Liputan6.com, Jakarta Contoh huruf izhar merupakan salah satu pembelajaran penting dalam ilmu tajwid yang harus dikuasai setiap Muslim. Huruf-huruf yang masuk dalam kelompk 'huruf izhar' adalah ha (ح), kha (خ), ain (ع), ghain (غ), ha (ه), dan hamzah (ء).
Izhar sendiri dalam bahasa Arab berarti "jelas" atau "terang". Menurut Ahmad Nu'Man Zen dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD, cara membaca huruf izhar adalah dibaca dengan jelas tanpa ada dengung atau getaran di bagian tenggorokan.
Pada praktiknya, hukum bacaan izhar berlaku ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan enam huruf khusus yang disebut huruf izhar. Keenam huruf tersebut memiliki karakteristik yang membuat nun sukun atau tanwin dibaca dengan jelas. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (14/8/2025).
Advertisement
Karakteristik 6 Huruf Izhar
Huruf-huruf izhar memiliki karakteristik khusus yang membuatnya berbeda dari huruf-huruf lainnya dalam Al-Quran:
- Ha (ح) - Huruf ini keluar dari tengah tenggorokan dengan suara yang halus dan jelas
- Kha (خ) - Diucapkan dari pangkal tenggorokan dengan hembusan napas yang kuat
- Ain (ع) - Keluar dari tengah tenggorokan dengan getaran pita suara
- Ghain (غ) - Diucapkan dari pangkal tenggorokan dengan suara bergetar
- Ha (ه) - Huruf yang sangat halus dan keluar dari ujung tenggorokan
- Hamzah (ء) - Diucapkan dengan penutupan sejenak pada pangkal tenggorokan
Keenam huruf ini disebut juga dengan "huruf halqiyyah" karena semuanya keluar dari area tenggorokan (halq). Karakteristik ini membuat nun sukun atau tanwin yang berada di depannya harus dibaca dengan jelas tanpa ada dengung atau ghunnah. Pemahaman tentang tempat keluarnya huruf-huruf ini (makhraj) sangat penting untuk penerapan hukum izhar yang benar.
Setiap huruf izhar memiliki kekuatan suara yang berbeda, namun semuanya memiliki kesamaan yaitu tidak memungkinkan terjadinya dengung ketika bertemu dengan nun sukun atau tanwin. Hal ini berbeda dengan huruf-huruf lain yang dapat menyebabkan hukum bacaan idgham, ikhfa, atau iqlab.
Prof. Dr. H. Manna' Al-Qaththan dalam Mabahits fi Ulum Al-Quran menjelaskan, bahwa huruf-huruf halqiyyah memiliki sifat yang kuat sehingga tidak memungkinkan terjadinya peleburan atau penyembunyian nun sukun.
Advertisement
Contoh Huruf Izhar dalam Al-Quran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2902973/original/060864700_1567682351-100907calquran.jpg)
Berikut adalah contoh-contoh penerapan huruf izhar dalam ayat-ayat Al-Quran yang perlu dipahami dengan baik:
- مَنْ آمَنَ
Pada kata "مَنْ", nun sukun bertemu dengan hamzah (ء) sehingga dibaca dengan jelas tanpa dengung
- سَلامٌ هِيَ
Tanwin pada "سَلامٌ" bertemu dengan ha (ه), maka dibaca jelas sesuai hukum izhar
- مِنْ عِلْمٍ
Nun sukun pada "مِنْ" bertemu dengan ain (ع), sehingga nun sukun dibaca dengan tegas
- يَنْأَوْنَ
Nun sukun bertemu dengan hamzah (ء), maka penerapan hukum izhar berlaku
- كُلٌّ آمَنَ
Tanwin pada "كُلٌّ" bertemu dengan hamzah (ء), dibaca jelas tanpa dengung
- بُكْمٌ عُمْيٌ
Tanwin bertemu dengan ain (ع), sehingga harus dibaca dengan jelas
- فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Nun sukun pada "وَانْحَرْ" bertemu dengan ha (ح)
Setiap contoh di atas menunjukkan bagaimana nun sukun atau tanwin harus dibaca dengan jelas ketika bertemu dengan huruf-huruf izhar. Praktik pembacaan yang benar akan membuat bacaan Al-Quran terdengar lebih fasih dan sesuai dengan kaidah tajwid yang telah ditetapkan.
Menurut Tuti Yustiani dalam buku Be Smart PAI, penerapan hukum izhar dalam contoh-contoh tersebut harus dilakukan dengan konsisten agar kualitas bacaan Al-Quran dapat terjaga dengan baik.
Hukum Bacaan Izhar dalam Tajwid
Hukum bacaan izhar memiliki aturan-aturan spesifik yang harus dipahami dan diterapkan dengan benar, yakni:
- Nun sukun atau tanwin harus dibaca dengan jelas, tegas, dan tidak berdengung sama sekali.
- Tidak boleh ada perpanjangan suara (mad) pada nun sukun atau tanwin tersebut.
- Pengucapan harus dilakukan tanpa ada getaran di tenggorokan atau hidung.
Dalam penerapannya, hukum izhar berlaku baik dalam satu kata maupun antara dua kata. Jika nun sukun berada dalam satu kata dengan huruf izhar, maka tetap dibaca jelas. Begitu pula jika nun sukun atau tanwin di akhir kata bertemu dengan huruf izhar di awal kata berikutnya, hukum izhar tetap berlaku.
Durasi pembacaan nun sukun atau tanwin dalam hukum izhar adalah satu harakat, sama seperti huruf sukun pada umumnya. Tidak boleh ada perpanjangan atau pemendekan yang berlebihan karena dapat mengubah kaidah bacaan yang benar.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah masih adanya sisa dengung ketika membaca nun sukun atau tanwin izhar. Hal ini harus dihindari karena dapat mengubah hukum bacaan menjadi tidak sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.
Menurut Dr. Aiman Rusydi Suaid dalam At-Tajwid Al-Muyassar, penerapan hukum izhar yang benar memerlukan latihan yang konsisten dan bimbingan dari guru yang kompeten.
Advertisement
Cara Berlatih Membaca Huruf Izhar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637359/original/021769800_1699254998-pexels-timur-weber-9127593.jpg)
Berlatih membaca huruf izhar memerlukan metode yang sistematis dan berkesinambungan. Langkah pertama adalah menghafal keenam huruf izhar yaitu ha, kha, ain, ghain, ha, dan hamzah dengan baik. Kemudian, latih pengucapan masing-masing huruf dengan benar sesuai dengan makhrajnya.
- Latihan Dasar - Mulai dengan membaca huruf izhar secara terpisah untuk memahami karakteristik masing-masing huruf
- Latihan Kombinasi - Gabungkan nun sukun dengan setiap huruf izhar dalam suku kata sederhana
- Latihan Kata - Praktikkan pembacaan kata-kata yang mengandung hukum izhar
- Latihan Ayat - Baca ayat-ayat Al-Quran yang mengandung contoh izhar dengan bimbingan guru
- Evaluasi Rutin - Rekam bacaan dan evaluasi bersama guru atau teman yang lebih berpengalaman
Metode pembelajaran yang efektif adalah dengan menggunakan teknik pengulangan (takrir) dan mendengarkan rekaman qira'ah dari qari-qari terkenal. Hal ini akan membantu telinga terbiasa dengan suara yang benar sehingga dapat mengoreksi kesalahan sendiri.
Latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari tempo lambat hingga normal. Jangan terburu-buru untuk membaca cepat sebelum ketepatan bacaan terjamin. Konsistensi dalam berlatih setiap hari lebih penting daripada durasi latihan yang panjang namun tidak rutin.
Imam Al-Jazari dalam Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah menyatakan bahwa tajwid tidak dapat dikuasai tanpa latihan yang intensif dan bimbingan guru yang berkualitas.
Kesalahan Umum dalam Membaca Izhar
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penerapan hukum izhar perlu dihindari agar bacaan Al-Quran tetap sesuai dengan kaidah yang benar. Kesalahan pertama adalah masih adanya dengung sisa ketika membaca nun sukun atau tanwin izhar. Hal ini terjadi karena kebiasaan membaca hukum ikhfa yang memang memerlukan dengung.
Kesalahan kedua adalah membaca terlalu cepat sehingga nun sukun atau tanwin tidak terdengar jelas. Ini sering terjadi pada pemula yang belum terbiasa dengan tempo bacaan yang tepat. Kesalahan ketiga adalah salah mengidentifikasi huruf izhar, terutama membedakan antara ha (ه) dan ha (ح) yang memiliki bentuk mirip namun hukum yang berbeda.
- Dengung Berlebihan - Nun sukun masih berdengung padahal seharusnya jelas
- Tempo Terlalu Cepat - Nun sukun tidak terdengar karena dibaca terburu-buru
- Identifikasi Huruf Salah - Keliru membedakan huruf izhar dengan huruf lain
- Makhraj Tidak Tepat - Tempat keluarnya huruf tidak sesuai dengan kaidah
- Intonasi Berlebihan - Memberikan tekanan berlebih pada nun sukun
Untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, diperlukan latihan yang konsisten dan evaluasi dari guru yang kompeten. Perekaman bacaan sendiri juga dapat membantu dalam mengidentifikasi kesalahan yang mungkin tidak disadari.
Syaikh Abdullah Al-Amin dalam Daqaiq At-Tajwid menyarankan agar setiap pembelajar tajwid selalu meminta koreksi dari ahli tajwid untuk memastikan bacaan sudah benar.
Advertisement
Keutamaan Memahami Ilmu Tajwid
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637360/original/096830400_1699255001-pexels-timur-weber-9127731.jpg)
Mempelajari ilmu tajwid termasuk hukum izhar, memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Pertama, tajwid merupakan cara untuk menjaga kemurnian bacaan Al-Quran sebagaimana diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kedua, bacaan yang sesuai tajwid akan memberikan pahala yang lebih besar dibandingkan bacaan yang salah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang membaca Al-Quran dengan fasih akan mendapat satu kebaikan untuk setiap huruf, dan setiap kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya membaca Al-Quran dengan benar sesuai kaidah tajwid.
Selain pahala, memahami tajwid juga membantu dalam menghayati makna Al-Quran dengan lebih baik. Bacaan yang benar akan memberikan ketenangan jiwa dan kemudahan dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam ayat-ayat suci.
Dari segi sosial, kemampuan membaca Al-Quran dengan tajwid yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri ketika memimpin shalat atau membaca Al-Quran di hadapan orang lain. Ini juga merupakan bentuk keteladanan bagi generasi muda Muslim.
Dr. Muhammad Tayyib An-Najjar dalam At-Tajwid wa Adabuh menekankan bahwa mempelajari tajwid adalah kewajiban setiap Muslim karena berkaitan langsung dengan ibadah kepada Allah SWT.
Daftar Sumber
- Zen, Ahmad Nu'Man. "Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD". 2022. Bumi Aksara. ISBN 978-623-328-331-1
- Yustiani, Tuti. 2008. "Be Smart Pendidikan Agama Islam untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama". Bandung: Grafindo Media Pratama.
- Al-Qaththan, Manna'. Mabahits fi Ulum Al-Quran
- Suaid, Aiman Rusydi. At-Tajwid Al-Muyassar
- Al-Jazari, Imam. Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah
- Al-Amin, Abdullah. Daqaiq At-Tajwid
- An-Najjar, Muhammad Tayyib. At-Tajwid wa Adabuh
Advertisement
FAQ
1. Apa itu huruf Izhar dalam ilmu tajwid? Huruf Izhar adalah enam huruf hijaiyah yang menyebabkan nun sukun atau tanwin dibaca jelas tanpa dengung.
2. Apa saja contoh huruf Izhar? Contoh huruf Izhar meliputi: ء (hamzah), هـ, ع, ح, غ, dan خ.
3. Kapan hukum Izhar berlaku dalam bacaan Al-Qur’an? Izhar berlaku saat nun sukun atau tanwin bertemu salah satu dari enam huruf Izhar.
4. Apa arti Izhar secara bahasa dan istilah? Secara bahasa Izhar berarti menjelaskan, dan secara istilah artinya membacakan huruf dengan jelas.
5. Bagaimana cara membedakan Izhar dengan Idgham? Izhar dibaca jelas tanpa dengung, sedangkan Idgham meleburkan nun sukun atau tanwin ke huruf berikutnya.
6. Mengapa penting memahami hukum bacaan Izhar? Agar bacaan Al-Qur’an menjadi benar sesuai tajwid dan tidak mengubah makna ayat.
7. Apakah ada contoh ayat yang mengandung hukum Izhar? Ya, contoh ayatnya seperti dalam QS. Al-Falaq ayat 1: "Qul a‘ūdzu birabbil-falaq."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)