Liputan6.com, Jakarta - Menghadapi orang yang membenci kita adalah tantangan menguras energi dan emosi, membutuhkan kekuatan hati dan kedamaian. Salah satu cara paling efektif untuk menguatkan diri adalah dengan memanjatkan doa menghadapi orang yang membenci kita.
Islam mengajarkan umatnya untuk merespons kebencian dengan kebaikan, bahkan mendoakan mereka yang membenci agar mendapatkan hidayah. May Ashali dalam buku Agar Disayang Allah menjelaskan para pembenci adalah salah satu risalah terkabulnya segala doa, di mana doa orang terzalimi memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (24/9/2025).
Advertisement
Bacaan Doa Menghadapi Orang yang Membenci Kita
Dalam Islam, terdapat beberapa doa dan ayat Al-Qur'an yang dapat dipanjatkan ketika menghadapi orang yang membenci atau berbuat zalim. Doa-doa ini bertujuan untuk menenangkan hati dan menghindari keinginan balas dendam, sekaligus menjadi bentuk spiritual dalam menghadapi orang yang membenci kita.
-
Doa Umum Saat Dibenci Orang
Dikutip dari buku Tuntunan Lengkap Rukun Islam & Doa: Kunci Beragama Secara Kafah oleh Syarif Hidayatullah, berikut bacaan doa ketika ada orang yang membenci kita yang bisa dipanjatkan kapan saja, terutama setelah sholat malam:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا أَيْشَ إِلَّا أَسِيُ الْآخِرَةِAlhamdulillahi ala kulli halin rabbi audzu bika min hali ahlin nari allahumma la aisya illa asiyul akhirati.
Artinya: "Segala puji bagi Allah atas segala hal. Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari keadaan penghuni neraka. Ya Allah, tidak ada kehidupan yang abadi kecuali kehidupan akhirat.”
-
Ayat-Ayat Al-Qur'an Penguat Hati
Beberapa ayat Al-Qur'an dapat dibaca setelah sholat lima waktu agar hati lebih tentram saat dibenci orang:
-
Surat Yusuf Ayat 4
اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ
Artinya: "(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”
-
Surat Ali Imran Ayat 147
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ اِلَّآ اَنْ قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْٓ اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Artinya: "Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”
-
Surat Yunus Ayat 85-86
فَقَالُوْا عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۚرَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ فَقَالُوْا عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۚرَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: "Lalu mereka berkata, “Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.”
-
Surat Yusuf Ayat 4
-
Doa Memohon Ampun untuk Pembenci
Ketika mendapatkan hinaan, Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT agar dosa-dosa orang tersebut diampuni. Ucapan Rasulullah berikut ini dapat kita contoh sebagai doa menghadapi orang yang membenci kita:
اللهم اغفر لقومي، فإنهم لا يعلمون
Arab latin: Allahummaghfir li qaumi fa innahum la ya'lamun.
Artinya: "Ya Allah ampunilah kaumku, (mereka berbuat demikian) karena mereka tidak mengetahui." (HR. Bukhari dan Muslim).
-
Doa Minta Perlindungan Allah dari Fitnah
Hinaan seringkali berupa fitnah, dan dalam situasi ini, doa menjadi perisai.
Hal ini pernah dialami Siti Maryam ibunda Nabi Isa yang difitnah kaumnya. Doa Maryam termaktub dalam surat Ali Imran ayat 173:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Arab latin: Hasbunallah wa ni'mal wakil. Ni'mal maula wa ni'man nasir.
Artinya: "Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung".
Ayat tersebut dapat menguatkan hati kita menghadapi fitnah dan meyakini bahwa Allah yang akan menolong kita.
-
Mendoakan agar Berlapang Dada
Orang lain mungkin menghina kita karena merasa iri dan dengki. Berikut ini doa untuk orang yang menghina kita karena merasa iri dan dengki, yang juga merupakan bagian dari doa menghadapi orang yang membenci kita:
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِحَاسِدِيْنَا فَإِنَّهُمْ لِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الضَّيْقِ لَا يَحْتَمِلُوْنَ رُؤْيَةَ النِّعَمِ الَّتِي عَلَيْنَا دُوْنَهُمْ، وَلَوِ اتَّسَعَتْ نُفُوْسُهُمْ لَمْ يَقَعُوْا فِي حَسَدِنَا
Arab latin: Allâḥummaghfir li hâsidînâ, fa innahum li mâ 'indahum minadl dlaiqi lâ yaḫtamilûna ru'yatan ni'amil latî 'alainâ dûnahum. Wa law ittasa'at nufûsuhum lam yaq'û fî hasadinâ.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah para pendengki kami karena mereka dalam kesempitan hatinya tidak kuat melihat nikmat-nikmat yang dianugerahkan pada kami, bukan pada mereka. Andai berhati lapang, mereka tentu takkan iri dengki kepada kami," (Imam Abdul Wahab As-Sya'rani, Tanbihul Mughtarrin, halaman 37).
Advertisement
Cara Menyikapi Hinaan dari Orang Lain Menurut Ulama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4276902/original/078279800_1672366302-furious-frustrated-young-woman-having-angry-facial-expression-being-mad-her-female-friend-who-is-looking-up-wonderingly.jpg)
Mendapat hinaan dari orang lain mungkin akan membuat hati sakit dan bersedih. Namun, hal ini tidak berarti kita harus membalasnya dengan hal serupa atau mendoakannya dengan keburukan. Dalam Islam, terdapat panduan bijak tentang bagaimana cara menyikapi hinaan, termasuk saat ada orang yang membenci kita.
Kitab Syarah Hisnul Muslim karya Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Akhmadi menjelaskan adanya hadits tentang anjuran berdoa untuk kebaikan. Rasulullah SAW pernah menjenguk seorang Muslim yang sakit parah dan mendoakannya dengan doa kebaikan di dunia dan akhirat, yang kemudian membuat orang tersebut sembuh.
- Ini menunjukkan pentingnya mendoakan kebaikan, bahkan bagi mereka yang berbuat buruk kepada kita.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah mengingatkan agar tidak mendoakan keburukan kepada orang yang menzalimi kita. Dikhawatirkan bobot doa kita melebihi batas kezaliman orang tersebut, sehingga justru kita yang berbalik berbuat zalim kepadanya.
Syekh M Nawawi Banten menjelaskan bahwa orang yang dizalimi mendoakan kebinasaan hingga terbalas setimpal, namun kelebihan doa tersebut justru akan dituntut oleh orang yang menzalimi pada hari kiamat.
- Selain itu, introspeksi diri menjadi sikap penting saat menghadapi kebencian.
Para ulama menjelaskan bahwa celaan dari orang lain dapat menjadi pelajaran yang menunjukkan kekurangan kita. Dengan berintrospeksi, kita dapat mengetahui apa yang salah pada diri dan berusaha memperbaikinya, alih-alih membalas kebencian.
- Sebagian ulama memperbolehkan mendoakan keburukan jika hinaan dilakukan oleh orang kafir yang zalim dan menginjak kemuliaan agama Islam, seperti yang dikutip dari situs Institut Agama Islam Sahid.
Namun, jika hinaan tidak sampai menginjak kemuliaan agama, lebih baik berdoa agar mereka mendapatkan ampunan dan diberikan taubat. Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul Bari Syarah Shohih Bukhari dan Syekh Badruddin Al-Aini dalam Umdatul Qori menegaskan bahwa untuk Muslim, sunnahnya adalah memintakan ampunan dan mendoakan agar bertobat.
Ujaran Kebencian dalam Perspektif Teori Kepribadian
Perilaku ujaran kebencian, yang seringkali menjadi manifestasi dari kebencian, dapat dijelaskan melalui berbagai teori kepribadian dalam psikologi.
- Individu yang melontarkan ujaran kebencian cenderung memiliki tingkat kematangan emosi yang rendah.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Afif, et al., (2021) dalam Jurnal Flourishing, di mana individu dengan kematangan emosi tinggi menunjukkan tingkat perilaku hate speech yang rendah.
Kematangan emosi merupakan keterampilan seseorang dalam mengendalikan emosi. Seseorang dengan kematangan emosi rendah cenderung belum bisa mengendalikan perilakunya dan tidak memikirkan dampak dari tindakannya.
- Selain itu, Nurnanda (2020) menjelaskan bahwa individu dengan harga diri tinggi tidak menutup kemungkinan melakukan tindakan ujaran kebencian.
Ini karena harga diri yang tinggi sering dihubungkan dengan rasa bangga, egois, narsis, dan superioritas. Ketika mereka tidak berhasil, mereka cenderung menyalahkan kegagalan dengan melimpahkan ke orang lain dalam bentuk ujaran kebencian sebagai bentuk pertahanan diri.
- Motif lain di balik ujaran kebencian adalah prasangka tertentu terhadap individu atau kelompok target.
Penelitian berjudul “Isu SARA Sebagai Sumber Konflik Pada Media Sosial” yang ditulis oleh Budi & Akbar (2020) memaparkan bahwa faktor utama penyebab tindakan ujaran kebencian adalah adanya prasangka buruk. Prasangka ini seringkali dibentuk dari lingkungan sosial dan diinternalisasikan tanpa pengecekan kebenaran, diperparah oleh anonimitas di media sosial yang memungkinkan pelaku menyebarkan kebencian tanpa identitas asli.
Wachs, et al., (2022) juga menemukan bahwa remaja yang melontarkan ujaran kebencian merupakan bentuk konformitas dari norma yang berlaku serta tekanan teman sebaya.
- Kusumasari dan Arifianto (2019) juga menyebutkan motif balas dendam atau sekadar mengikuti tren sebagai pemicu ujaran kebencian.
Saha, et al., (2019) dalam Jurnal Flourishing juga menjelaskan bahwa individu dengan daya tahan pengendalian emosi yang rendah dan lebih neurotik akan cenderung mengalami ledakan emosi saat menjadi sasaran ujaran kebencian. Saloom (2021) menambahkan bahwa korban ujaran kebencian memiliki kemungkinan untuk selanjutnya menjadi pelaku, karena merasa tidak mampu melawan pelaku sebelumnya, sehingga memilih orang lain sebagai target pelampiasan.
Advertisement
FAQ
-
Mengapa kita dianjurkan untuk mendoakan kebaikan bagi orang yang membenci kita?
Dalam Islam, mendoakan kebaikan bagi orang yang membenci kita adalah bentuk introspeksi diri dan harapan agar mereka mendapatkan hidayah. Selain itu, doa orang yang terzalimi memiliki peluang besar untuk dikabulkan, sehingga mendoakan kebaikan dapat menjadi jalan bagi perubahan positif.
-
Apakah ada doa khusus dalam Islam untuk menghadapi orang yang membenci kita?
Ya, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan, seperti doa umum yang diajarkan oleh Syarif Hidayatullah, doa memohon ampun untuk pembenci yang dicontohkan Rasulullah SAW, serta ayat-ayat Al-Qur'an seperti dari Surat Yusuf, Ali Imran, dan Yunus untuk menguatkan hati.
-
Bagaimana pandangan Islam tentang membalas kebencian dengan kebencian?
Islam menganjurkan umatnya untuk tidak membalas kebencian dengan kebencian. Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah mengingatkan agar tidak mendoakan keburukan yang melebihi batas kezaliman, karena dikhawatirkan justru kita yang berbalik menjadi zalim.
-
Apakah boleh mendoakan keburukan bagi orang yang sangat zalim?
Sebagian ulama memperbolehkan mendoakan keburukan jika hinaan atau kezaliman dilakukan oleh orang kafir yang menginjak kemuliaan agama Islam. Namun, jika tidak sampai menginjak kemuliaan agama, lebih baik berdoa agar mereka mendapatkan ampunan dan taubat.
-
Apa peran introspeksi diri saat menghadapi kebencian?
Introspeksi diri sangat penting. KH Zakky Mubarak menjelaskan bahwa celaan dari orang lain dapat menjadi cerminan kekurangan kita yang perlu diperbaiki. Dengan berintrospeksi, kita dapat mengambil pelajaran dan memperbaiki diri.
-
Bagaimana psikologi menjelaskan perilaku ujaran kebencian?
Dari perspektif psikologi, ujaran kebencian dapat disebabkan oleh kematangan emosi yang rendah, harga diri yang tinggi namun rapuh, prasangka, motif balas dendam, atau bahkan sekadar mengikuti tren. Ini juga bisa menjadi mekanisme pertahanan diri seperti pelampiasan emosi.
-
Apa itu displacement dalam konteks ujaran kebencian menurut Freud?
Displacement adalah mekanisme pertahanan diri di mana seseorang mengalihkan perasaan tidak senang atau emosi negatif dari objek aslinya ke objek lain yang dianggap lebih aman atau lebih lemah. Dalam ujaran kebencian, ini bisa berarti melampiaskan kemarahan atau kecemasan kepada individu atau kelompok lain.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4171441/original/089932800_1664181536-doa-buat-orang-sakit-yang-mustajab-berikut-lafadz-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261727/original/037682800_1781755838-063_2282102375.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361929/original/059220800_1782237469-000_B8324TW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262482/original/047548300_1781803743-Croatia_s_Ivan_Perisic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361794/original/064983200_1782237341-000_B8324T4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258737/original/031550300_1781406712-063_2281462946.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258053/original/067867800_1781307185-cyle_larin_gol_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8319326/original/066926200_1782187594-portugal.jpg)