Doa Setelah Rukuk Sesuai Ajaran Rasulullah, Lengkap dengan Gerakannya

Inilah bacaan doa setelah rukuk (i'tidal) dalam sholat, meliputi versi pendek dan panjang, lengkap dengan arti serta keutamaannya.

Diterbitkan 12 Juli 2025, 17:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setiap gerakan dalam sholat memiliki nilai ibadah dan penghayatan spiritual yang luar biasa. Rukuk adalah salah satu momen di mana seorang hamba benar-benar merendahkan diri di hadapan Sang Pencipta. Namun bukan hanya rukuk, saat bangkit dari rukuk menuju posisi berdiri tegak atau i’tidal, umat Muslim juga diajarkan untuk memanjatkan doa setelah rukuk sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini menjadi bagian dari rangkaian sholat yang menunjukkan pujian dan pengagungan kepada Allah SWT dalam posisi yang khusyuk dan penuh ketundukan.Ā 

Dalam buku Keajaiban Doa dan Dzikir Rasulullah Sehari-hari karya Abu Ayyud El-Faruqi, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki sejumlah bacaan doa setelah rukuk yang mengandung makna pujian mendalam kepada Allah SWT. Bacaan tersebut dibaca dalam posisi i’tidal dengan tenang dan penuh kekhusyukan.Ā 

Sementara itu, dalam buku Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’I, menguraikan bahwa posisi setelah rukuk merupakan bagian penting dalam pelaksanaan sholat yang tak boleh dilewatkan tanpa penghayatan. Gerakan berdiri tegak setelah rukuk bukan hanya transisi, melainkan waktu untuk memuji Allah SWT secara lebih mendalam. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan doa setelah rukuk sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW menjadi wujud nyata dalam mengikuti sunnah dan menyempurnakan kualitas ibadah sholat.Ā 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Sabtu (12/7/2025).Ā 

Bacaan Doa Setelah RukukĀ 

Dikutip dari buku Agenda Kegiatan Harian Anak Muslim karya Lidya Dahlan, doa setelah rukuk dalam salat disebut doa iktidal dan dibaca ketika berdiri tegap sambil mengangkat kedua tangan. Iktidal adalah gerakan sholat yang berupa berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud. Berikut bacaan doa setelah rukuk dalam Bahasa Arab, Latin dan artinya:Ā 

Ų³ŁŽŁ…ŁŲ¹ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ł„ŁŁ…ŁŽŁ†Ł’ Ų­ŁŽŁ…ŁŲÆŁŽŁ‡ŁĀ 

Arab Latin: Sami'Allahu liman hamidah.Ā 

Artinya: "Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya."Ā 

Setelah itu, dilanjutkan dengan doa berikut ini:Ā 

Ų±ŁŽŲØŁŽŁ‘Ł†ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁƒŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŽŁ…Ł’ŲÆŁĀ 

Arab Latin: Rabbanaa wa lakal hamdu.Ā 

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian."Ā 

Selain versi pendek, ada juga doa setelah rukuk versi panjang yang memiliki makna mandalam. Bacaan ini mengandung lebih banyak pujian kepada Allah SWT, menunjukkan pengagungan yang lebih sempurna. Berikut bacaannya:Ā 

Ų±ŁŽŲØŁ‘ŁŽŁ†ŁŽŲ§ Ł„ŁŽŁƒŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŽŁ…Ł’ŲÆŁ Ł…ŁŁ„Ł’Ų”Ł Ų§Ł„Ų³Ł‘ŁŽŁ…ŁŽŲ§ŁˆŁŽŲ§ŲŖŁ ŁˆŁŽŁ…ŁŁ„Ł’Ų”Ł Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶Ł ŁˆŁŽŁ…ŁŁ„Ł’Ų”Ł Ł…ŁŽŲ§ Ų“ŁŲ¦Ł’ŲŖŁŽ مِنْ Ų“ŁŽŁŠŁ’Ų”Ł ŲØŁŽŲ¹Ł’ŲÆŁ.Ā 

Arab Latin: Rabbana lakal hamdu mil us-samaawaati wa mil al-ardi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du.)Ā 

Artinya: "Ya Tuhan kami, segala puji bagi-Mu; penuh langit, bumi, dan apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu."Ā 

Gerakan Iktidal yang BenarĀ 

Setelah selesai melakukan rukuk, seorang Muslim melakukan gerakan i’tidal dengan cara bangkit dari posisi rukuk hingga berdiri tegak. Saat bangkit ini, kedua tangan diangkat sejajar dengan pundak atau telinga, sambil mengucapkan ā€œSami’allahu liman hamidahā€, yang artinya ā€œAllah mendengar orang yang memuji-Nyaā€. Setelah itu, berdiri dengan lurus dan tenang, tidak terburu-buru menuju sujud, karena i’tidal merupakan bagian dari rukun sholat yang wajib dilakukan dengan tuma’ninah (diam sejenak dengan tenang).

Dalam posisi berdiri ini, dianjurkan membaca doa setelah rukuk yang telah dijelaskan di atas, doa ini merupakan bentuk pujian dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya. Posisi tangan saat berdiri tegak dapat diletakkan kembali di sisi badan atau bersedekap seperti semula, tergantung pada pendapat mazhab yang dianut. Namun yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan ketenangan dalam setiap gerakan. Setelah selesai membaca doa, barulah dilanjutkan dengan sujud secara perlahan, menandai gerakan berikutnya dalam sholat.Ā 

Keutamaan Membaca Doa I’tidalĀ 

Membaca doa i’tidal setelah bangkit dari rukuk merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena termasuk sunnah Nabi Muhammaad SAW yang memiliki makna pujian dan pengagungan luar biasa kepada Allah SWT. Doa ini mencerminkan rasa syukur dan pengakuan atas kebesaran-Nya setelah seorang hamba merendahkan diri dalam rukuk. Di momen i’tidal, posisi seorang Muslim yang berdiri tegak mencerminkan kekuatan, dan saat itulah dia kembali mengingat dan memuji Tuhannya, seolah mengatakan bahwa setelah merendah, kini ia kembali tegak atas izin dan rahmat Allah.Ā 

Keutamaan membaca doa i’tidal juga disebutkan dalam banyak hadits sahih. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim tentang sahabat yang membaca doa panjang dalam i’tidal dan Rasulullah SAW bersabda bahwaĀ 

ā€œAku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berlomba mencatat pahala doa tersebut.ā€Ā 

Hal ini menunjukkan bahwa doa i’tidal bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari zikir dalam sholat yang memiliki nilai besar di sisi Allah. Selain itu, membaca doa i’tidal dengan khusyuk dan penuh kesadaran juga menjadi bentuk penyempurna dari tuma’ninah dalam sholat.Ā 

Doa tersebut berisi pujian kepada Allah yang memenuhi langit dan bumi, yang menunjukkan bahwa seorang hamba mengakui kemuliaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah secara total. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim juga menunjukkan bahwa setiap bagian dari sholatnya dipenuhi dengan dzikir dan pengagungan kepada Allah, bukan sekadar rutinitas gerakan.Ā 

QnA Seputar Doa Setelah RukukĀ 

Q: Apakah membaca doa setelah rukuk hukumnya wajib?Ā 

A: Tidak wajib, tetapi sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Meskipun bukan rukun, membacanya menambah kesempurnaan sholat dan termasuk mengikuti sunnah Nabi SAW yang memiliki banyak keutamaan.Ā 

Q: Kapan doa setelah rukuk dibaca?Ā 

A: Dibaca setelah selesai rukuk, yaitu ketika berada dalam posisi i’tidal (berdiri tegak setelah rukuk), sebelum turun untuk sujud. Posisi ini juga harus dilakukan dengan thuma’ninah, tidak tergesa-gesa.Ā 

Q: Apakah Rasulullah SAW rutin membaca doa setelah rukuk?Ā 

A: Ya, Rasulullah SAW rutin membaca berbagai bentuk doa setelah rukuk. Bahkan beberapa sahabat meriwayatkan variasi bacaan dari beliau. Hal ini menunjukkan bahwa membaca doa tersebut adalah amalan sunnah yang konsisten dilakukan Nabi SAW.Ā 

Q: Apa keutamaan membaca doa setelah rukuk?Ā 

A: Di antara keutamaannya adalah menambah pahala, mendapatkan pujian dari para malaikat, dan menjadi bentuk pujian langsung kepada Allah SWT. Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa para malaikat berlomba mencatat pahala doa yang dibaca oleh seorang sahabat saat i’tidal. Ini menunjukkan betapa agungnya bacaan ini di sisi Allah.Ā 

Q: Apakah posisi tangan saat membaca doa setelah rukuk harus bersedekap lagi?Ā 

A: Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian mengatakan tangan tetap berada di samping badan, sebagian lain memperbolehkan untuk kembali bersedekap. Keduanya sah dan tidak membatalkan sholat.Ā 

Q: Apakah boleh membaca doa i’tidal yang berbeda-beda dalam setiap rakaat?Ā 

A: Boleh. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan beberapa variasi bacaan doa setelah rukuk. Hal ini justru disunnahkan untuk menghindari rutinitas kaku dan memperkaya penghayatan makna dalam sholat.Ā 

Q: Bolehkah memperpanjang doa setelah rukuk saat sholat sendiri?Ā 

A: Boleh, asalkan tidak keluar dari contoh yang diajarkan Nabi SAW. Dalam sholat sendiri, seseorang boleh memperpanjang doa yang sesuai sunnah karena tidak mengganggu makmum. Namun dalam sholat berjamaah, hendaknya memperhatikan durasi agar tidak memberatkan makmum.Ā 

Q: Apakah ada doa khusus dalam i’tidal untuk memohon sesuatu secara pribadi?Ā 

A: Umumnya, doa dalam i’tidal berisi pujian dan bukan permohonan hajat pribadi. Doa permohonan atau doa bebas lebih dianjurkan dibaca saat sujud atau setelah tasyahhud akhir. Namun dalam sholat sunnah atau sholat sendiri, boleh menambahkan permohonan ringan setelah pujian selama tidak bertentangan dengan kaidah.Ā