Tata Cara Wudhu dan Doanya Latin: Panduan Lengkap Bersuci Sebelum Ibadah

Pelajari tata cara wudhu dan doanya latin secara lengkap. Panduan detail urutan wudhu, bacaan doa, serta keutamaan bersuci sebelum beribadah.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 14:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Wudhu merupakan salah satu bentuk bersuci dalam ajaran Islam yang dilakukan sebelum melaksanakan ibadah tertentu, terutama shalat. Secara bahasa, wudhu berasal dari kata "wadha'a" yang berarti kebersihan dan keindahan.

Sedangkan secara istilah syariat, wudhu adalah menggunakan air yang suci dan menyucikan pada anggota tubuh tertentu dengan cara yang khusus sesuai tuntunan syariat.

Setiap langkah wudhu memiliki makna, mulai dari niat, membasuh anggota tubuh, hingga doa setelahnya. Mengetahui tata cara wudhu dan doanya membantu seseorang beribadah lebih khusyuk.

Selain menjaga kesucian, wudhu juga memberikan ketenangan jiwa. Dengan memahami tata cara wudhu dan doanya, ibadah yang dilakukan akan lebih sempurna sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Dengan demikian, wudhu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ibadah umat Islam. Berikut ini Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tata cara wudhu dan doanya.

Syarat Sah Wudhu

Mengutip buku berjudul Terapi Wudhu: Sempurna Shalat, Bersihkan Penyakit (2010) oleh Muhammad Akrom dijelaskan menurut syara’, wudhu ialah membasuh, mengalirkan dan membersihkan dengan menggunakan air pada setiap bagian dari anggota-anggota wudhu untuk menghilangkan hadast kecil.

Wudhu menjadi syarat sah untuk beberapa ibadah dalam Islam, antara lain:

  • Shalat fardhu maupun sunnah
  • Thawaf mengelilingi Ka'bah
  • Menyentuh mushaf Al-Qur'an
  • Sujud tilawah

Agar wudhu yang dilakukan menjadi sah dan diterima, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Islam - Wudhu hanya diwajibkan dan sah dilakukan oleh orang yang beragama Islam.
  2. Mumayyiz - Pelaku wudhu harus sudah bisa membedakan baik dan buruk. Anak kecil yang belum mumayyiz tidak diwajibkan berwudhu.
  3. Tidak berhadats besar - Seseorang yang memiliki hadats besar seperti junub, haid, atau nifas harusmandi wajib terlebih dahulu sebelum berwudhu.
  4. Menggunakan air yang suci dan mensucikan - Air yang digunakan untuk berwudhu haruslah air yang suci dan dapat mensucikan, bukan air yang telah berubah warna, rasa atau baunya.
  5. Tidak ada penghalang sampainya air ke kulit - Tidak boleh ada sesuatu yang menghalangi air wudhu menyentuh kulit seperti cat kuku, lem, atau kotoran yang melekat.
  6. Masuk waktu shalat - Untuk shalat fardhu, wudhu dilakukan setelah masuk waktu shalat. Namun boleh mendahulukan wudhu sebelum waktu shalat untuk shalat sunnah.

Memenuhi syarat-syarat di atas menjadi hal yang penting agar wudhu yang dilakukan menjadi sah. Jika ada salah satu syarat yang tidak terpenuhi, maka wudhu tersebut dianggap tidak sah dan harus diulang.

Rukun Wudhu

Rukun wudhu adalah hal-hal yang wajib dilakukan dalam berwudhu. Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka wudhu menjadi tidak sah. Mengutip buku berjudul Mukjizat Berwudhu (2007) oleh Drs. Oan Hasanuddin, MA, dalam berwudhu, apabila fardhu atau rukun wudhunya ditinggalkan maka wudhunya tidak sah. Para ulama biasa mengistilahkan fardhu dengan rukun. Oleh sebab itu fardhu itu adalah sama dengan rukun.

Berikut adalah 6 rukun wudhu yang harus dilaksanakan:

  1. Niat - Niat wudhu dilakukan dalam hati bersamaan dengan membasuh muka. Niat merupakan pembeda antara ibadah dan kebiasaan biasa.
  2. Membasuh wajah - Membasuh seluruh wajah dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri.
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku - Membasuh kedua tangan dimulai dari ujung jari hingga siku, termasuk siku-sikunya.
  4. Mengusap sebagian kepala - Mengusap sebagian rambut kepala, minimal seukuran ubun-ubun.
  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki - Membasuh kedua kaki dari ujung jari hingga mata kaki, termasuk mata kakinya.
  6. Tertib - Melakukan rukun-rukun wudhu secara berurutan sesuai urutannya.

Keenam rukun wudhu di atas wajib dilakukan dengan sempurna agar wudhu menjadi sah. Jika ada satu rukun yang tertinggal atau tidak sempurna, maka wudhu harus diulang dari awal.

Urutan Tata Cara Wudhu yang Benar

Berikut adalah urutan tata cara wudhu yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW:

  1. Membaca basmalah dan berniat dalam hati untuk berwudhu
  2. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak 3 kali
  3. Berkumur-kumur sebanyak 3 kali
  4. Membersihkan hidung dengan menghirup air lalu mengeluarkannya sebanyak 3 kali
  5. Membasuh seluruh wajah sebanyak 3 kali
  6. Membasuh tangan kanan hingga siku sebanyak 3 kali, dilanjutkan tangan kiri
  7. Mengusap sebagian kepala (rambut) sebanyak 1 kali
  8. Mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam sebanyak 1 kali
  9. Membasuh kaki kanan hingga mata kaki sebanyak 3 kali, dilanjutkan kaki kiri
  10. Berdoa setelah selesai wudhu

Dalam melakukan urutan wudhu di atas, perlu diperhatikan beberapa hal penting:

  • Membasuh anggota wudhu dimulai dari yang kanan terlebih dahulu
  • Menggosok-gosok anggota wudhu agar benar-benar bersih
  • Membasuh hingga melebihi batas yang diwajibkan
  • Tidak berlebihan dalam menggunakan air
  • Tidak berbicara selama berwudhu kecuali jika diperlukan

Dengan melakukan urutan wudhu secara benar dan sempurna, insya Allah wudhu kita akan sah dan diterima.

Niat Wudhu dan Bacaannya

Niat merupakan rukun pertama dalam wudhu. Niat dilakukan dalam hati bersamaan dengan membasuh muka. Meski cukup diniatkan dalam hati, dianjurkan juga untuk melafalkan niat wudhu.

Mengutip buku berjudul Ushul Fikih Metode Ijtihad Hukum Islam (2017) oleh Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani’ah, tujuan niat adalah disyariatkannya niat dalam setiap ibadah yaitu untuk membedakan antara ibadah dan perbuatan yang dilakukan biasa (bukan ibadah) dan untuk membedakan antara ibadah yang satu dengan yang lainnya. Waktu niat adalah pada saat melakukan awal dari ibadah yang dilakukan.

Berikut adalah lafal niat wudhu beserta latin dan artinya:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitul wudhu-a liraf'il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta'aalaa

Artinya:

"Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah Ta'ala"

Niat wudhu ini dibaca dalam hati bersamaan dengan membasuh muka sebagai rukun pertama wudhu. Dengan niat yang benar, wudhu kita akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Doa-doa Saat Berwudhu

Selain niat, ada beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca saat melakukan gerakan-gerakan wudhu. Membaca doa-doa ini akan menambah kesempurnaan dan keberkahan wudhu kita.

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Studi Pemikiran, Riset dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 3, No. 1, Januari 2015, Ibnu Qayyim mengatakan, doa adalah obat yang paling bermanfaat, dialah lawan bala’ yang akan menolak, membereskan, dan menahannya agar tidak terjadi, serta akan mengangkat atau meringankan bila benar-benar terjadi, dialah senjata orang-orang beriman.

Berikut adalah doa-doa yang dibaca saat berwudhu:

  1. Doa ketika membasuh kedua telapak tangan:

    اَللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا

    Allaahumma-hfazh yadayya min ma'aashiika kullihaa

    Artinya: "Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat kepada-Mu"

  2. Doa ketika berkumur:

    اَللّٰهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik

    Artinya: "Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu"

  3. Doa ketika membasuh hidung:

    اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِيْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

    Allaahumma arihnii raa-ihatal jannah

    Artinya: "Ya Allah, ciumkanlah kepadaku bau harum surga"

  4. Doa ketika membasuh wajah:

    اَللّٰهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

    Allaahumma bayyidh wajhii yauma tabyadhdhu wujuuhun wa taswaddu wujuuh

    Artinya: "Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari dimana wajah-wajah memutih dan menghitam"

  5. Doa ketika membasuh tangan kanan:

    اَللّٰهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِيْنِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيْرًا

    Allaahumma a'thinii kitaabii biyamiinii wa haasibnii hisaaban yasiiron

    Artinya: "Ya Allah, berikanlah kitab amalku di tangan kananku dan hisablah aku dengan hisab yang mudah"

Membaca doa-doa di atas saat berwudhu akan menambah kekhusyukan dan keberkahan wudhu kita. Namun jika tidak hafal, cukup membaca doa yang mampu diingat saja.

Doa Setelah Wudhu

Setelah selesai berwudhu, dianjurkan untuk membaca doa. Doa setelah wudhu ini memiliki keutamaan yang besar. Berikut adalah lafal doa setelah wudhu beserta latin dan artinya:

Lafal Arab:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Latin:

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu. Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriin

Artinya:

"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci"

Membaca doa setelah wudhu ini memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna lalu membaca doa ini, maka akan dibukakan baginya 8 pintu surga dan dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki (HR. Muslim).

Sunnah-sunnah dalam Wudhu

Selain rukun-rukun wajib, ada beberapa sunnah dalam wudhu yang dianjurkan untuk dilakukan. Sunnah-sunnah ini akan menambah kesempurnaan dan pahala wudhu kita. Berikut adalah sunnah-sunnah dalam wudhu:

  1. Membaca basmalah di awal wudhu
  2. Mencuci kedua telapak tangan sebelum berkumur
  3. Bersiwak atau menggosok gigi sebelum berkumur
  4. Berkumur dan membersihkan hidung sebanyak 3 kali
  5. Menyela-nyela jari tangan dan kaki
  6. Mendahulukan anggota wudhu yang kanan
  7. Membasuh masing-masing anggota wudhu sebanyak 3 kali
  8. Mengusap seluruh kepala, bukan hanya sebagian
  9. Mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam
  10. Membasuh melebihi batas yang diwajibkan
  11. Hemat dalam menggunakan air
  12. Tidak berbicara selama berwudhu
  13. Berdoa setelah selesai wudhu

Melakukan sunnah-sunnah wudhu di atas akan menambah kesempurnaan wudhu kita. Namun jika tidak mampu melakukan semuanya, lakukan sebisa mungkin sesuai kemampuan.

Hal-hal yang Membatalkan Wudhu

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu sehingga harus berwudhu kembali sebelum melakukan ibadah. Berikut adalah hal-hal yang membatalkan wudhu:

  1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan (qubul dan dubur) seperti:
    • Buang air kecil
    • Buang air besar
    • Kentut
    • Keluarnya madzi atau wadi
  2. Hilang akal karena:
    • Tidur nyenyak
    • Pingsan
    • Mabuk
    • Gila
  3. Menyentuh kemaluan tanpa penghalang
  4. Murtad (keluar dari Islam)

Jika terjadi salah satu dari hal-hal di atas, maka wudhu menjadi batal dan harus berwudhu kembali sebelum melakukan ibadah yang mensyaratkan wudhu.

Keutamaan dan Manfaat Wudhu

Menurut Ramadhan (2015) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal An-Nur, Volume 10, Nomor 2, Desember 2021 dijelaskan bahwa diantara manfaat wudhu adalah menjaga tubuh dari penyakit mulut, tangan dan kaki, menjamin kebersihan kedua mata, menjaga keselamatannya serta menghindari penyakit trahum dan radang mata, mencegah timbulnya jerawat, mampu mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi dan pusing kepala, dan memperkuat peredaran darah sehingga dapat menambah aktivitas dan kebugaran tubuh.

Beberapa keutamaan dan manfaat wudhu antara lain:

  1. Menghapus dosa-dosa kecil
  2. Meninggikan derajat di sisi Allah SWT
  3. Menjadi pembeda umat Islam di hari kiamat
  4. Menyegarkan dan membersihkan tubuh
  5. Meningkatkan sirkulasi darah
  6. Menenangkan pikiran dan jiwa
  7. Mencegah penyakit kulit
  8. Meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi
  9. Membersihkan energi negatif
  10. Menjaga kebersihan dan kesucian

Dengan memahami keutamaan dan manfaat wudhu, diharapkan kita semakin bersemangat untuk menjaga wudhu dan melakukannya dengan sempurna.

Tips Menjaga Wudhu

Menjaga wudhu sepanjang hari memiliki banyak keutamaan. Berikut beberapa tips untuk menjaga wudhu:

  1. Berwudhu setiap selesai dari kamar mandi
  2. Berwudhu sebelum tidur
  3. Membawa botol air wudhu saat bepergian
  4. Menghindari hal-hal yang membatalkan wudhu
  5. Berwudhu setiap merasa ragu apakah wudhu masih ada atau sudah batal
  6. Membiasakan berwudhu sebelum melakukan aktivitas penting
  7. Berdoa agar selalu dijaga wudhunya

Dengan menjaga wudhu, kita akan selalu dalam keadaan suci dan siap untuk beribadah kapan saja. Ini juga akan membuat kita lebih berhati-hati dalam berperilaku sehari-hari.

Perbedaan Wudhu dan Tayamum

Wudhu dan tayamum sama-sama cara bersuci dalam Islam, namun memiliki beberapa perbedaan mendasar. Mengutip buku berjudul Tanya Jawab Seputar Fikih Wanita Empat Mazhab (2023) oleh A. R. Shohibul Ulum, tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih. Tayamun menggunakan tanah atau debu yang bersih. Adapun yang boleh dijadikan alat tayamun adalah tanah suci yang ada debunya.

Aspek Wudhu Tayamum
Media Air Debu yang suci
Anggota yang dibasuh/usap Wajah, tangan, kepala, kaki Wajah dan tangan saja
Kondisi penggunaan Ada air dan mampu menggunakannya Tidak ada air atau tidak mampu menggunakan air
Durasi keberlakuan Sampai batal Hanya untuk 1 kali shalat fardhu

Meski berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menyucikan diri sebelum beribadah. Tayamum menjadi alternatif ketika tidak memungkinkan untuk berwudhu.

 

 

 

Sumber:

- Buku berjudul Terapi Wudhu: Sempurna Shalat, Bersihkan Penyakit (2010) oleh Muhammad Akrom 

- Buku berjudul Mukjizat Berwudhu (2007) oleh Drs. Oan Hasanuddin, MA

- Buku berjudul Ushul Fikih Metode Ijtihad Hukum Islam (2017) oleh Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani’ah

- Kajian berjudul Urgensi Doa dalam Kehidupan dipublikasikan di Jurnal Studi Pemikiran, Riset dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 3, No. 1, Januari 2015

- Kajian berjudul Implementasi Wudu’ sebagai Solusi Wabah: Perspektif Tafsir dipublikasikan di Jurnal An-Nur, Volume 10, Nomor 2, Desember 2021

- Buku berjudul Tanya Jawab Seputar Fikih Wanita Empat Mazhab (2023) oleh A. R. Shohibul Ulum

Tanya Jawab Seputar Wudhu

1. Apakah wudhu batal jika tertidur sebentar?

Tidur ringan yang tidak sampai menghilangkan kesadaran tidak membatalkan wudhu. Namun jika tidur nyenyak hingga hilang kesadaran, maka wudhu menjadi batal.

2. Bolehkah berwudhu menggunakan air hangat?

Boleh berwudhu menggunakan air hangat, asalkan tidak terlalu panas hingga mengubah sifat air. Air yang digunakan untuk wudhu harus tetap dalam kategori air mutlak.

3. Apakah wanita haid perlu berwudhu untuk shalat?

Wanita yang sedang haid tidak diwajibkan shalat, sehingga tidak perlu berwudhu. Namun tetap dianjurkan untuk menjaga kesucian dengan bersuci secara umum.

4. Bagaimana hukum berwudhu menggunakan air sisa minum?

Air sisa minum yang masih suci boleh digunakan untuk berwudhu. Namun sebaiknya menggunakan air yang baru dan mengalir jika memungkinkan.

5. Apakah wudhu batal jika menyentuh lawan jenis yang bukan mahram?

Ada perbedaan pendapat ulama dalam hal ini. Sebagian berpendapat batal, sebagian lagi berpendapat tidak batal. Untuk kehati-hatian, lebih baik berwudhu kembali jika terjadi.