Doa Hari Ibu 22 Desember Teks Arab, Latin, dan Artinya: Pahami Keutamaannya

Rayakan Hari Ibu dengan memanjatkan doa Hari Ibu yang tulus. Pahami berbagai bacaan doa, keutamaan berbakti, serta peran ibu dalam Islam dan kehidupan modern.

Diterbitkan 09 September 2025, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Ibu, yang di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember, merupakan momen istimewa untuk merayakan kebaikan dan cinta seorang ibu. 

Tak melulu dengan memberikannya hadiah mahal, memanjatkan doa Hari Ibu juga menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna untuk merayakan momen spesial ini. Doa untuk ibu biasanya berisi permohonan yang baik dan positif untuk kehidupan ibu.

Dalam Islam, dianjurkan untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT sebagai bentuk berbakti kepada orang tua.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (9/9/2025).

Bacaan Doa Hari Ibu: Arab, Latin, dan Artinya

Tidak ada satu pun doa khusus yang secara spesifik disebut sebagai "doa Hari Ibu" dalam ajaran Islam. Namun, terdapat berbagai doa yang dapat dipanjatkan untuk kebaikan dan keberkahan ibu, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Doa-doa ini merupakan bentuk bakti dan rasa syukur seorang anak kepada ibunya.

Berikut adalah beberapa bacaan doa yang relevan untuk ibu:

Doa untuk Ibu Sehari-hari

Doa ini merupakan permohonan ampunan dan kasih sayang kepada Allah SWT untuk kedua orang tua.

رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa.

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku serta kedua orang tuaku dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu kecil."

Doa agar Ibu Disayangi Allah

Doa ini memohon agar Allah SWT senantiasa mengasihi kedua orang tua yang telah mendidik anaknya. Doa ini diambil dari firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 24.

رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

Rabbir hamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiraa.

Artinya: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS. Al-Isra : 24)

Doa untuk Ibu dan Seluruh Perempuan Islam

Doa ini mencakup permohonan ampunan tidak hanya untuk orang tua, tetapi juga untuk seluruh kaum mukminin dan muslimat. Doa ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya'i Ulūmiddīn.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

Rabbighfir lī wa li wālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīran, waghfir lil mu'minīna wal mu'mināti, wal muslimīna wal muslimāt al-ahyā'I minhum wal amwāti.

Artinya: "Tuhanku, ampunilah dan kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasuhku ketika kecil. Ampunilah orang beriman dan orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, yang masih hidup dan yang sudah wafat." (Imam Al-Ghazali, Ihya'i Ulūmiddīn, halaman 578).

Doa Memohon Ampunan untuk Keluarga dan Saudara Seiman

Doa ini merupakan permohonan keselamatan dan ampunan bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat yang beriman. Doa ini mencakup permohonan yang luas untuk kebaikan bersama.

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، َاْلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro, waliljamii'il muslimiina walmuslimaati, walmu'miniina wal mu'minaati Al ahyaa'i minhum wal amwaati, wataabi' bainanaa wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa annta khoirur roohimiin, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil adhiimi.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah di antara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu."

Keutamaan Berbakti dan Mendoakan Ibu dalam Islam

Berbakti kepada orang tua, khususnya ibu, merupakan salah satu amalan yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Keutamaan ini tidak hanya berlaku saat ibu masih hidup, tetapi juga setelah beliau wafat, di mana doa anak saleh menjadi salah satu amal jariyah yang tidak terputus.

Pentingnya Berbakti kepada Ibu

Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya berbakti kepada ibu. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, ketika seorang laki-laki bertanya siapa yang paling berhak ia bakti, Rasulullah SAW menjawab "Ibumu" sebanyak tiga kali sebelum menyebut ayah.

Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan seorang ibu dalam Islam. Menurut jurnal ESENSIA, hadis tersebut mengisyaratkan jika kasih sayang dan kebaktian kepada orang tua dibagi empat, maka tiga perempat untuk ibu dan hanya seperempat untuk bapak.

Surga Berada di Bawah Telapak Kaki Ibu

Ungkapan "Surga di bawah telapak kaki ibu" bukanlah sekadar kiasan, melainkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah. Hadis ini menegaskan bahwa berbakti dan merawat ibu adalah jalan menuju surga. Mu'awiyah ibnu Jahimah As-Sulami pernah datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang jihad, namun Nabi SAW memerintahkannya untuk merawat ibunya karena surga ada di bawah telapak kakinya.

Doa Anak Saleh sebagai Amal Jariyah

Salah satu amal yang tidak terputus pahalanya setelah seseorang meninggal dunia adalah doa dari anak yang saleh. Ini menunjukkan betapa pentingnya mendidik anak agar menjadi pribadi yang senantiasa mendoakan orang tuanya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim, amal manusia terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.

Ridha Allah Bergantung Ridha Orang Tua

Ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha orang tua. Ini berarti, untuk mendapatkan keridhaan Allah, seorang anak harus berusaha keras untuk mendapatkan keridhaan dari kedua orang tuanya. Hadis riwayat Tirmidzi menyebutkan, "Ridha Allah terdapat pada ridha orang tua, dan murka Allah juga terdapat pada murkanya orang tua."

Larangan Durhaka kepada Ibu

Durhaka kepada ibu termasuk dalam dosa besar yang diharamkan oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya perbuatan durhaka kepada orang tua dalam pandangan Islam. Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin Juz 1 mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa Allah mengharamkan durhaka kepada ibu.

Peran Ibu dalam Al-Qur'an dan Hadis

Al-Qur'an dan Hadis banyak menyinggung peran ibu yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia. Peran ini tidak hanya terbatas pada aspek biologis, tetapi juga mencakup dimensi spiritual, emosional, dan pendidikan.

Masa Kehamilan dan Kelahiran Anak

Al-Qur'an secara eksplisit menggambarkan perjuangan seorang ibu selama masa kehamilan dan melahirkan. Proses ini penuh dengan kelemahan dan kesusahan yang bertambah seiring waktu. Jurnal ESENSIA menjelaskan bahwa Al-Qur'an menggambarkan kondisi fisik ibu saat hamil dengan perumpamaan "Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah" (QS. Luqman 31:14) dan melahirkannya dengan susah payah (QS. Al-Ahqaf 46:15).

Masa Penyusuan Anak

Setelah melahirkan, peran ibu berlanjut pada masa menyusui. Al-Qur'an menganjurkan para ibu untuk menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Dalam QS. Al-Baqarah 2:233 disebutkan, "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan." Meskipun ada pengecualian, peran ini sangat vital karena ASI adalah makanan paling ideal untuk bayi.

Pengasuhan dan Pendidikan Ibu terhadap Anak

Ibu memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter, akhlak, dan moral anak-anak. Ibu bagaikan "lembaga pendidikan" yang mempersiapkan generasi yang berkualitas. Dikutip dari buku Role Juggling: Perempuan Sebagai Muslimah, Ibu, dan Istri oleh Andi Sri, perempuan dimuliakan dengan dijanjikan surga atas ketakwaannya. Dalam Al-Qur'an surah Lukman ayat 14, setiap anak diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang tuanya, terutama ibu.

Perbedaan Aksentuasi Makna Istilah Ibu dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an menggunakan beberapa istilah untuk merujuk pada ibu, seperti al-umm, al-walidah, walidain, dan abawain, masing-masing dengan aksentuasi makna yang berbeda. Jurnal ESENSIA mengulas perbedaan ini, di mana al-umm dikaitkan dengan kehamilan, kelahiran, dan pemeliharaan, sementara al-walidah lebih pada aspek biologis. Istilah walidain sering dalam konteks penghormatan, sedangkan abawain dalam masalah waris atau peran bapak.

Ibu dalam Kehidupan Modern

Peran ibu di Indonesia, seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan ekonomi, telah mengalami pergeseran. Banyak ibu yang kini tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif di sektor publik, menciptakan konsep peran ganda.

Peran Ganda dan Tantangan Ibu Modern

Tingginya kebutuhan hidup seringkali mendorong ibu untuk turut berkontribusi dalam mencari nafkah, di samping tanggung jawab utamanya dalam mengurus rumah tangga dan mengasuh anak.

Menurut Mansour Fakih, sebagaimana dikutip dalam jurnal ESENSIA, sebagian besar pekerjaan domestik dilakukan oleh perempuan, yang kemudian menimbulkan beban peran ganda atau double-burden bagi ibu yang juga bekerja di luar rumah.

Keseimbangan Peran dan Fleksibilitas

Meskipun ada kekhawatiran bahwa aktivitas di luar rumah dapat mengurangi perhatian ibu terhadap keluarga, konsep idealnya adalah ibu tetap mengutamakan kepentingan rumah tangga.

Jurnal ESENSIA menekankan pentingnya mengubah pandangan dikotomis antara ruang domestik dan publik menjadi pandangan yang lebih fleksibel, di mana suami dan istri saling bersinergi dan bekerja sama demi keutuhan rumah tangga. Hal ini memungkinkan perempuan untuk memiliki banyak peran selama ada komitmen dan keadilan dalam pembagian tanggung jawab.

FAQ

1. Kapan Hari Ibu diperingati di Indonesia?

Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember.

2. Apakah ada doa khusus untuk Hari Ibu dalam Islam?

Tidak ada doa khusus, tetapi doa kebaikan untuk orang tua dianjurkan.

3. Apa doa sederhana untuk ibu sehari-hari?

"Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa."

4. Mengapa mendoakan ibu penting dalam Islam?

Karena doa anak saleh termasuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

5. Bagaimana kedudukan ibu menurut hadis Rasulullah SAW?

Rasulullah menyebut "Ibumu" tiga kali sebelum "Ayahmu" saat ditanya tentang siapa yang paling berhak mendapat bakti.

6. Apa makna ungkapan “Surga di bawah telapak kaki ibu”?

Itu hadis yang menegaskan bahwa ridha dan baktinya seorang anak kepada ibu menjadi jalan menuju surga.

7. Apakah doa untuk ibu yang sudah wafat tetap bermanfaat?

Ya, doa anak saleh sangat bermanfaat dan menjadi amal yang tidak terputus bagi orang tua.