Sukses

Niat dan Tata Cara Puasa Sya’ban Lengkap dengan Keutamaannya, Mulai Minggu 11 Februari 2024

Liputan6.com, Jakarta - Awal Sya’ban 1445 H sudah masuk mulai Minggu, 11 Februari 2024 Salah satu amalan sunnah di bulan Sya’ban adalah puasa. Puasa Sya’ban menjadi amalan sunnah karena sering dilakukan Rasulullah SAW, sebagaimana disebut dalam beberapa hadis nabi.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘… Rasulullah saw sering berpuasa Sya’ban seluruhnya; beliau sering berpuasa Sya’ban kecuali sedikit saja’.” (HR Muslim).

Menurut Imam An-Nawawi dalam al-Majmû’ Syarhul Muhaddzab, maksud dari Rasulullah SAW sering berpuasa Sya’ban seluruhnya adalah berpuasa pada sebagian besarnya.

Sebaiknya, puasa Sya’ban dilakukan sebelum tanggal 15 atau separuh bulannya. Sebab, dalam hadis, puasa di separuh kedua Sya’ban dilarang.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Rasulullah saw bersabda: ‘Ketika Sya’ban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa’.” (HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Meski begitu, ada pengecualian keharaman puasa separuh kedua bulan Sya’ban. Misalnya, disambung dengan puasa-puasa sebelumnya, karena kebiasaannya berpuasa Senin-Kamis atau Dawud, memiliki puasa nazar, atau masih punya utang puasa Ramadhan. Demikian kata as-Sayyid al-Bakri dalam situs NU.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Keutamaan Puasa Sya’ban

Sebagaimana amalan ibadah lainnya, puasa Sya’ban juga memiliki keutamaan. Di antara keutamaan puasa Sya’ban adalah mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat. Mengutip situs NU, Syekh Nawawi al-Bantani berkata,

“Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat.” (Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, [Bairut, Dârul Fikr], h. 197).

3 dari 3 halaman

Niat dan Tata Cara Puasa Sya’ban

Berikut adalah niat dan tata cara puasa Sya’ban, dinukil dari situs NU.

1. Niat melaksanakan puasa Sya’ban. Berikut lafalnya.

نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى   

Arab-latin: Nawaitu shauma sya’bâna lilâhi ta’âlâ.   

Artinya: “Saya niat puasa Sya’ban karena Allah ta’âlâ.

2. Makan sahur, utamanya menjelang waktu Subuh sebelum imsak.

3. Melaksanakan puasa dengan menahan segala perkara yang membatalkan seperti makan dan minum.

4. Lebih menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa. 

5. Kelima, segera berbuka puasa saat tiba waktu maghrib.

Wallahu a’lam.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.