Rebo Wekasan Membaca Yasin Berapa Kali? Ini Anjuran dan Panduannya yang Lengkap

Ketahui berapa kali membaca Yasin saat Rebo Wekasan, lengkap dengan anjuran, tata cara, dan hikmahnya untuk memohon perlindungan dari bala.

Diterbitkan 20 Agustus 2025, 11:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Rebo Wekasan atau yang juga dikenal dengan Rabu Pungkasan atau Arba Mustamir, merupakan hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Hari ini dipercaya oleh sebagian masyarakat muslim di Nusantara sebagai waktu di mana Allah SWT menurunkan ribuan bala bencana ke bumi. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang melakukan berbagai amalan ibadah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

Dengan mengetahui panduan dan hikmah di balik amalan Rebo Wekasan, diharapkan umat Islam dapat mengambil manfaat spiritual yang maksimal. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif mengenai Rebo Wekasan, termasuk anjuran membaca surat yasin dan panduan lengkapnya. 

Makna Rebo Wekasan dalam Tradisi Islam 

Rebo Wekasan adalah sebutan untuk hari Rabu terakhir dalam bulan Safar pada penanggalan Hijriah. Pada tahun 2025, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Rebo Wekasan akan jatuh pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. Perayaan Rebo Wekasan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Amalan tersebut meliputi puasa sunnah, sholat sunnah, pembacaan doa, pembacaan ayat Al-Quran, serta pembacaan tahlil dan dzikir. 

Semua amalan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon keselamatan dari segala musibah. Ya, sebagian masyarakat Muslim di Indonesia meyakini bahwa pada hari tersebut sering turun bala atau musibah, sehingga banyak dianjurkan memperbanyak doa, sedekah, dan dzikir. Kendati demikian, para ulama menegaskan bahwa keyakinan hari sial tidak ada dalam ajaran Islam. 

Menurut KH Zainuddin Lubis dalam NU Online, amalan di Rebo Wekasan boleh dilakukan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, asalkan tidak disertai keyakinan bahwa hari tersebut membawa kesialan. Artinya, yang diyakini membawa perlindungan adalah dzikir, doa, dan bacaan Al-Qur’an, bukan hari atau tanggal tertentu. Hal ini juga sejalan dengan prinsip al-‘adah muhakkamah (tradisi boleh dijalankan selama tidak bertentangan dengan syariat). 

Hukum Membaca Yasin di Malam Rebo Wekasan 

Keyakinan yang melatarbelakangi tradisi Rebo Wekasan adalah anggapan bahwa pada hari Rabu terakhir bulan Safar, Allah SWT menurunkan 320 ribu bala bencana ke bumi. Anggapan ini mendorong masyarakat untuk melakukan amalan ibadah sebagai upaya spiritual memohon perlindungan dari segala marabahaya. Sumber keyakinan ini disebutkan dalam kitab Kanz Al-Najah Wa Al-Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki.

Tradisi amalan Rebo Wekasan juga berakar dari anjuran beberapa ulama terdahulu. Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi dalam kitabnya Fathul Malik Al-Majid Al Mu-allaf Li Naf'il 'Abid Wa Qam'i Kulli Jabbarin 'Anid (dikenal juga sebagai Mujarrobat Ad-Dairobi), serta Syekh Muhammad bin Khatiruddin Al 'Atthar dalam kitab Jawahir Al Khumus, turut menganjurkan amalan tertentu pada hari tersebut. Ini menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki dasar dari beberapa literatur keagamaan klasik.

Membaca Surat Yasin pada malam Rebo Wekasan termasuk ibadah ghairu mahdhah (ibadah non-pokok) yang hukumnya mubah. Dalam Faidh al-Qadir, Imam Abdurrauf al-Munawiy menjelaskan bahwa membaca Yasin berulang kali di waktu tertentu diperbolehkan, asalkan diniatkan untuk tabarrukan (mengharap berkah) dan bukan menganggap ada keistimewaan syar’i pada waktu tersebut. 

Dengan demikian, jika seseorang membaca Yasin pada Rebo Wekasan, maka itu dihitung sebagai amalan baik karena membaca Al-Qur’an selalu bernilai ibadah. Hanya saja, tidak boleh meyakini bahwa Allah hanya menurunkan pertolongan pada hari itu saja, sebab Allah bebas memberikan rahmat-Nya kapan saja. 

Rebo Wekasan Membaca Yasin Berapa Kali?  

1. Membaca Yasin 1 Kali + Mengulang Ayat 58 (313 Kali)

Tradisi yang paling banyak dijalankan adalah membaca Surat Yasin sekali penuh, lalu ketika sampai pada ayat ke-58 — “Salamun qoulan min rabbir rahim” — dibaca ulang sebanyak 313 kali, kemudian dilanjutkan sampai akhir surat. Setelah itu ditutup dengan doa tolak bala dan shalawat.

Panduan ini ditemukan dalam tradisi para ulama Nusantara dan angka 313 sering dihubungkan dengan jumlah pasukan kaum Muslimin dalam Perang Badar, yang menjadi simbol pertolongan Allah atas kaum beriman. Anjuran ini disebutkan oleh KH Abdul Hamid Kudus dalam kitabnya Kanz an-Najāḥ wa al-Surūr.

2. Membaca Surat Yasin 3 Kali

Di beberapa daerah, masyarakat membaca Yasin sebanyak 3 kali. Amalan ini sah-sah saja selama diniatkan untuk ibadah. Namun, tidak ada dalil khusus dari Rasulullah SAW yang mewajibkan jumlah tiga kali. Karena itu, jumlah bacaan ini masuk kategori ijtihadiyah (berdasarkan tradisi dan kesepakatan ulama lokal).  

Umumnya, bacaan pertama diniatkan untuk panjang umur dalam ketaatan, bacaan kedua agar dijauhkan dari bala, dan bacaan ketiga agar tidak bergantung kepada selain Allah. Tata cara membaca Yasin umumnya dimulai dengan niat hati, membaca Al-Fatihah, lalu Surat Yasin dari ayat 1 sampai 83, diikuti doa setelah Yasin dan doa khusus Rebo Wekasan, serta dzikir dan istighfar. 

3. Membaca Surat Yasin 7 Kali

Ada pula tradisi membaca Yasin 7 kali di Rebo Wekasan. Hal ini lebih jarang ditemukan, tetapi masih dijalankan oleh sebagian masyarakat dengan maksud memperkuat doa tolak bala. Sekali lagi, jumlah ini bukan syariat baku, melainkan adat yang diperbolehkan selama tidak diyakini wajib.

Keutamaan Membaca Surat Yasin

Surat Yasin dikenal sebagai “Qalbu al-Qur’an” (jantung Al-Qur’an). Banyak hadis menyebutkan keutamaan Yasin, meski sebagian hadis berstatus dhaif (lemah). Salah satunya adalah sabda Nabi: “Bacalah Yasin pada orang-orang yang meninggal di antara kalian” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah). 

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ayat-ayat Yasin mengandung banyak kabar gembira bagi orang beriman, sehingga sangat dianjurkan untuk dibaca dalam urusan yang sulit. Membaca Yasin dengan khusyuk diyakini dapat menenangkan hati, memperkuat doa, dan menjadi wasilah dimudahkan urusan. 

Dengan demikian, meski jumlah bacaan di Rebo Wekasan tidak memiliki dasar syar’i yang pasti, membaca Yasin berulang kali tetap bernilai pahala. Intinya, yang utama adalah keikhlasan niat dan pemahaman isi bacaan, bukan sekadar angka. 

Tata Cara Amalan Rebo Wekasan 

Beberapa masyarakat melaksanakan amalan Rebo Wekasan dengan tata cara sebagai berikut: 

  1. Shalat sunnah 2 rakaat di awal malam, dengan niat memohon perlindungan dari Allah.
  2. Membaca Surat Yasin sesuai tradisi: sekali, tiga kali, atau sekali dengan tambahan ayat 58 dibaca 313 kali.
  3. Berdoa tolak bala dengan khusyuk, memohon keselamatan bagi diri, keluarga, dan masyarakat.
  4. Bersedekah kepada fakir miskin sebagai bentuk syukur.
  5. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW agar mendapat syafaat di dunia dan akhirat.

Amalan ini bukan kewajiban syar’i, melainkan bentuk ikhtiar spiritual. Menurut para ulama, amal-amal tersebut sah selama diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apakah ada dalil khusus yang memerintahkan membaca Yasin di Rebo Wekasan?

Tidak ada dalil syar’i yang secara khusus memerintahkan membaca Yasin di Rebo Wekasan. Namun, para ulama membolehkan amalan ini selama diniatkan untuk ibadah dan tabarrukan. Menurut KH Zainuddin Lubis di NU Online, membaca Yasin di hari Rebo Wekasan hukumnya mubah.

2. Mengapa ada yang membaca Yasin 1 kali, 3 kali, bahkan 7 kali?

Jumlah bacaan berbeda-beda karena berkembang sebagai tradisi di masyarakat. Menurut penjelasan Imam Abdurrauf al-Munawiy dalam Faidh al-Qadir, jumlah bacaan tidak wajib, yang penting adalah niat ikhlas dan keistiqamahan.

3. Apa maksud membaca ayat 58 Surat Yasin sebanyak 313 kali?

Ayat “Salamun qoulan min rabbir rahim” sering diulang 313 kali karena bilangan itu melambangkan jumlah pasukan Perang Badar. Tradisi ini dimaknai sebagai doa tolak bala, bukan kewajiban agama. Sumber ini tercatat dalam tata cara amalan Rebo Wekasan yang banyak dipraktikkan di pesantren dan tradisi masyarakat (NTB iNews).

4. Apakah Rebo Wekasan dianggap hari sial dalam Islam?

Dalam Islam tidak ada konsep hari sial. Yang menentukan baik atau buruk adalah Allah SWT. Menurut ulama, Rebo Wekasan hanyalah momentum untuk memperbanyak doa, bukan hari yang mendatangkan kesialan.

5. Apa amalan lain selain membaca Yasin yang dianjurkan di Rebo Wekasan?

Selain membaca Yasin, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, sedekah, shalat sunnah, dan dzikir. Hal ini sejalan dengan prinsip memperbanyak amal shalih di waktu apa pun untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah.