Liputan6.com, Jakarta - Malam Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam, seringkali menjadi waktu yang dipilih untuk memperbanyak ibadah dan doa. Salah satu amalan yang populer di Indonesia adalah pembacaan doa tahlil malam Jumat.
Tradisi ini menjadi sarana untuk mengingat dan mendoakan kerabat yang telah meninggal dunia. Amalan ini juga memperkuat tali silaturahmi antar sesama Muslim.
Mengutip dari buku Memahami Ahlus Sunnah wal Jama'ah oleh Zaedun Na'im, dkk, tradisi doa tahlil malam Jumat ini mulanya dilakukan untuk menyebarkan Islam dan masih lestari hingga sekarang.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (19/9/2025).
Rangkaian dan Bacaan Lengkap Doa Tahlil Malam Jumat
Rangkaian doa tahlil malam Jumat umumnya dimulai dengan pembacaan Surah Yasin secara lengkap. Setelah itu, dilanjutkan dengan susunan bacaan tahlil yang telah disusun oleh para ulama. Susunan ini mencakup berbagai ayat Al-Qur'an pilihan dan zikir, diharapkan dapat memberikan keberkahan dan pahala yang berlimpah.
Berikut adalah urutan bacaan tahlil yang biasa diamalkan dalam tradisi Islam di Indonesia:
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca Surah Al-Ikhlas 3 Kali
- Membaca Surah Al-Falaq
- Membaca Surah An-Nas
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca Surah Al-Baqarah Ayat 1-5
- Membaca Surah Al-Baqarah Ayat 163
- Membaca Surah Al-Baqarah Ayat 255 (Ayat Kursi)
- Membaca Surah Al-Baqarah Ayat 284-286
- Membaca Kalimat Istighfar 3 Kali
- Membaca Kalimat Tahlil 100 Kali (لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ)
- Membaca Dua Kalimat Syahadat
- Membaca Sholawat Nabi 3 Kali
- Membaca Kalimat Tasbih
- Membaca Sholawat Nabi 3 Kali
- Doa Tahlil
Untuk bacaan lengkap ayat-ayat Al-Qur'an dan doa tahlil yang disebutkan di atas, berikut adalah detailnya:
Surah Al-Baqarah Ayat 1-5
Arab: الۤمّۤ ۚ - 1 ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ - 2 الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ - 3 وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ - 4 اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ - 5
Latin: Alif lām mīm. Żālikal-kitābu lā raiba fīh(i), hudal lil-muttaqīn(a). Al-lażīna yu'minūna bil-gaibi wa yuqīmūnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn(a). Wal-lażīna yu'minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablik(a), wabil-ākhirati hum yūqinūn(a). Ulā'ika 'alā hudam mir rabbihim wa ulā'ika humul-mufliḥūn(a).
Artinya: "Alif Lām Mīm. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman pada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Surah Al-Baqarah Ayat 163
Arab: وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ - 163
Latin: Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid(un), lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm(u).
Artinya: "Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Surah Al-Baqarah Ayat 255 (Ayat Kursi)
Arab: اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَاْ خُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَّهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَينَ اَيْدِيْهِمِ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحْيِطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ اِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ، وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمُا، وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ
Latin: Allaahu laa ‘ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw-wa laa nauum. Lahuu ma fissamawati wama fil-’ardhi man dzal-ladzii yasy-fa’u ‘indahu ‘illaa bi-’idz-nihi ya ‘lamu maa bayna ‘aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bi-syai-’in min ‘ilmihi villa bimaa syaa’. Wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-’ardha wa laa ya-’uuduhuu hifzuhuma wa huwal-’aliyyul-’azhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), kecuali Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka pun tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Surah Al-Baqarah Ayat 284-286
Arab: لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ - 284 اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ - 285 لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ -286
Latin: Lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa in tubdū mā fī anfusikum au tukhfūhu yuḥāsibkum bihillāh(u), fayagfiru limay yasyā'u wa yu'ażżibu may yasyā'(u), wallāhu 'alā kulli syai'in qadīr(un). Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu'minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami'nā wa aṭa'nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u). Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasīnā au akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣran kamā ḥamaltahū 'alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa'fu 'annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal qaumil-kāfirīn(a).
Artinya: "Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali." Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir."
Doa Tahlil
Arab: أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدَا الشَّاكِرِينَ حَمْدَ النَّاعِمِينَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِحَلالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللهُمَّ صَلّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّلهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةٌ وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةٌ وَبَرَكَةٌ شَامِلَةٌ وَصَدَقَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ نُقَدِّمُ ذَلِكَ وَنُهْدِيهِ إِلَى حَضَرَاتِ حَبِينَا وَشَفِيعِنَا وَقُرَّة أَعْيُنِنَا سَيِّدنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ وَإِلَى جَمِيعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْعَامِلِينَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ وَالْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَة الْمُقَرَّبِينَ ثُمَّ إِلَى جَمِيعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المسلمينَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِينَ والْمُؤْمِنَات مِنْ مَشارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرْهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا إِلَى أَبَاتِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هُهُنَا بِسَبَبِهِ وَلأَجْلِهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيْنَا وميتنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغَيْرنَا وَكَبِيْرنَا وَذَكَرنَا وَأَنْتَانَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيْمَانِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةٌ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا أَحْرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُل خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي كُل خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ . اَلْفَاتِحَةُ
Latin: A'uudzubillaahiminasyaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin. Hamdan syaakriin, hamdan naa'imiin. Hamdan yuwaafii ni'amahu wayukaafi`u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa 'azhiimi sulthaanik. Allaahumma shalli wa sallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'ala aali sayyidinaa Muhammad. Allaahumma taqobbal wa aushil tsawaba maa qoro'naahu minal qur'aanil 'azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa 'alaa sayyidinaa muhammadin shollalloohu 'alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafii'inaa wa qurroti a'yuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shollallaahu 'alaihi wa sallam, wa ilaa jamii'i ikhwaanihii minal anbiyaa'i walmursaliina wal auliyaa'i wasy-syuhadaa'i wash-shoolihiina wash shohaabati wattaabi'iina wal 'ulamaa'il 'aalimiina wal mushonnifiinal mukhlishiina wa jamii'il mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil'aalamiin, wa malaa'ikatil muqorrobiin. tsumma ilaa jamii'i ahil qubuur minal muslimiina walmuslimaati walmu`miniina walmu`minaati min masyaariqil ardhi wamaghaaribihaa barrihaa wa bahrihaa, khushushan abaa`naa wa`ummahaatinaa wa`ajdaadanaa wajaddaatinaa wanakhushu khushushan manijtama'naa hahunaa bisababihi wali ajlihi. Allaahummagh firlahum warhamhum wa'aafihim wa'fu 'anhum. Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaa ibinaa washaghiirinaa wakabiirinaa wadzakarinaa wauntsaanaa Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa-'ahyihi 'alal islaam, waman tawafaitahu minnaa fatawaffahu 'alal iimaan. Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa 'ishmatu amrinaa, wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fiihaa ma'aasyunaa, wa ashlih lanaa akhiratanaal latii ilaihaa ma'aadunã, waj-'alil hayaata ziyaadatan lanaa fii kulli khairin, waj-'alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin. Rabbanaa aatinaa fiddun- yaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa 'adzaaban naar. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi washohbihi wasallam. Subhaanaka rabbika rabbil 'izzati 'ammaa yashifuun. Wasalaamun 'alal mursaliin, walhamdu lillaahir rabbil 'aalamiin. Alfaatihah.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah. Tuhan semesta alam. Sebagaimana orang-orang yang bersyukur, dan orang-orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan puji yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana apa yang patut bagi keluhuran Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, berilah rahmat dan keselamatan atas penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur'an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan sholawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh sahabat baginda dalam kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada, orang soleh, para sahabat, para tabi'in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah. Kemudian juga kepada seluruh ahli kubur dari kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat dari belahan bumi sebelah timur dan barat, baik yang di daratan maupun yang di lautan, khususnya, kepada bapak dan ibu kami, kakek dan nenek kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami semua dapat berkumpul di sini dan untuk keperluannya. Ya Allah, ampuni dan rahmatilah mereka, selamatkanlah dan maafkanlah kesalahan mereka. Ya Allah, ampunilah yang hidup di antara kami dan yang telah wafat, yang hadir (di tempat ini) dan yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, laki- laki maupun perempuan. Ya Allah, siapa yang hidup di antara kami, maka hidupkanlah ia dalam keislaman dan yang wafat, wafatkanlah dalam keadaan iman. Ya Allah, luruskanlah kehidupan beragama kami, karena itulah pegangan kami dalam segala persoalan, sejahterakanlah dunia kami, karena di sanalah kehidupan kami (serta sarana pengabdian kami). Bahagiakanlah kehidupan akhirat kami karena ke sanalah tempat kami kembali. Jadikanlah kehidupan (kami) bersinambung di dalamnya segala macam kebajikan, dan kematian kami (kelak setelah usia yang panjang) akhir dari segala petaka. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. Semoga rahmat dan kesejahteraan selalu tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, para keluarga, dan sahabat beliau. Maha Suci Tuhanku, Tuhan yang bersih dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Dan kesejahteraan semoga senantiasa dilimpahkan kepada para utusan Allah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Advertisement
Sejarah Tradisi Doa Tahlil Malam Jumat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1620133/original/073689600_1497118530-Tahlilan-Jupe2.jpg)
Tahlil secara etimologi berasal dari kata bahasa Arab "hallala-yuhallilu-tahlilan" yang berarti membaca kalimat "la ilaha illa Allah".
Di Indonesia, tahlilan kemudian berkembang menjadi sebuah tradisi yang mengakar kuat di kalangan masyarakat Muslim, khususnya bagi masyarakat Nahdhiyyin, dilansir dari uin-malang.ac.id oleh Dr. HM. Zainuddin, MA.
Tradisi ini seringkali dilakukan secara rutin setiap malam Jumat atau pada momen-momen khusus, seperti untuk mendoakan keluarga yang sudah wafat. Kegiatan ini juga menjadi ajang berkumpulnya umat Islam untuk bersama-sama melantunkan zikir dan doa.
Secara historis, tradisi tahlilan bernuansa "islamisasi" yang dilakukan oleh para ulama atau kiai di masa lalu. Pada awalnya, masyarakat yang masih menganut kepercayaan sinkretis sering berkumpul pada malam-malam tertentu setelah ada kematian.
Para ulama kemudian mengarahkan kegiatan tersebut menjadi pembacaan doa dan kalimat-kalimat thayyibah, bertujuan mengubah tradisi munkarat menjadi hasanat. Mereka membuat panduan bacaan Yasin, tahlil, talqin, dan doa-doa yang banyak beredar di masyarakat saat ini.
Keutamaan Membaca Yasin dan Doa Tahlil di Malam Jumat
Malam Jumat dianggap sebagai waktu yang penuh berkah dan memiliki keutamaan tersendiri untuk beribadah dan berdoa. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca Surah Yasin.
Mengutip hadits riwayat Asbahaani, "Barangsiapa membaca Yasin di hari dan malam Jumat dengan mengharap rida Allah, diampuni dosanya." Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk mendoakan sesamanya yang sudah meninggal dunia.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, yang menjelaskan Nabi SAW mengajarkan berziarah ke kubur untuk mengucapkan salam dan memohon afiyah. Landasan mendoakan orang yang sudah meninggal juga dijelaskan dalam Al-Qur'an, Surah Al Hasyr ayat 10.
Malam Jumat disebut memiliki posisi yang istimewa serta mulia di antara malam lainnya, menjadikannya waktu yang mustajab untuk berdoa. Mengutip buku Doa-doa Khusus Wanita karya Amirulloh Syarbini, Rasulullah SAW bersabda kepada Ali bin Abi Thalib RA, "Sesungguhnya pada malam Jumat terdapat saat berdoa yang mustajab."
Advertisement
Manfaat dan Hikmah Tradisi Tahlilan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5324113/original/008982800_1755841116-y.jpg)
Tradisi tahlilan bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga mengandung banyak manfaat sosiologis dan psikologis yang mendalam bagi umat Muslim. Amalan ini melatih pembaca untuk senantiasa mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah, seperti tahlil, tasbih, dan istighfar.
Melansir dari uin-malang.ac.id dalam "TAHLILAN DALAM PERSPEKTIF (Historis, Sosiologis, Psikologi...)" oleh Dr. HM. Zainuddin, MA, tahlilan membiasakan diri membaca kalimah thayyibah. Bahkan, jika seseorang meninggal dunia dengan mengucapkan kalimat tahlil, ia dijamin masuk surga, menunjukkan pentingnya pembiasaan ini.
Selain itu, tradisi tahlilan juga memelihara dan menjalin hubungan silaturahmi, menyambung kekerabatan, dan persaudaraan antarumat Islam (ukhuwwah Islamiyyah). Nabi SAW menegaskan pentingnya silaturahmi, yang dapat memanjangkan umur dan melapangkan rezeki.
Tahlilan juga merupakan bentuk berbakti kepada orang tua, kerabat, dan sesama saudara, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Doa anak saleh yang mendoakan orang tuanya adalah salah satu amal yang tidak terputus setelah kematian, dan tahlilan menjadi salah satu wujud bakti tersebut.
Tradisi ini juga mendorong sedekah dan mencari ridha Allah SWT semata, yang menjadi investasi di akhirat kelak.
Tradisi Yasinan Tahlilan sebagai Pelestarian Kearifan Lokal
Tradisi yasinan tahlilan merupakan bagian integral dari kearifan lokal yang telah lestari di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya yang mengakomodasi nilai-nilai Islam dengan tradisi setempat.
Mengutip jurnal "TRADISI RELIGI DALAM RITUAL YASINAN-TAHLILAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKAMULIA KOTA PONTIANAK" oleh Supriadi, Amrazi Zakso, dan Edwin Mirzachaerulsyah, yasinan adalah bentuk ijtihad ulama untuk mensyiarkan Islam. Ini mengajak masyarakat mendekatkan diri pada ajaran Islam melalui cinta membaca Al-Qur'an, khususnya Surah Yasin.
Tradisi ini juga berperan penting dalam menyambung budaya kekerabatan (silaturahmi) dan kerukunan antarwarga. Pelaksanaannya secara bergiliran di rumah warga mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan.
Meskipun diterjang arus modernisasi dan globalisasi, para tokoh masyarakat berharap tradisi religi yasinan tahlilan ini terus dilestarikan oleh generasi muda. Hal ini sejalan dengan pendapat Rahyono (2009) dalam bukunya Kearifan Budaya dalam Kata, bahwa kearifan lokal merupakan pengetahuan yang digunakan masyarakat untuk bertahan hidup secara turun-temurun dan menopang nilai-nilai luhur bangsa.
Advertisement
FAQ Doa Tahlil Malam Jumat
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum seputar doa tahlil malam Jumat yang sering diajukan:
-
Apa itu doa tahlil malam Jumat?
Doa tahlil malam Jumat adalah rangkaian bacaan zikir, ayat-ayat Al-Qur'an, dan doa yang umumnya diamalkan oleh umat Muslim, khususnya di Indonesia, pada malam Jumat untuk mendoakan kerabat yang telah meninggal dunia serta memohon keberkahan dari Allah SWT.
-
Mengapa malam Jumat dipilih untuk tahlilan?
Malam Jumat dianggap memiliki keutamaan dan keberkahan tersendiri dalam Islam, menjadikannya waktu yang mustajab untuk berdoa dan beribadah. Banyak hadits yang menganjurkan memperbanyak amalan baik pada hari dan malam Jumat.
-
Apakah ada keutamaan membaca Surah Yasin pada malam Jumat?
Ya, terdapat hadits yang menyebutkan bahwa barangsiapa membaca Surah Yasin di hari atau malam Jumat dengan mengharap ridha Allah, maka dosanya akan diampuni. Oleh karena itu, Surah Yasin sering menjadi bagian integral dari rangkaian tahlilan malam Jumat.
-
Apa saja bacaan utama dalam doa tahlil malam Jumat?
Bacaan utama dalam doa tahlil malam Jumat meliputi Surah Al-Fatihah, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, beberapa ayat dari Surah Al-Baqarah (termasuk Ayat Kursi), kalimat istighfar, kalimat tahlil (La ilaha illa Allah), sholawat Nabi, tasbih, dan diakhiri dengan doa tahlil yang panjang.
-
Apa hikmah dari tradisi tahlilan?
Hikmah tahlilan antara lain melatih membaca kalimat thayyibah, mempererat tali silaturahmi antarumat Muslim, sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan kerabat yang telah meninggal, mendorong amalan sedekah, serta mencari ridha Allah SWT.
-
Apakah tahlilan termasuk kearifan lokal?
Ya, di Indonesia, tradisi tahlilan telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya setempat. Ini merupakan bentuk "islamisasi" yang dilakukan ulama terdahulu untuk mengubah tradisi pra-Islam menjadi amalan yang bernilai ibadah.
-
Apakah doa tahlil hanya untuk orang yang sudah meninggal?
Meskipun sering dikaitkan dengan mendoakan orang yang sudah meninggal, doa tahlil juga mengandung permohonan ampunan dan keberkahan bagi yang hidup, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan individu yang mengamalkannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4180411/original/060175900_1664875089-5_AP22276475737063.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)