Liputan6.com, Jakarta Dalam ajaran Islam, memahami karakteristik para rasul adalah hal fundamental bagi setiap Muslim. Salah satu aspek penting yang perlu diketahui adalah sifat mustahil bagi rasul, yang merupakan kebalikan dari sifat-sifat wajib.
Sebagaimana dikutip dari buku Buku Pintar Agama Islam SD Kelas 4, 5, & 6, sifat wajib bagi Rasulullah adalah sifat yang pasti ada pada diri Rasul. Hal ini menunjukkan bahwa sifat mustahil bagi rasul adalah sifat-sifat yang sama sekali tidak mungkin dimiliki oleh mereka, karena akan bertentangan dengan tugas kenabian dan kerasulan.
Pemahaman akan sifat mustahil bagi rasul ini membantu umat Muslim untuk semakin menguatkan keimanan dan meneladani akhlak para utusan Allah SWT. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/7/2025).
Advertisement
Sifat Mustahil Bagi Rasul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001959/original/022158600_1731385476-perbedaan-antara-nabi-dan-rasul-adalah.jpg)
Sifat mustahil bagi rasul adalah sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada diri para rasul, karena sifat-sifat tersebut akan mencoreng kemuliaan dan kebenaran risalah yang mereka emban. Menurut Aqidah Akhlaq oleh Ahmad Kusaeri, sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib yang dimiliki Rasul dan tidak mungkin dimiliki Rasul.
Ada empat sifat mustahil bagi rasul yang perlu diketahui oleh umat Muslim, yaitu Kidzib, Khianat, Al-Kitman, dan Al-Baladah. Keempat sifat ini secara fundamental bertentangan dengan esensi tugas dan karakter seorang utusan Allah.
- Kidzib (كِذْبٌ)
Kidzib berarti bohong atau berdusta. Sifat ini mustahil ada pada diri rasul, karena setiap perkataan dan ajaran yang disampaikan oleh rasul adalah kebenaran dari Allah SWT. Jika rasul berdusta, maka risalah yang mereka bawa akan diragukan kebenarannya, padahal Allah SWT telah membenarkan mereka dengan mukjizat.
- Khianat (خِيَانَةٌ)
Khianat berarti tidak dapat dipercaya atau berkhianat. Sifat ini mustahil ada pada diri rasul, karena rasul adalah sosok yang paling amanah dalam menjaga dan menyampaikan wahyu Allah. Mereka terpelihara dari segala perbuatan maksiat dan pelanggaran syariat, baik secara lahir maupun batin.
- Al-Kitman (الكتمان)
Al-Kitman berarti menyembunyikan rahasia atau tidak menyampaikan. Sifat ini mustahil ada pada diri rasul, karena tugas utama rasul adalah menyampaikan seluruh risalah dan ajaran Allah kepada umat manusia tanpa ada yang disembunyikan. Jika rasul menyembunyikan sebagian wahyu, maka hal itu akan bertentangan dengan perintah Allah untuk menyampaikan kebenaran.
- Al-Baladah (البلادة)
Al-Baladah berarti bodoh atau tidak cerdas. Sifat ini mustahil ada pada diri rasul, karena rasul harus memiliki kecerdasan yang luar biasa untuk dapat memahami wahyu, berargumentasi dengan kaum penentang, dan membimbing umat. Ketidakmampuan rasul dalam berargumentasi akan merendahkan martabat mereka sebagai utusan Allah yang bertugas memberikan hidayah.
Advertisement
Sifat Wajib Bagi Rasul: Shidiq
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002063/original/078570700_1731385963-sifat-wajib-bagi-rasul-adalah.jpg)
Kebalikan dari sifat mustahil, berikut beberapa sifat wajib yang harus ada pada diri Rasul. Pertama ialah sifat Shidiq (صِدْقٌ) berarti benar atau jujur. Ini adalah sifat wajib pertama bagi para rasul, yang berarti setiap perkataan dan perbuatan mereka selalu benar dan jujur. Tidak mungkin bagi seorang rasul untuk berdusta dalam menyampaikan ajaran Allah, karena kebohongan akan merusak kredibilitas risalah ilahi.
Dalil wajibnya sifat Shidiq ini adalah bahwa jika seandainya para rasul berdusta dalam ajarannya, niscaya berita dari Allah juga dusta, karena Allah telah membenarkan mereka dengan adanya mukjizat.
Sebagaimana dijelaskan dalam al-Hushun al-Hamidiyah lil Muhafazah ‘alal ‘Aqaid al-Islamiyah oleh Sayyid Husain Afandi al-Jasr at-Tharabalusi, mukjizat yang Allah berikan kepada mereka adalah jaminan kebenaran. Mukjizat ini sudah menempati posisi firman Allah: “Telah benar hamba-Ku dalam setiap apa yang mereka sampaikan dari-Ku.”
Mukjizat yang diberikan kepada para rasul berfungsi sebagai bukti kebenaran dan kejujuran mereka dalam menyampaikan risalah. Ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang keluar dari lisan rasul adalah kebenaran mutlak dari Tuhan semesta alam.
Sifat Wajib Bagi Rasul: Amanah
Sifat Amanah (اَمَانَةٌ) berarti dapat dipercaya. Sifat ini menunjukkan bahwa para rasul adalah pribadi yang sangat dapat diandalkan dalam menjaga dan menyampaikan wahyu Allah tanpa ada penyimpangan sedikit pun. Mereka terpelihara dari segala bentuk perbuatan yang melanggar syariat, baik dosa besar maupun dosa kecil, serta dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, atau sombong.
Dalil wajibnya sifat Amanah adalah jika seandainya para rasul berkhianat dengan melakukan perbuatan maksiat, niscaya umatnya juga akan diperintahkan untuk berbuat maksiat, karena umat diperintahkan untuk mengikuti segala tindak tanduk rasulnya. Menurut Sayyid Husain Afandi al-Jasr at-Tharabalusi dalam al-Hushun al-Hamidiyah lil Muhafazah ‘alal ‘Aqaid al-Islamiyah, Allah tidak memerintahkan maksiat, sehingga mustahil bagi rasul untuk berkhianat.
Keamanan dan kepercayaan yang melekat pada diri rasul adalah jaminan bahwa ajaran yang mereka bawa adalah murni dan tidak terkontaminasi oleh kepentingan pribadi atau hawa nafsu. Ini adalah fondasi utama bagi umat untuk menerima dan mengamalkan risalah ilahi.
Advertisement
Sifat Wajib Bagi Rasul: Tabligh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5087353/original/075379400_1736406465-1736398479423_perbedaan-nabi-dan-rasul.jpg)
Sifat Tabligh (تَبْلِغٌ) berarti menyampaikan wahyu dari Allah, baik itu perintah maupun larangan. Ini adalah sifat wajib ketiga bagi para rasul, yang menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyembunyikan sedikit pun dari apa yang diperintahkan Allah untuk disampaikan kepada umat manusia. Kebalikan dari sifat ini adalah Al-Kitman, yaitu menyembunyikan risalah, yang mustahil ada pada diri rasul.
Dalil wajibnya sifat Tabligh adalah jika seandainya para rasul menyimpan apa yang wajib mereka sampaikan, niscaya umat akan diperintah untuk menyimpan ilmu, karena Allah memerintahkan manusia untuk mengikuti mereka. Perintah untuk menyimpan ilmu tidaklah benar, sehingga mustahil bagi para nabi untuk menyembunyikan risalah.
Tugas tabligh ini memastikan bahwa seluruh ajaran dan pedoman hidup telah disampaikan secara lengkap dan jelas kepada umat. Tidak ada satu pun bagian dari wahyu yang ditahan atau diubah oleh para rasul, menjamin keutuhan syariat Islam.
Sifat Wajib Bagi Rasul: Fathonah
Sifat Fathonah (فَطَانَةٌ) berarti cerdas atau pintar. Ini adalah sifat wajib keempat bagi para rasul, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kecerdasan luar biasa untuk memahami, mengelola, dan menyampaikan risalah ilahi, serta menghadapi berbagai tantangan dan argumen dari para penentang. Kebalikan dari sifat ini adalah Al-Baladah, yaitu bodoh, yang mustahil ada pada diri rasul.
Dalil wajibnya sifat Fathonah adalah jika seandainya para rasul itu bodoh, maka mereka tidak akan mampu membangun argumentasi dalam menghadapi kelompok-kelompok yang menentang risalah yang dibawanya. Menurut al-Hushun al-Hamidiyah lil Muhafazah ‘alal ‘Aqaid al-Islamiyah, ketidakmampuan ini akan bertentangan dengan martabat mereka sebagai utusan yang bertugas memberikan hidayah kepada makhluk.
Kecerdasan para rasul memungkinkan mereka untuk menyampaikan ajaran dengan hikmah, menjawab keraguan, dan membimbing umat menuju kebenaran dengan argumen yang kuat dan meyakinkan. Ini adalah bukti bahwa risalah Islam didasarkan pada akal dan logika yang sehat.
Advertisement
Sifat Jaiz Bagi Rasul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5098734/original/092174400_1737177052-1737172405978_iman-kepada-rasul-memiliki-arti.jpg)
Selain sifat wajib dan sifat mustahil bagi rasul, terdapat pula sifat jaiz bagi para rasul. Sifat jaiz adalah sifat-sifat kemanusiaan yang boleh ada pada diri rasul, asalkan tidak sampai menurunkan derajat dan martabat kenabian mereka yang mulia. Contoh sifat jaiz ini meliputi makan, minum, tidur, menikah, sakit, dan hal-hal mubah lainnya yang merupakan bagian dari fitrah manusia.
Sifat jaiz ini menunjukkan bahwa meskipun rasul adalah utusan Allah yang istimewa, mereka tetaplah manusia biasa yang memiliki kebutuhan dan keterbatasan fisik. Namun, segala aktivitas kemanusiaan mereka selalu dalam koridor syariat dan tidak pernah mengurangi kesempurnaan tugas kerasulan mereka.
Keberadaan sifat jaiz ini juga menjadi bukti bahwa para rasul adalah teladan yang realistis bagi umat manusia. Mereka menjalani kehidupan layaknya manusia biasa, namun dengan akhlak dan kepatuhan yang sempurna kepada Allah SWT.
Rukun Iman Keempat: Beriman kepada Nabi dan Rasul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5046000/original/015876900_1733900366-1733894795241_tujuan-diutusnya-rasul.jpg)
Beriman kepada nabi dan rasul merupakan rukun iman yang keempat dalam ajaran Islam. Ini berarti seorang Muslim harus mengakui dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan mengamalkan ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul, serta meyakini bahwa semua itu adalah benar adanya.
Tugas utama para nabi dan rasul adalah menegaskan keesaan Allah SWT, menjelaskan bahwa Dia adalah satu-satunya Dzat yang harus disembah, dan mensucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak. Para nabi dan rasul juga bertugas menyampaikan kabar gembira berupa pahala dan surga bagi yang beriman dan taat, serta kabar duka berupa siksa neraka bagi yang mendurhakai-Nya.
Oleh karena itu, mengimani keberadaan mereka, ajaran yang mereka bawa, serta sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz yang melekat pada diri mereka adalah bagian integral dari keimanan seorang Muslim.
Keimanan ini tidak hanya sebatas pengakuan, tetapi juga implementasi dalam kehidupan sehari-hari dengan meneladani akhlak mulia para rasul dan menjauhi sifat-sifat yang mustahil bagi mereka. Ini adalah pondasi penting dalam membangun karakter Muslim yang kamil (sempurna).
Advertisement
Daftar Sumber
- Aqidah Akhlaq. Ahmad Kusaeri. 2008.
- Buku Pintar Agama Islam SD Kelas 4, 5, & 6. M. Syafi'ie el-Bantanie, Seno Teguh Pribadi. 2013.
- al-Hushun al-Hamidiyah lil Muhafazah ‘alal ‘Aqaid al-Islamiyah. Sayyid Husain Afandi al-Jasr at-Tharabalusi. Maktabah at-Tijariyah.
FAQ
1. Apa itu sifat mustahil bagi rasul?Sifat mustahil bagi rasul adalah sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada diri para rasul karena bertentangan dengan kemuliaan dan tugas kenabian mereka.
2. Ada berapa sifat mustahil bagi rasul?Ada empat sifat mustahil bagi rasul, yaitu Kidzib, Khianat, Al-Kitman, dan Al-Baladah.
3. Apa arti Kidzib dalam sifat mustahil bagi rasul?Kidzib berarti bohong atau berdusta, yang mustahil dilakukan oleh rasul.
4. Mengapa rasul tidak mungkin memiliki sifat Khianat?Rasul tidak mungkin memiliki sifat Khianat karena mereka adalah pribadi yang sangat dapat dipercaya dan terpelihara dari segala perbuatan maksiat.
5. Apa makna Al-Kitman sebagai sifat mustahil bagi rasul?Al-Kitman berarti menyembunyikan risalah atau wahyu, yang mustahil dilakukan oleh rasul karena tugas mereka adalah menyampaikan seluruh ajaran Allah.
6. Mengapa Al-Baladah mustahil bagi rasul?Al-Baladah (bodoh) mustahil bagi rasul karena mereka harus cerdas untuk memahami dan menyampaikan wahyu serta menghadapi penentang.
7. Apa hubungan sifat mustahil dengan sifat wajib bagi rasul?Sifat mustahil adalah kebalikan dari sifat wajib, menegaskan kesempurnaan rasul dalam menjalankan amanah Allah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5086670/original/010622200_1736404465-1736397368003_perbedaan-antara-nabi-dan-rasul-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)