Liputan6.com, Jakarta Momen Idul Adha selalu membawa berkah yang melimpah, salah satunya berupa daging dan tulang dari hewan kurban. Sayangnya, tulang sapi sering kali dianggap sebagai limbah dan tak dimanfaatkan secara maksimal. Padahal tulang sapi juga memiliki potensi nutrisi jika diolah menjadi makanan bergizi tinggi: kaldu tulang sapi.
Kaldu tulang sapi atau bone broth kini menjadi tren gaya hidup sehat yang mendunia. Banyak orang mengonsumsinya untuk menjaga kekebalan tubuh, meningkatkan energi, hingga merawat kecantikan kulit secara alami. Proses perebusannya yang panjang memungkinkan keluarnya zat-zat gizi penting dari tulang ke dalam air rebusan.
Liputan6.com akan membahas secara lengkap resep kaldu sapi kurban dari tulang, serta berbagai manfaat kesehatannya yang luar biasa. Yuk, manfaatkan tulang sapi kurban sebijak mungkin dan ubah menjadi sajian super sehat, Rabu (28/5/2025).
Advertisement
Resep Kaldu Tulang Sapi Kurban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2829785/original/068623500_1560748054-iStock-1074210498.jpg)
Resep kaldu sapi ini bisa menjadi dasar sup, kuah soto, MPASI, atau bahkan dikonsumsi langsung dalam keadaan hangat. Rasanya gurih alami, kaya umami, dan tentu saja, sangat menyehatkan. Berikut ini resep yang bisa diikuti.
Bahan:
- 900 gram tulang sapi (pilih bagian iga, leher, buntut, atau sumsum)
- 3 liter air
- 2 sdm sari cuka apel
- 1 buah wortel besar, potong kasar
- 1 buah bawang bombai besar, potong empat
- 3 siung bawang putih, geprek
- Garam dan merica bubuk secukupnya (opsional)
Langkah-langkah:
- Panggang tulang sapi terlebih dahulu di oven bersuhu 200°C selama 30 menit hingga permukaannya kecokelatan. Langkah ini penting untuk memberikan rasa gurih dan aroma khas pada kaldu.
- Setelah dipanggang, pindahkan tulang ke dalam panci besar. Tambahkan air dan cuka apel, lalu diamkan selama 30 menit. Cuka apel berfungsi membantu mengeluarkan mineral dari tulang selama perebusan.
- Panaskan panci dengan api besar hingga air mendidih. Setelah itu kecilkan api sekecil mungkin. Proses perebusan dilakukan perlahan dan lama. Saat mulai mendidih, buang buih-buih atau kotoran yang mengapung di permukaan.
- Setelah satu jam, tutup panci dan lanjutkan perebusan selama minimal 12 jam. Tambahkan air jika kuah menyusut. Di tengah proses, masukkan wortel, bawang bombai, dan bawang putih.
- Setelah waktu perebusan selesai, kaldu akan berwarna cokelat keemasan dan tulang terlihat mulai terlepas dari persendiannya. Saring kaldu menggunakan kain tipis atau saringan halus.
- Dinginkan kaldu. Simpan dalam wadah tertutup dan masukkan ke kulkas. Kaldu bisa tahan hingga 5 hari di kulkas atau 3 bulan di freezer.
Kaldu ini bisa langsung diminum atau digunakan sebagai bahan dasar berbagai masakan.
Â
Â
Advertisement
Manfaat Kaldu Tulang Sapi bagi Kesehatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234656/original/032598400_1748393859-kaldu_tulang.jpg)
Mengapa kaldu tulang sapi begitu dihargai dalam dunia kesehatan dan kuliner? Berikut ini adalah manfaatnya berdasarkan kandungan gizinya:
1. Sumber Kolagen dan Gelatin untuk Kulit, Rambut, dan Sendi
Kolagen merupakan protein struktural utama dalam tubuh manusia yang menyusun kulit, tendon, tulang, dan jaringan ikat. Saat tulang sapi direbus dalam waktu lama, kolagen terurai menjadi gelatin, suatu bentuk protein yang lebih mudah diserap tubuh. Gelatin ini membantu menjaga elastisitas kulit, memperkuat kuku dan rambut, serta menjaga kesehatan sendi.
Bagi mereka yang ingin memiliki kulit cerah alami dan memperlambat munculnya kerutan, konsumsi kaldu tulang secara rutin dapat menjadi solusi alami. Selain itu, penderita nyeri sendi seperti osteoartritis bisa mendapatkan manfaat dari gelatin yang bertindak sebagai pelumas alami sendi dan meredakan peradangan.
2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kaldu tulang kaya akan asam amino seperti arginin, glutamin, dan glisin, yang dikenal berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Glutamin, misalnya, sangat dibutuhkan oleh sel-sel imun seperti limfosit dan makrofag. Ia juga mendukung kesehatan saluran cerna, yang merupakan rumah bagi sekitar 70% sistem imun manusia.
Konsumsi kaldu tulang saat sakit flu atau demam sudah menjadi tradisi di banyak budaya. Kini, tradisi tersebut didukung pula oleh sains: kaldu tulang terbukti memiliki sifat antiinflamasi yang membantu tubuh melawan infeksi lebih efektif.
3. Memperbaiki dan Menenangkan Sistem Pencernaan
Gelatin dalam kaldu membantu membentuk lapisan pelindung di sepanjang dinding usus, mendukung regenerasi sel, serta mengurangi permeabilitas usus (leaky gut syndrome). Bagi penderita sindrom iritasi usus besar (IBS), diare kronis, atau GERD, konsumsi kaldu tulang dapat membantu mengurangi gejala dan memperbaiki fungsi pencernaan.
Selain itu, kaldu ini bersifat mudah dicerna dan cocok dikonsumsi orang yang sedang dalam pemulihan penyakit atau menjalani diet rendah residu.
4. Membantu Kualitas Tidur dan Menenangkan Sistem Saraf
Asam amino glisin yang terdapat dalam kaldu tulang diketahui memiliki efek menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur. Dalam studi tertentu, glisin terbukti mampu mempercepat waktu tidur dan meningkatkan efisiensi tidur malam. Bagi penderita insomnia atau mereka yang mengalami kelelahan kronis, segelas kaldu hangat sebelum tidur bisa menjadi alternatif alami untuk membantu relaksasi.
Selain glisin, kandungan mineral seperti magnesium dan kalsium dalam kaldu juga berperan dalam regulasi sistem saraf, mendukung ketenangan mental, dan mengurangi kecemasan ringan.
5. Menjaga Kesehatan Tulang dan Mencegah Osteoporosis
Selama proses perebusan, mineral penting seperti kalsium, fosfor, magnesium, dan kalium dari tulang sapi larut ke dalam kaldu. Semua mineral ini berperan penting dalam mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah keropos tulang atau osteoporosis, terutama pada wanita usia lanjut.
Bagi anak-anak dan remaja, kaldu tulang bisa menjadi tambahan yang baik untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat secara alami.
6. Menunjang Detoksifikasi dan Fungsi Hati
Hati merupakan organ utama tubuh dalam proses detoksifikasi. Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan hati adalah glisin, yang membantu produksi glutathione yang merupakan antioksidan utama tubuh. Kaldu tulang merupakan sumber alami glisin yang baik. Dengan konsumsi rutin, kaldu tulang dapat mendukung fungsi hati dalam membuang racun dan radikal bebas dari tubuh.
Selain itu, kaldu membantu menghidrasi tubuh dan memberi elektrolit alami, terutama saat tubuh mengalami stres atau kelelahan fisik.
7. Menambah Energi dan Mendukung Kesehatan Otot
Kombinasi mineral dan protein dalam kaldu membantu menjaga hidrasi, mempercepat pemulihan setelah berolahraga, dan meningkatkan kekuatan otot. Kaldu tulang bisa menjadi pengganti alami minuman elektrolit dan sangat cocok dikonsumsi oleh atlet atau orang dengan aktivitas tinggi.
Selain itu, kandungan proteinnya juga mendukung pembentukan massa otot dan menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
8. Cocok untuk MPASI dan Pemulihan Pasien
Kaldu tulang sapi sangat baik dijadikan sebagai bahan dasar makanan pendamping ASI (MPASI) karena mudah dicerna, gurih alami tanpa tambahan garam, serta kaya nutrisi mikro dan makro. Selain itu, pasien pascaoperasi, orang yang mengalami malnutrisi, atau penderita gangguan pencernaan bisa mengonsumsi kaldu tulang sebagai asupan ringan bernutrisi tinggi.
9. Mengurangi Peradangan Kronis dalam Tubuh
Peradangan kronis merupakan penyebab utama berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker. Asam amino dalam kaldu, khususnya glisin dan arginin, memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menurunkan peradangan sistemik. Kaldu tulang juga bebas dari zat aditif atau bahan pemicu inflamasi seperti minyak terhidrogenasi, pemanis buatan, atau pewarna, sehingga lebih aman dikonsumsi jangka panjang.Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3260515/original/017914900_1602064245-broth-4855760_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)