua ulama ini, maka membaca doa berbuka puasa sebaiknya dilakukan setelah selesai berbuka, hal ini dimaksudkan agar kita memperoleh kesunnahan yang sempurna (kamal as-sunnah) dalam membaca doa.
Advertisement
Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunnah
1. Segera Berbuka Saat Waktu Maghrib
Sunnah berbuka puasa segera setelah masuk waktu maghrib. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Orang yang berpuasa hendaknya segera berbuka ketika maghrib tiba.”(HR. Abu Dawud, no. 2356, sahih menurut Al-Albani).
Berbuka segera menunjukkan kepatuhan terhadap sunnah Rasulullah, menghindari kesulitan fisik akibat menahan lapar terlalu lama, serta menegaskan pentingnya disiplin waktu dalam ibadah puasa.
2. Berbuka dengan Kurma atau Air
Rasulullah SAW biasa berbuka dengan kurma, dan jika tidak ada, beliau berbuka dengan air. Kurma memberikan energi cepat dan mudah dicerna, sementara air mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Berbuka dengan kurma dan air membantu menstabilkan gula darah dan mencegah gangguan pencernaan.
3. Membaca Doa Berbuka Puasa
Doa berbuka puasa sunnah dibaca sebelum atau saat berbuka puasa dan setelahnya. Membaca doa berbuka menegaskan niat ibadah, mensyukuri rezeki Allah, dan mengingat tujuan spiritual dari puasa.
Sayyid Sabiq menekankan bahwa doa berbuka adalah sunnah yang menyempurnakan puasa dan menambah pahala.
4. Etika Tambahan
- Berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu, baru melanjutkan makan utama.
- Menghindari makan berlebihan.
- Berbuka bersama keluarga atau orang lain dianjurkan untuk menambah keberkahan, sesuai ajaran Rasulullah SAW.
5. Berdoa Umum Tatkala Berbuka Puasa
Ketika berbuka adalah salah satu dari sekian banyak waktu mustajab atau terkabulnya do’a. Umat muslim agar tidak melewatkannya saat berdoa. Tentunya akan lebih baik lagi bila berdoa dengan doa-doa sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam sebuah hadis dijelaskan: "Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW: “Ada tiga orang yang tidak akan tertolak doanya, yaitu: seorang yang puasa ketika sedang berbuka, seorang imam yang adil, dan do’a seorang yang terzholimi.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).
Keutamaan Puasa Senin Kamis
1. Amalan Diperlihatkan di Hadapan Allah
Rasulullah SAW bersabda:“Setiap amalan manusia diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalanku diperlihatkan sedang aku berpuasa.”(HR. Tirmidzi no. 747, sahih menurut Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 989).
Artinya, puasa sunnah ini membuat amal hamba diperlihatkan dalam kondisi terbaik, yakni dalam keadaan taat kepada Allah, sehingga pahala menjadi lebih sempurna.
2. Menghapus Dosa Kecil
Puasa sunnah, termasuk Senin-Kamis, dapat menjadi sarana penghapus dosa kecil. Rasulullah SAW menganjurkan amalan sunnah sebagai cara membersihkan hati dan memperbanyak pahala di hadapan Allah.
3. Melatih Kesabaran dan Ketakwaan
Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, puasa sunnah melatih seseorang menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Hal ini menumbuhkan ketakwaan (taqwa) dan kedisiplinan spiritual.
4. Manfaat Kesehatan Fisik dan Mental
Puasa sunnah secara rutin bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Dengan menahan diri dari makan dan minum, tubuh beristirahat dari proses pencernaan penuh, sementara mental terlatih untuk fokus dan sabar.
Advertisement
Tata Cara Puasa Sunnah Senin Kamis
Waktu pelaksanaan puasa Senin dan Kamis tidak berbeda dengan puasa pada umumnya, yakni dimulai sejak terbit matahari hingga terbenamnya. Sebelum memulai ibadah puasa pada hari Senin dan Kamis, disarankan untuk menjalani sahur terlebih dahulu.
Puasa Senin-Kamis dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti saat hari raya Idul Fitri (1 Syawal), hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), dan hari Tasyriq pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah.
Berikut ini adalah tata cara puasa sunnah Senin Kamis:
1. Niat Puasa Senin dan Kamis
Berikut adalah lafaz niat puasa Senin dan Kamis :
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلِٕثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: "Saya berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala."
Niat Puasa Hari Kamis :
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: "Saya berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala."
2. Tata Cara Puasa Senin Kamis
1. Sahur
Disunnahkan makan sahur sebelum fajar. Rasulullah SAW bersabda:“Bersahurlah kalian, karena sahur mengandung keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923)
Makanan sahur sebaiknya yang bergizi dan cukup untuk menahan lapar hingga waktu berbuka.
2. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, menahan diri dari:
- Makan dan minum
- Hubungan suami-istri
- Perbuatan dosa, ghibah, atau perkataan kasar
- Berbuka Puasa
3. Segera berbuka saat masuk waktu maghrib.
Disunnahkan berbuka dengan kurma, jika tidak ada, dengan air.
Membaca doa berbuka:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan atas rezeki yang Engkau berikan aku berbuka.”
4. Amalan Sunnah Lain
Membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan memperbanyak sedekah.
Memperbanyak doa, terutama untuk kebaikan diri, keluarga, dan umat Islam.
People Also Ask:
1. Apa bacaan buka puasa Senin Kamis?
Doa buka puasa Senin Kamis yang umum dibaca adalah: "Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa \'ala rizqika afthartu" (Ya Allah, aku berpuasa karena-Mu, aku beriman kepada-Mu, dan atas rezeki-Mu aku berbuka).
Selain itu, doa lain yang juga dianjurkan berdasarkan hadis shahih adalah: "Dzahabazh zhoma\'u wabtallatil \'uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah" (Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan tetaplah pahala, insya Allah).
2. Apa doa buka puasa sunnah?
Doa berbuka puasa sesuai sunnah ada dua, yaitu: "Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'alaa rizqika afthartu," ("Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka") dan "Dzahabazh-zhama'u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah" ("Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala tetap ada, insya Allah").
Kedua doa ini bisa dibaca setelah membatalkan puasa dengan kurma, air, atau makanan lain, sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan agar Allah menerima ibadah puasa.
3. Bagaimana doa puasa Senin Kamis?
Doa puasa Senin Kamis terdiri dari doa niat untuk hari Senin dan Kamis, serta doa berbuka puasa. Doa niat dilafalkan pada malam hari sebelum waktu sahur, sedangkan doa berbuka puasa dibaca saat selesai makan dan minum setelah berpuasa.
4. Doa apa yang dibaca sebelum berbuka puasa?
Doa yang paling utama dibaca setelah makan dan minum untuk berbuka puasa, bukan sebelum. Doa tersebut adalah: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu (Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).
Ada juga doa lain yang dianjurkan: Dzahaba zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah tetap pahala, insya Allah). Waktu yang tepat untuk berdoa adalah setelah berbuka dengan kurma atau air.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299546/original/056513500_1784263210-Screenshot_2026-07-17_111351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3113975/original/085610500_1588048685-shutterstock_1376538326.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299466/original/011004700_1784258669-000_B8YD28N.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)