Liputan6.com, Jakarta - Sholat taubat adalah ibadah sunah untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Melalui bacaan sholat taubat, seorang Muslim diajak senantiasa memperbaiki diri dengan mengakui kesalahan dan memohon pengampunan-Nya.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menetapkan satu ketetapan sebelum menciptakan makhluk yang berisi: sesungguhnya rahmat-Ku jauh melampaui kemurkaan-Ku. Dan itu tercatat di sisi-Nya di atas ‘arsy,” (HR. Bukhari no. 7554).
Ini menunjukkan bahwa pintu taubat selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya. Memahami bacaan sholat taubat serta tata caranya menjadi penting bagi umat Muslim yang ingin membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (24/7/2025).
Niat Sholat Taubat
Pelaksanaan sholat taubat dimulai dengan niat yang tulus. Niat ini merupakan pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk sholat taubat, yang membedakannya dengan sholat sunah lainnya. Niat sholat taubat diucapkan dalam hati sebelum memulai takbiratul ihram.
Berikut adalah lafal niat sholat taubat:
Arab: أصَلَّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallii sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Advertisement
Tata Cara Sholat Taubat
Sholat taubat dapat dilakukan sebanyak dua hingga empat rakaat dengan salam di setiap dua rakaatnya. tata cara sholat taubat ini serupa dengan sholat sunah pada umumnya, namun dengan fokus pada kekhusyukan dan penyesalan mendalam. Mengutip dari antaranews.com, tata cara ini penting untuk dipahami agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar.
- Membaca niat sholat taubat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca surah Al-Fatihah.
- Membaca surah dari Al-Qur'an.
- Rukuk.
- I'tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah Al-Qur'an.
- Rukuk.
- I'tidal.
- Sujud pertama rakaat kedua.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua rakaat kedua.
- Tahiyat akhir.
- Salam.
- Membaca istighfar.
- Membaca doa setelah sholat Taubat.
Bacaan Sholat Taubat dalam Gerakan Sholat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449235/original/059554400_1620241444-000_99C2KT.jpg)
Setelah niat, sholat dilanjutkan dengan serangkaian gerakan dan bacaan yang tertib. Mengutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh Ri’fai, setiap gerakan dan bacaan memiliki makna dan tujuan tersendiri dalam menghadirkan kekhusyukan.
Ini memastikan bahwa setiap tahapan sholat dilakukan dengan penuh kesadaran dan penghayatan.
Dimulai dari takbiratul ihram, membaca doa iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, hingga rukuk, semua dilakukan dengan tuma’ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa).
Menurut penelitian “Analisis Perbedaan Gerakan Takbir dalam Sholat Menurut 4 Mazhab” (Jurnal MH, 2025), gerakan dan bacaan masing-masing rukun sholat—takbir, ruku, sujud, duduk—harus diikuti dengan tuma’ninah untuk mencapai kekhusyuan dan kesesuaian syariat.
Berikut adalah detail bacaan sholat taubat pada setiap gerakannya:
Takbiratul Ihram
- Arab: اللهُ أكْبَرُ
- Latin: Allahu Akbar
- Artinya: "Allah Maha Besar."
Doa Iftitah
Sesudah melafalkan takbir pertama, selanjutnya membaca doa iftitah berikut.
- Arab: اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
- Latin: Allahu akbar kabiiraa wal hamdu lillahi katsiiraa washub-haanallahi bukratan wa ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassa maawaati wal ardla haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wama maati lillahi rabbil aalamiina. Laasyriika lahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimin.
- Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi sampai sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada zat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari gologan orang muslimin.
Membaca Surat Al-Fatihah
Dalam salat wajib hukumnya untuk membaca surah Al-Fatihah. Sebab membaca surah Al-Fatihah menjadi salah satu rukun sholat yang harus dipenuhi.
- Arab: بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
- Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu waiyyaaka nasta'iin. Ihdinash shirraathal musthaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim. Ghairil maghduubi 'alaihim waladl-dlaalliin.
- Artinya : "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat."
Membaca Surat-Surat Pendek
Setelah membaca surat Al-Fatihah, sebaiknya Anda juga membaca salah satu surat pendek al-Qur'an. Seperti surat Al-Kafirun, An-Nas atau surat pendek lainnya.
Berikut adalah contoh bacaan surat Al-Kafirun:
- Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَامِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
- Latin: "Bismillahirrahmanirrahim, qul ya ayyuhal kafirun, la a'budu ma ta'budun wa la antum 'abiduna ma a'budu wa la ana 'abidun ma 'abadtum wa la antum 'abiduna ma a'budu lakum dinukum waliyadin"
- Artinya: "Katakanlah: Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak akan menyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.Bagimu agamamu dan bagiku agamaku."
Bacaan Rukuk
Usai membaca surat pendek, angkat kedua tangan untuk mengucapkan takbir. Lalu, tekuk badan untuk menunduk sambil memegang lutut dengan kedua tangan. Saat rukuk, pastikan punggung ditekan sehingga sejajar dengan kepala.
- Arab: سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
- Latin: Subhaana rabbiyal 'adzhiimi wabihamdihi (3 kali)
- Artinya: "Maha suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."
Bacaan Iktidal
Setelah rukuk, lalu bangkit dengan tegak, dan mengangkat kedua belah tangan seperti saat takbir.
- Arab: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
- Latin: Sami'allaahu liman hamidah
- Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Pada waktu berdiri tegak terus membaca:
- Arab: رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ
- Latin: Rabbanaa lakal hamdu mil ussamawaati wamil ul ardli wamil u maa syi'ta min syai'in ba'du.
- Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu."
Bacaan Sujud
Setelah iktidal terus sujud dengan meletakkan dahi ke tempat sujud. Dan ketika turun sembari membaca "Allahu Akbar" dan saat sujud membaca tasbih berikut:
- Arab: سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
- Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3 kali)
- Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."
Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud, kemudian duduk sembari membaca "Allahu Akbar" dan saat duduk membaca bacaan berikut.
- Arab: رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
- Latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fuannii.
- Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."
Sujud Kedua
Kemudian melakukan sujud yang kedua seperti pada sujud pertama. Cara bacaannya sama seperti bacaan pada sujud pertama.
- Arab: سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
- Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3 kali)
- Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."
Tahiyat Awal
Jika salat dilakukan lebih dari 2 rakaat, maka pada rakaat kedua duduk untuk menunaikan tasyahud atau tahiyat bagian pertama. Caranya duduk dengan kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki.
- Arab: التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ
- Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
- Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad."
Tahiyat Akhir
Setelah tahiyat awal, berdirilah untuk melakukan rakaat ketiga dan keempat. Pada rakaat terakhir, kembali duduk untuk melakukan tahiyat terakhir dengan membaca dan berdoa kepada Nabi Muhammad saw.
- Arab: التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
- Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidina Ibraahima wa 'alaa aali sayiidinaa Ibraahimm wabaarik 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibraahim fil'aala miina innaka hamiidun majiid.
- Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad. Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia."
Dalam setiap tahiyat, baik tahiyat awal maupun tahiyat akhir, jari telunjuk tangan kanan dikedepankan ke depan ketika mengucapkan “Asyhadu allaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar rasuulullah.” Sampai akhir.
Salam
Setelah tahiyat terakhir, salat diakhiri dengan salam dan melihat ke kanan dan ke kiri, sembari membaca:
- Arab: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
- Latin: Assalaamualaikum wa rahmatullah
- Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."
Masing-masing pembacaan ini dilakukan pada saat wajah menghadap ke kanan dan wajah menghadap ke kiri.
Advertisement
Doa Setelah Sholat Taubat
Setelah menunaikan sholat Taubat, terdapat bacaan doa khusus yang dianjurkan untuk dilafalkan sebagai wujud penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Doa-doa ini menjadi pelengkap dari ibadah sholat, memperkuat niat taubat seorang hamba. Mengutip dari antaranews.com, melafalkan doa-doa ini sangat dianjurkan untuk memohon ampunan.
Berikut adalah beberapa doa yang dapat dibaca setelah sholat Taubat:
1. Istighfar Umum
- Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.
- Latin: Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.
- Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezhaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti."
2. Doa Nabi Adam AS dan Siti Hawa
- Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
- Latin: Rabbanā zhalamnā anfusanā. Wa illam taghfir lanā wa tarhamnā, lanakūnanna minal khāsirīna.
- Artinya: Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi (Surat Al-A‘raf ayat 23).
3. Sayyidul Istighfar
- Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
- Latin: Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.
- Artinya: Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakan ku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuan ku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang ku perbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampuni lah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Hukum dan Keutamaan Sholat Taubat
Sholat taubat memiliki hukum sunah, namun sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang ingin membersihkan diri dari dosa-dosa. Hukum bertaubat itu sendiri adalah wajib bagi setiap hamba yang berdosa, sebagaimana disampaikan oleh Imam An-Nawawi. Melaksanakan sholat taubat adalah salah satu cara untuk memenuhi kewajiban taubat ini.
Terdapat beberapa keutamaan yang bisa dirasakan oleh orang yang istiqamah melaksanakan sholat ini, antara lain:
- Memberikan Kelembutan Hati: Melaksanakan sholat Taubat dapat memberikan kelembutan hati kepada pelakunya sehingga ia lebih mudah memaafkan orang lain.
- Melatih Pengendalian Emosi: Sholat Taubat juga berfungsi sebagai latihan bagi seorang Muslim untuk mengendalikan emosi.
- Penghapusan Dosa: Salah satu keutamaan besar dari sholat Taubat adalah dihapusnya dosa-dosa yang telah dilakukan dan yang akan datang.
- Merasakan Kedekatan dengan Allah SWT: Melalui sholat Taubat, seorang hamba bisa merasakan kehadiran dan kedekatan dengan Allah SWT.
- Meraih Cahaya Petunjuk: Allah SWT memberi cahaya petunjuk kepada mereka yang ikhlas kembali kepada-Nya. Sholat Taubat membantu seorang Muslim meraih cahaya ini.
Advertisement
Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3427937/original/066712500_1618334858-AP21103160915266.jpg)
Sholat Taubat dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada lima waktu tertentu yang dilarang untuk sholat sunah secara umum. Mengutip dari buku Safinah Simple Series karangan Zackiyah Ahmad, waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat adalah:
- Saat terbit matahari.
- Setelah sholat subuh hingga terbit matahari.
- Ketika waktu istiwa (matahari di tengah langit) selain hari Jumat.
- Setelah sholat ashar hingga terbenamnya matahari.
- Saat matahari berwarna kuning hingga tenggelam.
Meskipun demikian, sangat dianjurkan untuk mengerjakan sholat Taubat pada sepertiga malam terakhir, yaitu waktu sholat tahajud. Pada waktu ini, suasana yang tenang mendukung kekhusyukan ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan taubat yang tulus.
Syarat Diterimanya Taubat
Agar taubat seorang Muslim diterima oleh Allah SWT, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat ini mencerminkan kesungguhan dan keikhlasan dalam bertaubat. Mengutip dari antaranews.com, "Seorang muslim yang bertaubat harus memenuhi beberapa syarat agar taubatnya diterima dan mencapai pengampunan yang sejati."
Berikut adalah syarat-syarat agar taubat diterima:
- Ikhlas: Taubat harus dilakukan dengan hati yang ikhlas, semata-mata untuk mengharapkan ridha Allah SWT, tanpa ada niatan riya atau keinginan untuk terlihat baik di hadapan orang lain.
- Berhenti dari Perbuatan Maksiat: Untuk mencapai taubat yang diterima, seseorang harus berhenti sepenuhnya dari perbuatan maksiat atau dosa yang dilakukan sebelumnya.
- Penyesalan Mendalam: Syarat utama lain adalah merasakan penyesalan yang mendalam atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
- Tidak Berniat Mengulangi: Taubat tidak sah jika seseorang masih berniat mengulangi perbuatannya.
- Mengembalikan Hak Orang Lain: Apabila dosa melibatkan kedzaliman terhadap hak orang lain, seperti melukai, merampas harta, atau mencemarkan kehormatan, maka ia wajib mengembalikan hak tersebut kepada pemiliknya.
- Meminta Maaf: Jika pelaku dosa menyakiti atau mendzalimi orang lain, maka ia perlu meminta maaf dan kehalalan dari orang yang terzalimi, terutama jika berkaitan dengan darah, harta, atau kehormatan.
- Sebelum Sakaratul Maut: Taubat harus dilakukan sebelum nyawa mencapai tenggorokan atau sakaratul maut, yaitu sebelum tanda-tanda kematian yang tidak dapat dihindari datang.
- Sebelum Musibah/Hukuman Allah Turun: Bertaubat sebelum musibah atau hukuman dari Allah SWT turun.
- Sebelum Tanda Kiamat Besar: Taubat harus dilakukan sebelum tanda besar kiamat, seperti terbitnya matahari dari barat, terjadi karena saat itu pintu taubat akan ditutup.
Advertisement
Relevansi Sholat Taubat dengan Kesehatan Mental
Dosa tidak hanya memiliki konsekuensi spiritual, tetapi juga dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental seseorang. Perbuatan dosa dapat menimbulkan kegelisahan, ketakutan, dan ketidakbahagiaan dalam diri individu.
Mengutip dari PSIKIS-Jurnal Psikologi Islami, "Kecemasan dan persoalan psikologis lain sangat mungkin terjadi akibat perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia."
Secara psikologis, dosa adalah sesuatu yang terasa salah dan tidak benar di hati setelah seseorang menyadari bahwa perilaku yang dilakukannya itu salah. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak senang atau bahkan ketakutan jika suatu saat ada orang lain yang mengetahui kesalahannya, sebagaimana dijelaskan dalam Psychology Journal of Mental Health.
Dosa dapat menyebabkan noda hitam pada hati, yang pada gilirannya dapat mengotori kejernihan hati dan memengaruhi tingkah laku manusia, memunculkan perilaku menyimpang atau negatif.
Dalam Islam, taubat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai model psikoterapi mental yang efektif untuk mengatasi berbagai masalah kejiwaan yang timbul akibat dosa. Taubat berfungsi membersihkan noda hitam di hati dan mengembangkan potensi individu.
Proses taubat membantu individu untuk menjauhkan diri dari rasa bersalah yang mengganggu ketenangan jiwa. Penelitian dalam PSIKIS-Jurnal Psikologi Islami menunjukkan bahwa sholat taubat yang dilakukan secara multidimensional akan meningkatkan ketenangan hati secara periodik, baik pada aspek kedamaian maupun keyakinan.
Daftar Sumber
- antaranews.com | "Doa yang dianjurkan usai sholat taubat" | Allisa Luthfia | 2024
- PSIKIS-Jurnal Psikologi Islami | "Efektivitas Salat Taubat Dalam Meningkatkan Ketenangan Hati" | Ahmad Rusdi | 2016
- Psychology Journal of Mental Health | "Psikoterapi Taubat : Model Terapi Mental dalam Islam" | Triska Gustiwi, Vivik Shofiah, Khairunnas Rajab | 2022
- Risalah Tuntunan Shalat Lengkap | Drs. Moh Ri’fai | 1976
- Safinah Simple Series | Zackiyah Ahmad
- Skripsi UIN Walisongo Semarang | "Taubat Menurut Imam Al-Ghazali (Analisis Bimbingan dan Konseling Islam)" | Nur Azizah | 2021
Advertisement
FAQ
1. Apa itu sholat taubat?
Sholat taubat adalah ibadah sunah dua rakaat untuk memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah dilakukan.
2. Kapan waktu terbaik melaksanakan sholat taubat?
Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, tetapi bisa dilakukan kapan saja kecuali waktu-waktu yang dilarang.
3. Berapa rakaat sholat taubat?
Sholat taubat dikerjakan dua rakaat, bisa ditambah dua lagi jika ingin.
4. Apakah niat sholat taubat harus dilafalkan?
Niat cukup diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram.
5. Apa bacaan setelah sholat taubat?
Disunnahkan membaca istighfar dan doa, seperti Sayyidul Istighfar dan doa Nabi Adam.
6. Apakah sholat taubat bisa menghapus dosa besar?
Bisa, jika taubat dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memenuhi syarat.
7. Apa syarat agar taubat diterima?
Ikhlas, berhenti dari dosa, menyesal, tidak mengulangi, dan menyelesaikan hak orang lain jika ada.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296716/original/039483300_1784021857-cek_fakta_-_gibran_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296274/original/073062000_1784009598-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992858/original/011986900_1730875016-shalat1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294053/original/082906500_1783778628-Jayden_Adams.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296024/original/097611600_1784000800-000_B9FB274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294052/original/078184700_1783778533-adams_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293767/original/045633200_1783749356-Alexander_Sorloth.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710891/original/090798400_1782791218-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.25__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295984/original/006342200_1783998580-000_B8H387Q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)