Liputan6.com, Jakarta Dalam ajaran Islam, ibadah shalat tidak hanya terbatas pada shalat wajib lima waktu yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim. Terdapat pula macam-macam sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan sebagai tambahan ibadah yang dapat meningkatkan derajat seorang hamba di hadapan Allah SWT. Macam-macam sholat sunnah ini memiliki keutamaan dan pahala tersendiri bagi yang melaksanakannya, meskipun tidak berdosa jika ditinggalkan.
Mengenal macam-macam sholat sunnah menjadi penting bagi setiap muslim yang ingin memperkuat hubungan spiritualnya dengan Allah SWT. Setiap macam-macam sholat sunnah memiliki waktu pelaksanaan, tujuan, dan jumlah rakaat yang berbeda-beda. Ada yang dilaksanakan berkaitan dengan waktu shalat fardhu, ada yang berkaitan dengan waktu tertentu seperti malam hari atau pagi hari, dan ada pula yang berkaitan dengan kondisi tertentu seperti hajat, taubat, atau gerhana.
Advertisement
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang macam-macam sholat sunnah yang ada dalam ajaran Islam. Mulai dari shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat fardhu, shalat tahajud yang dilaksanakan pada malam hari, shalat dhuha di pagi hari, hingga shalat-shalat sunnah lainnya yang berkaitan dengan kondisi tertentu. Dengan memahami berbagai macam shalat sunnah ini, diharapkan dapat menjadi panduan bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut penjelasan lengkapnya, yang telah Liputan6.com rangkum pada Sasbtu (5/4).
1. Sholat Sunnah Rawatib
Sholat sunnah rawatib merupakan salah satu jenis sholat sunnah yang dikerjakan sebelum (qabliyah) dan sesudah (ba'diyah) sholat fardhu. Sholat ini memiliki kedudukan penting dalam Islam karena dapat menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi saat melaksanakan sholat fardhu.
Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang selalu mendekatkan diri melalui ibadah-ibadah sunnah. Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda:
وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
"Wa maa yazaalu 'abdii yataqarrabu ilayya bin-nawaafili hattaa uhibbahu."
Artinya: "Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)
Sholat sunnah rawatib terdiri dari beberapa rakaat yang dikerjakan pada waktu-waktu tertentu, yaitu:
- Dua rakaat sebelum sholat Subuh
- Empat rakaat sebelum sholat Dzuhur dan dua rakaat setelahnya
- Dua rakaat atau empat rakaat sebelum Ashar
- Dua rakaat sebelum Maghrib dan dua rakaat setelahnya
- Dua rakaat sebelum Isya dan dua rakaat setelahnya
Dari berbagai sholat sunnah rawatib tersebut, terdapat sholat sunnah rawatib mu'akkad (sangat dianjurkan) dan ghairu mu'akkad (dianjurkan). Rawatib mu'akkad meliputi dua rakaat sebelum Subuh, dua rakaat sebelum dan sesudah Dzuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dan dua rakaat sesudah Isya.
2. Sholat Tahajud
Sholat tahajud merupakan salah satu sholat sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam. Sholat ini dilaksanakan pada waktu malam hari setelah bangun dari tidur. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah sholat Isya hingga terbit fajar, dengan waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
"Wa minal-laili fatahajjad bihī nāfilatal-laka 'asā ay-yab'athaka rabbuka maqāmam maḥmūdā"
Artinya: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra': 79)
Sholat tahajud dilakukan setelah bangun tidur meskipun hanya sebentar. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Romli dalam kitab Nihayatul Muhtaj Ila Syahril Minhaj:
وَيُسَنُّ (التَّهَجُّدُ) بِالْإِجْمَاعِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى {وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ} [الإسراء: ٧٩] وَلِمُوَاظَبَتِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهُوَ التَّنَفُّلُ لَيْلًا بَعْدَ نَوْمٍ
"Wa yusannu (at-tahajjudu) bil ijma'i liqaulihi ta'ala {wa minal laili fatahajjad bihi nafilatan laka} [Al-Isra: 79] wa limuwaadzabatihi - shallallahu 'alaihi wa sallam - wa huwa at-tanaffulu lailan ba'da naumin"
Artinya: "Shalat tahajud disunnahkan dengan kesepakatan ulama berdasarkan firman Allah Ta'ala: Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu (QS. Al-Isra': 79) dan juga berdasarkan ketekunan nabi Muhammad SAW dalam melaksanakannya. Shalat tahajud adalah shalat sunnah di malam hari setelah tidur."
Jumlah rakaat sholat tahajud tidak dibatasi secara khusus, namun biasanya dilakukan sebanyak 8 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir. Nabi Muhammad SAW sendiri sering melaksanakan sholat tahajud dengan 11 rakaat termasuk witir.
Advertisement
3. Sholat Witir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167236/original/025939700_1742345959-pexels-gabby-k-5996991.jpg)
Sholat witir merupakan sholat sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Witir berarti ganjil, sehingga jumlah rakaatnya selalu ganjil, minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat. Waktu pelaksanaan sholat witir adalah setelah sholat Isya hingga terbit fajar.
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya sholat witir, sebagaimana sabdanya:
إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ فَأَوْتِرُوا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ
"Innallaha witrun yuhibbul witra fa autiruu yaa ahlal Qur'aan"
Artinya: "Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai yang witir. Maka lakukanlah sholat witir wahai ahli Qur'an." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Sholat witir dapat dilaksanakan dengan beberapa cara. Jika dilakukan 1 rakaat, maka dilaksanakan seperti sholat biasa. Jika 3 rakaat, bisa dilakukan dengan dua cara: tiga rakaat sekaligus dengan satu salam atau dua rakaat salam kemudian satu rakaat salam. Jika lebih dari 3 rakaat, bisa dilakukan dengan dua rakaat-dua rakaat kemudian ditutup dengan satu rakaat.
Doa qunut sering dibaca pada sholat witir, khususnya pada paruh kedua bulan Ramadhan. Doa ini dibaca setelah rukuk pada rakaat terakhir.
4. Sholat Tarawih
Sholat tarawih adalah sholat sunnah khusus yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Waktu pelaksanaannya adalah setelah sholat Isya hingga terbit fajar. Sholat ini biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, meskipun boleh juga dilaksanakan secara individual di rumah.
Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi yang melaksanakan qiyam (sholat malam) di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Man qaama Ramadhana iimanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzanbihi"
Artinya: "Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jumlah rakaat sholat tarawih yang umum dilaksanakan ada dua pendapat: 8 rakaat (ditambah 3 witir) atau 20 rakaat (ditambah 3 witir). Kedua pendapat ini memiliki dasar masing-masing dan keduanya diperbolehkan. Yang terpenting adalah kekhusyukan dalam melaksanakannya, bukan sekadar mengejar jumlah rakaat.
Sholat tarawih biasanya dilakukan dengan cara 2 rakaat salam, 2 rakaat salam, dan seterusnya. Setelah selesai tarawih, dilanjutkan dengan sholat witir sebagai penutup.
5. Sholat Dhuha
Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari setelah matahari terbit setinggi tombak (sekitar 7 meter) hingga menjelang waktu dzuhur. Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat dhuha adalah ketika matahari mulai terasa panas, sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 pagi.
Allah SWT menyebutkan tentang pentingnya bertasbih di waktu pagi dan petang dalam Al-Qur'an:
فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ
"Fa subhaanallahi hiina tumsuuna wa hiina tusbihuun"
Artinya: "Maka bertasbihlah kepada Allah pada waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di pagi hari." (QS. Ar-Rum: 17-18)
Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah sebagai pengganti sedekah untuk setiap persendian tubuh. Rasulullah SAW bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ: فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
"Yushbihu 'alaa kulli sulaamaa min ahadikum shadaqah: fakullu tasbiihatin shadaqah, wa kullu tahmiidatin shadaqah, wa kullu tahliilatin shadaqah, wa kullu takbiiratin shadaqah, wa amrun bil ma'ruufi shadaqah, wa nahyun 'anil munkari shadaqah, wa yujzi'u min dzaalika rak'ataani yarka'uhumaa minad-dhuhaa"
Artinya: "Pada setiap persendian salah seorang dari kalian terdapat sedekah setiap paginya: setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma'ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan dua rakaat yang dikerjakan pada waktu dhuha sudah mencukupi semua itu." (HR. Muslim)
Jumlah rakaat sholat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dilaksanakan dengan cara 2 rakaat salam, 2 rakaat salam, dan seterusnya. Sholat dhuha juga dipercaya sebagai sholat untuk memohon rezeki dan keberkahan dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:
يَا ابْنَ آدَمَ، لَا تُعْجِزْنِي مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِي أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ
"Yaa ibna aadama, laa tu'jiznii min arba'i rakaatin fii awwali nahaarika akfika aakhirahu"
Artinya: "Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang. Niscaya, pasti akan aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya." (HR. Hakim dan Thabrani)
Advertisement
6. Sholat Hajat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4780300/original/044426600_1711034455-pexels-kafeel-ahmed-12049056.jpg)
Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan ketika seseorang memiliki hajat atau keinginan khusus kepada Allah SWT. Sholat ini menjadi sarana untuk memohon pertolongan dan kemudahan dalam mencapai keinginan tersebut, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an tentang pentingnya meminta pertolongan kepada-Nya:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
"Wasta'iinuu bis-sabri was-salaah, wa innahaa lakabiiratum illaa 'alal khaasyi'iin"
Artinya: "Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 45)
Rasulullah SAW mengajarkan sholat hajat sebagai cara untuk memohon pertolongan Allah dalam menghadapi kesulitan, sebagaimana sabdanya:
مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِى آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللَّهِ وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم
"Man kaanat lahu ilallahi haajatun aw ilaa ahadin min banii aadama falyatawadhdha' walyuhsinil wudhuu'a tsumma liyushalli rak'ataini tsumma liyutsni 'alallahi walyushalli 'alan-nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallam"
Artinya: "Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang dari anak Adam, hendaklah ia berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian shalat dua rakaat, kemudian memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi SAW." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Sholat hajat bisa dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, dengan cara 2 rakaat salam, 2 rakaat salam, dan seterusnya. Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat hajat adalah pada sepertiga malam terakhir, meskipun boleh dilakukan kapan saja selama tidak pada waktu yang dilarang untuk sholat.
Setelah sholat hajat, disunnahkan untuk berdoa dengan khusyuk memohon kepada Allah SWT agar hajat yang diinginkan dikabulkan. doa setelah sholat hajat yang dianjurkan adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
"Laa ilaaha illallahul haliimul kariim, subhanallahi rabbil 'arsyil 'azhiim, alhamdulillahi rabbil 'alamiin, as'aluka muujibaati rahmatika, wa 'azaa'ima maghfiratika, wal ghaniimata min kulli birrin, was-salaamata min kulli itsmin, laa tada' lii dzanban illaa ghafartahu, wa laa hamman illaa farrajtahu, wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin"
7. Sholat Taubat
Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dilakukan dengan tujuan memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Sholat ini menjadi sarana untuk menyesali perbuatan dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang bertaubat, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Innallaha yuhibbut-tawwaabiina wa yuhibbul-mutatahhiriin"
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sholat taubat dapat menghapus dosa-dosa, sebagaimana sabdanya:
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
"Maa min 'abdin yudznibu dzanban fa yuhsinut-tuhura tsumma yaquumu fa yushallii rak'ataini tsumma yastaghfirullaaha illaa ghafarallahu lahu"
Artinya: "Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu dia berwudhu dengan baik, kemudian berdiri melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Sholat taubat dilakukan sebanyak 2 rakaat dan bisa dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam, selama tidak pada waktu yang dilarang untuk sholat. Setelah sholat, disunnahkan untuk berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Dalam berdoa setelah sholat taubat, hendaknya mengakui dosa-dosa yang telah dilakukan, menyesalinya dengan sungguh-sungguh, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Salah satu doa yang bisa dibaca setelah sholat taubat adalah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ
"Allahummaghfir lii dzanbii kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa aakhirahu, wa 'alaaniyatahu wa sirrahu"
Artinya: "Ya Allah, ampunilah segala dosaku, yang kecil dan yang besar, yang awal dan yang akhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi."
Advertisement
8. Sholat Istikharah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2828587/original/013662300_1560508575-iStock-593316922.jpg)
Sholat istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT dalam menentukan pilihan terbaik dari beberapa pilihan yang ada. Istikharah berasal dari kata "khair" yang berarti kebaikan, sehingga istikharah bermakna meminta dipilihkan yang terbaik.
Allah SWT memerintahkan manusia untuk bertawakal kepada-Nya dalam segala urusan, sebagaimana firman-Nya:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Fa idzaa 'azamta fatawakkal 'alallah, innallaha yuhibbul mutawakkiliin"
Artinya: "Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal." (QS. Ali Imran: 159)
Rasulullah SAW mengajarkan sholat istikharah sebagai cara untuk memohon petunjuk Allah dalam mengambil keputusan, sebagaimana sabdanya:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ...
"Kaana rasuulullahi shallallahu 'alaihi wa sallama yu'allimunaal istikhaarata fil umuuri kullihaa kamaa yu'allimunas-suurata minal qur'aani yaquulu idzaa hamma ahadukum bil amri falyarka' rak'ataini min ghairil fariidhati tsumma liyaqul allahumma innii astakhiiruka bi'ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as'aluka min fadhlikal 'azhiim..."
Artinya: "Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala urusan sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an. Beliau bersabda: 'Jika salah seorang di antara kalian memiliki keinginan untuk melakukan suatu urusan, hendaklah ia shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon sebagian dari karunia-Mu yang agung...'" (HR. Bukhari)
Sholat istikharah terdiri dari 2 rakaat yang dilakukan seperti sholat sunnah biasa. Pada rakaat pertama setelah membaca Surah Al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca Surah Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca Surah Al-Ikhlas. Setelah salam, dilanjutkan dengan membaca doa istikharah secara lengkap.
Doa istikharah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ
"Allahumma innii astakhiiruka bi'ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as'aluka min fadhlikal 'azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi, wa in kunta ta'lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bihi"
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon sebagian dari karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan urusan yang dimaksud) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akibat urusan-ku, maka takdirkanlah urusan itu untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berikanlah keberkahan untukku di dalamnya. Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akibat urusanku, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkanlah kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada, kemudian ridhoilah aku dengannya."
9. Sholat Istisqa
Sholat istisqa adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon hujan kepada Allah SWT ketika terjadi kekeringan atau kemarau panjang. Sholat ini biasanya dilakukan secara berjamaah di tanah lapang dengan dipimpin oleh imam.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an tentang kemurahan-Nya dalam menurunkan hujan:
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
"Wa huwal-ladzii yunazzilul ghaitsa min ba'di maa qanatuu wa yansyuru rahmatahu, wa huwal waliyyul hamiid"
Artinya: "Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji." (QS. Asy-Syura: 28)
Rasulullah SAW mengajarkan sholat istisqa sebagai cara untuk memohon hujan, sebagaimana diriwayatkan:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ بِالنَّاسِ يَسْتَسْقِي فَصَلَّى بِهِمْ رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِ وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ وَرَفَعَ يَدَيْهِ وَدَعَا وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ
"Annan-nabiyya shallallahu 'alaihi wa sallama kharaja bin-naasi yastasqii fa shallaa bihim rak'ataini jahara fiihimaa bil qiraa'ati wa hawwala ridaa'ahu wa rafa'a yadaihi wa da'aa wastaqbalal qiblah"
Artinya: "Bahwasanya Nabi SAW keluar bersama orang-orang untuk memohon hujan (istisqa), lalu beliau shalat dua rakaat bersama mereka dengan mengeraskan bacaan, membalikkan selendangnya, mengangkat kedua tangannya, berdoa, dan menghadap kiblat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sholat istisqa terdiri dari 2 rakaat yang dilakukan seperti sholat sunnah biasa. Yang membedakan adalah pada sholat istisqa, takbir di rakaat pertama sebanyak 7 kali dan di rakaat kedua sebanyak 5 kali (selain takbiratul ihram dan takbir untuk berdiri). Setelah sholat, imam menyampaikan khutbah yang berisi himbauan untuk bertaubat dan berdoa memohon hujan.
Salah satu keunikan sholat istisqa adalah anjuran untuk membalikkan selendang atau jubah setelah sholat sebagai simbol harapan perubahan keadaan dari kekeringan menjadi hujan. Pada saat berdoa, disunnahkan untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi menghadap ke langit.
Doa yang dibaca pada sholat istisqa antara lain:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
"Allahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii'an marii'an naafi'an ghaira dhaarrin 'aajilan ghaira aajil"
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat, tidak membahayakan, segera, tidak ditunda-tunda."
Macam-macam sholat sunnah dalam Islam sangat beragam, masing-masing memiliki keutamaan dan waktu pelaksanaannya sendiri. Dengan memahami dan mengamalkan sholat-sholat sunnah ini, kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita tentang ibadah sholat sunnah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)