Liputan6.com, Jakarta Sebelum menunaikan salat, setiap Muslim dianjurkan untuk membersihkan diri dengan benar melalui tata cara wudhu. Langkah ini penting tidak hanya untuk menyucikan tubuh, tetapi juga menenangkan hati dan mempersiapkan diri secara spiritual.
Mengikuti tata cara wudhu dengan tepat membantu meningkatkan fokus saat beribadah serta melatih kedisiplinan. Setiap gerakan dan urutan pembersihan memiliki makna yang mendalam dalam memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Memahami tata cara wudhu secara benar memastikan ibadah menjadi sah dan mencegah kesalahan yang sering terjadi dalam praktik sehari-hari. Dengan begitu, setiap individu dapat merasakan ketenangan batin sekaligus menjaga kesucian sebelum menunaikan salat.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan lengkap tata cara wudhu.
Rukun Wudhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120374/original/025287500_1588694336-OBBPN20.jpg)
Mengutip buku berjudul Terapi Wudhu: Sempurna Shalat, Bersihkan Penyakit (2010) oleh Muhammad Akrom dijelaskan menurut syara’, wudhu ialah membasuh, mengalirkan dan membersihkan dengan menggunakan air pada setiap bagian dari anggota-anggota wudhu untuk menghilangkan hadast kecil.
Mengutip buku berjudul Mukjizat Berwudhu (2007) oleh Drs. Oan Hasanuddin, MA, dalam berwudhu, apabila fardhu atau rukun wudhunya ditinggalkan maka wudhunya tidak sah. Para ulama biasa mengistilahkan fardhu dengan rukun. Oleh sebab itu fardhu itu adalah sama dengan rukun.
Rukun wudhu adalah elemen-elemen fundamental yang harus dipenuhi agar wudhu seseorang dianggap sah. Jika salah satu rukun ini terlewat atau tidak dilakukan dengan benar, maka wudhu menjadi tidak valid. Dalam mazhab Syafi'i, terdapat enam rukun utama yang wajib dilaksanakan, yaitu:
1. Niat
Niat merupakan langkah pertama dan paling penting. Niat dilakukan di dalam hati sebelum atau bersamaan dengan membasuh anggota wudhu pertama. Lafaz niat yang umum digunakan adalah:
"نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى" (Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu karena Allah). Niat memperkuat tujuan bersuci dan menegaskan bahwa wudhu dilakukan semata-mata karena Allah.
2. Membasuh Muka
Seluruh wajah harus dibasuh mulai dari batas tumbuhnya rambut hingga bawah dagu, serta dari telinga kanan ke telinga kiri. Pastikan seluruh permukaan wajah terkena air agar rukun ini sah.
3. Membasuh Kedua Tangan Hingga Siku
Kedua tangan dibasuh mulai dari ujung jari hingga siku. Penting untuk memastikan siku ikut terbasuh secara menyeluruh karena jika tidak, wudhu tidak sah.
4. Mengusap Kepala
Mengusap sebagian kepala adalah rukun berikutnya. Air harus mengenai bagian depan rambut atau kulit kepala. Umumnya, mengusap setengah kepala sudah mencukupi, namun pastikan seluruh bagian yang disapu terkena air.
5. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki
Kedua kaki harus dibasuh mulai dari ujung jari hingga mata kaki. Pastikan seluruh permukaan kaki terkena air agar rukun ini terpenuhi dengan sempurna.
6. Tertib (Berurutan)
Semua rukun wudhu harus dilakukan sesuai urutan yang telah ditetapkan: dari niat, membasuh muka, tangan, mengusap kepala, hingga membasuh kaki. Ketaatan terhadap urutan ini memastikan wudhu menjadi sah dan benar secara syariat.
Advertisement
Sunnah Wudhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120380/original/074347100_1588695029-253253-P46VX2-659.jpg)
Menurut Afif (2018) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal An-Nur, Volume 10, Nomor 2, Desember 2021, wudhu sendiri mengandung dua aspek kebersihan; yakni kebersihan lahir berupa pencucian bagian tubuh manusia, dan kebersihan batin yang ditimbulkan oleh pengaruh wudhu kepada manusia berupa pembersihan dari kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh anggota-anggota tubuh.
Selain rukun yang wajib, terdapat sunnah-sunnah wudhu yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Melaksanakan sunnah ini akan menyempurnakan wudhu dan menambah pahala, meskipun wudhu tetap sah jika ditinggalkan. Sunnah-sunnah ini mencerminkan kehati-hatian, kesempurnaan, dan perhatian terhadap kebersihan dalam beribadah.
Berikut adalah beberapa sunnah penting dalam wudhu:
1. Bersiwak atau Menggosok Gigi
Membersihkan mulut dengan siwak atau sikat gigi sebelum wudhu termasuk sunnah yang dianjurkan, sebagai bentuk kesucian mulut dan sunnah Rasulullah.
2. Membaca Basmalah
Membaca "Bismillah" di awal wudhu menegaskan niat bersuci karena Allah dan merupakan sunnah yang memperkuat fokus ibadah.
3. Membasuh Tangan, Berkumur, dan Menghirup Air ke Hidung
Membasuh kedua telapak tangan tiga kali, berkumur-kumur, serta memasukkan air ke hidung (istinsyaq) lalu mengeluarkannya (istintsar) termasuk sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan kebersihan.
4. Mengusap Seluruh Kepala
Walaupun mengusap sebagian kepala adalah rukun, mengusap seluruh kepala dianggap sunnah yang menyempurnakan wudhu.
5. Mengusap Kedua Telinga dan Menyela Jari
Mengusap kedua telinga dengan air baru, serta menyela-nyela jenggot, jari-jari tangan, dan kaki, menunjukkan perhatian terhadap kebersihan menyeluruh dan kesempurnaan wudhu.
6. Mendahulukan Bagian Kanan
Saat membasuh anggota tubuh, mendahulukan bagian kanan adalah sunnah yang dianjurkan, meneladani cara Rasulullah dalam bersuci.
7. Mengulang Basuhan dan Muwalat
Mengulangi basuhan setiap anggota tubuh sebanyak tiga kali dan menjaga muwalat (tidak terputus antar basuhan) termasuk sunnah yang menambah kesempurnaan wudhu.
8. Berdoa Setelah Wudhu
Mengakhiri wudhu dengan doa menjadi penutup indah, sekaligus permohonan agar ibadah diterima dan diberkahi Allah.
Panduan Tata Cara Wudhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319268/original/066792700_1755509657-pexels-steve-861414.jpg)
Menurut Ramadhan (2015) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal An-Nur, Volume 10, Nomor 2, Desember 2021 dijelaskan bahwa diantara manfaat wudhu adalah menjaga tubuh dari penyakit mulut, tangan dan kaki, menjamin kebersihan kedua mata, menjaga keselamatannya serta menghindari penyakit trahum dan radang mata, mencegah timbulnya jerawat, mampu mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi dan pusing kepala, dan memperkuat peredaran darah sehingga dapat menambah aktivitas dan kebugaran tubuh.
Menggabungkan rukun dan sunnah, berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk melaksanakan tata cara wudhu yang benar dan sempurna. Setiap langkah penting untuk memastikan kesucian sebelum beribadah. Memulai dengan niat yang tulus akan menguatkan tujuan bersuci.
- Membaca Basmalah dan Berniat: Awali dengan membaca basmalah, dan niat dilakukan dalam hati bersamaan dengan membasuh muka.
- Membasuh Kedua Telapak Tangan: Basuh kedua telapak tangan sebanyak 3 kali hingga pergelangan.
- Berkumur-kumur: Lakukan berkumur-kumur sebanyak 3 kali.
- Membersihkan Hidung (Istinsyaq dan Istintsar): Bersihkan hidung dengan menghirup air lalu mengeluarkannya sebanyak 3 kali.
- Membasuh Wajah: Basuh seluruh wajah sebanyak 3 kali, dari dahi hingga dagu dan dari telinga kanan ke kiri. (Rukun)
- Membasuh Tangan Kanan hingga Siku, Dilanjutkan Tangan Kiri: Basuh tangan kanan hingga siku sebanyak 3 kali, dilanjutkan tangan kiri dengan cara yang sama. (Rukun)
- Mengusap Sebagian Kepala (Rambut): Usap sebagian kepala (rambut) sebanyak 1 kali. (Rukun)
- Mengusap Kedua Telinga: Usap kedua telinga bagian luar dan dalam sebanyak 1 kali dengan air baru.
- Membasuh Kaki Kanan hingga Mata Kaki, Dilanjutkan Kaki Kiri: Basuh kaki kanan hingga mata kaki sebanyak 3 kali, dilanjutkan kaki kiri dengan cara yang sama. (Rukun)
- Tertib: Lakukan semua kegiatan wudhu tersebut secara berurutan. (Rukun)
- Berdoa Setelah Selesai Wudhu: Akhiri dengan membaca doa setelah wudhu.
Advertisement
Hal-hal yang Membatalkan Wudhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3988602/original/048536800_1649349187-Ilustrasi_sholat_tahajud.jpg)
Menjaga wudhu sangat penting bagi setiap Muslim, karena wudhu merupakan syarat sah untuk melaksanakan ibadah tertentu seperti salat dan thawaf. Oleh karena itu, memahami hal-hal yang membatalkan wudhu menjadi sangat krusial. Dengan mengetahui penyebab batalnya wudhu, umat Islam dapat lebih berhati-hati dan segera memperbarui wudhunya ketika diperlukan.
Berikut adalah hal-hal yang membatalkan wudhu menurut para ulama:
1. Keluarnya Sesuatu dari Qubul atau Dubur
- Termasuk buang air kecil, buang air besar, kentut, atau keluarnya cairan lain.
- Ini merupakan pembatal wudhu yang paling umum dan disepakati para ulama.
2. Hilang Kesadaran
- Tidur lelap, pingsan, mabuk, atau kondisi lain yang membuat seseorang tidak sadar.
- Hal ini membatalkan wudhu karena menghilangkan kemampuan seseorang untuk menjaga kesuciannya.
3. Menyentuh Kemaluan Tanpa Penghalang
- Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan atau jari tanpa adanya kain atau penghalang.
- Berdasarkan hadis, hal ini dianggap sebagai salah satu pembatal wudhu.
4. Bersentuhan Kulit antara Laki-laki dan Perempuan yang Bukan Mahram
- Menurut mayoritas ulama, sentuhan kulit secara langsung antara lawan jenis yang bukan mahram dapat membatalkan wudhu.
- Namun, terdapat perbedaan pendapat dalam mazhab-mazhab tertentu mengenai hal ini.
5. Makan Daging Unta
- Dalam sebagian pendapat, khususnya berdasarkan hadis sahih, makan daging unta dianggap membatalkan wudhu.
- Meskipun begitu, ulama berbeda pandangan terkait ketentuan ini.
Syarat Sah Wudhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194515/original/070338100_1596082535-muslim-woman-pray-hijab-praying-mat-indoors_73740-638__1_.jpg)
Agar wudhu seseorang dianggap sah dan diterima, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi selain rukun dan sunnahnya. Syarat-syarat ini memastikan bahwa proses bersuci dilakukan dalam kondisi yang benar dan sesuai ketentuan syariat.
- Islam: Seseorang harus beragama Islam.
- Tidak Berhadats Besar: Wudhu tidak sah jika seseorang dalam keadaan hadats besar (junub, haid, nifas).
- Menggunakan Air yang Suci dan Menyucikan: Air yang digunakan harus suci dan dapat menyucikan.
- Tidak Ada yang Menghalangi Sampainya Air ke Kulit: Pastikan tidak ada benda seperti cat, lem, atau kotoran yang menghalangi air menyentuh kulit anggota wudhu.
- Tamyiz (Dapat Membedakan Baik dan Buruk): Seseorang harus memiliki kemampuan untuk membedakan yang baik dan buruk.
- Suci dari Haid dan Nifas: Khusus bagi wanita, harus dalam keadaan suci dari haid dan nifas.
- Masuk Waktu Shalat: Untuk shalat fardhu, wudhu dilakukan setelah masuk waktu shalat.
Advertisement
Rukun Wudhu Menurut Empat Mazhab
Rukun wudhu menurut empat mazhab utama dalam Islam
1. Mazhab Hanafi
Mazhab ini memiliki rukun yang paling sedikit, yaitu empat rukun yang disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Ma'idah ayat 6:
- Membasuh muka.
- Membasuh kedua tangan sampai siku.
- Mengusap sebagian kepala.
- Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
2. Mazhab Maliki
Mazhab ini menambahkan beberapa rukun lain selain yang ada di Al-Qur'an, sehingga total rukun wudhu menurut mazhab Maliki ada delapan, yaitu:
- Niat (niat di dalam hati).
- Ad-dalk (menggosok anggota wudhu).
- Muwalat (berkesinambungan atau tidak ada jeda lama antara satu anggota dengan yang lain).
- Membasuh muka.
- Membasuh kedua tangan sampai siku.
- Mengusap sebagian kepala.
- Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
- Tertib (berurutan).
3. Mazhab Syafi'i
Mazhab ini berpendapat bahwa rukun wudhu ada enam, yaitu dengan menambahkan niat dan tertib ke dalam empat rukun dasar yang ada di Al-Qur'an.
- Niat.
- Membasuh muka.
- Membasuh kedua tangan sampai siku.
- Mengusap sebagian kepala.
- Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
- Tertib.
4. Mazhab Hanbali
Mazhab ini juga berpendapat bahwa rukun wudhu ada tujuh. Mereka menambahkan niat, tertib, dan muwalat (berkesinambungan) ke dalam rukun dasar wudhu.
- Niat.
- Membasuh muka.
- Membasuh kedua tangan sampai siku.
- Mengusap sebagian kepala.
- Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
- Tertib.
- Muwalat (tidak ada jeda lama antara membasuh satu anggota dengan yang lain).
Doa Sebelum Wudhu
Membaca doa sebelum wudhu hukumnya sunnah, jadi tidak wajib, namun memiliki nilai spiritual yang mendalam untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh pahala tambahan.
Berikut isi bacaan doa yang dianjurkan sebelum berwudhu:
Ta'awudz dan Basmalah
Arab: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Latin: A'udzu billahi minas syaithanir rajim. Bismillahir rahmanir rahim.
Arti: “Aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang.”
Tahmid atas nikmat Islam dan air
Arab: الْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى الْإِسْلَامِ وَنِعْمَتِهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الْمَاءَ طَهُورًا وَالْإِسْلَامَ نُورًا
Latin: Alhamdulillahi 'alal Islami wa ni'matihi. Walhamdulillahi ladzi ja'alal ma'a thahuran, wal islama nuran.
Arti: “Segala puji bagi Allah atas Islam dan nikmat-Nya, serta bagi Allah yang menjadikan air itu suci dan Islam itu cahaya.”
Dua kalimat syahadat (opsional, dianjurkan beberapa ulama)
Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
Latin: Asyhadu an la ilaha illallahu, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullahi.
Arti: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.”
Menurut beberapa riwayat (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah), menyebut nama Allah (Basmalah) sebelum wudhu sangat dianjurkan: “Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah.” Bahkan jika lupa di awal, boleh menyebutnya di tengah, dan wudhu tetap sah.
Advertisement
Doa Selesai Wudhu
Bacaan Utama:
Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh.
Arti: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."
Tambahan (dari Imam At-Tirmidzi):
Arab: اللَّهُمَّ ٱجْعَلْنِي مِنَ ٱلتَّوَّابِينَ، وَٱجْعَلْنِي مِنَ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ.
Latin: Allaahumma-j'alnii minat-tawwaabiin, waj'alnii minal-mutathohhiriin.
Arti: "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci."
Tambahan lain (untuk memohon ampunan):
Arab: سُبْحَانَكَ ٱللَّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.
Latin: Subhanakallahumma wa bi hamdika, asy-hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Arti: "Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu."
Keutamaan membaca doa ini antara lain adalah dibukakan delapan pintu surga, mendapatkan cinta Allah, menambah pahala, dan menyucikan hati. Adab yang dianjurkan saat membaca doa ini adalah di luar kamar mandi, menghadap kiblat, dan tidak mengelap air wudhu yang masih menempel.
Q & A Seputar Topik
Apa langkah pertama dalam tata cara wudhu?
Langkah pertama adalah membaca basmalah dan meniatkan wudhu di dalam hati, bersamaan dengan memulai membasuh wajah.
Bagaimana cara membasuh wajah dengan benar saat wudhu?
Wajah dibasuh mulai dari tempat tumbuhnya rambut di dahi hingga bawah dagu, serta dari telinga kanan hingga telinga kiri. Pastikan seluruh bagian terkena air.
Apakah siku harus terkena air ketika membasuh tangan?
Ya, dalam tata cara wudhu siku wajib ikut terbasuh bersama tangan, dari ujung jari hingga siku.
Apakah cukup mengusap sebagian kepala saat wudhu?
Ya, mengusap sebagian kepala sudah memenuhi syarat sah wudhu, meskipun mengusap seluruh kepala lebih utama sebagai sunnah.
Mengapa tertib atau urutan penting dalam wudhu?
Karena tertib adalah rukun wudhu. Semua anggota wudhu harus dibasuh sesuai urutan yang telah ditetapkan syariat, mulai dari wajah hingga kaki.
Sumber:
- Buku berjudul Terapi Wudhu: Sempurna Shalat, Bersihkan Penyakit (2010) oleh Muhammad Akrom
- Buku berjudul Mukjizat Berwudhu (2007) oleh Drs. Oan Hasanuddin, MA
- Kajian berjudul Implementasi Wudu’ sebagai Solusi Wabah: Perspektif Tafsir dipublikasikan di Jurnal An-Nur, Volume 10, Nomor 2, Desember 2021
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039313/original/079114600_1580697243-the-man-who-drank-the-water-4067318_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039313/original/079114600_1580697243-the-man-who-drank-the-water-4067318_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5129406/original/000117000_1739286774-mimpi-wudhu-mau-sholat.jpg)