Mengenal Qunut Nazilah, Doa Keselamatan Saat Musibah Melanda Umat

Qunut Nazilah adalah doa yang dipanjatkan saat umat Islam tertimpa musibah atau bencana. Doa ini menjadi sarana memohon perlindungan dan keselamatan.

Diterbitkan 09 Juli 2025, 09:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu bentuk doa yang dianjurkan ketika musibah atau bencana menimpa adalah Qunut Nazilah. Doa ini menjadi sarana spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kemenangan umat Muslim di tengah musibah besar.

Qunut Nazilah sering kali diamalkan ketika terjadi bencana alam, peperangan, penindasan terhadap umat Islam, atau wabah penyakit yang melanda.

Dikutip dari laman Kemenag, dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan berturut-turut dalam shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib,Isya dan Shubuh selepas mengucapkan: ‘Sami’allahu liman hamidah’ di rakaat terakhir, beliau mendoakan kehancuran bani Sulaim, (yaitu) suku Ri’il, Dzakwan, dan ‘Ushayyah, dan orang-orang di belakangnya mengucapkan “Aamin”. (Hadis Shahih diriwayatkan Imam Ahmad).

Dalam situasi genting, qunut nazilah menjadi bagian dari shalat fardhu sebagai ungkapan solidaritas umat Islam terhadap saudaranya yang tertimpa musibah. Ibadah ini menunjukkan bahwa umat Islam adalah satu tubuh; ketika satu bagian tersakiti, bagian lainnya pun ikut merasakan.

Doa qunut nazilah bukan hanya sekadar permohonan, tetapi juga pernyataan keimanan dan kebergantungan penuh kepada Allah. Karenanya, memahami hakikat, hukum, dan tata cara pelaksanaan qunut nazilah menjadi penting agar umat Islam dapat mengamalkannya dengan benar dan tepat. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (9/7/2025).

Pengertian Qunut Nazilah

Secara bahasa, "qunut" berasal dari kata kerja "qanata" (قنت - يقنت) yang berarti taat, berdiri lama, diam, atau berdoa. Sedangkan "nazilah" (النازلة) bermakna musibah besar yang menimpa umat. Maka secara istilah, qunut nazilah adalah doa yang dibaca dalam shalat fardhu ketika umat Islam sedang menghadapi musibah besar. Definisi ini juga dikemukakan oleh Ibnu 'Allan dalam Al-Futuhat Ar-Rabbaniyah.

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW melakukan qunut nazilah selama sebulan penuh untuk mendoakan para qurra' yang gugur dalam tragedi Bi'ru Ma'unah. Hadits tersebut berbunyi:

"Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW berduka atas musibah yang menimpa delegasi beliau sebagaimana duka beliau atas musibah yang telah menimpa delegasi beliau berjumlah 70 orang yang dibunuh di Bi'ru Ma'unah..." (HR. Muslim)

Hukum Qunut Nazilah

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum qunut nazilah:

  1. Madzhab Hanafi: Menyatakan qunut nazilah disunnahkan pada shalat-shalat jahriyyah (seperti Subuh, Maghrib, dan Isya) ketika terjadi musibah besar, sebagaimana disebutkan dalam Uqud Al-Jawahir Al-Munifah.
  2. Madzhab Syafi'i: Menyatakan qunut nazilah disunnahkan pada semua shalat fardhu, baik jahriyyah maupun sirriyah. Imam An-Nawawi dalam Raudhah At-Talibin menyebut pendapat yang paling shahih adalah disunnahkan.
  3. Madzhab Hanbali: Menyunnahkan qunut nazilah di semua shalat wajib kecuali Jumat, sebagaimana disebutkan dalam Kassyaf Al-Qina'.
  4. Madzhab Maliki: Berpendapat bahwa qunut hanya dianjurkan dalam shalat Subuh. Dalam kitab Minah Al-Jalil Syarh Mukhtashar Khalil, pelaksanaan qunut dalam shalat selain Subuh dinyatakan makruh.

Bacaan Qunut Nazilah

Merujuk pada Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2, berikut bacaan Qunut Nazilah.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْ عَلَى عَدُوّكَ وَعَدُوِّهِمْ اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ. اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ

Allahummaghfirlil mu’miniina wal mu’minaati, wal muslimiina wal muslimaati, wa alif baina quluubihim, wa ashlih dzaata bainihim, wanshurhum ‘alaa ‘aduwwika wa ‘aduwwihim, Allahum mal’an kafarata ahlil kitaabi alladziina yukadzdzibuuna rusulaka, wa yuqaatiluuna awliyaa’aka. Allahumma khaalif baina kalimatihim, wa zalzil aqdaamahum, wa anzil bihim ba’saka alladzi laa yuraddu ‘anil qawmil mujrimiin. Bismillahirrahmaanirrahiim. Allahumma innaa nasta’iinuka.

Artinya: Ya Allah, ampunilah dosa orang-orang mukmin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Satukanlah hati mereka, damaikanlah di antara mereka. Tolonglah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir ahli kitab yang mendustakan utusan-Mu dan memerangi wali-wali-Mu. Gagalkanlah rencana mereka, guncangkan kaki-kaki mereka, dan timpakanlah siksa-Mu yang tak terhindarkan atas kaum yang zalim. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan kepada-Mu.

Tata Cara Pelaksanaan Qunut Nazilah

  1. Dibaca pada rakaat terakhir salat fardhu setelah rukuk.
  2. Imam membaca dengan suara keras jika berjamaah (terutama shalat jahriyyah), dan makmum mengaminkan.
  3. Mengangkat tangan ketika membaca doa. Dalam madzhab Syafi’i, pendapat yang kuat adalah mengangkat tangan tanpa mengusap wajah setelahnya, sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar.

FAQ Seputar Qunut Nazilah

1. Kapan Qunut Nazilah dianjurkan?

Saat umat Islam mengalami musibah besar seperti bencana alam, perang, atau wabah.

2. Apakah harus dibaca dalam semua salat fardhu?

Menurut madzhab Syafi’i dan Hanbali: ya. Hanafi: hanya salat jahriyyah. Maliki: tidak disyariatkan kecuali Subuh.

3. Apakah bacaan Qunut Nazilah harus baku?

Tidak harus. Yang penting isinya mencakup permohonan keselamatan dan pertolongan terhadap musuh.

4. Apakah qunut nazilah boleh dibaca oleh wanita?

Ya, boleh dibaca baik oleh pria maupun wanita, baik berjamaah atau sendiri.

5. Apakah bisa dibaca selain di salat fardhu?

Boleh dibaca di luar salat dalam bentuk doa, namun fungsinya sebagai qunut khusus adalah dalam salat fardhu.