Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh Diluncurkan, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Kolaborasi organisasi sosial dan perbankan meluncurkan platform donasi digital untuk memudahkan masyarakat bersedekah secara rutin dan lebih transparan.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 14:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Maybank Syariah resmi meluncurkan Aplikasi Sedekah Subuh.

Yakni sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat menunaikan sedekah secara rutin sekaligus memperkuat tata kelola filantropi Islam yang profesional, transparan, dan berdampak.

Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad mengatakan, peluncuran Aplikasi Sedekah Subuh menjadi tonggak kolaborasi antara organisasi dakwah, lembaga amil zakat, dan sektor perbankan dalam membangun budaya berbagi yang lebih mudah dijangkau melalui teknologi digital.

"Mengusung tagline 'Satu Klik Sedekah Subuh, Sejuta Manfaat untuk Umat', aplikasi ini diharapkan mampu mendorong masyarakat membangun kebiasaan bersedekah setiap pagi dengan sistem yang praktis, aman, dan akuntabel," ujar Naspi.

Dia menyampaikan, transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan filantropi Islam.

 

Miliki Modal Sosial

Menurut Naspi, Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa budaya zakat, infak, sedekah, wakaf, termasuk tradisi bersedekah pada waktu subuh. Potensi tersebut perlu didukung dengan sistem digital yang memudahkan masyarakat untuk menyalurkan kebaikannya secara berkelanjutan.

"Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kedermawanan masyarakat yang tinggi. Hari ini, teknologi harus menjadi wasilah untuk memperkuat budaya berbagi dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat," kata Naspi saat peluncuran Aplikasi Sedekah Subuh di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dia menegaskan, kolaborasi antara organisasi induk Hidayatullah, bersama BMH, dan Maybank Syariah ini menjadi contoh sinergi lintas sektor dalam mengembangkan ekosistem filantropi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Kami berharap gerakan ini menjadi penghubung antara semangat masyarakat untuk berbagi dengan pengelolaan dana sosial yang semakin profesional, transparan, dan terpercaya," ucap Naspi.

Sementara itu, Direktur Laznas BMH Supendi menjelaskan, Gerakan Subuh Bersedekah lahir dari kebutuhan menghadirkan solusi atas tantangan yang selama ini dihadapi para donatur.

Dia merasa banyak masyarakat memiliki keinginan untuk bersedekah secara rutin, namun sering kali tertunda karena kesibukan atau sulitnya mengakses kanal donasi pada saat yang tepat.

"Yang kami bangun bukan hanya aplikasi ataupun QRIS. Yang ingin kami bangun adalah sebuah gerakan, yaitu membiasakan masyarakat memulai hari dengan bersedekah sehingga berbagi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari," kata Supendi.

 

Komitmen Sedekah Harian

Menurut Supendi, melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menentukan komitmen sedekah harian, mingguan, Jumat, maupun bulanan, memilih nominal sesuai kemampuan, melakukan pembayaran secara digital, hingga memperoleh pengingat dan laporan penyaluran dana secara berkala.

Lebih lanjut, dia menuturkan pihaknya juga menghadirkan fitur QRIS Personal Campaign, yakni identitas QRIS yang dapat dimiliki individu, komunitas, sekolah, masjid, maupun mitra usaha sebagai media mengajak masyarakat bersedekah.

"Harapan kami, setelah peluncuran ini lahir ribuan penggerak kebaikan yang mengajak keluarga, sahabat, hingga komunitasnya membiasakan Sedekah Subuh setiap hari," kata Supendi.

Lewat kerja sama ini, Maybank Syariah menyuntikkan kapabilitas teknologi digitalnya ke dalam platform komunikasi dan donasi yang dimiliki oleh Hidayatullah dan lembaga amil zakat resminya, BMH.

Salah satu terobosan utama yang dihadirkan adalah integrasi fitur pembayaran QRIS untuk memangkas hambatan biaya transaksi perbankan.

 

Jadi Solusi Konkret

Direktur Maybank Syariah Romy Hardiansyah menambahkan, kehadiran fitur QRIS yang terintegrasi langsung di aplikasi ini menjadi solusi konkret atas masalah biaya administrasi yang kerap membebani donatur saat melakukan transfer antarbank.

"Biasanya kalau mengirim uang dan banknya berbeda dengan bank yang dipakai oleh Hidayatullah atau BMH, itu ada ongkosnya Rp 5.000 atau Rp 10.000 melalui LLG atau RTGS. Dengan sistem baru ini, ongkos-ongkos tersebut sudah sangat diefisiensikan," ucap Romy.

Melalui integrasi ini, lanjut dia, aplikasi akan langsung menghasilkan (generate) kode QRIS khusus bagi setiap donatur. Efisiensi ini memastikan bahwa nominal dana yang dikeluarkan oleh donatur dapat dialokasikan secara utuh tanpa potongan sepeser pun.

"Jadi lebih banyak dari dananya itu memang [utuh] untuk masyarakat yang memerlukannya. Itu salah satu keunggulannya," terang Romy.

Selain menekan biaya, aspek kepraktisan menjadi sorotan utama. Donatur kini dapat menunaikan sedekah kapan saja dan di mana saja secara instan. Kehadiran pembayaran digital ini menghapus batasan fisik yang selama ini mengharuskan masyarakat berada di lokasi tertentu untuk berdonasi.

"Ini bisa dilakukan dari rumah, dari sekolah, dari tempat pekerjaan, atau saat aktivitas sehari-hari. Tidak harus waktu kita pas lagi ada di masjid atau lagi di daerah-daerah tertentu yang ada kotak amal," kata Romy.

"Untuk mendukung inklusi finansial ini, Maybank Syariah juga telah menyediakan sistem pembukaan rekening yang 100 persen berbasis online. Calon donatur cukup mengunduh aplikasi BMH atau Hidayatullah secara digital dan melakukan registrasi tanpa perlu repot datang ke kantor cabang bank fisik," jelas dia.