Sukses

Cerita Jemaah Dapat Bantuan Petugas Haji Indonesia di Masjidil Haram

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan jemaah calon haji memanfaatkan waktu di Makkah dengan beribadah di Masjidil Haram. Demikian pula yang dilakukan jemaah dari Indonesia bernama Armianto Wibowo dan Siti.

Selama di Masjidil Haram, tidak jarang para jemaah ini membutuhkan bantuan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang ditempatkan di sekitar kawasan tersebut.

"Alhamdulillah membantu sekali, kadang-kadang kan kita tanya sesuatu yang kurang tahu, mereka memberi tahu dengan baik," kata pasangan suami istri ini saat ditemui, Sabtu 25 Juni 2022.

Ketika membutuhkan pertolongan untuk masalah kesehatan, dokter yang menjadi petugas haji memberi penanganan dengan baik. Mereka berharap, di setiap jalan ada petugas medis yang bisa langsung dibutuhkan.

"Kan selama ini cuma ada petugas yang menunjukkan arah jalan saja. Untuk Bu Dokter kayaknya jarang banget," kata jemaah asal Cilacap ini.

Sementara itu, jemaah haji asal Jember, Jawa Timur Muhammad Rifai mengatakan, istrinya ke Masjidil Haram bersama dengan sejumlah teman-temannya. Sedangkan dia berada di hotel. Namun, ada kejadian yang tidak terduga.

"Asmanya kambuh kemudian istri saya duduk sendiri menunggu. Teman-teman tawaf, istri saya enggak ikut. Dia bingung di sini akhirnya menelepon saya, dia nangis saya langsung buru-buru," cerita Rifai.

Dia mengatakan, dari hotel dibantu petugas untuk menyetop bus untuk menjemput sang istri. "Padahal saya sendiri, ya alhamdulillah diantar di sini, yang naik bus saya sendiri satu bus," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Petugas Sigap Membantu Jemaah Haji

Dia pun mendapat bantuan petugas untuk menjemput sang istri, Rusidah. "Saya pertama video call kok enggak ketemu akhirnya saya minta bantuan petugas, akhirnya ketemu Alhamdulillah," kata dia.

Dia pun berterima kasih kepada petugas yang sigap membantunya. "Kalau kita minta bantuan langsung dibantu. Terima kasih petugas. Sudah baik sekali, Alhamdulillah," kata dia.

Banyak kejadian yang terjadi kepada jemaah. Di antaranya mengenai arah jalan pulang.

Masih banyak jemaah yang lupa masuk masjid dari pintu mana. Juga tidak sedikit yang terpaksa jalan kaki tanpa alas kaki karena lupa menaruh sandal atau karena menitipkan sandal ke temannya.

Sementara itu, jemaah calon haji yang tidak mampu berbahasa Indonesia menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petugas dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Demikian yang dirasakan anggota sektor khusus Masjidil Haram Uning Haryani.

 

3 dari 3 halaman

Masjidil Haram Kini Tembus dengan Masjid King Abdullah

"Yang pertama itu kesulitan sebetulnya yang untuk jemaah Indonesia kebanyakan ada yang bisa berbahasa Indonesia dan ada yang tidak berbahasa Indonesia sama sekali," kata petugas perempuan di sektor khusus Masjidil Haram yang dijuluki Srikandi ini, Sabtu 25 Juni 2022.

"Namun tantangan selama ini bisa kita atasi karena Srikandi bergabung dengan temus atau mahasiswa S2 selama ini mendampingi kita dalam bahasa Arab maupun kita dari Linjam dan juga didampingi oleh dokter," imbuh Uning.

Uning mengatakan, dia dan srikandi lainnya melaksanakan tugas apa yang ada di depannya. Seperti misalnya mengarahkan jemaah yang kesulitan untuk mencari pintu keluar. Dia juga mengarahkan jemaah yang tersasar atau tidak tahu mencari bus shalawat untuk kembali ke hotel masing-masing.

"Karena di dalam Masjidil Haram ini sudah tembus dengan masjid baru yang bernama King Abdullah. Jadi jumlah pintu yang ada di Masjidil Haram 99 digabung dengan King Abdullah berjumlah 144 pintu," cerita dia.