3 Gaya Busana Dakwah Ustaz Paling Ikonis

Selain gaya ceramah, tiga ustaz ini punya gaya busana dakwah paling ikonis dan jadi tren busana muslim pria di Indonesia.

Diterbitkan 10 Juni 2016, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Selain gaya membawakan ceramah yang khas, para ustaz juga mempunyai gaya busana yang berciri. Mulai dari pemilihan baju, peci dan sorban. Beberapa di antaranya menjadi ciri ikonis yang dikenali masyarakat. 

Seperti gaya busana Ustaz Jeffry Al Buchori yang hingga kini menjadi inspirasi tren busana muslim pria di Indonesia, yaitu baju koko penuh bordir dengan model simpel dan peci bentuk kerucut di atasnya. Lihat gaya ikonis ustaz lainnya di bawah ini:

Abdullah Gymnastiar

 

Bismillahirrahmaaniraahiiim, siang ini ada aplikasi seperti ini di Google play ini asli yang dari tim Aa, silakan dicari dan di instal mudah mudahan bisa menyambung silaturahim selain, ada ilmu dan beberapa informasi ... Ini soft lounching, kedepan akan terus diperbaiki dan isinya diperbaharui terus... Silakan ditunggu masukannya nya yaa.. Hatur nuhuun

A photo posted by Abdullah Gymnastiar (@aagym) on


Salah satu ciri yang dipatenkan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dalam berdakwah adalah sorban. Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid di daerah Gegerkalong, Bandung, ini setia memilih sorban putih untuk mendampinginya berdakwah. Ia selalu menyisakan sisa lilitan sorban dan membiarkannya tergerai di samping kanan kepala.

Ia juga sering menambahkan atau menyampirkan keffiyeh yang biasa dikenal dengan Palestine keffiyeh karena motif khasnya.
Untuk pemilihan busana, Aa juga hobi memakai outer blazer untuk melapisi baju kokonya.

 

Ustaz Jeffry Al Buchori

 

Assallamuallaikumm ujelovers... Mimin mau kasih fotonih hehe...

A photo posted by Ustadz Jefri Al-Buchori (UJE) (@ujelovers_) on


Selain pembawaan dakwah ala anak gaul, yak tak akan dilupakan dari almarhum Uje adalah gaya berpakaiannya. Mulai dari gaya baju Uje yang selalu dinamis dengan sentuhan bordir dari label Preview rancangan Itang Yunasz. Sampai akhirnya banyak anak muda mengenakan baju koko Uje. Selain baju muslim yang simpel dan ikonis, selama berdakwah Uje juga mempopulerkan peci atau songkok dengan aksen runcing di atasnya. 

Ustadz Muhammad Nur Maulana

 

 

Berbincang-bincang dengan Ustadz Maulana di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, 17 April 2015, ketika sama-sama menunggu penerbangan ke tempat tujuan masing-masing. Ustadz mau ke Makassar, sementara Pak SBY dan saya mau ke Surabaya. --- Having conversations with Ustadz Maulana at the Soekarno-Hatta Airport, Jakarta, April 17th 2015, while we were both waiting for our flights to our own destinations. Ustadz was going to Makassar, while, Mr. SBY and I were going to Surabaya. #silaturahmi #friendship #traveling #coincidence

A photo posted by Ani Yudhoyono (@aniyudhoyono) on

Di luar kontroversi gaya ceramahnya, Ustaz Muhammad Nur Maulana juga mempopulerkan gaya baju koko beragam warna terang dan berani. Seperti oranye, ungu, kuning, dan biru menyala. Selain itu ia juga selalu melingkarkan syal dengan palet tak kalah menyolok dalam setiap penampilannya.

Untuk pemilihan peci ia mempopulerkan corak bordir daerah asalnya Makassar. Semua berpadu kontras dengan tampilan celana hitam sebagai bawahan.Â