Allahumma Lakasumtu Doa Buka Puasa Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Sunnah

Allahumma lakasumtu doa buka puasa memiliki peranan penting sebagai bentuk syukur dan pengakuan kepada Allah SWT.

Diterbitkan 07 Agustus 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puasa merupakan ibadah yang sangat mulia dalam agama Islam dan memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Salah satu momen yang dinanti-nantikan oleh setiap Muslim ketika berpuasa adalah waktu berbuka puasa.

Dalam Islam, allahumma lakasumtu doa buka puasa memiliki peranan penting sebagai bentuk syukur dan pengakuan kepada Allah SWT. Doa ini merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dibaca ketika hendak atau setelah berbuka puasa.

Mengamalkan allahumma lakasumtu doa buka puasa tidak hanya sekedar mengikuti tradisi, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan kepada ajaran Rasulullah SAW. Momen berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (07/08/2025).

Bacaan Allahumma Lakasumtu Doa Buka Puasa: Arab, Latin, dan Artinya

Allahumma lakasumtu doa buka puasa merupakan doa yang sangat populer di kalangan umat Islam Indonesia. Doa ini memiliki beberapa variasi bacaan yang dapat dipraktikkan oleh setiap Muslim ketika berbuka puasa. Meskipun demikian, penting untuk memahami tingkat keshahihan dari setiap riwayat yang ada.

Terdapat dua versi utama dari allahumma lakasumtu doa buka puasa yang umum digunakan. Versi pertama adalah bacaan yang lebih pendek, sementara versi kedua merupakan bacaan yang lebih lengkap dengan tambahan kalimat tertentu. Kedua versi ini memiliki makna yang indah dan mengandung nilai-nilai spiritual yang mendalam.

Menurut buku Pelajaran Adab Islam oleh Suhendri dan Ahmad Syukri, doa "Allahumma lakasumtu" berasal dari hadits yang dinilai dho'if atau lemah, meskipun makna dari bacaan tersebut tetap baik dan benar. Hal ini tidak berarti doa tersebut tidak boleh dibaca, namun sebaiknya umat Islam juga mengetahui doa-doa lain yang memiliki tingkat keshahihan yang lebih kuat.

Bacaan allahumma lakasumtu doa buka puasa yang pertama dalam tulisan Arab adalah:

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Bacaan latin: "Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu"

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka"

Adapun versi lengkap dari allahumma lakasumtu doa buka puasa adalah:

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Bacaan latin: "Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika aftartu birahmatika yaa arhamar-roohimiina"

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka puasa, dengan rahmat-Mu ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih"

Doa Buka Puasa yang Lebih Shahih Menurut Hadits

Selain allahumma lakasumtu doa buka puasa yang populer, terdapat doa lain yang memiliki tingkat keshahihan lebih tinggi berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Doa ini diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Abu Daud dan menunjukkan praktik langsung dari Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa.

Doa buka puasa yang lebih shahih ini memiliki makna yang berbeda namun tetap mengandung nilai spiritual yang tinggi. Bacaan ini lebih menggambarkan kondisi fisik setelah berbuka puasa dan rasa syukur atas terpenuhinya kebutuhan dasar tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Melansir dari Dompet Dhuafa, para ulama hadits menyatakan bahwa doa "dzahaba azh-zhama'u" memiliki sanad yang lebih kuat dibandingkan dengan doa "allahumma lakasumtu". Meskipun demikian, kedua doa ini dapat digunakan sebagai amalan sunnah ketika berbuka puasa.

Bacaan doa buka puasa yang lebih shahih dalam tulisan Arab adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Bacaan latin: "Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah"

Artinya: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah"

Doa ini menggambarkan kondisi seseorang setelah berbuka puasa, dimana rasa haus telah hilang dan tubuh kembali segar. Frasa "wa tsabatal ajru insyaa-allah" menunjukkan harapan bahwa pahala puasa telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Waktu yang Tepat Membaca Doa Buka Puasa

Pertanyaan tentang kapan sebaiknya membaca doa buka puasa sering muncul di kalangan umat Islam. Berdasarkan kajian para ulama, terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu yang paling tepat untuk membaca doa tersebut, apakah sebelum atau setelah berbuka puasa.

Doa buka puasa sebaiknya dibaca setelah selesai berbuka puasa

Menurut Kitab Hasyiyah I'anah At-Thalibin karya Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, doa buka puasa sebaiknya dibaca setelah selesai berbuka puasa. Hal ini berdasarkan pemahaman bahwa kata "عقب الفطر" dalam teks Arab berarti "setelah selesai berbuka", bukan sebelum atau saat berbuka.

Doa tersebut lebih tepat dibaca setelah seseorang telah minum atau makan

Melansir dari Kementerian Agama Sulawesi Barat, dari aspek linguistik, kalimat "dzahaba azh-zhama'u wabtallatil uruqu" berbentuk fiil madhi (kata kerja lampau) yang menunjukkan kondisi setelah berbuka puasa. Hal ini mengindikasikan bahwa doa tersebut lebih tepat dibaca setelah seseorang telah minum atau makan.

Namun, tidak ada larangan membaca doa sebelum berbuka puasa

Namun demikian, sebagian ulama lain berpendapat bahwa tidak ada larangan membaca doa sebelum berbuka puasa. Dalam Kitab Busyra Al-Karim karya Syekh Said bin Muhammad Ba'ali disebutkan bahwa membaca doa sebelum berbuka juga disunahkan, meskipun yang lebih utama adalah setelah berbuka.

Praktik yang dapat dilakukan adalah membaca doa sebelum berbuka sebagai permohonan dan harapan, kemudian membaca doa setelah berbuka sebagai ungkapan syukur. Kedua waktu tersebut memiliki nilai spiritual dan merupakan momen yang baik untuk berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT.

Pandangan Empat Mazhab tentang Doa Buka Puasa

Para ulama dari empat mazhab besar dalam Islam memiliki pandangan yang beragam mengenai doa buka puasa yang dianjurkan. Setiap mazhab memiliki preferensi tertentu berdasarkan kajian hadits dan ijtihad para ulama dalam mazhab tersebut.

Mazhab Syafi'i

Mazhab Syafi'i umumnya menganjurkan bacaan sederhana "Allahumma laka sumtu wa 'ala rizqika aftartu" karena dianggap sesuai dengan hadits. Namun beberapa ulama Syafi'i menambahkan bacaan lain untuk melengkapi doa, seperti yang disebutkan oleh Ahmad Zainuddin Al-Malibari dan Sirajuddin Al-Balqani.

Mazhab Maliki

Melansir dari Dompet Dhuafa, Mazhab Maliki memiliki dua versi doa yang dianjurkan, termasuk penggabungan antara doa "Allahumma lakasumtu" dengan "dzahaba azh-zhama'u".

Mazhab Hanafi

Sementara Mazhab Hanafi menggunakan versi yang lebih lengkap dengan tambahan permohonan ampunan.

Mazhab Hambali

Mazhab Hambali menggunakan versi doa yang berbeda dengan penambahan kalimat tasbih dan permohonan agar Allah menerima amal ibadah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa dalam praktik doa buka puasa, terdapat fleksibilitas selama tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam.

Meskipun terdapat perbedaan dalam lafaz doa, semua mazhab sepakat bahwa membaca doa ketika berbuka puasa merupakan amalan yang dianjurkan. Perbedaan ini lebih kepada ijtihad dan kecenderungan masing-masing mazhab dalam memilih hadits yang dijadikan rujukan.

Adab dan Etika Berbuka Puasa dalam Islam

Berbuka puasa dalam Islam tidak hanya sekedar mengonsumsi makanan dan minuman setelah seharian berpuasa. Terdapat adab dan etika khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam praktik berbuka puasa yang sebaiknya diikuti oleh setiap Muslim.

  • Memulai berbuka dengan makanan yang manis

Salah satu adab utama adalah memulai berbuka dengan makanan yang manis, seperti kurma, sebagaimana yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW. Jika tidak ada kurma, dapat diganti dengan air putih yang segar. Kebiasaan ini memiliki hikmah baik dari segi kesehatan maupun mengikuti sunnah Nabi.

  • Membaca doa sebelum dan setelah berbuka

Membaca doa sebelum dan setelah berbuka merupakan bagian penting dari adab berbuka puasa. Selain allahumma lakasumtu doa buka puasa, dianjurkan juga untuk membaca doa-doa lain dan memanfaatkan momen mustajab ini untuk memohon ampunan dan berbagai kebaikan kepada Allah SWT.

  • Tidak berlebihan dalam makan dan minum ketika berbuka

Melansir dari Kementerian Agama Sulawesi Barat, adab lain yang penting adalah tidak berlebihan dalam makan dan minum ketika berbuka. Meskipun telah menahan lapar dan dahaga seharian, Islam mengajarkan untuk tetap menjaga keseimbangan dan tidak melampaui batas dalam mengonsumsi makanan.

  • Berbuka puasa juga sebaiknya dilakukan dengan hati yang khusyuk dan penuh rasa syukur

Berbuka puasa juga sebaiknya dilakukan dengan hati yang khusyuk dan penuh rasa syukur. Momen ini bukan hanya tentang memuaskan kebutuhan fisik, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan ibadah puasa yang telah dilakukan dan mempersiapkan diri untuk ibadah-ibadah selanjutnya.

  • Memberikan makanan kepada orang yang berpuasa

Etika sosial dalam berbuka puasa adalah berbagi dengan sesama, terutama dengan mereka yang kurang mampu. Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, dan hal ini memberikan pahala yang besar bagi yang melakukannya.

Daftar Sumber

  • Suhendri dan Ahmad Syukri. Pelajaran Adab Islam.
  • Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha. Kitab Hasyiyah I'anah At-Thalibin.
  • Syekh Said bin Muhammad Ba'ali. Kitab Busyra Al-Karim.
  • Sulaiman Bujairimi. Kitab Hasyiyatul Bujairimi.
  • Dompet Dhuafa. 
  • BAZNAS.
  • Kementerian Agama Sulawesi Barat. 
  • Wahba Zuhaili. Fiqh al-Islam wa Adillatuh.
  • Ahmad Zainuddin Al-Malibari. Kitab rujukan Mazhab Syafi'i.
  • Sirajuddin Al-Balqani. Kitab rujukan Mazhab Syafi'i.

FAQ

1. Apakah doa "Allahumma lakasumtu" wajib dibaca ketika berbuka puasa?

Doa "Allahumma lakasumtu" tidak wajib dibaca ketika berbuka puasa, tetapi merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Membaca doa ini atau doa buka puasa lainnya merupakan bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT saat berbuka puasa.

2. Bolehkah menggunakan doa buka puasa dalam bahasa Indonesia?

Boleh menggunakan doa dalam bahasa Indonesia setelah atau selain membaca doa berbahasa Arab. Islam tidak melarang berdoa dalam bahasa apapun, namun lebih utama jika dapat membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW dalam bahasa Arab terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan doa dalam bahasa yang dipahami.

3. Apa perbedaan antara doa "Allahumma lakasumtu" dengan "Dzahaba azh-zhama'u"?

Doa "Allahumma lakasumtu" lebih fokus pada pengakuan bahwa puasa dilakukan karena Allah dan berbuka dengan rezeki-Nya, sedangkan "Dzahaba azh-zhama'u" menggambarkan kondisi fisik setelah berbuka dan harapan bahwa pahala puasa diterima Allah. Kedua doa memiliki makna yang baik dan dapat digunakan saat berbuka puasa.

4. Kapan waktu yang tepat membaca doa buka puasa?

Waktu yang tepat membaca doa buka puasa adalah saat berbuka, baik sebelum maupun setelah mengonsumsi makanan atau minuman. Namun berdasarkan kajian para ulama, lebih utama dibaca setelah berbuka karena sejalan dengan makna doa dan praktik yang diajarkan dalam hadits.

5. Apakah ada doa khusus untuk berbuka dengan air putih atau kurma?

Tidak ada doa khusus yang berbeda untuk berbuka dengan air putih atau kurma. Doa buka puasa yang diajarkan dalam hadits dapat digunakan terlepas dari jenis makanan atau minuman yang digunakan untuk berbuka. Yang penting adalah membaca doa dengan khusyuk dan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.

6. Bagaimana jika lupa membaca doa ketika berbuka puasa?

Jika lupa membaca doa ketika berbuka puasa, tidak ada dosa atau konsekuensi khusus karena doa ini adalah amalan sunnah, bukan kewajiban. Namun sebaiknya diusahakan untuk selalu mengingat dan membiasakan diri membaca doa agar menjadi kebiasaan yang baik dalam beribadah.

7. Bolehkah menambahkan doa-doa lain setelah membaca doa buka puasa?

Sangat dianjurkan untuk menambahkan doa-doa lain setelah membaca doa buka puasa karena waktu berbuka adalah momen mustajab untuk berdoa. Dapat memohon ampunan, keberkahan rezeki, kesehatan, dan berbagai kebaikan lainnya kepada Allah SWT setelah membaca doa buka puasa yang diajarkan dalam sunnah.