Liputan6.com, Jakarta Dalam membaca Al-Qur’an, memperhatikan hukum tajwid adalah bentuk penghormatan terhadap wahyu Allah SWT sekaligus sarana agar makna ayat tidak berubah. Salah satu hukum tajwid yang paling sering ditemui dalam mushaf adalah idgham bighunnah.
Hukum ini berkaitan dengan pelafalan nun sukun atau tanwin yang harus dibaca secara khusus jika bertemu dengan huruf tertentu. Pemahaman mengenai huruf idgham bighunnah menjadi penting karena berkaitan langsung dengan keindahan dan ketepatan bacaan.
Dalam buku Ilmu Tajwid Lengkap oleh Samsul Amin, menekankan bahwa bacaan yang benar dalam Al-Qur’an bukan hanya soal suara yang indah, tapi juga penerapan tajwid yang sesuai, salah satunya hukum idgham bighunnah yang harus dikenali sejak dini. Dengan memahami hukum ini, pembaca Al-Qur’an tidak hanya mampu melafalkan dengan tartil, tetapi juga menjaga kesucian makna dari ayat-ayat yang dibaca.
Advertisement
Hal senada juga disampaikan oleh Ustadz O. Surasman dalam bukunya Tajwid Praktis Metode Al-Bayan. Beliau menyatakan bahwa kesalahan dalam penerapan hukum idgham bighunnah meskipun terdengar ringan, bisa berdampak besar pada perubahan makna.
Karena itu, sangat penting untuk memahami kaidah dan praktiknya dengan benar. Oleh sebab itu, mempelajari huruf idgham bighunnah, hukum bacaannya, serta contohnya secara menyeluruh akan membantu kita lebih hati-hati dan khusyuk saat membaca Al-Qur’an.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (8/7/2025).
Huruf Idgham Bighunnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4930059/original/007111600_1724819855-close-up-open-holy-book-with-bracelet.jpg)
Pengertian Idhgham Bighunnah secara bahasa yakni, Bi berarti dengan, Ghunnah berarti dengung dan Idgham maknanya adalah meleburkan satu huruf yang berada di depan ke dalam huruf yang ada sesudahnya atau bisa dikatakan dengan bahaa Arab adalah di-tasydidkan.
Syarat dalam hukum bacaan idgham bighunnah adalah saat nun mati atau disebut juga dengan Nun sukun [نْ] atau tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) bertemu dengan salah satu huruf idgham bighunnah dalam dua kata yang terpisah. Namun, jika hal itu terjadi dalam satu kata, hukum bacaannya menjadi berbeda, yaitu idzhar wajib (jelas). Jumlah huruf idgham bighunnah ada 4. Huruf-huruf yang dimaksud adalah sebagai berikut:
(wau) و , (nun) ن , (ya) ي , (mim) م
Dalam belajar ilmu tajwid, biasanya 4 huruf itu disingkat dengan sebutan ينمو (dibaca: Yanmuu) untuk memudahkan mengingat huruf-huruf idgham bighunnah.
Advertisement
Hukum Membaca Idgham Bighunnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
Hukum membaca idgham bighunnah adalah dengan meleburkan huruf nun mati نْ atau tanwin, baik itu dhommah tanwin [ــٌــ], kasroh tanwin [ــٍــ], ataupun fathah tanwin [ــًــ] menjadi suara huruf yang berada di depannya huruf Mim, Nun, Waw, dan Ya, atau dari keempat huruf itu yang seolah-olah diberikan tanda tasydid serta disertai dengan penggunaan suara berdengung satu alif hingga satu setengah alif atau kira-kira dua hingga tiga harakat.
Pemahaman tentang hukum bacaan idgham bighunnah ini dijelaksan dalam Kitab Hidayatush Shibyan yang berbunyi:
وَادْغِمْ بِغُنَّةٍ بِيَنْمُوْ لَا اِذَا * كَانَا بِكِلْمَةٍ كَدُ نْيَا فَانْبِذَا
Artinya: "Jika ada tanwin atau nun mati (sukun) bertemu (diikuti) oleh salah satu huruf yang empat yang berkumpul dalam kata 'yanmu' (يَنْمُوْ) maka harus dibaca idgham bighunnah. Ketika keduanya tidak dalam satu kata, seperti lafazh دُ نْيَا, jika dalam satu kata maka harus dibaca jelas (idzhar)."
Hukum ini disebut sebagai izhar mutlaq. Jadi saat sedang membaca Al-Quran hendaknya selalu berhati-hati dan diperhatikan dengan baik. Hal ini untuk menghindari terjadi kesalahan dalam membaca ilmu tajwid satu ini.
Contoh Idgham Bighunnah dalam Al-Qur’an
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374406/original/051837800_1679988684-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)
Ada banyak contoh idgham bighunnah dalam Al-Quran, di antaranya sebagai berikut:
1. Surah As-Syams Ayat 7
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
Bacaan latinnya: "Wa nafsiw wa mā sawwāhā"
Artinya: "Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya," (QS. As-Syams [91]: 7).
2. Surah Al-Bayyinah Ayat 2
رَسُولٌ مِّنَ ٱللَّهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً
Bacaan latinnya: "Rasụlum manallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah"
Artinya: "(Yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran)," (QS. Al-Bayyinah [98]: 2).
3. QS. Al-Lahab ayat 1
تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ
Bacaan latinnya: "Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb"
Artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa," (QS. Al-Lahab [111]: 1)
4. QS Al-Kafirun ayat 4
وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
Bacaan latinnya: "Wa lā ana 'ābidum mā 'abattum"
Artinya: "Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah," (QS. Al-Kafirun [109]: 4).
5. QS Al-Zalzalah ayat 6
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ ٱلنَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا۟ أَعْمَٰلَهُمْ
Bacaan latinnya: "Yauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahum"
Artinya: "Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka," (QS. Az-Zalzalah [94]: 6).
6. QS. Al-Humazah Ayat 2
ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ
Bacaan latinnya: "Allażī jama'a mālaw wa 'addadah"
Artinya: "Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung," (QS. Al-Humazah [104]: 2).
7. QS. An-Naziat Ayat 8
قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ
Bacaan latinnya: "Qulụbuy yauma`iżiw wājifah"
Artinya: "Hati manusia pada waktu itu sangat takut," (QS. An-Naziat [79]: 8).
8. QS An-Naba Ayat 30
فَذُوقُوا۟ فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا
Bacaan latinnya: "Fa żụqụ fa lan nazīdakum illā 'ażābā"
Artinya: "Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab," (QS. An-Naba [78]: 30).
9. QS. ‘Abasa Ayat 29
وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا
Bacaan latinnya: "Wa zaitụnaw wa nakhlā"
Artinya: "Zaitun dan kurma," (QS. Abasa [80]: 29).
10. Q.S Al-Buruj Ayat 2
وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ
Bacaan latinnya: "Wa syāhidiw wa masy-hụd"
Artinya: "Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan," (QS. Al-Buruj [85]: 2).
Advertisement
Perbedaan Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
Selain Idgham Bighunnah, terdapat pula hukum bacaan Idgham Bilaghunnah. Keduanya memiliki kemiripan dalam hal peleburan huruf, namun terdapat perbedaan mendasar yang perlu diperhatikan. Perbedaan utama terletak pada adanya dengungan (ghunnah). Idgham Bighunnah dibaca dengan dengung, sedangkan Idgham Bilaghunnah dibaca tanpa dengung.
Huruf Idgham Bilaghunnah hanya ada dua, yaitu lam (ل) dan ra (ر). Jadi, ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari kedua huruf ini, maka hukum Idgham Bilaghunnah berlaku. Contohnya adalah مِنْ رَبِّهِمْ (min rabbihim). Pada contoh ini, nun sukun bertemu dengan huruf ra, sehingga dibaca dengan meleburkan suara nun ke dalam ra tanpa dengung.
Meskipun terlihat sederhana, perbedaan antara Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah sangat penting untuk diperhatikan. Kesalahan dalam membedakan keduanya dapat mengubah makna ayat yang dibaca. Oleh karena itu, penting untuk terus berlatih dan memperdalam pemahaman mengenai kedua hukum bacaan ini.
QnA Seputar Huruf Idgham Bighunnah
Q: Apa yang dimaksud dengan huruf idgham bighunnah?
A: Huruf idgham bighunnah adalah huruf-huruf yang jika didahului oleh nun sukun atau tanwin, maka hukum bacaannya adalah dimasukkan (di-idgham-kan) ke dalam huruf tersebut dengan dengungan (ghunnah) selama dua harakat. Idgham bighunnah merupakan salah satu cabang dari hukum nun sukun dan tanwin.
Q: Apa saja huruf idgham bighunnah?
A: Huruf-huruf idgham bighunnah ada empat, yaitu: ya (ي), nun (ن), mim (م), dan wau (و). Huruf-huruf ini disingkat dalam istilah "yanmu".
Q: Kapan hukum idgham bighunnah terjadi?
A: Hukum idgham bighunnah terjadi ketika nun sukun (نْ) atau tanwin (ـــً / ـــٍ / ـــٌ) bertemu dengan salah satu huruf yanmu (ي، ن، م، و) di ayat yang sama, bukan di dua ayat yang berbeda.
Q: Apa tujuan membaca idgham bighunnah dengan benar?
A: Tujuannya adalah untuk menjaga keindahan, ketepatan makna, dan kehormatan terhadap bacaan Al-Qur’an. Salah dalam membaca idgham bisa menyebabkan makna berubah atau bahkan batalnya hukum bacaan tajwid.
Q: Apakah idgham bighunnah terjadi di semua posisi nun sukun atau tanwin?
A: Tidak. Hukum ini hanya berlaku jika nun sukun atau tanwin bertemu langsung dengan salah satu huruf idgham bighunnah dalam satu kalimat atau ayat, dan bukan di akhir ayat yang bertemu huruf pada ayat selanjutnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573773/original/021416200_1694591354-20230913111830__fpdl.in__quran-being-held-hands-close-up_23-2148444089_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403886/original/091287400_1615978933-quran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241544/original/039258100_1528334197-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553186/original/075515900_1775911814-IMG-20260410-WA0016_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530858/original/024083900_1773495896-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_07.01.28__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523352/original/069144700_1772804015-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_16.21.40__1_.jpeg)