Liputan6.com, Jakarta - Sholat sunnah qobliyah Subuh menjadi amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dilaksanakan sebelum sholat fardhu Subuh dan memiliki keutamaan yang besar bagi umat Muslim.
Memahami dan mengamalkan doa setelah qobliyah Subuh adalah bagian penting untuk menyempurnakan ibadah harian. Melafalkan doa-doa ini merupakan cara memuji keagungan Allah SWT dan memohon keberkahan.
Sholat qobliyah Subuh sendiri terdiri dari dua rakaat sebelum sholat Subuh dan memiliki hukum sunnah muakad. Mengutip buku Dahsyatnya Shalat Subuh karya Samir al-Qarni (2007), amalan ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (23/7/2025).
Bacaan Doa Setelah Qobliyah Subuh: Arab, Latin, dan Artinya
Setelah menunaikan sholat qobliyah Subuh, terdapat beberapa doa setelah qobliyah Subuh yang dianjurkan untuk dilafalkan sebagai bentuk permohonan dan pujian kepada Allah SWT. Doa-doa ini menjadi pelengkap ibadah sunnah yang telah ditunaikan.
Berikut adalah kumpulan bacaan doa setelah qobliyah Subuh yang dapat diamalkan:
Doa Memohon Rezeki
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ رَزَقَنِيْ هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَاقُوَّةٍ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ.
Arab latin: "Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min khoiri haulin minnii wa laa quwwatin, Alloohumma baarik fiihi."
Artinya: "Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezeki kepunyaanku."
Doa ini dapat diamalkan untuk meminta rezeki yang tak pernah putus, sebagaimana dijelaskan dalam buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki oleh Nasrudin.
Doa oleh Rasulullah SAW (Pertama)
اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ، وَإِسْرَافِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَمُحَمَّدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّار
Arab latin: "Allahumma rabbi jibrila, wa israfila, wa mikaila, wa muhammadin nabiyyi shallallahu alaihi wasallam, a'udzu bika minan-nar."
Artinya: "Ya Allah, Tuhan Jibril, Israfil, Mikail dan Tuhan Nabi Muhammad. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka."
Doa ini dibaca oleh Nabi Muhammad SAW sebanyak tiga kali, sebagaimana dinukil oleh Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar dari Kitab Ibnu Sunni.
Doa dari Surat Al-Imran Ayat 18
شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Arab latin: "Shahidallaahu annahuu laa ilaaha illaa Huwa walmalaaa’ikatu wa ulul ‘ilmi qooa’imam bilqist; laaa ilaaha illaa Huwal ‘Aziizul Hakiim"
Artinya: "Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Maha-bijaksana."
Doa oleh Rasulullah SAW (Kedua)
للَّهُمَّ إِلَى أَسْتَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي مَا قَلْي وَتَجْمَعُ هَا شَمْلِي وَتَلُمُ مَا شَعْنِي وَتَرُدُّ بها الفتَنُ عَنِّى وَتَصْلُحُ بها دِيْنِي وَتَحْفَظُ مَا غَائِبِي وَتَرْفَعُ مَا شَاهِدِى وَتُزَكَّى بِمَا عَمَلِي وَتَبْيَضُهَا وَجْهَى وَتُلْهِمُنِي هَارُشدِى وَتُعْصِمُنِيهَا مِنْ كُلِّ سُوْء
Arab latin: "Llahuma 'iilaa 'astaluk rahmatan min eindik tahdi ma qaly watajmae ha shamli watalum ma shaeni watarudu biha alftan eania watasluh biha dini watahfaz ma ghayibi watarfae ma shahidia watuzakaa bima eamali watabyaduha wajhaa watulhimuni harushdia watuesimuniha min kuli su'"
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu. yang dapat menunjukkan hatiku, yang mengumpulkan harapan baikku, yang membersihkan rambut-rambutku (dosa) yang kotor, yang mengembalikan semua fitnah dariku, yang menyelesaikan segala urusan agamaku, yang memelihara ketika gaibku, yang mengangkat derajat ketika nampak-ku, yang membersihkan (kesalahan) amalan-amalan-ku, yang memutihkan wajahku, yang memberi ilham kepada keilmuanya, dan yang memelihara aku dari setiap kejahatan."
Doa ini juga disebutkan dalam buku Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir dan Doa oleh Badruddin Hasyim Subky.
Doa oleh Rasulullah SAW (Ketiga)
أَللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيْمَانَا صَادِقًا وَيَقِينَا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ وَرَحْمَةٌ أَنَالُ بهَا شَرْفُ كَرَامَتِكَ في الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. أَللَّهُمَّ إنِّى أسفلُكَ الْفَوْز عِنْدَ القَضَاء وَمَنَازِلَ الشُّهَدَا وَعَيْشَ السُّعَدَاء وَالنَّصْرَ عَلَى الأَعْدَاءِ وَمُرَافَقَةَ الأَنْبِيَاءِ. أَللَّهُمَّ إِنِّي أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِي وَإِنْ ضَعُفَ رَأْيِي وَقَلَّتْ حِيْلَتِي وَقَصْرَ عَمَلِي وَافْتَقَرَّتْ إِلَى رَحْمَتُكَ، فَأَسْتَلُ يَا كَافِي الْأُمُوْر وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ كَمَاتَجُرُّ بَيْنَ الْبُحُوْرِ أَنْ تُحِيْرَنِي مِنْ عَذَابِ لسَّعِيرِ وَمِنْ دَعوة التبور ومن فتنة القبور
Arab latin: "Allahuma 'aetini 'iimana sadiqan wayaqina lays baedah kufr warahmat 'anal bha sharf karamatik fi aldunya walakhirati. 'allahuma 'inia asfluk alfawz eind alqada' wamanazil alshuhada' waeaysh alsueada' walnasr ealaa al'aeda' wamurafaqat al'anbia'i. 'allahuma 'iiniy 'unzil bik hajati wa'iin daeuf rayi waqalat hilati waqasr eamali waftaqarat 'iilaa rahmatuka, fa'astal ya kafi al'umur waya shafi alsudur kamatajuru bayn albuhur 'an tuhirani min eadhab lsaeir wamin daewt altabur wamin fitnat alqubur"
Artinya: "Ya Allah berilah aku keimanan yang mendalam, keyakinan yang tidak diakhiri dengan kekufuran, berikanlah rahmat padaku, sehingga aku mendapat kedudukan yang amat mulia baik di dunia maupun di akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keberuntungan ketika aku maut (al-Qada), memohon kedudukan para syuhada, kehidupan yang membahagiakan, pertolongan untuk melawan musuh-musuh-Mu, dan memohon dikumpulkan dengan para Anbiya. Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganugerahkan segala kemampuanku dengan sebab kekuasaan-Mu, penuhilah hajatku, meskipun lemah pendirianku, sedikit sekali usaha baikku, lalai amalanku, namun aku sangat membutuhkan rahmat-Mu. Aku memohon kepada-Mu hai Zat Yang Mencukupkan segala urusan, Wahai Zat Penyembuh hati, sebagaimana Engkau telah memelihara air di lautan, peliharalah aku dari siksa neraka sa'ir, dan lindungilah aku dari doa yang sia-sia dan dari fitnah kubur."
Doa yang panjang ini juga tercantum dalam buku Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir dan Doa oleh Badruddin Hasyim Subky, menunjukkan kelengkapan permohonan kepada Allah SWT.
Advertisement
Sholat Qobliyah Subuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990637/original/031213000_1730716646-tata-cara-sholat-hajat.jpg)
Sholat qobliyah Subuh adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan sebelum sholat fardhu Subuh. Sholat ini termasuk dalam kategori sholat rawatib, yaitu sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu lima waktu.
Sholat rawatib terbagi menjadi qobliyah (sebelum fardhu) dan ba'diyah (setelah fardhu). Muhammad Ajib, Lc. dalam bukunya 33 Macam Jenis Shalat Sunnah menjelaskan pembagian ini secara rinci.
Sholat qobliyah Subuh juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti Sunnah Fajar atau Sunnah Wustho, seperti dijelaskan dalam kitab I'aanah ath Thoolibiin. Penting untuk dipahami bahwa sholat sunnah fajar dan sholat sunnah qobliyah Subuh adalah amalan yang sama, hanya berbeda penamaan.
Keutamaan sholat ini sangat ditekankan karena Rasulullah SAW sendiri sangat menjaga sholat sunnah ini.
Niat Sholat Qobliyah Subuh
Sebelum melaksanakan sholat qobliyah Subuh, penting untuk melafalkan niat yang benar. Niat ini menjadi penentu keabsahan ibadah dan membedakannya dari sholat sunnah lainnya.
Berikut adalah niat sholat qobliyah Subuh yang dapat dilafalkan atau dibaca dalam hati:
اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Arab latin: "Usholli sunnatash subhi rok'ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala"
Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah."
Cara melaksanakan sholat qobliyah Subuh sama seperti sholat sunnah pada umumnya, yang membedakan hanya niatnya saja.
Advertisement
Dalil tentang Sholat Qobliyah Subuh
Sholat qobliyah Subuh memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Dalil-dalil ini menunjukkan betapa pentingnya amalan sunnah ini dalam kehidupan seorang Muslim.
Dalil dari Surat Al-Muzzammil Ayat 1-5
-
يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙقُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙنِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙاَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗاِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا
-
Arab latin: "Yaayuha almuzzmmiluۙqum allayl ailla qalilanaۙnisfahٗ̂ aaw anqus minh qalilanaۙaaw zid ealayh warattil alquran tartilanaۗainna sanulqi ealayk qawlan thaqilan"
-
Artinya: "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) separuh malam atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari separuh itu, dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat."
Dalil dari Aisyah r.a.
-
لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ
-
Arab latin: "Lam yakun alnnabi salla alllah ealayh wasallam ealaa shay' min alnnawafil 'ashadd minh taeahudan ealaa rakeatay alfajr"
-
Artinya: "Rasulullah tidaklah melakukan satu sholat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat sholat sunnah subuh." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalil dari Rasulullah SAW.
-
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَ مَا فِيهَا
-
Arab latin: "Rakeata alfajr khayr min alddunya w ma fiha"
-
Artinya: "Dua rakaat sholat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya." (HR. Muslim)
Dalil dari Ibnu Umar
-
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ وَ بَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ
-
Arab latin: "An abn eumar 'ann hafsat 'umm almuminin 'akhbarath 'ann rasul allh salla allh ealayh wasallam kan 'iidha sakat almuadhdhin min al'adhan lisalat alssubh w bada alssubh rakae rakeatayn khafifatayn qabl 'an tuqam alssala"
-
Artinya: "Hafshah Ummul Mukminin telah menceritakan kepadanya bahwa dahulu bila muazin selesai mengumandangkan adzan untuk sholat subuh dan telah masuk waktu subuh, Rasulullah melaksanakan sholat sunnah dua rakaat dengan ringan sebelum melaksanakan sholat subuh." (HR. Bukhari)
Dalil oleh Aisyah r.a.
-
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَ الْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ
-
Arab latin: "Kan alnnabi salla alllah ealayh wasallam yusalli rakeatayn khafifatayn bayn alnnida' w al'iiqamat min salat alssubh"
-
Artinya: "Dahulu Nabi sholat dua rakaat ringan antara adzan dan iqamat sholat subuh." (HR. Bukhari)
Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102736/original/028952100_1737446896-1737445580778_tata-cara-sholat-dhuha-4-rakaat.jpg)
Sholat sunnah qobliyah Subuh memiliki banyak keutamaan yang luar biasa bagi umat Muslim yang melaksanakannya secara rutin. Keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga amalan ini.
Berikut adalah beberapa keutamaan sholat qobliyah Subuh:
-
Lebih Baik dari Dunia dan Isinya
Keutamaan paling utama dari qobliyah Subuh adalah nilai kebaikannya yang melebihi dunia dan seisinya. Hal ini menunjukkan betapa agungnya pahala yang akan didapatkan, sebagaimana disebutkan dalam HR. Muslim dan situs balitbangdiklat.kemenag.go.id.
-
Menyempurnakan Sholat Wajib
Melaksanakan sholat rawatib, termasuk qobliyah Subuh, merupakan cara untuk menyempurnakan sholat wajib. Amalan ini dapat menutupi kekurangan atau kekhilafan yang mungkin terjadi saat melaksanakan sholat fardhu.
-
Dosa Diampuni
Dengan rutin mengerjakan sholat sunnah ini, dosa-dosa yang telah dilakukan di masa lalu akan diampuni oleh Allah SWT. Ini adalah salah satu bentuk rahmat Allah bagi hamba-Nya yang senantiasa bertaubat dan beribadah.
-
Mendapatkan Rumah di Surga
Bagi umat Muslim yang konsisten dalam menjalankan sholat qobliyah Subuh, Allah SWT akan memberikan balasan berupa rumah di surga. Ini adalah janji bagi mereka yang taat dan beribadah kepada-Nya.
-
Berada dalam Lindungan Allah SWT
Umat Muslim yang rajin melaksanakan sholat sunnah qobliyah Subuh juga akan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Perlindungan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.
Advertisement
Waktu Pelaksanaan Sholat Qobliyah Subuh
Waktu pelaksanaan sholat qobliyah Subuh sangat spesifik dan penting untuk diperhatikan agar ibadah ini sah serta mendapatkan keutamaan maksimal. Sholat ini dikerjakan sesudah adzan Subuh berkumandang dan sebelum melaksanakan sholat fardhu Subuh.
Hal ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, serta dijelaskan dalam buku Hadzihi Ajwibati Fi Masa'ili Ummatin Nabi oleh Amrullah Samman.
Hadits tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dahulu diam antara azan muazin hingga waktu sholat subuh, lalu beliau sholat dua rakaat ringan sebelum sholat Subuh.
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menerangkan bahwa shalat sunnah Shubuh tidaklah dilakukan melainkan setelah terbit fajar Shubuh. Beliau menambahkan bahwa dianjurkan shalat tersebut dilakukan di awal waktunya dan dilakukan dengan diperingan.
Meskipun sholat ini dilakukan dengan ringan, bukan berarti tidak membaca surat sama sekali. Rasulullah SAW diketahui membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah dalam sholat qobliyah Subuh, sebagaimana dicatat dalam HR. Muslim no. 726.
Amalan Lain Setelah Qobliyah Subuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
Selain doa setelah qobliyah Subuh yang telah disebutkan, terdapat beberapa amalan zikir dan bacaan surat pendek yang sangat dianjurkan untuk dilafalkan setelah menunaikan sholat qobliyah Subuh. Amalan-amalan ini berfungsi sebagai penyempurna ibadah dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut adalah amalan zikir dan bacaan surat yang dapat dilakukan:
-
Membaca "Ya Hayyu Ya Qoyyum"
-
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لآ إلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
-
Arab latin: "Ya hayyu ya qoyyum laa ilaaha illa anta" (dibaca 40 kali)
-
Artinya: "Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, tiada tuhan selain Engkau"
-
-
Membaca Surat Al-Ikhlas
Surat Al-Ikhlas dibaca sebanyak 11 kali.
-
Membaca Surat Al-Falaq
Surat Al-Falaq dibaca sebanyak 1 kali.
-
Membaca Surat An-Nas
Surat An-Nas dibaca sebanyak 1 kali.
-
Membaca Tasbih dan Istighfar
-
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ
-
Arab latin: "Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adzim astaghfirulloh"
-
Artinya: "Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampunan pada Allah."
-
Amalan-amalan ini dapat memperkaya ibadah pagi seorang Muslim, memberikan ketenangan hati, dan memohon keberkahan dari Allah SWT sebelum memulai aktivitas harian.
Advertisement
Pentingnya Menjaga Sholat Qobliyah Subuh
Menjaga sholat qobliyah Subuh merupakan salah satu bentuk ketaatan dan kecintaan seorang Muslim terhadap sunnah Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad SAW sendiri sangat konsisten dalam melaksanakan sholat sunnah ini, menunjukkan betapa besar nilai dan keutamaannya.
Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, pernah bersaksi bahwa Nabi SAW tidaklah menjaga sholat sunnah yang lebih daripada menjaga sholat sunnah dua rakaat sebelum Subuh (HR. Muslim no. 724).
Kesaksian ini menegaskan prioritas Rasulullah terhadap sholat qobliyah Subuh.
Pentingnya menjaga sholat ini juga ditegaskan dalam hadits lain yang menyatakan bahwa "Dua rakaat sholat sunnah fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya" (HR. Muslim).
Keutamaan yang begitu besar ini seharusnya menjadi pendorong bagi setiap Muslim untuk tidak pernah meninggalkannya, seperti dijelaskan dalam buku Fikih Salat Sunah oleh Ali Musthafa Siregar dan Dr. Nurhadi.
Selain itu, hadits lain menyebutkan, "Hanya orang yang banyak taubatnya yang memelihara dua rakaat sholat sunnah fajar (qobliyah subuh)" (HR. Baihaqi).
Ini mengindikasikan bahwa menjaga sholat qobliyah Subuh adalah ciri dari orang-orang yang senantiasa bertaubat dan dekat dengan Allah SWT.
Daftar Sumber
Berikut adalah daftar sumber yang digunakan dalam penyusunan artikel ini:
- Ajib, Muhammad, Lc. 33 Macam Jenis Shalat Sunnah.
- Masrur, Imam. "Tarbiyah Salat Qabliyah dan Ba'diyah dari Rasulullah." Universum, Vol. 12 No. 2 (Juni 2018).
- Nasrudin. Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki.
- Nawawi, Imam. Kitab Al-Adzkar.
- Qarni, Samir al-. Dahsyatnya Shalat Subuh. 2007.
- Samman, Amrullah. Hadzihi Ajwibati Fi Masa'ili Ummatin Nabi.
- Siregar, Ali Musthafa. Fikih Salat Sunah.
- Subky, Badruddin Hasyim. Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir dan Doa.
- Situs Web: balitbangdiklat.kemenag.go.id.
Advertisement
FAQ
1. Apa itu sholat sunnah qobliyah Subuh?
Sholat sunnah dua rakaat sebelum Subuh yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
2. Kapan waktu pelaksanaannya?
Dilakukan setelah adzan Subuh dan sebelum sholat fardhu Subuh.
3. Berapa rakaat sholat qobliyah Subuh?
Dua rakaat ringan.
4. Apa hukum sholat qobliyah Subuh?
Sunnah muakkad (sangat dianjurkan).
5. Apa keutamaan sholat qobliyah Subuh?
Lebih baik dari dunia dan seisinya, serta mendatangkan ampunan dan perlindungan Allah SWT.
6. Apa niat sholat qobliyah Subuh?
"Usholli sunnatash subhi rok'ataini qobliyatan lillahi ta'ala" (Aku niat sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah).
7. Apakah ada doa setelah sholat qobliyah Subuh?
Ada. Beberapa di antaranya adalah doa memohon rezeki, perlindungan dari neraka, dan doa-doa Rasulullah SAW.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5082781/original/032898100_1736235562-1736232092125_sholat-hajat-untuk-apa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261305/original/096719500_1781694640-000_B4XF3RA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8374721/original/069599100_1782252182-IMG-20260624-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261727/original/037682800_1781755838-063_2282102375.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361929/original/059220800_1782237469-000_B8324TW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262482/original/047548300_1781803743-Croatia_s_Ivan_Perisic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361794/original/064983200_1782237341-000_B8324T4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258737/original/031550300_1781406712-063_2281462946.jpg)