Liputan6.com, Jakarta - Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam. Melansir dari bali.kemenag.go.id, puasa Asyura memiliki tiga tingkatan dengan keutamaan yang berbeda-beda.
Muhammad Hasan Yusuf dalam kitab Fadhlu Syahrullah Al-Muharram wa Yaum Asyura menjelaskan bahwa tingkatan paling rendah adalah berpuasa di hari Asyura saja. Tingkatan kedua adalah berpuasa di hari Asyura dan di hari kesembilan (Tasu'a). Tingkatan ketiga adalah berpuasa di hari kesembilan dan hari kesebelas.
Niat dan tata cara berbuka puasa Asyura perlu dipahami agar ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna dan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Pemahaman yang benar tentang niat dan tata cara berbuka puasa membuat ibadah jadi lebih khusyuk.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Senin (7/7/2025).
Bacaan Niat Puasa Asyura
Niat merupakan salah satu rukun penting dalam berpuasa, termasuk puasa Asyura. Niat puasa Asyura sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum fajar atau sebelum memulai puasa.
Melansir dari berbagai sumber, niat puasa Asyura dapat diucapkan dengan lafal berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumi 'Asyuraa sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."
Selain lafal di atas, terdapat juga lafal niat lain yang dapat digunakan, yaitu:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدًا عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الْعَاشُورَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil 'asyuraa lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa besok sebagai sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."
Advertisement
Bacaan Buka Puasa Asyura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4859531/original/051220700_1718070898-pexels-serhattugg-20558485.jpg)
Setelah menjalankan ibadah puasa Asyura seharian penuh, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan.
Melansir dari baznas.go.id, doa berbuka puasa yang umum dibaca adalah:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Selain doa di atas, terdapat juga doa lain yang dianjurkan untuk dibaca saat berbuka puasa, yaitu:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allahumma inni as'aluka birahmatika allati wasi'at kulla shayin antaghfira li.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni aku."
Kapan Puasa Asyura?
Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Melansir dari berbagai sumber, hari Asyura memiliki nilai historis yang penting dalam agama Islam. Pada hari tersebut, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir'aun.
Sebagai bentuk syukur atas pertolongan Allah SWT, Nabi Musa AS berpuasa pada hari tersebut. Kemudian, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengikuti jejak Nabi Musa AS dengan berpuasa pada hari Asyura.
Selain berpuasa pada tanggal 10 Muharram, umat Muslim juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (puasa Tasu'a) sebagai pembeda dengan umat Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura.
Dengan melaksanakan puasa Tasu'a dan Asyura, umat Muslim dapat memperoleh pahala yang berlipat ganda dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Advertisement
Keutamaan Puasa Asyura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4859541/original/077802300_1718071991-pexels-a-darmel-8164428.jpg)
Puasa Asyura memiliki banyak keutamaan yang sangat besar bagi umat Muslim yang melaksanakannya. Salah satu keutamaan utama puasa Asyura adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan selama setahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW:
"Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang lalu." (HR. Muslim)
Selain itu, puasa Asyura juga memiliki keutamaan lain, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Menebus Dosa Setahun Silam - Puasa Asyura dapat menjadi sarana untuk mengikis dosa-dosa yang mungkin telah dilakukan selama setahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Abi Qatadah, bahwasanya Rasulullah ditanya tentang puasa 10 Muharam tersebut. Beliau menjawab: "Menebus dosa tahun yang lalu." (HR. Muslim).
- Mengikuti Anjuran Rasul - Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura karena manfaatnya yang sangat besar. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: "Rasulullah telah berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan supaya orang-orang berpuasa." (HR. Muslim).
- Keutamaannya di Bawah Puasa Ramadan - Puasa pada bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa, berada tepat di bawah puasa Ramadan. Menurut Abu Hurairah, suatu ketika Rasulullah ditanya: "Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadan?" Sabda Nabi: "Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharam." (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud).
- Hari Puasa Umat Nabi Musa - Puasa Asyura memiliki keterkaitan dengan Nabi Musa AS dan kaumnya. Seperti diungkapkan Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW datang ke Madinah, dan dilihatnya orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Maka Nabi bertanya: "Ada ada ini?" Jawab mereka: "Hari baik, saat Allah membebaskan Nabi Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, hingga membuat Musa berpuasa karenanya." Maka Nabi SAW bersabda: "Saya lebih hormat terhadap Musa dari kamu." Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang agar berpuasa." (HR. Bukhari Muslim).
- Mewujudkan Impian Sang Junjungan - Rasulullah SAW memiliki keinginan untuk berpuasa Tasu'a (tanggal 9 Muharram) sebagai pembeda dengan umat Yahudi. Hal itu seperti diceritakan Ibnu Abbas RA: Rasulullâh SAW bersabda: "Kalau saya lanjut umur sampai tahun yang akan datang, niscaya saya akan berpuasa Tasu'a (tanggal 9 Muharam). (HR. Muslim).
FAQ
1. Kapan waktu yang tepat untuk niat puasa Asyura?
Niat puasa Asyura sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Namun, karena puasa ini termasuk puasa sunnah, jika seseorang belum berniat dari malam hari tetapi belum makan atau minum setelah subuh, maka masih diperbolehkan berniat pada pagi harinya.
2. Apakah niat puasa Asyura harus diucapkan dengan suara?
Tidak harus. Niat cukup dilakukan dalam hati karena niat adalah bagian dari kesadaran batin. Mengucapkannya dengan lisan hanya untuk membantu memantapkan niat tersebut.
3. Bolehkah menggabungkan niat puasa Asyura dengan puasa sunnah lain?
Boleh. Misalnya, jika bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis, maka niat dapat digabungkan. Cukup niatkan untuk mendapatkan keutamaan dari kedua puasa tersebut.
4. Bagaimana jika lupa berniat malam hari, apakah puasanya tetap sah?
Jika belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh, dan kemudian berniat pada pagi hari, maka puasanya tetap sah karena ini termasuk puasa sunnah.
5. Kapan waktu berbuka puasa Asyura?
Waktu berbuka puasa Asyura sama seperti puasa lainnya, yaitu saat matahari terbenam (maghrib). Tidak perlu menunda, dan justru dianjurkan untuk segera berbuka begitu waktunya tiba.
6. Apakah ada bacaan khusus saat berbuka puasa Asyura?
Tidak ada doa khusus yang wajib. Namun, disunnahkan membaca doa berbuka puasa seperti yang umum dibaca umat Muslim ketika berbuka puasa sunnah ataupun wajib.
7. Apakah boleh berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu sebelum makan berat?
Sangat dianjurkan. Meneladani Rasulullah SAW, sebaiknya berbuka dengan kurma atau air putih terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan makanan utama setelah salat maghrib.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4464195/original/029739200_1686641419-pexels-anastasia-shuraeva-8749777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258672/original/007662100_1750394658-18b4e792-fa49-48cf-b166-455eb3a3b632.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3214080/original/055978300_1597893428-moscow-cathedral-mosque-1483524_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4507113/original/062809000_1689741145-Tahun-Baru-Islam-1-Muharram-1445-Hijriah-merdeka-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3214079/original/039504800_1597893428-mosque-4196145_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5121929/original/073265500_1738729838-1738723828659_muhasabah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4104097/original/098258700_1658996611-islami1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3214081/original/074063100_1597893428-ramadan-2366301_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3434048/original/074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)