Liputan6.com, Jakarta Idul Fitri adalah momen istimewa setelah sebulan berpuasa, di mana umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat Id secara berjamaah. Memahami tata cara sholat Idul Fitri membantu ibadah berjalan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan sunnah.
Sholat Idul Fitri biasanya dilakukan di lapangan atau masjid, diikuti khutbah yang penuh nasihat. Pengetahuan tentang tata cara sholat Idul Fitri penting agar setiap gerakan dan bacaan dilakukan dengan benar.
Selain ibadah, sholat Idul Fitri juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa syukur. Dengan menguasai tata cara sholat Idul Fitri, momen hari raya menjadi lebih bermakna. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tata cara sholat Idul Fitri.
Advertisement
Niat Sholat Idul Fitri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194515/original/070338100_1596082535-muslim-woman-pray-hijab-praying-mat-indoors_73740-638__1_.jpg)
Mengutip buku berjudul Dakwah Cerdas: Ramadhan, Idul Fitri, Walimatul Hajj dan Idul Adha (2016) oleh Dra. Udji Asiyah, M.Si, dalam Islam dikenal ada dua hari raya (hari besar), yaitu Idulfitri dan Iduladha. Hari Raya Idulfitri didahului dengan puasa Ramadhan, sedangkan Iduladha diawali dengan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dengan berbagai keutamaan dan anjuran untuk memperbanyak ibadah pada siang harinya.
Niat merupakan pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk sholat Idul Fitri. Niat ini berfungsi sebagai pembeda dengan sholat lainnya dan dapat dilafalkan dalam hati atau diucapkan secara lisan. Penting untuk memastikan niat sesuai dengan posisi saat sholat, apakah sebagai imam, makmum, atau sholat sendirian.
Bagi seorang imam, niat yang dilafalkan adalah:
"أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَــالَى"
(Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini imâman lillahi ta'ala),
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah ta'ala.”
Sementara itu, makmum membaca niat:
"اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى"
(Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā).
Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah ta'ala.”
Apabila melaksanakan sholat Idul Fitri secara sendirian, niat yang diucapkan adalah:
"Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni adā'an lillāhi ta'ālā,"
Artinya: "Aku berniat salat sunah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
Advertisement
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Idul Fitri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3988602/original/048536800_1649349187-Ilustrasi_sholat_tahajud.jpg)
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman tahun 2024, menurut hadis Nabi Muhammad SAW, Idul Fitri adalah waktu untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT selama Ramadhan. Dalam konteks ini, perayaan Idul Fitri juga menjadi momen untuk refleksi dan evaluasi diri.
Berikut ini tata cara sholat Idul Fitri:
1. Rakaat Pertama
- Niat sholat Idul Fitri.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Takbir tambahan 7 kali.
- Di antara setiap takbir, membaca tasbih: “Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar.”
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Disunnahkan membaca surat Al-A’la.
- Melanjutkan gerakan sholat seperti biasa: ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua.
2. Rakaat Kedua
- Berdiri dari sujud terakhir rakaat pertama.
- Takbir tambahan 5 kali.
- Di antara setiap takbir, membaca tasbih yang sama seperti rakaat pertama.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Disunnahkan membaca surat Al-Ghasiyah atau Al-Qamar.
- Melanjutkan gerakan sholat seperti biasa hingga salam.
3. Khutbah Setelah Sholat
- Jamaah tetap duduk setelah salam.
- Mendengarkan khutbah Idul Fitri yang berisi nasihat, pengingat, dan doa kebaikan.
- Menghayati pesan khutbah untuk meningkatkan ketakwaan dan mempererat silaturahmi.
Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Hukum Islam, Vol. XIV No. 1 Juni 2014, amalan-amalan sunnah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW di antaranya adalah shalat Idul Fitri (shalat dua hari raya). Shalat Idul Fitri (dua hari raya adalah sunnat muakkad, shalat hari raya itu dua rakaat, pada rakaat yang pertama membaca takbir tujuh kali selain takbiratul-ihkram, dan pada rakaat yang kedua membaca takbir lima kali.
Menurut Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin M. Alhusaini masih dari sumber yang sama, kata id adalah diambil dari kata al-Audu (kembali), sebab pada hari itu orang-orang kembali menikmati tahun, atau kembalinya kebahagiaan sebab kembalinya hari itu atau karena banyaknya anugerah Allah SWT kepada hambaNya di hari itu.
Selain tata cara sholat itu sendiri, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan sebelum dan sesudah pelaksanaan sholat Idul Fitri. Amalan-amalan ini bertujuan menyempurnakan ibadah, menambah pahala, dan menghadirkan suasana penuh berkah di hari kemenangan.
A. Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri
1. Mandi Sunnah Pagi Hari
- Disunnahkan mandi besar sebelum berangkat sholat, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA.
- Mandi dilakukan pada pagi hari untuk menjaga kesucian dan kebersihan diri.
2. Memakai Pakaian Terbaik
- Dianjurkan mengenakan pakaian yang rapi, bersih, dan terbaik yang dimiliki.
- Bagi wanita, disarankan memakai pakaian sederhana tanpa tabarruj (berhias berlebihan) dan tanpa parfum menyengat, serta mendapatkan izin suami jika sholat di luar rumah.
3. Menggunakan Wewangian (Bagi Laki-laki)
Memakai parfum atau minyak wangi secukupnya sebagai bentuk penghormatan hari raya.
4. Makan Sebelum Sholat
Dianjurkan makan dan minum sebelum berangkat sholat Idul Fitri sebagai tanda telah berakhirnya puasa Ramadan, biasanya dengan mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil.
5. Mengumandangkan Takbir
Membaca takbir sejak terbit fajar hingga imam memulai sholat: “Allahu akbar kabīrā walhamdulillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa asīlā. Lā ilāha illallāhu wa lā na’budu illā iyyāh, mukhlishīna lahuddīn walau karihal-kāfirūn. Lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal-ahzāba wahdah.”
6. Berangkat Lebih Awal dan Berjalan Kaki
- Disunnahkan berangkat lebih awal menuju tempat sholat, terutama bagi laki-laki.
- Jika jaraknya dekat, dianjurkan berjalan kaki sebagai bentuk kesederhanaan dan menghidupkan sunnah.
7. Mengambil Jalan yang Berbeda
Saat pergi dan pulang dari tempat sholat, disunnahkan melalui rute yang berbeda, mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW.
8. Tidak Melaksanakan Sholat Sunnah Sebelum atau Sesudah Sholat Id
Baik di rumah maupun di tempat sholat, tidak ada sholat sunnah sebelum atau sesudah sholat Idul Fitri.
B. Amalan Sunnah Sesudah Sholat Idul Fitri
1. Mendengarkan Khutbah
Setelah sholat, jamaah dianjurkan tetap duduk untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri yang berisi nasihat, pengingat, dan doa kebaikan.
2. Mengucapkan Selamat Hari Raya
Ucapan yang dianjurkan adalah “Taqabbalallāhu minnā wa minkum” (Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian).
3. Bersedekah
Membantu fakir miskin dan kaum dhuafa sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi kebahagiaan.
4. Silaturahmi
Mengunjungi keluarga, kerabat, dan tetangga untuk mempererat hubungan persaudaraan.
Advertisement
Aspek Penting Lainnya dalam Sholat Idul Fitri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)
Mengenai hukum sholat Idul Fitri, jumhur ulama berpendapat bahwa hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, sebagian ulama lain berpandangan fardhu kifayah, dan Imam Abu Hanifah bahkan menyatakan wajib bagi penduduk kota. Perbedaan pandangan ini menunjukkan kekayaan khazanah fiqih Islam, namun mayoritas umat Islam mengikuti pandangan sunnah muakkadah.
Perbedaan juga terdapat pada jumlah takbir tambahan dalam sholat Idul Fitri di antara mazhab-mazhab fiqih. Mazhab Syafi'i menganjurkan 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua.
Sementara itu, Mazhab Hanafi menyebutkan 3 takbir di setiap rakaat, Mazhab Maliki 6 takbir di rakaat pertama dan 5 di rakaat kedua, dan Mazhab Hanbali 6 takbir di rakaat pertama serta 5 di rakaat kedua. Meskipun ada perbedaan, semua mazhab sepakat adanya takbir tambahan yang membedakan sholat Id dari sholat lainnya.
Mengenai Hukum Sholat Id
- Jumhur ulama: Sunnah muakkad
- Sebagian ulama: Fardhu kifayah
- Imam Abu Hanifah: Wajib bagi penduduk kota
Mengenai Jumlah Takbir
- Mazhab Syafi'i: 7 takbir (rakaat 1), 5 takbir (rakaat 2)
- Mazhab Hanafi: 3 takbir (rakaat 1), 3 takbir (rakaat 2)
- Mazhab Maliki: 6 takbir (rakaat 1), 5 takbir (rakaat 2)
- Mazhab Hanbali: 6 takbir (rakaat 1), 5 takbir (rakaat 2)
Mengenai Waktu Takbir
- Idul Fitri: Sejak maghrib akhir Ramadhan hingga imam naik mimbar
Persiapan Mental dan Spiritual
- Niatkan sebagai ibadah yang sempurna
- Perbanyak istighfar sebelum sholat
- Datang lebih awal untuk mendapat tempat yang baik
- Bawa sajadah jika sholat di lapangan
Persiapan Fisik
- Mandi dengan sempurna
- Pakai pakaian terbaik yang bersih dan wangi
- Potong kuku dan rapikan penampilan
- Sarapan ringan sebelum berangkat
Untuk Keluarga
- Ajak seluruh anggota keluarga
- Ajarkan anak-anak tata cara sholat Id
- Persiapkan transportasi yang memadai
- Bawa perlengkapan yang diperlukan
Sumber:
- Buku berjudul Dakwah Cerdas: Ramadhan, Idul Fitri, Walimatul Hajj dan Idul Adha (2016) oleh Dra. Udji Asiyah, M.Si
- Kajian berjudul Pengaruh Idul Fitri terhadap Kesejahteraan Psikologis dan Emosional Umat Muslim di Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman tahun 2024
- Kajian berjudul Hukum Shalat Idul Fitri Menurut Pendapat Imam Abu Hanifah di Jurnal Hukum Islam, Vol. XIV No. 1 Juni 2014
Bacaan Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri memiliki bacaan khusus yang dimulai dari niat hingga doa setelahnya. Niat sholat ini disesuaikan dengan posisi Anda, yaitu sebagai imam, makmum, atau sholat sendirian.
Keunikan sholat Idul Fitri terletak pada takbir tambahan, yaitu tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua, yang dilakukan sebelum membaca Surah Al-Fatihah. Di antara takbir-takbir tersebut, disunnahkan untuk membaca dzikir, seperti “Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm”.
Setelah membaca Surah Al-Fatihah di setiap rakaat, ada surah-surah yang disunnahkan untuk dibaca, yaitu Surah Al-A'la atau Qaf di rakaat pertama, dan Surah Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar di rakaat kedua. Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk syukur dan permohonan ampunan.
Berikut adalah salah satu contoh doa setelah sholat Idul Fitri:
Allahumma innâ nas'aluka imanan dâ-iman, wa nas'aluka qalban khâsyi'an, wa nas'aluka 'ilman nâfi'an, wa nas'aluka yaqînan shâdiqan, wa nas'aluka 'amalan shâlihan, wa nas'aluka dînan qayyiman, wa nas'aluka khayran katsiran, wa nas-alukal 'afwa wal 'âfiyah, wa nas'aluka dawâmal 'âfiyah, wa nas'alukasy syukra 'alal 'âfiyah, wa nas'alukal ghinâ'a 'anin nâs. Allahumma rabbanâ taqabbal minnâ shalatana wa shiyamana wa qiyamana wa ruku'ana wa sujûdana wa qu'udana wa tadharru'ana wa takhasysyu'ana wa ta'abbudana wa tammim taqshirana ya Allah ya rabbal 'alamin.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon pada-Mu iman yang langgeng, kami memohon pada-Mu hati yang khusyuk, kami memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon pada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon pada-Mu amal yang saleh, kami memohon pada-Mu agama yang lurus, kami memohon pada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon pada-Mu ampunan dan kesehatan, kami memohon pada-Mu kesehatan yang langgeng, kami memohon pada-Mu rasa syukur atas kesehatan, dan kami memohon pada-Mu kekayaan dari manusia. Ya Allah, Tuhan kami, terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, qiyam kami, ruku' kami, sujud kami, duduk kami, kerendahan hati kami, kekhusyukan kami, dan ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian kami, ya Allah Tuhan semesta alam.”
Advertisement
Niat Sholat Idul Fitri Berjamaah
Niat sholat Idul Fitri merupakan elemen penting dalam ibadah, meskipun pengucapannya secara lisan bersifat sunnah, esensi utamanya terletak pada kemantapan hati saat takbiratul ihram. Niat ini menegaskan kesungguhan dalam melaksanakan sholat dan menentukan sah atau tidaknya ibadah.
Lafaz niat sholat Idul Fitri berbeda untuk imam dan makmum. Perbedaan utama terletak pada penambahan kata "imāman" atau "ma'mūman" di akhir lafaz. Untuk imam, lafaznya adalah
"Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā"
Artinya:
"Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT."
Sementara itu, untuk makmum, lafaznya adalah
"Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā"
Artinya:
"Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."
Doa Sholat Idul Fitri
Setelah selesai melaksanakan sholat Idul Fitri, disunnahkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa ini merupakan wujud syukur dan permohonan ampunan serta keberkahan setelah menyelesaikan ibadah yang mulia ini.
Salah satu doa umum yang dapat dibaca adalah:
"Allahumma'thini khaira hadzal yaum wa khaira ma fihi. Washrif anni syarra ma fihi. Allahummaktubli fihi kulla khairin waj'alni barran fihi bi walidayya, waj'alni ya Allah min ibadikal maghfur lahum fi hadzal yaum al-mubarak. Allahumarham mautana wa mautal muslimin. Allahumma taqabbal minna tha'ati waghfir lanal khathaya was sayyi'at."
Doa ini memohon kebaikan, perlindungan dari keburukan, ampunan, dan rahmat bagi diri sendiri, orang tua, serta seluruh umat Muslim.
Selain itu, dapat ditambahkan doa Rabbana yang masyhur:
"Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar."
Doa ini memohon kebaikan di dunia dan akhirat, serta perlindungan dari siksa api neraka. Membaca doa setelah sholat Idul Fitri menjadi pelengkap ibadah yang penuh makna.
Advertisement
Sholat Ied Berapa Rakaat?
Sholat Idul Fitri maupun Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Ketentuan ini sudah menjadi kesepakatan para ulama dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Jumlah rakaatnya tidak boleh ditambah atau dikurangi, yang menjadikannya sebagai ibadah yang khas.
Sholat ini memiliki takbir tambahan yang membedakannya dengan sholat biasa. Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, disunnahkan untuk melakukan takbir sebanyak tujuh kali. Kemudian, pada rakaat kedua, takbir tambahan dilakukan sebanyak lima kali. Takbir-takbir tambahan ini dilafalkan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.
Waktu pelaksanaan Sholat Ied dimulai setelah matahari terbit (waktu syuruq) hingga menjelang waktu Dzuhur. Waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakannya adalah ketika matahari sudah naik setinggi tombak, biasanya sekitar pukul 07.00 hingga 11.00.
Bacaan Takbir Sholat Idul Fitri
Bacaan takbir sholat Idul Fitri yang berjumlah 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua merupakan bagian wajib setelah takbiratul ihram. Di sela-sela takbir tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk melafalkan bacaan tasbih sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT.
Setelah imam mengucapkan lafal takbir 'Allahu akbar', makmum dapat melafalkan bacaan tasbih yang dibaca di sela takbir saat sholat Idul Fitri. Bacaan ini dilafalkan sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua.
Salah satu pilihan bacaan tasbih yang umum digunakan adalah:
Arab: اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin: Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila.
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."
Selain bacaan tasbih yang telah disebutkan, terdapat juga alternatif lain yang bisa dilafalkan di sela-sela takbir sholat Idul Fitri. Pilihan ini memberikan kemudahan bagi jamaah dalam melafalkan dzikir sesuai dengan hafalan dan kenyamanan.
Bacaan tasbih pilihan kedua yang bisa diamalkan adalah:
Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
Advertisement
Q & A Seputar Topik
Apa perbedaan utama antara sholat Idul Fitri dan sholat wajib?
Sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat seperti sholat wajib, namun memiliki penambahan takbir di awal rakaat. Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan, sedangkan rakaat kedua lima kali takbir tambahan. Selain itu, sholat ini hanya dilakukan setahun sekali pada pagi hari raya Idul Fitri dan diakhiri dengan khutbah.
Surat apa yang disunnahkan dibaca saat sholat Idul Fitri?
Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat Al-A’la, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ghasiyah. Namun, membaca surat lain tetap sah selama sesuai kaidah sholat.
Apakah ada sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat Idul Fitri?
Tidak ada sholat sunnah sebelum maupun sesudah sholat Idul Fitri, baik di rumah maupun di tempat pelaksanaan. Hal ini sesuai sunnah Rasulullah SAW yang tidak pernah menambah sholat sunnah pada momen ini.
Kapan waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri yang tepat?
Waktu sholat Idul Fitri dimulai sejak matahari setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Dianjurkan melaksanakannya di awal waktu agar masih cukup waktu untuk bermaaf-maafan dan silaturahmi.
Apakah khutbah Idul Fitri wajib didengarkan?
Mendengarkan khutbah Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Walaupun sholat tetap sah jika jamaah langsung pulang, sebaiknya tetap mengikuti khutbah karena berisi nasihat, pengingat, dan doa kebaikan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3132299/original/086350000_1589863856-Muslim_Woman_Pray_On_Hijab_Praying_On_Mat_Indoors.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2208427/original/036977300_1525940688-20180504-Ramai-Ramai-Umrah-Sambut-Ramadan-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4794498/original/094041800_1712230691-20240404-Harga_Bahan_Pangan_Naik-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454884/original/058290100_1766579884-Menhub_Dudy_Purwagandhi-24_Desember_2025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1736918/original/048236900_1507776245-planning-hero-720x240.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551639/original/014519400_1775732129-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551053/original/097487400_1775716833-Arus.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550174/original/051288700_1775639953-Operasi_Ketupat_Lantas.jpeg)