9 Doa Selamat Dunia Akhirat, Amalan yang Dianjurkan Dikerjakan Setiap Hari

Liputan6.com merangkum doa selamat dunia akhirat, baik panjang maupun pendek, beserta artinya, untuk memohon keselamatan dan kebaikan hidup di dunia dan akhirat.

Diperbarui 30 Juni 2025, 09:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan seorang Muslim doa bukan sekadar permohonan, melainkan wujud nyata dari ketakwaan dan ketergantungan kepada Allah SWT. Di antara sekian banyak doa yang diajarkan dalam ajaran Islam, doa selamat dunia dan akhirat menjadi salah satu yang paling sering diamalkan karena mencakup harapan keselamatan dan kebaikan, baik di kehidupan sementara ini maupun di alam kekal kelak.

Kehidupan dunia yang fana hanyalah tempat singgah sebelum menuju akhirat yang abadi. Karena itu, memohon kepada Allah agar diberikan keselamatan, petunjuk, serta keberkahan di kedua alam menjadi bentuk ikhtiar spiritual yang mendalam. Doa ini mencerminkan harapan seorang hamba agar dijauhkan dari dosa, diberi rezeki yang halal dan berkah, serta dilindungi dari segala mara bahaya.

Tidak hanya dibaca seusai sholat, doa ini juga kerap diamalkan dalam berbagai momen penting seperti saat tahlil, ketika menghadapi ujian hidup, maupun dalam suasana reflektif penuh harap. Dengan keikhlasan hati dan keyakinan bahwa hanya Allah-lah sumber segala kebaikan, doa selamat dunia akhirat menjadi sarana untuk meneguhkan iman sekaligus memohon perlindungan dari segala hal yang membahayakan jiwa dan akhirat kita.

Berikut doa selamat dunia akhirat yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (30/6/2025).

1. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

Doa Rabbana aatina fid-dunya hasanah sering disebut sebagai doa sapu jagat karena mencakup permohonan kebaikan secara menyeluruh, baik di dunia maupun di akhirat. Doa ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani, antara kehidupan dunia dan harapan akan keselamatan di akhirat.

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qinaa adzaaban-naar.

Artinya: Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.

Doa ini termasuk salah satu doa yang sering dipanjatkan dan sangat disenangi oleh Rasulullah SAW. Dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Zulfidar Akaha disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyukai doa yang ringkas namun padat makna, dan beliau tidak ingin menyulitkan umatnya dengan doa yang panjang dan rumit. Oleh karena itu, doa sapu jagat menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena mengandung makna yang luas, mencakup seluruh kebutuhan umat manusia di dua alam kehidupan.

2. Doa Selamat Dunia dan Akhirat

Doa ini memohon keselamatan dalam agama, kesehatan, ilmu, rezeki, serta perlindungan dari siksa dan kesulitan adri kitab  Majmu Syarif dan Al-Ma'tsurat karya Sulthan Adam,

 اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan fir-rizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal-maut. Allahumma hawwin alaina fi sakaratil-maut, wannajatan minannaari, wal afwa indal hisab.

Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan badan, ilmu yang bermanfaat, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat saat kematian, serta ampunan setelah mati. Ringankanlah sakaratul maut kami, selamatkanlah kami dari siksa neraka, dan berikanlah ampunan di hari perhitungan.

3. Doa Keselamatan Tambahan

Dalam Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaeman bin Muhammad Bahri, terdapat juga doa ringkas untuk memohon akhir yang baik dan perlindungan dari azab.

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ

Allaahumma ahsin ‘aaqibatanaa fil-umuuri kullihaa wa ajirnaa min khizyid-dunyaa wa ‘adzaabil-aakhirah.

Artinya: Ya Allah, jadikanlah semua perkara kami berakhir dengan baik, dan lindungilah kami dari kehinaan di dunia dan azab di akhirat.

 

4. Doa Selamat dan Tolak Bala

Doa ini berisi permohonan perlindungan dari segala bentuk bencana, ujian, dan siksa.

 اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ 

.

Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah. Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah.

Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, keberkahan, nikmat, rezeki, kekuatan, kesehatan, keselamatan, dan surga. Lindungilah kami dari segala ujian dunia dan siksa akhirat.

5. Doa Selamat dan Keteguhan Iman

Doa ini meminta keteguhan hati dan perlindungan dari kesesatan.

 رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِينَ

Rabbana afrigh alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ‘alal-qaumil-kaafirin.

Artinya: Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah kaki kami, dan tolonglah kami menghadapi kaum kafir.

6. Doa Selamat dari Dengki

Doa ini memohon keselamatan dari sifat iri dan dengki terhadap sesama Muslim.

 رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Rabbana ighfir lana wa li ikhwaninal-ladzina sabaquna bil iman, wa la taj’al fi qulubina ghillal lil-ladzina amanu, rabbana innaka ra’ufur rahim.

Artinya: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu, dan janganlah Engkau biarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

7. Doa Selamat untuk Orang Tua

Doa ini ditujukan untuk keselamatan dan keberkahan bagi kedua orang tua.

 رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabbighfir li wa liwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani shaghira.

Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku sejak kecil.

8. Doa Selamat dari Bencana

Doa ini memohon perlindungan dari segala musibah, kesulitan hidup, serta takdir buruk.

 اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Allahumma innii a’udzu bika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i. 

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan yang berat, penderitaan yang menyedihkan, takdir buruk, dan kegembiraan para musuh.

9. Doa Selamat dari Fitnah

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْم

Rabbana laa taj’alnaa fitnatal lillaziina kafaruu waghfir lanaa rabbanaa innaka antal aziizul hakiim.

Artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir dan ampunilah kami ya Tuhan. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

10. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Nabi Luth

رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ

Robbi najjinii wa ahlii mimmaa ya’maluun.

Artinya: Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari perbuatan yang mereka kerjakan.

FAQ Terkait Keselamatan dalam Islam

1. Apakah dalam Islam ada jaminan keselamatan seperti dalam agama lain?

Dalam Al-Qur’an, keselamatan tidak diberikan secara otomatis atau dijamin secara mutlak. Islam menekankan tanggung jawab pribadi untuk mencari jalan keselamatan melalui iman dan amal saleh. Misalnya dalam QS. Fathir ayat 8, ditegaskan bahwa “Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” Berbeda dengan konsep dalam Injil yang menyebutkan jaminan keselamatan melalui Isa Al-Masih (Yesus), Islam mengajarkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan orang lain dari dosa—bahkan Nabi Muhammad SAW tidak bisa menyelamatkan orang tuanya sendiri.

2. Bagaimana Islam mengatur keselamatan fisik dan jiwa manusia?

Islam sangat menjunjung tinggi prinsip perlindungan terhadap jiwa manusia. Dalam QS. Al-Baqarah: 195, umat dilarang “menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan.” Para mufassir menjelaskan bahwa larangan ini mencakup tindakan nekat atau ekstrem, bahkan dalam konteks jihad atau ibadah. Diperkuat dengan hadits Nabi: “La dharar wa la dhirar” (tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain). Karena itu, keselamatan fisik dalam Islam menjadi prioritas, bahkan lebih utama dari pelaksanaan ritual tertentu dalam situasi darurat—seperti pelarangan shalat berjamaah di tengah wabah demi mencegah penyebaran penyakit.

3. Apakah ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dalam menjaga keselamatan umat?

Ya, ada dua peristiwa penting yang menegaskan sikap Nabi Muhammad SAW dalam mengutamakan keselamatan jiwa:

  • Hijrah ke Habasyah: Sebagai respons atas siksaan Quraisy, Nabi menyarankan sebagian sahabat hijrah untuk menyelamatkan diri dari bahaya.
  • Perjanjian Hudaibiyah: Nabi dan para sahabat siap umrah ke Makkah, namun saat mengetahui niat kaum Quraisy menghadang, beliau tidak memaksakan ibadah, melainkan bernegosiasi demi menghindari konflik yang bisa menelan korban jiwa.

Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa keselamatan umat lebih diutamakan daripada mempertahankan ritual ketika situasi membahayakan.