6 Doa Kesembuhan untuk Anak Laki-Laki Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya

Kekhawatiran saat anak sakit bisa diredakan dengan doa. Temukan panduan lengkap doa kesembuhan untuk anak laki-laki yang diajarkan dalam Islam, penenang hati orang tua.

Diterbitkan 07 Agustus 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika anak laki-laki sedang sakit, rasa khawatir dan gelisah pasti menyelimuti hati setiap orang tua. Doa kesembuhan untuk anak laki-laki menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

Sebagai umat Muslim, mengamalkan doa kesembuhan untuk anak laki-laki merupakan sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan. Selain berikhtiar dengan membawa anak ke dokter, berdoa adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah yang Maha Penyembuh.

Melansir dari jurnal "Implementasi Pemahaman Hadis Tentang Bacaan Doa Menjenguk Orang Sakit Dan Pengaruhnya Terhadap Psikologi Kesehatan" yang diterbitkan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, doa memiliki pengaruh positif terhadap kesehatan fisik dan psikis, serta bentuk terapi mengatasi stress dan meningkatkan kesehatan mental.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (07/08/2025).

Bacaan Doa Kesembuhan untuk Anak Laki-Laki Sesuai Sunnah

Berikut adalah beberapa bacaan doa kesembuhan untuk anak laki-laki yang diajarkan dalam Islam, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya, sebagaimana dikutip dari kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi (1971 M/1391 H).

1. Doa Umum Memohon Kesembuhan

"اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا"

Latin: "Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman."

Artinya: "Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit, kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri."

2. Doa Memohon Kesembuhan dengan Menyebut Nama

"الَّلهُمَّ اشْفِ فُلاَنًا"

Latin: "Allaahummasyfi (fulan/fulanah)"

Artinya: "Ya Allah, berikan kesembuhan kepada … (sebutkan namanya)."

Orang tua dapat mengganti kata "fulan" dengan nama anak laki-laki mereka, misalnya "Allahummasyfi Rayyan" atau "Allahummasyfi Hasan".

3. Doa Memohon Kesembuhan dari Penyakit Berat

"أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ"

Latin: "As’alullahal azhima rabbal ‘arsyil ‘azhimi an yassfiyaka"

Artinya: "Aku memohon kepada Allah yang Agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu."

4. Doa untuk Menghilangkan Rasa Sakit

"امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ"

Latin: "Imsahil ba’sa rabban naasi, bi yadikas syifaa’u laa kaasyifa lahuu illaa anta"

Artinya: "Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau."

5. Doa Pengharapan agar Sakit Menjadi Pembersih Dosa

"لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ"

Latin: "La ba’sa thahurun insya’allahu"

Artinya: "(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah."

6. Doa untuk Kesembuhan, Ampunan Dosa, dan Kesehatan Fisik

"شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ"

Latin: "Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika."

Artinya: "Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia."

Pentingnya Doa dalam Proses Penyembuhan

Doa memiliki peran krusial dalam proses penyembuhan, tidak hanya dari aspek spiritual tetapi juga psikologis. Memanjatkan doa kesembuhan untuk anak laki-laki bukan hanya ritual, tetapi juga terapi batin yang kuat.

  1. Meningkatkan Optimisme dan Kesehatan Mental - Doa dapat memupuk rasa optimis di dalam diri, serta menjauhkan rasa pesimis dan putus asa. Menurut Syamsidar dalam DOA SEBAGAI METODE PENGOBATAN PSIKOTERAPI ISLAM, doa mempunyai makna penyembuhan bagi stres dan gangguan kejiwaan, serta bermanfaat untuk pencegahan terhadap terjadinya kegoncangan jiwa. 
  2. Menurunkan Stres dan Kecemasan - Berbagai teknik seperti meditasi, doa, afirmasi positif, dan visualisasi sering digunakan sebagai pelengkap pengobatan medis. Praktik ini membantu menenangkan pikiran, menurunkan tekanan darah, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. 
  3. Membangkitkan Kekuatan Spiritual - Doa dan keimanan memberikan kekuatan luar biasa dalam menghadapi penyakit. Banyak pasien yang sembuh secara mengejutkan ketika mereka menyerahkan segala kekhawatiran dan tekanan pada kekuatan yang lebih tinggi, seperti Tuhan, dan mulai berpikir positif tentang masa depan. 

Terapi Islam sebagai Pendukung Kesembuhan

Terapi Islam adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, baik mental, spiritual, moral, maupun fisik, melalui bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah Nabi SAW. Ini melengkapi upaya orang tua yang memanjatkan doa kesembuhan untuk anak laki-laki mereka.

Pengajaran Al-Qur'an dan Al-Hikmah

Al-Qur'an merupakan rahmat bagi umat manusia dan menjadi sumber utama dalam segala aspek kehidupan. Al-Qur'an dianggap sebagai terapi yang pertama dan utama, sebab di dalamnya terdapat rahasia mengenai bagaimana menyembuhkan penyakit jiwa manusia.

Kementerian Agama RI menyebutkan, "Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."

Membaca Al-Qur'an dengan mentadaburkan setiap bacaan hingga meresap ke dalam hati dan pikiran akan mampu membersihkan kotoran-kotoran hati dan dapat menentramkan jiwa yang gelisah.

Salat

Salat adalah upaya membangun hubungan baik antara manusia dengan Tuhannya. Hikmah yang bisa diperoleh dari gerakan-gerakan salat itu bagi kesehatan jasmaniah, dan dengan sendirinya akan membawa pada aspek kesehatan rohaniah atau mental seseorang.

Salat bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga perlu dilakukan secara sungguh-sungguh sehingga seseorang bisa merasakan manfaat positif dari salat, serta dapat menyehatkan kondisi fisik maupun psikis.

Dzikir

Secara ilmu jiwa, dzikir dapat mengembalikan kesadaran seseorang yang hilang, sebab aktivitas dzikir mendorong seseorang untuk mengingat, menyebut, dan mereduksi kembali hal-hal yang tersembunyi dalam hatinya. Dzikir juga mampu mengingatkan seseorang bahwa yang membuat dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan meredam tingkat emosional seseorang.

Puasa

Puasa adalah menahan diri dari segala perbuatan yang dapat merusak citra fitri manusia. Menurut para dokter dan ahli kesehatan, beberapa penyakit lebih disebabkan pada pola makan berlebihan dan tidak terkontrol. Puasa mampu memberikan peluang pada lambung, sistem pencernaan, dan organ bagian dalam tubuh untuk beristirahat.

Sabar

Sabar secara terminologi adalah menahan diri untuk tetap mengerjakan sesuatu yang disukai oleh Allah atau menghindarkan diri dari melakukan sesuatu yang dibenci oleh-Nya. Sabar sebagai terapi dapat diterapkan melalui beberapa langkah, termasuk menyadari bidang kesabaran, memahami kemuliaan orang yang sabar, tetap optimis, tidak banyak mengeluh kepada sesama manusia melainkan kepada Allah, dan selalu mengikutsertakan Allah dalam kehidupan.

Munajat

Munajat sebagai terapi tidak dipisahkan dari tadabbur. Sesungguhnya ketika munajat seseorang juga sedang mentadabburi ayat atau surah Al-Qur'an tertentu. Proses penyembuhannya dilakukan dengan merenungi dan mencerna ayat atau surah Al-Qur'an yang dipilih, dibaca dengan bacaan lembut, syahdu, dan tartil sehingga menimbulkan kesan mendalam.

Tahap-Tahap Psikoterapi Doa

Metode doa adalah salah satu ikhtiar penting bagi setiap manusia yang sedang mengalami sakit, baik sakit jasmani maupun sakit mental. Berikut adalah tahap-tahap psikoterapi doa yang dapat diamalkan orang tua saat memanjatkan doa kesembuhan untuk anak laki-laki.

  1. Tahap Kesadaran sebagai Hamba - Inti dari terapi ini adalah pembangkitan kesadaran, kesadaran terhadap kehambaan dan kesadaran akan kelemahan sebagai manusia. Bentuk kesadaran ini akan menghantarkan seseorang yang berdoa berada pada keadaan lemah. Tanpa adanya kesadaran akan kelemahan diri ini, kesungguhan dalam berdoa sulit dicapai.
  2. Tahap Penyadaran akan Kekuasaan Allah SWT- Setelah diri sadar akan segala kelemahan dan ketidakmampuan, pengisian dilakukan yaitu dengan menyadari kebesaran Allah, kasih sayang, dan terutama adalah Maha Penyembuhnya Allah. Tahap ini juga menimbulkan pemahaman tentang hakikat sakit yang dialami bahwa sakit berasal dari Allah dan yang akan menyembuhkan adalah Allah.
  3. Tahap Komunikasi - Setelah sadar akan kelemahan dan penyakit yang dialami, serta sadar akan kebesaran Allah. Tahap komunikasi ini dapat berbentuk pengungkapan pengakuan segala kesalahan dan dosa, pengungkapan kegundahan hati dan kegelisahan yang dialami.

Daftar Sumber

  • Al-Adzkar | Imam An-Nawawi | 1971 M/1391 H | Darul Mallah | Halaman 113, 114, 115
  • DOA SEBAGAI METODE PENGOBATAN PSIKOTERAPI ISLAM | Syamsidar | 2017 | Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan 
  • Mushaf Muqamat Al-Quran dan Terjemahnya | Kementrian Agama RI | 2013 | Institut Ilmu Al-Quran | Halaman 7, 290

FAQ

1. Apakah doa kesembuhan untuk anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan?

Pada dasarnya, doa kesembuhan tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin anak. Bacaan doa yang sama dapat digunakan untuk anak laki-laki maupun perempuan dengan menyesuaikan penyebutan nama dan kata ganti yang tepat.

2. Berapa kali sebaiknya doa kesembuhan dibaca?

Berdasarkan sunnah Rasulullah SAW, beberapa doa disunnahkan untuk dibaca tiga kali atau tujuh kali. Namun, yang terpenting adalah membaca dengan khusyuk dan penuh keyakinan kepada Allah SWT.

3. Apakah orang tua yang sedang junub boleh membaca doa kesembuhan?

Sebaiknya orang tua dalam keadaan suci saat membaca doa kesembuhan. Jika dalam kondisi darurat dan tidak bisa bersuci, boleh membaca doa dengan niat yang ikhlas sambil berencana untuk bersuci segera setelahnya.

4. Bisakah doa kesembuhan dibaca untuk anak yang sedang tidak sakit sebagai pencegahan?

Ya, doa kesembuhan dapat dibaca sebagai bentuk perlindungan dan pencegahan penyakit. Ini termasuk dalam kategori doa untuk kesehatan dan afiat yang sangat dianjurkan dalam Islam.

5. Apakah ada waktu tertentu yang lebih baik untuk membaca doa kesembuhan?

Waktu yang paling baik adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, saat berbuka puasa, dan setiap saat ketika anak sedang sakit. Yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan dalam berdoa.

6. Bagaimana jika anak sudah besar dan bisa membaca doa sendiri?

Sangat baik jika anak yang sudah besar diajarkan untuk membaca doa kesembuhan sendiri. Hal ini akan melatih kemandirian spiritual anak dan memperkuat hubungannya dengan Allah SWT.

7. Apakah doa kesembuhan dapat menggantikan pengobatan medis?

Doa kesembuhan tidak menggantikan pengobatan medis, melainkan melengkapi ikhtiar pengobatan. Islam mengajarkan untuk berikhtiar maksimal dengan pengobatan medis sambil berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT.