Liputan6.com, Jakarta Di antara surat-surat dalam juz ‘Amma yang penuh pelajaran hidup adalah Surat Al-Balad, surat ke-90 dalam Al-Qur’an. Surat ini singkat namun sarat makna, menggugah kesadaran manusia akan jati dirinya, perjuangannya di dunia, serta tanggung jawab sosial yang tak boleh diabaikan. Sebagai surat Makkiyah, Al-Balad turun di saat-saat awal kenabian, saat tekanan terhadap Rasulullah SAW dan para pengikutnya sedang tinggi.
Kata Al-Balad sendiri berarti “negeri” atau “kota”, dan yang dimaksud dalam surat ini adalah Kota Mekah, tempat yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT dan menjadi pusat peradaban spiritual umat Islam. Surat ini dibuka dengan sumpah Allah atas kota Mekah, sebagai simbol kehormatan dan tempat perjuangan Rasulullah SAW. Di dalamnya, termuat pesan-pesan ketegasan terhadap mereka yang kufur dan petunjuk nyata bagi manusia agar menempuh jalan kebaikan yang berat namun penuh berkah.
Untuk memahami lebih dalam isi dan pesan Surat Al-Balad, Liputan6.com akan menelaah kandungannya secara tematik, mengkaji asbabun nuzul (sebab turunnya), serta merangkum dalam bentuk tanya-jawab seputar surat ini, Jumat (4/7/2025).
Advertisement
Surat Al-Balad Ayat 1-20
لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ١
lâ uqsimu bihâdzal-balad
Aku bersumpah demi negeri ini (Makkah),
وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ٢
wa anta ḫillum bihâdzal-balad
sedangkan engkau (Nabi Muhammad) bertempat tinggal di negeri (Makkah) ini.
وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ ٣
wa wâlidiw wa mâ walad
(Aku juga bersumpah) demi bapak dan anaknya,
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ ٤
laqad khalaqnal-insâna fî kabad
sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah.
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌۘ ٥
a yaḫsabu al lay yaqdira ‘alaihi aḫad
Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya?
يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ ٦
yaqûlu ahlaktu mâlal lubadâ
Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ ٧
a yaḫsabu al lam yarahû aḫad
Apakah dia mengira bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya?
اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ ٨
a lam naj‘al lahû ‘ainaîn
Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,
وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ ٩
wa lisânaw wa syafataîn
lidah, dan sepasang bibir,
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ ١٠
wa hadainâhun-najdaîn
serta Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)?
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ ١١
fa laqtaḫamal-‘aqabah
Maka, tidakkah sebaiknya dia menempuh jalan (kebajikan) yang mendaki dan sukar?
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُۗ ١٢
wa mâ adrâka mal-‘aqabah
Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
فَكُّ رَقَبَةٍۙ ١٣
fakku raqabah
(Itulah upaya) melepaskan perbudakan
اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ ١٤
au ith‘âmun fî yaumin dzî masghabah
atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan
يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ ١٥
yatîman dzâ maqrabah
(kepada) anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ ١٦
au miskînan dzâ matrabah
atau orang miskin yang sangat membutuhkan.
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ ١٧
tsumma kâna minalladzîna âmanû wa tawâshau bish-shabri wa tawâshau bil-mar-ḫamah
Kemudian, dia juga termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar serta saling berpesan untuk berkasih sayang.
اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ ١٨
ulâ'ika ash-ḫâbul-maimanah
Mereka itulah golongan kanan.
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ ١٩
walladzîna kafarû bi'âyâtinâ hum ash-ḫâbul-masy'amah
Adapun orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami, merekalah golongan kiri.
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌࣖ ٢٠
‘alaihim nârum mu'shadah
Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.
Advertisement
Isi Kandungan Surat Al-Balad
Surat Al-Balad terdiri dari 20 ayat. Mengutip Tafsir Al-Qur’an untuk Anak-anak karya Dr. H. Afif Muhammad, MA., isi kandungan surat ini meliputi:
1. Sumpah Allah atas Kota Mekah dan Kemuliaannya
Ayat pertama dimulai dengan kalimat "Lā uqsimu bihādzal balad" yang artinya “Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah)”. Ini menunjukkan betapa agungnya kota Mekah di mata Allah. Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menyebutkan bahwa Allah memuliakan Mekah sejak penciptaan langit dan bumi hingga hari kiamat, dan kemuliaannya bertambah karena menjadi tempat tinggal Rasulullah SAW.
2. Manusia Diciptakan dalam Kesulitan dan Perjuangan
Ayat ke-4 berbunyi, "Laqad khalaqnā al-insāna fī kabad" yang berarti “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, ayat ini mengisyaratkan bahwa kehidupan manusia dipenuhi dengan ujian, baik fisik maupun mental. Ini adalah fitrah kehidupan: kerja keras dan perjuangan adalah jalan manusia.
3. Kritik terhadap Kesombongan dan Keangkuhan
Allah mengecam orang-orang yang merasa dirinya telah berjasa besar dengan hartanya, seperti disebutkan dalam ayat 6-7: “Aku telah menghabiskan harta yang banyak”, padahal Allah melihat semua perbuatannya. Tafsir al-Munir mencatat, ayat ini merujuk pada Abu Asyad bin Kildah yang menyombongkan pengorbanannya dalam memusuhi Nabi. Ini menjadi kritik sosial terhadap sikap ria dan merasa berjasa.
4. Anugerah Fitrah dan Petunjuk Allah
Dalam ayat 8-10, Allah mengingatkan nikmat yang diberikan: mata, lidah, dan dua bibir, serta petunjuk kepada dua jalan: kebaikan dan keburukan. Ini adalah penegasan bahwa manusia diberi modal untuk memilih jalan hidupnya sendiri.
5. Jalan yang Mendaki dan Sulit: Kepedulian Sosial
Ayat 11-16 adalah pusat pesan moral surat ini. Allah menyebut bahwa jalan kebaikan adalah “jalan yang mendaki dan sukar” yang meliputi:
- Memerdekakan budak.
- Memberi makan saat kelaparan.
- Menolong anak yatim dari kerabat.
- Membantu orang miskin yang sangat papa.
Menurut Dr. Afif Muhammad, ayat ini menjadi seruan tegas kepada umat Islam untuk peduli pada kaum tertindas dan lemah, sebagai bentuk nyata dari iman.
6. Golongan Kanan dan Kiri di Akhirat
Ayat 17-20 menjadi penutup dengan gambaran akhirat: golongan kanan yang beriman, sabar, dan penyayang akan memperoleh surga; sedangkan golongan kiri yang kufur akan masuk neraka yang tertutup rapat. Ini menjadi gambaran jelas bahwa perbuatan di dunia menentukan nasib di akhirat.
Asbabun Nuzul Surat Al-Balad
Menurut riwayat yang disebutkan dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili dan Tafsir Munir oleh Syaikh Nawawi al-Bantani, surat ini turun terkait kondisi sosial masyarakat Quraisy di Mekah, khususnya mengecam tokoh-tokoh seperti Abu Asyad bin Kildah. Ia menyombongkan diri karena merasa telah mengeluarkan banyak harta untuk memerangi dakwah Nabi Muhammad SAW.
Hal ini terlihat dari ayat 6 yang berbunyi, “Yaqūlu ahlaktu mālan lubadā”, artinya “Ia mengatakan: ‘Aku telah menghabiskan harta yang banyak.’” Allah kemudian membantah kesombongan itu dengan mengingatkan bahwa semua perbuatannya disaksikan.
Surat ini juga merupakan bentuk dukungan Allah kepada Nabi SAW dalam menghadapi tekanan kafir Quraisy. Dengan memuliakan kota Mekah dan mengangkat perjuangan Nabi, surat ini menjadi motivasi spiritual agar tetap sabar dan terus berbuat baik meski di tengah kesulitan.
Advertisement
FAQ Seputar Surat Al-Balad
1. Apa arti dari nama "Al-Balad"?
Al-Balad berarti "negeri" atau "kota". Dalam konteks surat ini, yang dimaksud adalah Kota Mekah.
2. Mengapa Surat Al-Balad disebut Makkiyah?
Karena diturunkan di Mekah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Ciri khas surat Makkiyah adalah pembahasan tentang tauhid, hari kiamat, dan seruan moral.
3. Apa pesan utama dalam Surat Al-Balad?
Pesan utamanya adalah bahwa hidup adalah perjuangan, manusia diberi pilihan jalan hidup, dan jalan kebaikan harus ditempuh meski sulit, di antaranya dengan membantu sesama yang membutuhkan.
4. Apa keutamaan membaca Surat Al-Balad?
Dalam Tsawabul A’mal disebutkan, pembaca surat ini akan dikenal sebagai orang saleh di dunia dan diberi tempat mulia di sisi Allah di akhirat. Ia akan bersama para nabi dan syuhada.
5. Apa kaitan surat ini dengan kemerdekaan atau pembebasan?
Ayat-ayatnya mengandung seruan untuk memerdekakan budak dan menolong yang lemah. Dalam konteks modern, ini menjadi inspirasi untuk memerdekakan manusia dari kemiskinan, kebodohan, dan ketertindasan sosial.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4757080/original/013060400_1709175592-gr-stocks-FsIMM3-S3_A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403886/original/091287400_1615978933-quran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241544/original/039258100_1528334197-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553186/original/075515900_1775911814-IMG-20260410-WA0016_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530858/original/024083900_1773495896-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_07.01.28__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523352/original/069144700_1772804015-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_16.21.40__1_.jpeg)