Kumpulan Doa Ingin Punya Anak dari Al-Qur'an dan Hadits, Lengkap Arab, Latin, Arti

Mendambakan buah hati? Temukan kumpulan doa ingin punya anak dari Al-Qur'an dan Hadits, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya. Pelajari pentingnya doa dalam ikhtiar mendapatkan keturunan yang saleh.

Diterbitkan 18 September 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mendapatkan keturunan adalah dambaan banyak pasangan yang telah menikah. Selain berbagai ikhtiar medis dan fisik, memanjatkan doa ingin punya anak merupakan salah satu bentuk usaha spiritual yang sangat dianjurkan dalam Islam. 

Mengutip dari Kitab Munajatul Nisa: Doa-Doa Mustajab Khusus Wanita karya Puspa Swara, doa-doa mustajab khusus wanita dapat diamalkan setiap pasangan Muslim yang mendambakan keturunan.

Allah SWT sendiri memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa, sebagaimana firman-Nya dalam surat Ghafir ayat 60.

"Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (Qs. Ghafir: 60). 

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (17/9/2025).

Kumpulan Doa Ingin Punya Anak dari Al-Qur'an

Berikut adalah beberapa doa ingin punya anak yang bersumber dari ayat-ayat suci Al-Qur'an, yang pernah dipanjatkan oleh para Nabi dan orang-orang saleh terdahulu. Doa-doa ini dapat menjadi panduan bagi pasangan yang mengharapkan keturunan.

Doa Nabi Zakaria (QS. Ali Imran: 38)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS saat beliau memohon keturunan yang baik kepada Allah SWT. Doa ini menunjukkan kesabaran dan keyakinan Nabi Zakaria meskipun usianya sudah lanjut.

"رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ"

Arab-latin: "Rabbi habli milladunka dzurriyyatan ṭayyibah, innaka sami’ud-du’a’."

Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”

Dalam Al-Qur'an, disebutkan bahwa doa tersebut adalah doa Nabi Zakariya yang mendambakan seorang anak. Ia pun memohon kepada Allah agar dirinya mendapatkan keturunan yang baik. Allah kemudian meridhai keinginan Nabi Zakariya dengan hadirnya Nabi Yahya dalam rahim istrinya, seperti dijelaskan dalam Buku Lengkap Fiqih Kehamilan & Melahirkan karya Rizem Aizid.

Doa Orang-orang Saleh (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini sering dipanjatkan oleh orang-orang saleh terdahulu untuk memohon keturunan yang menjadi penyejuk hati. Doa ini tidak hanya meminta anak, tetapi juga anak yang bisa membawa kebahagiaan dan menjadi teladan.

"رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا"

Arab-latin: "Rabbana hab lana min azwājina wa żurriyyatina qurrata a’yuniw waj’alna lil-muttaqīna imama."

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Dinukil dari buku Panduan Kehamilan dan Kelahiran Bagi Muslimah susunan Nur Hayati, ayat ini adalah salah satu yang bisa dibaca untuk memohon keturunan yang baik.

Doa Nabi Ibrahim (QS. As-Saffat: 100)

Nabi Ibrahim AS memanjatkan doa ini saat beliau sangat mendambakan keturunan. Meskipun penantiannya panjang, beliau tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah.

"رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ"

Arab-latin: "Rabbi habli minash-shalihin."

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh.”

Disebutkan dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya karya Aulia Fadli, Nabi Ibrahim selalu membaca doa ini hingga Allah mengabulkan permohonannya dengan kelahiran Nabi Ismail.

Doa Nabi Zakaria (QS. Al-Anbiya: 89)

Doa ini juga dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS ketika beliau memohon keturunan di usia senja. Ini menunjukkan bahwa tidak ada batasan usia bagi Allah untuk mengabulkan doa.

"رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ"

Arab-latin: "Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul-wāriṡīn."

Artinya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik.”

Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya dan menyembuhkan istrinya yang sebelumnya tidak dapat hamil, kemudian Nabi Yahya pun dilahirkan ke dunia atas kuasa Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Buku Lengkap Fiqih Kehamilan & Melahirkan karya Rizem Aizid.

Doa Nabi Ibrahim untuk Keturunan yang Taat

Nabi Ibrahim AS tidak hanya memohon keturunan, tetapi juga berdoa agar keturunannya menjadi orang-orang yang taat dan mendirikan shalat. Doa ini menunjukkan pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak sejak dini. Beliau memohon agar anak cucunya dijauhkan dari kemusyrikan dan senantiasa menjaga shalat.

Doa tersebut tercantum dalam QS. Ibrahim ayat 35 dan 40. Nabi Ibrahim yang merasa iba kemudian menengadahkan tangan dan berdoa sebagaimana dalam surat Ibrahim ayat 35 dan 40 setelah diperintahkan meninggalkan keluarganya di pegunungan yang kering.

Ini adalah contoh teladan dalam memohon keberkahan dan ketaatan bagi generasi penerus.

"رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ"

"رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَائِي"

Arab-latin: "...Rabbij'al hāżal-balada āminaw wajnubnī wa baniyya an na'budal-aṣnām. Rabbij'alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du'ā."

Artinya: "...Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."

Doa Memohon Anak Saleh dari Para Ulama

Selain doa-doa yang bersumber langsung dari Al-Qur'an, terdapat juga doa-doa yang diajarkan oleh para guru dan ulama untuk memohon keturunan yang baik.

Doa ini mencakup permohonan keberkahan, perlindungan, dan kebaikan bagi anak-anak. Doa ini melengkapi ikhtiar spiritual dalam mendidik anak.

Doa ini merupakan bentuk permohonan agar anak-anak yang dianugerahkan senantiasa dalam lindungan Allah dan menjadi penyejuk hati orang tua. Ini juga mencerminkan harapan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berbakti dan membawa kebaikan.

"اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ"

Arab-latin: "Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum."

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Engkau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”

Adab Berdoa untuk Mendapatkan Keturunan

Agar doa ingin punya anak lebih mustajab, ada beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan saat berdoa. Adab ini mencakup kesungguhan hati, keyakinan penuh, dan pemilihan waktu yang tepat. Memperhatikan adab ini dapat meningkatkan kekhusyukan dan harapan terkabulnya doa.

  • Ikhlas dan Yakin: Berdoalah dengan hati yang ikhlas dan penuh keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa untuk mengabulkan setiap permohonan. Keyakinan adalah kunci utama dalam berdoa.
  • Memuji Allah dan Bershalawat: Awali doa dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah bentuk penghormatan dan pengagungan kepada Sang Pencipta.
  • Memilih Waktu Mustajab: Berdoa pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, saat sujud dalam shalat, atau pada hari Jumat. Waktu-waktu ini diyakini memiliki keutamaan tersendiri.
  • Bersabar dan Istiqamah: Teruslah berdoa dengan sabar dan istiqamah, tidak berputus asa meskipun belum terlihat hasilnya. Kesabaran adalah bagian dari iman.
  • Diiringi Ikhtiar: Doa harus selalu diiringi dengan ikhtiar atau usaha nyata, baik secara medis maupun menjaga kesehatan. Bacaan doa yang dilakukan secara rutin akan membuat kondisi ibu hamil dan juga janinnya lebih tenang dan rileks sebab ayat-ayat Al-Qur'an adalah sebaik-baik obat dan penenang, seperti dijelaskan dalam Buku Lengkap Fiqih Kehamilan & Melahirkan karya Rizem Aizid.

Pahami Doa Ingin Punya Anak

Doa ingin punya anak adalah permohonan tulus seorang hamba kepada Allah SWT untuk dianugerahi keturunan.

Permohonan ini mencakup harapan untuk mendapatkan anak yang saleh dan salehah, yang akan menjadi penyejuk hati bagi orang tua dan penerus kebaikan di dunia. Doa ini merupakan bagian integral dari ikhtiar spiritual dalam upaya memiliki buah hati.

Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?" (QS An Nahl: 72).

Menurut Tafsir Imam Al Qurthubi, ayat di atas menyebut bahwa keturunan yang dikaruniai Allah SWT pada setiap pasangan suami istri merupakan tanda kebesaran Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa memiliki anak adalah karunia dari Allah yang patut disyukuri.

FAQ

1. Apa itu doa ingin punya anak?

Doa ingin punya anak adalah permohonan tulus kepada Allah SWT agar dianugerahi keturunan yang saleh dan membawa kebaikan.

2. Adakah doa dari Al-Qur’an untuk memohon anak?

Ya, beberapa doa berasal dari Al-Qur’an, seperti doa Nabi Zakaria, Nabi Ibrahim, dan doa orang-orang saleh dalam QS. Al-Furqan: 74.

3. Apa doa Nabi Zakaria untuk memohon keturunan?

“Rabbi habli milladunka dzurriyyatan ṭayyibah, innaka sami’ud-du’a’” (QS. Ali Imran: 38), artinya memohon anak yang baik dari sisi Allah.

4. Apakah ada doa untuk anak yang saleh dan penyejuk hati?

Ya, QS. Al-Furqan: 74 memuat doa agar keturunan menjadi penyejuk hati dan teladan bagi orang bertakwa.

5. Bagaimana adab berdoa agar cepat dikabulkan?

Ikhlas, yakin, memuji Allah, bershalawat, memilih waktu mustajab, bersabar, dan diiringi ikhtiar nyata.

6. Apakah ulama juga memiliki doa khusus untuk anak?

Ada, misalnya doa: “Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ...” yang berisi permohonan keberkahan dan perlindungan bagi anak.

7. Apakah doa saja cukup untuk mendapatkan anak?

Doa perlu diiringi ikhtiar, seperti menjaga kesehatan dan melakukan usaha medis, karena doa dan usaha berjalan beriringan.