Doa Mengambil Air Wudhu Lengkap Sesuai Syariat Islam: Arab, Latin, dan Terjemah

Pahami pentingnya doa mengambil air wudhu dalam syariat Islam, lengkap dengan lafal Arab, Latin, dan terjemahnya, serta tata cara wudhu yang benar untuk kesempurnaan ibadah.

Diterbitkan 02 September 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Doa mengambil air wudhu tidak hanya terletak pada lafalnya, tetapi juga pada kesungguhan hati dalam membersihkan diri secara fisik dan spiritual. Wudhu merupakan salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah shalat bagi umat Islam. Proses bersuci ini bertujuan untuk menghilangkan hadas kecil, sehingga seseorang berada dalam keadaan suci dan siap menghadap Allah SWT. 

Melaksanakan wudhu dengan benar dan memahami setiap langkahnya adalah bagian integral dari ibadah seorang Muslim. Setiap gerakan dalam wudhu memiliki makna dan keutamaan tersendiri. Oleh karena itu, memahami doa mengambil air wudhu beserta tata caranya menjadi sangat penting.

Menurut Abdullah Bafadhal Al-Hadhrami dalam karyanya Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim, wudhu disyariatkan pada malam Isra Mi’raj, bersamaan dengan kewajiban shalat. Hal ini menunjukkan bahwa shalat sebagai munajat kepada Tuhan membutuhkan keadaan badan yang suci. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (1/9/2025).

Doa Mengambil Air Wudhu (Niat Wudhu): Arab, Latin, dan Terjemah

Doa mengambil air wudhu yang utama adalah niat wudhu itu sendiri.  Ada beberapa lafal niat yang bisa digunakan, namun yang paling umum adalah niat untuk menghilangkan hadas kecil.

Berikut adalah lafal niat wudhu yang sering digunakan:

Lafal Niat Wudhu Umum:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: "Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa."

Artinya: "Saya niat berwudu untuk menghilangkan hadas kecil fardu karena Allah Ta'ala."

Lafal Niat Wudhu Lainnya:

نَوَيْتُ رَفْعَ الحَدَثِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: "Nawaytu raf‘al hadatsi lillāhi ta’ālā."

نَوَيْتُ فَرْضَ الوُضُوْءِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: "Nawaytu fardhal wudhū’i lillāhi ta’ālā."

نَوَيْتُ الوُضُوْءَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: "Nawaytul wudhū’a lillāhi ta’ālā."

نَوَيْتُ الطَّهَارَةَ عَنِ الحَدَثِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: "Nawaytut thahārata anil hadatsi lillāhi ta’ālā."

Rukun Wudhu

Wudhu akan dianggap sah jika seseorang melaksanakan enam rukun wudhu secara berurutan. Rukun-rukun ini adalah bagian esensial yang tidak boleh ditinggalkan. Mengutip dari berbagai sumber, berikut adalah enam rukun wudhu yang wajib dipenuhi:

  • Niat Wudhu: Niat dilakukan dalam hati berbarengan dengan membasuh wajah. Niat ini merupakan kehendak hati untuk melakukan wudhu demi menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta'ala.
  • Membasuh Wajah: Batas wajah yang wajib dibasuh secara vertikal adalah dari tempat tumbuhnya rambut hingga dagu bagian bawah. Secara horizontal, batasnya adalah antara kedua telinga. Seluruh area ini harus terbasuh air.
  • Membasuh Kedua Tangan hingga Siku: Seluruh bagian tangan, mulai dari ujung jari hingga siku, termasuk kulit, kuku, dan rambut yang tumbuh di area tersebut, harus terbasuh air. Kebersihan di bawah kuku juga perlu diperhatikan agar air dapat sampai ke kulit.
  • Mengusap Sebagian Kepala: Minimal air harus sampai ke sebagian kecil kepala atau sehelai rambut yang tumbuh di area kepala. Mengusap rambut yang menjuntai di luar area kepala tidak dianggap sah.
  • Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki: Sama seperti tangan, seluruh bagian kaki dari ujung jari hingga mata kaki, termasuk rambut dan kuku, harus terbasuh air. Dimulai dari kaki kanan, kemudian kaki kiri.
  • Tertib: Tertib berarti melakukan semua rukun wudhu secara berurutan, sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan, yaitu dimulai dari niat dan membasuh wajah, kemudian tangan, kepala, dan diakhiri dengan kaki.

Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Tata cara wudhu yang sempurna mencakup rukun dan sunah-sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Melakukan wudhu sesuai sunah akan menambah kesempurnaan ibadah dan pahala. Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII, Ahmad Ahyar (2021:16), berikut ini praktik wudhu sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Berikut adalah urutan dan rangkaian wajib serta sunah wudhu:

  1. Bersiwak.
  2. Membaca Basmalah.
  3. Membasuh Kedua Tangan hingga pergelangan tangan sebanyak tiga kali.
  4. Berkumur sebanyak tiga kali.
  5. Menghirup Air ke dalam Hidung (Istinsyaq) dan mengeluarkannya kembali sebanyak tiga kali.
  6. Melafalkan Niat (seperti yang dijelaskan pada sub-heading sebelumnya).
  7. Memasang Niat Wudhu dalam Hati berbarengan dengan membasuh wajah.
  8. Membasuh Wajah sebanyak tiga kali.
  9. Membasuh Tangan hingga Siku, tangan kanan terlebih dahulu, kemudian tangan kiri, masing-masing tiga kali.
  10. Mengusap Sebagian Kulit Kepala dengan Air sebanyak tiga kali.
  11. Menyapu Seluruh Bagian Kepala (sunah).
  12. Menyapu Kedua Telinga, bagian luar dan dalam, sebanyak tiga kali.
  13. Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki, kaki kanan terlebih dahulu, kemudian kaki kiri, masing-masing tiga kali.
  14. Menghadap Kiblat (dianjurkan).
  15. Membaca Doa Setelah Wudhu.

Doa-doa Saat Membasuh Anggota Tubuh

Selain niat di awal, terdapat doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca saat membasuh setiap anggota wudhu. Doa-doa ini menambah kekhusyukan dan keberkahan dalam proses bersuci, meskipun hukumnya sunah.

Berikut adalah doa-doa yang dapat dibaca saat berwudhu dilansir dari antaranews:

Membaca Basmalah dan Niat Wudhu:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: "Bismillahirrahmanirrahim. Nawaitul wudlû-a li raf‘il ḫadatsil asghari fardlal lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah Ta‘la."

Saat Mencuci Kedua Tangan:

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا

Latin: "Allahumma ihfadh yadi min ma‘ashika kulliha."

Artinya: "Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat."

Saat Berkumur:

اَللّٰهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ، اَللّٰهُمَّ اسْقِنِيْ مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

Latin: "Allahumma a‘inni ‘ala dzikrika wa syukrika, Allahumma asqini min haudli nabiyyika shallallahu ‘alaihi wa sallam ka’san la adzma’u ba‘dahu abadan."

Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya."

Saat Membersihkan dan Menghirup Air ke Hidung:

اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِيْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، اَللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِكَ

Latin: "Allahumma arihni raihatal jannah. Allahumma la tahrimni raihata ni‘amika wa jannatika."

Artinya: "Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmat-Mu dan wanginya surga-surga-Mu."

Saat Membasuh Wajah:

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

Latin: "Allahumma bayyidh wajhi yawma tabyadhhu wujuuhun wa taswaddu wujuuh."

Artinya: "Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari ketika wajah-wajah ada yang putih berseri dan ada yang hitam muram."

Saat Membasuh Tangan hingga Siku:

Tangan Kanan:

اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِينِي، وَحَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا

Latin: "Allahumma a'tini kitaabi biyamini wa haasibni hisaaban yasiira."

Artinya: "Ya Allah, berikanlah kitab amalanku di tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang mudah."

Tangan Kiri:

اَللّٰهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

Latin: "Allahumma la tu‘thini bi syimali, wa la min wara-idh dhahri."

Artinya: "Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku."

Saat Mengusap Kepala:

اَللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّكَ

Latin: "Allahumma ḫarrim sya’ri wa basyari ‘alan-nari wa adhillani taḫta ‘arsyika yauma la dhilla illa dhilluka."

Artinya: "Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu."

Saat Mengusap Telinga:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

Latin: "Allahumma-j‘alni minalladzina yastami‘unal qaula fayattabi‘una ahsanahu."

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang terbaik dari ucapan tersebut."

Saat Membasuh Kaki hingga Mata Kaki:

Kaki Kanan:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا، اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

Latin: "Allahumma-j’alhu sa‘yan masykuran wa dzamban maghfuran wa ‘amalan mutaqabbalan. Allahumma tsabbit qadamî ‘alash shirathi yauma tazillu fîhil aqdam."

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir."

Kaki Kiri:

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ

Latin: "Allahumma inni a‘udzu bika an tanzila qadami ‘anish-shirathi yauma tanzilu fîhi aqdamul munafiqin."

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir."

Doa Setelah Wudhu

Berikut adalah lafal doa setelah wudhu:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ، وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ

Latin: "Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj’alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna. Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka, wa atūbu ilayka."

Artinya: "Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu)."

Ada juga versi lain dari doa setelah wudhu yang sering dibaca:

وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: "Asyhadu allaa ilaahah illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rosuuluh. Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriina, waj'alnii min 'ibadikash shaalihiin."

Artinya: "Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adalah hamba dan Utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang saleh."

 

Hal-hal yang Membatalkan Wudhu

Penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan wudhu agar ibadah yang dilakukan tetap sah. Jika wudhu batal, maka harus diulang kembali sebelum melaksanakan shalat atau ibadah lain yang mensyaratkan kesucian. Melansir dari bpkh.go.id, berikut adalah beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu:

  • Keluarnya Sesuatu dari Dua Jalan (Qubul dan Dubur): Segala sesuatu yang keluar dari kemaluan (qubul) atau dubur, seperti buang air kecil, buang air besar, kentut (baik bersuara maupun tidak), madzi, atau wadi, akan membatalkan wudhu.
  • Hilang Kesadaran: Hilangnya akal atau kesadaran, baik karena tidur lelap (yang tidak dalam posisi duduk yang kokoh), gila, pingsan, atau mabuk, akan membatalkan wudhu.
  • Bersentuhan dengan Lawan Jenis yang Bukan Mahram: Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang sudah baligh dan bukan mahram, tanpa penghalang, dapat membatalkan wudhu.
  • Menyentuh Kemaluan atau Dubur Manusia dengan Telapak Tangan Bagian Dalam: Menyentuh kemaluan atau lubang dubur manusia, baik milik sendiri atau orang lain, anak kecil atau dewasa, hidup atau mati, dengan telapak tangan bagian dalam, akan membatalkan wudhu.
  • Murtad (Keluar dari Islam): Murtad atau keluar dari agama Islam adalah pembatal wudhu yang paling berat, dan juga membatalkan seluruh ibadah yang telah dilakukan.

Adab dan Sunnah Tambahan dalam Berwudhu

Selain rukun dan sunah yang telah disebutkan dalam tata cara, ada beberapa adab dan sunah tambahan yang dapat menyempurnakan wudhu dan menambah pahala bagi pelakunya. Mengamalkan sunah-sunah ini menunjukkan keseriusan dalam beribadah dan mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Berikut adalah beberapa adab dan sunah tambahan dalam berwudhu:

  • Menggunakan Air Secukupnya: Tidak berlebihan dalam menggunakan air saat berwudhu, meskipun air melimpah.
  • Mendahulukan Anggota Kanan: Dalam membasuh tangan dan kaki, disunahkan untuk mendahulukan anggota tubuh bagian kanan sebelum yang kiri.
  • Menggosok-gosok Anggota Wudhu (Dalk): Disunahkan untuk menggosok-gosok anggota wudhu saat membasuhnya agar air benar-benar merata dan membersihkan.
  • Menyela-nyela Jari Tangan dan Kaki: Memastikan air sampai ke sela-sela jari tangan dan kaki dengan menyela-nyelanya.
  • Mengulang Basuhan Tiga Kali: Disunahkan mengulang basuhan pada setiap anggota wudhu sebanyak tiga kali, kecuali mengusap kepala yang cukup satu kali.
  • Menghadap Kiblat: Dianjurkan untuk menghadap kiblat saat memulai wudhu.
  • Tidak Berbicara Selama Wudhu: Sebaiknya menghindari berbicara hal-hal yang tidak perlu selama proses wudhu untuk menjaga kekhusyukan.
  • Membaca Doa Setelah Wudhu: Membaca doa setelah wudhu adalah sunah yang sangat dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah.

Daftar Sumber

  • Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim | Abdullah Bafadhal Al-Hadhrami | 2012 M/1433-1434 H | Darul Fikr | Juz I
  • Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII | Ahmad Ahyar | 2021 | Halaman 16
  • bpkh.go.id | "6 Hal Pembatal Wudhu yang Wajib Diketahui!" | BPKH | 2024-10-30 | https://bpkh.go.id/6-hal-pembatal-wudhu-yang-wajib-diketahui/
  • Antara News. "Doa-doa wudhu lengkap beserta bacaan Arab, latin, dan artinya". 6 Agustus 2024. https://www.antaranews.com/berita/4241671/doa-doa-wudhu-lengkap-beserta-bacaan-arab-latin-dan-artinya?page=4

FAQ

  1. Apa doa yang dibaca sebelum mengambil air wudhu? Doa sebelum wudhu adalah "Bismillah" sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
  2. Apakah ada doa khusus setelah selesai berwudhu? Ya, ada doa yang dianjurkan setelah wudhu untuk memohon ampunan dan surga.
  3. Apakah wudhu sah tanpa membaca doa? Wudhu tetap sah meskipun tanpa membaca doa, karena doa bukan syarat sah wudhu.
  4. Kenapa doa wudhu ditulis dalam tiga versi: Arab, Latin, dan Terjemah? Supaya bisa dibaca dan dipahami oleh semua umat Islam, termasuk yang belum bisa baca Arab.
  5. Apa hukum membaca doa wudhu dalam Islam? Hukum membaca doa wudhu adalah sunnah, bukan wajib.
  6. Bagaimana cara melafalkan doa wudhu yang benar? Lafalkan sesuai dengan teks Arab atau Latin yang benar dan dipahami maknanya.
  7. Apakah anak-anak perlu diajarkan doa wudhu sejak dini? Ya, agar mereka terbiasa menjalankan ibadah sesuai tuntunan sejak kecil.