Sukses

Bacaan Doa Buka Puasa Rajab 2 Versi Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah ini sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Pasalnya, ada banyak amalan sunah yang dapat dikerjakan oleh seorang muslim. Momen Rajab ini bisa dimanfaatkan untuk memupuk amal saleh dengan menjalankan amalan-amalan sunah tersebut.

Puasa Rajab adalah salah satu amalan di bulan haram ini. Adapun dalil puasa sunah ini terdapat dalam Miftah al-Ghaib.

مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa 1 hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.” (Dikutip dari situs NU)

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin menjelaskan, pelaksanaan puasa Rajab tidak boleh dilakukan selama satu bulan penuh. Bahkan, sahabat nabi memakruhkan orang yang puasa Rajab selama satu bulan penuh karena menyerupai puasa Ramadan.

Puasa Rajab dapat dilaksanakan pada hari-hari utama, seperti Senin, Kamis, Jumat, atau Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah). Puasa Rajab diawali dengan niat terlebih dahulu pada malam hari atau siang hari. 

Pada umumnya, ketentuan puasa Rajab sama dengan puasa-puasa pada umumnya. Yakni menahan makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Doa Buka Puasa

Saat waktu buka puasa Rajab tiba, umat Islam yang berpuasa dianjurkan untuk membaca doa. Doa buka puasa Rajab sama dengan doa buka puasa pada umumnya. 

Dalam praktiknya, ada dua doa buka puasa yang sering dibaca.

Berikut doa Rasulullah SAW saat berbuka puasa dari sahabat Mu’adz bin Zuhrah yang diriwayatkan Abu Daud.

كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ 

Artinya: “Rasulullah ketika Berbuka, beliau berdoa: ‘Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.” (HR. Abu Daud)

Berikut doa Rasulullah SAW saat berbuka puasa dari Abdullah bin ‘Umar yang diriwayatkan Abu Daud.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.” (HR. Abu Daud).

Menurut pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS), kedua doa buka puasa tersebut boleh dilafalkan saat berbuka puasa.

"Kedua-duanya boleh dipakai. Yang ngomong bukan Ustaz Abdul Somad, tapi Syekh Ibn Utsaimin, ulama Saudi Arabia. (Syekh Utsaimin pernah ditanya). Syekh kalau mau buka puasa apa doanya? Pilihlah Allahumma laka shumtu bisa, Dzahabaz zhama'u boleh," jelasnya dikutip dari YouTube Ustadz Menjawab.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS