Doa Pribadi Saat Umroh Lengkap Teks Arab, Latin, dan Terjemahnya

Manfaatkan setiap momen di Tanah Suci untuk memperkuat ikatan batin. Pelajari pentingnya doa pribadi saat Umroh untuk mencurahkan isi hati dan memohon hajat.

Diterbitkan 08 September 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umroh merupakan perjalanan spiritual yang mendalam. Di tengah rangkaian ibadah yang telah ditetapkan, doa pribadi saat Umroh menjadi sarana penting untuk mencurahkan isi hati dan memohon segala hajat. 

Melalui doa pribadi, jemaah dapat mengungkapkan rasa syukur, memohon ampunan atas dosa-dosa, serta memanjatkan harapan dan keinginan dunia maupun akhirat.

Kekuatan doa terletak pada ketulusan hati dan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (8/9/2025).

Kumpulan Doa Pribadi Saat Umroh: Arab, Latin, dan Artinya

Meskipun ada doa-doa khusus yang diajarkan untuk setiap tahapan Umroh, jemaah juga sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa pribadi mereka. Doa-doa ini dapat berupa permohonan spesifik atau doa-doa umum yang dilafalkan dengan kekhusyukan personal.

Mengutip dari buku Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah oleh Abu Abdillah, berikut adalah beberapa contoh doa yang sering dipanjatkan dan dapat disesuaikan sebagai doa pribadi saat Umroh:

Doa Keluar Rumah Sebelum Berangkat

Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk tawakal dan permohonan kelancaran perjalanan.

Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانِي بِالإِسْلَامِ وَأَرْشَدَنِي إِلَى آدَاءِ مَنَاسِكِيْ حَاجًا بِبَيْتِهِ وَمُعْتَمِرًا بِمَشَاعِرِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْأُتِي وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. بِسْمِ اللهِ آمَنْتُ بِاللَّهِ. بِسْمِ اللَّهِ تَوَجَّهْتُ لِلهِ. بِسْمِ اللَّهِ اعْتَصَمْتُ بِاللَّهِ. بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمُ.

Latin: Alhamdu lillaahil ladzii hadaanii bil- islaami wa arsyadanii ilaa adaa-i manaasikii haajjan bibaitihi wa mu'tamiran bimasyaa'irihi. Allaahumma shalli 'alan nabiyyil ummiyyi wa'alaa aalihi wa ashhaabihi ajma'iina. Bismillaahi aamantu billaahi. Bismillaahi tawajjahtu lillaahi. Bismillaahi'tashamtu billaahi. Bismillaahi tawakkaltu 'alallaahi laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik hajiku di rumah-Nya, dan mengerjakan umrah di tempat lambang-lambang keagungan-Nya (Masya'ir). Ya Allah, berilah selawat atas Nabi yang tidak bisa baca dan tulis (ummi) dan atas keluarga dan para sahabatnya sekalian. Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung."

Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan (Makkah)

Doa ini memohon kebaikan dan perlindungan dari keburukan di tempat yang dituju.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا.

Latin: Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira ahlihaa wakhaira maa fiihaa wa a'uudzu bika min syarrihaa wasyarri ahlihaa wasyarri maa fiihaa.

Artinya: "Ya Allah, saya mohon pada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan yang ada di dalamnya. Dan saya berlindung pada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya serta kejahatan yang ada di dalamnya."

Doa Ketika Melihat Ka'bah

Momen pertama kali melihat Ka'bah adalah sangat emosional, dan doa ini mengungkapkan kekaguman serta permohonan keberkahan.

Arab: اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَمَهَابَةٌ. وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَعَظَّمَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرًا.

Latin: Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wata'zhiiman wamahaabatan. Wazid man syarrafahu wa'azhzhamahu wakarramahu mimman hajjahu ami'tamarahu tasyriifan wata'zhiiman watakriiman wabirran.

Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka'bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan."

Doa Sapu Jagad (Saat Tawaf dan Sa'i)

Doa ini adalah salah satu doa yang paling sering diulang dan mencakup permohonan kebaikan di dunia dan akhirat. Mengutip dari bpkh.go.id, doa ini selalu dibaca Rasulullah SAW.

Arab: رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanâ âtinaa fid dun-yâ ḫasanah, wa fil âkhirati ḫasanah, wa qinâ a‘dzâban nâr.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka."

Doa Ketika Minum Air Zamzam

Air Zamzam memiliki keutamaan, dan doa ini memohon manfaat dari air tersebut.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Latin: Allahumma innī as-aluka 'ilman nāfi'an wa rizqan wāsi'an wa syifā'an min kulli dā'in.

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit."

Jemaah dapat memanjatkan doa-doa ini atau doa pribadi lainnya yang berasal dari hati, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Penting untuk diingat bahwa doa adalah inti ibadah, dan ketulusan adalah kuncinya.

Waktu-Waktu Mustajab untuk Doa Pribadi Saat Umroh

Selama menjalankan ibadah Umroh, terdapat beberapa waktu dan tempat yang diyakini lebih mustajab untuk memanjatkan doa, termasuk doa pribadi. Memanfaatkan momen-momen ini dapat meningkatkan peluang doa untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Mengutip dari buku Fiqih Umrah oleh Muhammad Ajib, Lc., MA, ada beberapa titik dan waktu yang dianjurkan:

  1. Multazam: Area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah ini sangat dianjurkan untuk berdoa, diyakini sebagai salah satu tempat paling mustajab. Hadis riwayat Ahmad menyebutkan, "tak ada satupun doa yang seorang hamba panjatkan di Multazam, kecuali akan dikabulkan Allah SWT.”
  2. Hijr Ismail: Area berbentuk setengah lingkaran di samping Ka'bah ini dulunya merupakan bagian dari Ka'bah. Berdoa di sini memiliki keutamaan khusus, seperti banyak disebutkan ulama.
  3. Saat Tawaf: Setiap putaran tawaf adalah waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa, terutama doa sapu jagad. Setiap putaran tawaf adalah kesempatan untuk merenungi kebesaran Allah SWT dan memohon ampunan serta hidayah-Nya, menurut asiatour.com.
  4. Saat Sa'i (antara Shafa dan Marwah): Selama Sa'i, jemaah dapat memanjatkan doa-doa pribadi di setiap bukit dan sepanjang lintasan. Dalam ritual ini, jemaah memiliki kesempatan untuk memanjatkan doa-doa yang sangat pribadi dan bermakna.
  5. Di Sepertiga Malam Terakhir: Waktu ini adalah saat Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Hikmah.com mengutip HR. Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa Allah berfirman, "Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan..."
  6. Antara Adzan dan Iqamah: Doa yang dipanjatkan pada waktu ini diyakini tidak akan tertolak, sebagaimana disebutkan dalam HR. Tirmidzi.
  7. Di Raudhah (Masjid Nabawi): Meskipun Raudhah berada di Madinah, banyak jemaah Umroh yang juga berziarah ke sana. Raudhah dikenal sebagai taman surga dan tempat mustajab untuk berdoa.

Memanfaatkan waktu dan tempat mustajab ini dapat memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam bagi jemaah.

Adab Berdoa dalam Ibadah Umroh

Agar doa pribadi saat Umroh lebih bermakna dan berpeluang besar untuk dikabulkan, penting bagi jemaah untuk memperhatikan adab-adab berdoa. Adab ini mencerminkan penghormatan kepada Allah SWT dan kesungguhan dalam memohon.

Beberapa adab berdoa yang dianjurkan antara lain:

  • Menghadap Kiblat: Sebaiknya menghadap kiblat saat berdoa, terutama di tempat-tempat yang memungkinkan.
  • Dalam Keadaan Suci: Berdoa dalam keadaan suci (memiliki wudu) adalah adab yang dianjurkan untuk menunjukkan kesiapan diri.
  • Mengangkat Kedua Tangan: Mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW, sebagai simbol kerendahan hati dan permohonan.
  • Memulai dengan Pujian kepada Allah dan Selawat kepada Nabi: Dianjurkan untuk memulai doa dengan memuji Allah SWT dan berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk pengagungan.
  • Mengakui Dosa dan Memohon Ampunan: Sebelum memohon hajat, sebaiknya mengakui dosa-dosa dan memohon ampunan kepada Allah, sebagai bentuk penyesalan dan harapan pengampunan.
  • Berdoa dengan Penuh Keyakinan dan Harapan: Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa, dan jangan tergesa-gesa dalam mengharapkan hasilnya, karena keyakinan adalah kunci.
  • Tidak Mengganggu Jemaah Lain: Di tengah keramaian, pastikan doa pribadi tidak mengganggu kenyamanan atau ibadah jemaah lain, menjaga ketertiban umum.

Menerapkan adab-adab ini dapat membantu jemaah merasakan koneksi yang lebih kuat dengan Sang Pencipta.

Amalan Pendukung Doa Pribadi Saat Umroh

Selain memanjatkan doa pribadi, ada beberapa amalan lain yang dapat mendukung dan menyempurnakan ibadah Umroh, serta memperkuat koneksi spiritual jemaah. Amalan-amalan ini membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk munajat yang lebih khusyuk.

Kementerian Agama RI melalui buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah juga menganjurkan berbagai amalan ini.

  • Menjaga Shalat Lima Waktu Tepat Waktu: Shalat adalah tiang agama dan amalan paling utama. Menjaga shalat tepat waktu, terutama di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, akan melipatgandakan pahala. Hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Majah menyebutkan bahwa shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.
  • Memperbanyak Dzikir: Dzikir adalah mengingat Allah, yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, kecuali di tempat-tempat yang tidak pantas. Shafwahholidays.com menyatakan bahwa setiap dzikir yang diucapkan mendapat berkah dari Allah SWT.
  • Memperbanyak Talbiyah: Talbiyah adalah seruan untuk memenuhi panggilan Allah, yang diulang-ulang selama perjalanan dan saat ihram. Kalimat talbiyah yang berarti "Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah..." adalah pengingat konstan akan tujuan ibadah.
  • Membaca Al-Qur'an: Meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an di Tanah Suci adalah amalan yang sangat dianjurkan, membawa ketenangan dan pahala.
  • Bersedekah: Memberikan sedekah kepada yang membutuhkan, terutama di Tanah Suci, akan mendatangkan pahala berlipat ganda dan keberkahan.
  • Membantu Sesama Jemaah: Saling membantu dan berbuat baik kepada sesama jemaah adalah bentuk ibadah yang mulia, mencerminkan ukhuwah Islamiyah. Shafwahholidays.com juga menyebutkan bahwa membantu orang lain adalah bagian dari amalan umrah.
  • Menjaga Kebersihan dan Ketertiban: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mematuhi aturan yang berlaku, adalah bagian dari adab di Tanah Suci dan menunjukkan rasa hormat.

Amalan-amalan ini saling melengkapi, menciptakan pengalaman Umroh yang holistik dan penuh berkah.

FAQ

1. Apa itu doa pribadi dalam ibadah Umroh?

Doa pribadi adalah munajat seorang hamba kepada Allah SWT dengan bahasa dan isi hati masing-masing, di luar doa-doa yang dituntunkan.

2. Apakah doa pribadi harus menggunakan bahasa Arab?

Tidak harus. Doa pribadi boleh menggunakan bahasa apa saja, yang penting ikhlas dan khusyuk.

3. Kapan waktu yang mustajab untuk berdoa saat Umroh?

Antara adzan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, saat tawaf, di Multazam, Hijr Ismail, serta Raudhah di Masjid Nabawi.

4. Bagaimana cara agar doa pribadi lebih mudah dikabulkan?

Berdoa dengan penuh keyakinan, khusyuk, memuji Allah, berselawat atas Nabi, mengakui dosa, lalu memohon hajat.

5. Apakah doa pribadi bisa dipanjatkan di tengah ibadah Umroh seperti tawaf atau sa’i?

Ya, doa pribadi sangat dianjurkan saat tawaf, sa’i, maupun di titik-titik mustajab.

6. Apa adab penting saat berdoa pribadi di Tanah Suci?

Menghadap kiblat, berwudu, mengangkat tangan, menjaga ketenangan, dan tidak mengganggu jemaah lain.

7. Amalan apa yang mendukung doa pribadi agar lebih berkah?

Menjaga shalat tepat waktu, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, membantu sesama, serta menjaga kebersihan dan ketertiban.