Penjelasan Sholat Tahajud Berapa Rakaat yang Benar dan Doanya

Sholat tahajud adalah sholat sunnah malam yang istimewa. Artikel ini membahas lengkap sholat tahajud berapa rakaat yang benar, tata cara, waktu terbaik, hingga bacaan doanya.

Diterbitkan 03 Juli 2025, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melansir dari Kementerian Agama RI (Kemenag RI), sholat Tahajud merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan.

Secara bahasa, Tahajud berarti berupaya melawan atau meninggalkan tidur, sedangkan menurut istilah fiqih adalah sholat sunnah malam hari yang dilakukan setelah tidur.

Dalam pelaksanaannya, sholat Tahajud dilakukan di malam hari setelah bangun tidur. Jumlah rakaatnya tidak dibatasi, namun setiap dua rakaat ditutup dengan salam. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

"Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Kamis (3/7/2025).

Sholat Tahajud Berapa Rakaat yang Bagus?

Sholat tahajud adalah ibadah sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah tidur. Ibadah ini menjadi waktu istimewa bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lantas, sholat tahajud berapa rakaat yang bagus untuk dikerjakan?

Selain mendapatkan pahala, menjalankan sholat Tahajud dapat mendatangkan kebaikan bagi yang melaksanakannya. Melaksanakan sholat Tahajud sesuai dengan ajaran Rasulullah dapat mencegah stres dan menjauhkan diri dari berbagai penyakit.

Sholat Tahajud dapat dikerjakan setelah Isya hingga memasuki waktu subuh. Namun waktu yang paling utama untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir.

Namun, sholat tahajud berapa rakaat yang bagus? Minimal 2 rakaat, namun yang paling utama adalah 11 rakaat, termasuk 3 rakaat sholat witir.

Dalam hadis riwayat Tabrani dan Al Bazzar dari Sumrah bin Jundub disebutkan: ”Kita diperintah oleh Rasululah supaya mengerjakan salat malam itu sedikit atau banyak dan sebagai penghabisan atau penutup salat witir.”

Tata Cara Sholat Tahajud

Sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, dilaksanakan pada malam hari setelah tidur. Ibadah ini menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan.

Lantas, bagaimana tata cara sholat tahajud yang benar?

Melansir dari MUI.OR.ID, shalat tahajud merupakan salah satu shalat sunnah yang dianjurkan bagi kaum Muslim. Sholat tahajud sendiri dilakukan pada malam hari setelah shalat Isya hingga terbitnya fajar. Berbeda dengan shalat sunnah lainnya, shalat sunnah tahajud dianjurkan dilaksanakan setelah bangun dari tidur.

Bilangan rakaat dalam shalat tahajud tidak pernah dibatasi jumlahnya, akan tetapi dianjurkan untuk melakukan salam pada tiap-tiap dua rokaatnya.

Mengucapkan Niat Sholat Tahajud

Sama seperti pelaksanaan shalat pada umumnya, langkah awal yang dilakukan dalam pelaksanaan shalat tahajud ialah membaca niat sebagai berikut :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.” Niat shalat tahajud diucapkan beriringan dengan takbiratul ihram.

Membaca Doa Iftitah

Bacaan doa iftitah dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan doa iftitah pada umumnya, yakni :

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

Artinya: "Allah Mahabesar, Mahasempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim."

Membaca Surat Al-Fatihah pada Tiap Rakaatnya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm .al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. ar-raḥmānir-raḥīm. māliki yaumid-dīn. iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn. ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Membaca Surat Pendek

Sama seperti pelaksanaan shalat pada umumnya, setelah membaca surat al-fatihah dalm pelaksanaan shalat tahajud juga dianjurkan untuk membaca surat yang terdapat di dalam Alquran. Tidak ada perintah detail yang menyebutkan pemilihan surat tersebut apakah harus surat pendek atau surat panjang yang terdapat di dalam Alquran.

Rukuk

Bacaan ruku dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan ruku’ pada umumnya, yakni :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal 'adhimi wa bihamdihi.

Artinya: “ Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.”

Itidal (berdiri setelah ruku’)

Bacaan I’tidal dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan I’tidal pada umumnya, yakni :

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami'allahu liman hamidah.

Artinya: “ Aku mendengar orang yang memuji-Nya.” Kemudian saat berdiri dilanjutkan membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du.

Artinya: “ Ya Allah Tuhan Kami, Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”

Sujud

Bacaan sujud dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan sujud pada umumnya, yakni :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal a’laa wa bi hamdih

Artinya: Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi dan pujian untuk-Nya (HR. Abu Daud).

Duduk diantara Dua Sujud

Bacaan duduk diantara dua sujud dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan duduk diantara dua sujud pada umumnya, yakni :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافَنِي وَاعْفُ عَنِّي

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa‘afinii wa‘fu ‘annii,”

Artinya “Ya Tuhan, ampunilah diriku, sayangilah, perbaikilah, dan angkatlah derajat hamba, berilah hamba rizki serta ampunan sebanyak-banyaknya”.

Tasyahud Awal

Bacaan tasyahud awal dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan tasyahud awal pada umumnya, yakni :

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ،

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullaah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad.

Artinya: "Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.

Tasyahud Akhir

Bacaan tasyahud akhir dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan tasyahud akhir pada umumnya, yakni membaca tasyahud awal disempurnakan dengan membaca sholawat nabi sebagai berikut :

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Wa alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa Ibraahim wa'alaa aali sayyidinaa ibraahim wabaarik 'alaa sayyidinaa muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa ibraahiim wa 'alaa aali sayyidina Ibraahiim fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya : "Ya Allah. Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia".

Salam

Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah menunaikan sholat tahajud, umat Muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa. Doa ini menjadi ungkapan rasa syukur, permohonan ampunan, serta harapan akan keberkahan dari Allah SWT. Lantas, bagaimana bacaan doa setelah sholat tahajud yang sesuai sunnah?

Melansir dari Kemenag RI, Setelah salam atau selesai seluruh rangkaian shalat kemudian membaca doa yang dipanjatkan Rasulullah ﷺ berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim sebagaimana berikut:

اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ‘atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Waktu Tepat Sholat Tahajud

Sholat tahajud adalah ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Salah satu hal penting dalam melaksanakan sholat tahajud adalah mengetahui waktu yang tepat untuk menunaikannya.

Lantas, kapan waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud?

Sholat Tahajud dapat dikerjakan setelah Isya hingga memasuki waktu subuh. Namun waktu yang paling utama untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir. Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud. Pada waktu ini, suasana hening dan tenang sangat mendukung kekhusyukan dalam beribadah.

Berikut rincian waktu pelaksanaan sholat tahajud:

  1. Sepertiga Malam Pertama: Setelah sholat Isya hingga sekitar pukul 22.00
  2. Sepertiga Malam Kedua: Pukul 22.00 hingga pukul 01.00
  3. Sepertiga Malam Terakhir: Pukul 01.00 hingga menjelang waktu subuh

Dalam Islam, sepertiga malam terakhir dianggap sebagai waktu yang istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada saat ini, banyak orang terlelap dalam tidur, sehingga suasana menjadi lebih tenang dan khusyuk. Melaksanakan sholat tahajud pada waktu ini diyakini memiliki keutamaan yang lebih besar.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar sholat tahajud:

1. Berapa jumlah rakaat sholat tahajud yang paling sedikit?

Jumlah rakaat paling sedikit untuk sholat tahajud adalah 2 rakaat. Nabi Muhammad ﷺ pernah mengerjakannya hanya 2 rakaat sebagai bentuk kesunnahan.

2. Berapa jumlah rakaat sholat tahajud yang dianjurkan?

Umumnya, 8 rakaat ditambah 3 rakaat sholat witir dianggap jumlah yang ideal, sesuai riwayat dari Nabi Muhammad ﷺ. Namun ini bukan batasan mutlak.

3. Apakah boleh sholat tahajud lebih dari 8 rakaat?

Boleh. Tidak ada batasan maksimal dalam jumlah rakaat sholat tahajud. Beberapa ulama menyebut Nabi juga pernah melaksanakan hingga 11 atau 13 rakaat, termasuk witir.

4. Bagaimana cara mengatur jumlah rakaat sholat tahajud?

Sholat tahajud dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, artinya setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Setelah selesai, bisa ditutup dengan sholat witir satu atau tiga rakaat.

5. Apakah sholat witir termasuk sholat tahajud?

Sholat witir tidak termasuk bagian dari rakaat tahajud, tapi sering dilakukan setelah tahajud sebagai penutup. Witir dianjurkan sebagai akhir dari sholat malam.

6. Kalau tidak kuat banyak rakaat, cukup berapa?

Cukup 2 rakaat saja sudah mendapat pahala sholat tahajud. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensinya, bukan banyaknya rakaat.

7. Apakah harus selalu sama jumlah rakaat setiap malam?

Tidak harus. Jumlah rakaat bisa bervariasi tergantung kemampuan. Kadang 4 rakaat, kadang 8 rakaat, atau hanya 2 rakaat pun tidak masalah, selama dilakukan dengan niat yang tulus.